Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 81


__ADS_3

Hari terus berganti,


Tiga hari pasca insiden tertabraknya Aliya oleh sebuah mobil di komplek perumahan elite itu, kini bocah cantik itu masih terbaring lemah di rumah sakit.


Bocah itu sudah sadar, namun ia masih terlihat lemah sambil sesekali mengeluh pusing di kepalanya. Membuat Azizah mau tak mau harus absen dulu untuk bekerja di rumah Nabila. Ia harus fokus merawat bocah kecil bintang hatinya itu.


Semua berjalan seperti yang seharusnya. Namun, ada sesuatu yang janggal selama tiga hari Aliya di rawat di rumah sakit. Hampir tiap pagi, selalu ada bunga dan mainan yang tergeletak di depan pintu ruang rawat inap tempat Aliya di rawat. Mulai dari boneka dan yang lain lain selayaknya mainan kesukaan anak perempuan.


Tak ada yang tahu siapa pengirim nya. Zack pernah mencoba bertanya pada pihak pengurus cctv rumah sakit. Kamera pengawas disana memang menangkap sesosok pria berhoodie yang selalu datang ke rumah sakit itu. Kadang sebelum subuh, kadang tengah malam dan waktu waktu lainnya yang tidak tentu. Membawa mainan dan meletakkan nya di depan pintu ruang rawat inap. Namun, tak bisa dilihat dengan jelas, sosok siapa itu.


Diberikan mainan tiga hari berturut turut membuat Aliya pun senang di buatnya. Namun, tidak demikian halnya dengan Zack.


Laki laki itu dan sang istri, Azizah, seolah memiliki ketakutan tersendiri. Mengingat beberapa hari yang lalu seorang dokter pernah mengatakan pada Zack tentang sosok pendonor darah untuk Aliya yang katanya seorang laki laki yang wajahnya hampir mirip dengan bocah itu. Hal itu tentu saja membuat Zack dan Zizah merasakan ketakutan tersendiri.


Ingatkan, dari rahim dan benih siapa bocah itu di lahirkan?


Tiga hari tanpa Aliya, bocah tampan berparas kebarat baratan khas sang daddy itu kini seolah juga ikut ikutan galau seperti uncle nya. Galau setiap harinya.


Disekolah bocah itu tak semangat untuk belajar. Di rumah bocah itu tak enak untuk makan. Tiap hari rasanya ia hanya ingin pergi saja kerumah sakit untuk menemui sahabat terbaik nya itu. Namun, ayahnya selalu melarangnya. Baru sekali bocah itu datang kerumah sakit. Mengingat rumah sakit juga bukanlah tempat yang ramah untuk anak anak.


Tiga hari berlalu hubungan Angkasa dan Bintang Kejora nya juga belum membaik. Wanita itu masih enggan menemui Angkasa. Ia masih marah pada pria itu.


Dan rupanya, hal itu juga tidak di sia siakan oleh ayah angkat Bintang, Bram.


Pria itu seolah memanfaatkan marahnya Bintang yang memang menggebu gebu tersebut untuk makin menjelek jelekan nama Angkasa dan keluarganya di mata gadis itu.


Ia bahkan mengatakan bahwa Angkasa memang sering bermain wanita dibelakang Bintang selama gadis itