Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 66


__ADS_3

Hari terus berganti


Tak terasa kepulangan Bintang Kejora pun telah tiba.


Siang ini, direncanakan tepat pukul satu siang pesawat yang Bintang tumpangi akan mendarat di salah satu bandara internasional di negara ini.


Angkasa sejak kemarin tak henti mengulum senyum girang. Kekasih hatinya akan pulang. Lima tahun penantian akan terbayarkan. Sang Bintang kembali pulang dan kerinduan akan terobati.


Sejak kemarin aura positif penuh kegembiraan terpancar dari dalam diri Angkasa Wildan Tama. Membuat Adinda yang melihatnya seolah ikut terbawa suasana melihat kegembiraan sang putra yang sejak tadi pemuda itu tampilkan.


Pagi ini di meja makan,


Keluarga bahagia itu nampak asyik menikmati sarapan pagi mereka...


Angkasa nampak begitu lahapnya memangsa nasi goreng buatan Adinda. Pemuda itu nampak duduk mengelilingi meja makan berbentuk persegi panjang itu bersama dengan ayah, ibu, serta neneknya.


"girang banget anak bujang mama.." sindir Adinda.


Angkasa menoleh. Lalu mengulum senyum bahagia sambil terus memangsa santap paginya.


Adrian melirik ke arah sang putra,


"Bintang sampai sini jam berapa, dek?" tanya Adrian.


"harusnya sekitar jam satu an sih, pa.." jawab Angkasa santai.


"kamu yang jemput dia di bandara?" tanya Adrian lagi.


"iya, dong. " jawab Angkasa bangga.


"emang nggak dijemput orang tuanya, dek?" tanya Dinda.


"Bintang maunya di jemput sama aku, ma. Mama tau sendiri kan, gimana papinya Bintang sama aku. Dia nggak terlalu suka sama aku" ucap Angkasa.


Adrian melirik sekilas ke arah sang putra.


"dek, walaupun gitu kamu harus tetap menghormati kedua orang tuanya Bintang. Langsung anterin dia pulang, sampai depan rumahnya dan pastikan kamu ketemu sama orang tuanya" ucap Adrian memberi wejangan.


"iya, pa. Aku udah tau kok. Kan emang itu yang sering papa bilang. Suka sama cewek boleh, tapi tetep jaga dia. Jangan macem macem. Daaan... sebagainya..udah apal di luar kepala aku mah, pa...." jawab Angkasa membuat Dinda tersenyum.


Sarapan pagi pun selesai. Hari ini Angkasa ada jadwal manggung di salah satu cafe. Sebelum menjemput Bintang Kejora nanti siang. Itulah sebabnya hari ini pemuda itu terlihat lebih rapi.


Angkasa meraih sebuah tissue di atas meja, lalu mengusap area sekitar bibirnya.


"pa, ma, Angkasa udah selesai. Angkasa duluan ya, takut keburu siang, macet soalnya.." ucap Angkasa sembari bangkit dari posisi duduknya.

__ADS_1


"iya, sayang. Hati hati ya..." jawab Dinda.


"iya ma" jawab pemuda berparas nyaris sempurna tersebut. Di raihnya punggung tangan kedua orang tuanya lalu menciumnya sebagai tanda hormat.


"assalamualaikum"


"wa alaikum salam" jawab Dinda dan Adrian bersamaan.


Pemuda itupun segera pergi dari tempat tersebut, meninggalkan kedua orang tuanya yang nampak menatap punggung si pemuda yang perlahan mulai melangkah menjauh dari pandangan matanya.



Seperginya Angkasa,


Adinda menoleh ke arah sang suami yang nampak diam tak banyak bicara.


"mas," ucap Dinda.


Adrian menoleh.


"kenapa?" tanya Dinda.


Adrian tersenyum.


"nggak apa apa. Cuma, ads sesuatu yang mengganjal aja di hati aku, Din" ucap Adrian.


"Bram.." ucap Adrian.


Dinda diam.


"aku tahu, alasan Bram nggak suka sama Angkasa. Semua karena masa lalu kami, Din" ucap Adrian.


Dinda tersenyum.


"ya udah, biarin aja. Kita nggak bisa memaksa seseorang untuk suka sama kita, kan. Mungkin pak Bram belum tahu aja seperti apa kamu sekarang. Kalau dia udah tahu, pasti dia akan dengan senang hati merestui hubungan Angkasa dan Bintang" ucap Adinda.


Adrian tersenyum.


"dah lah, mas. Restu orang tua itu pasti bisa di dapatkan pelan pelan. Aku yakin, kalau memang jodoh Angkasa adalah Bintang, mereka pasti akan sama sama. Kita doain aja yang terbaik buat Angkasa dan Bintang. Biar Allah yang membantu anak kita menemukan wanita yang pas, yang tepat buat dia nantinya..." ucap Adinda.


Adrian tersenyum. Lalu mengangguk. Keduanya pun lantas kembali menghabiskan sarapan pagi mereka.


...****************...


Beberapa saat kemudian di tempat terpisah,

__ADS_1


Di sebuah bangunan tinggi yang merupakan cafe dan hotel. Tempat dimana Angkasa akan tampil mengisi acara siang ini.


Pemuda berparas tampan yang siang ini nampak mengenakan kacamata bening sebagai aksesoris nya itu terlihat menuruni kendaraan roda empat berwarna merah miliknya.


Dengan jaket semi jeans yang ia gunakan sebagai outer, Angkasa berjalan memasuki bangunan tinggi itu, seorang diri tanpa di dampingi Dodo sang sahabat. Mengingat hari ini ia ingin sekalian menjemput sang Bintang, maka ia memutuskan untuk tidak mengajak sahabat karibnya itu.


Angkasa masuk ke dalam kafe, segera menemui sang pemilik bangunan itu yang sudah menunggu nya di salah satu bangku yang berada di sana.


"Angkasa..!!" ucap sang pemilik cafe yang bernama Josh itu sambil mengulurkan tangannya


"tuan.." ucap pemuda itu sembari menjabat tangan Josh.


"apa kabar?" tanya Josh.


"Alhamdulillah..."


"Alhamdulillah, akhirnya kamu bisa juga manggung disini. Saya seneng sekali loh, artis idola ini mau mampir sebentar di cafe saya.." ucap Josh basa basi.


"tuan bisa aja. Kebetulan jadwal saya lagi kosong hari ini.." ucap Angkasa.


Josh tertawa santai.


"ya sudah, kamu siap siap ya, sebentar lagi waktu kamu tampil..." ucap Josh.


"iya, tuan.." ucap Angkasa.


Pemuda itupun segera menuju ke belakang panggung. Bersiap siap untuk melakukan pentas sebelum siang datang dan menjemput sang Bintang.


Angkasa duduk di sebuah sofa. Sembari menunggu giliran, ia duduk sambil memainkan ponselnya. Tiba tiba....


"permisi, mas, ini minuman sama camilan, tuan Josh meminta saya untuk mengantar ini untuk mas Angkasa. Silahkan dinikmati" ucap seorang pelayan cafe yang tiba tiba datang.


Angkasa mendongak, lalu tersenyum lembut.


"makasih ya, mbak" jawab pemuda itu.


"sama sama, mas" jawab si pelayan.


Pelayan wanita itupun pergi. Angkasa melirik sekilas makanan di atas meja tepat di hadapannya itu. Ada sebuah minuman bersoda, burger, kentang goreng dan beberapa camilan lain. Semua terlihat menggiurkan. Tapi sayang, ia baru saja sarapan di rumah. Nantilah sehabis manggung ia makan. Biar sekalian nanti sudah lapar lagi, pikir Angkasa.


Pemuda itupun kembali memainkan ponsel nya, mengabaikan hidangan lezat yang kini berada di hadapannya itu.


...----------------...


Selamat siang....

__ADS_1


up 12:28


yukz dukungan dulu. Up lagi nanti sore atau malam ya🥰🥰🥰


__ADS_2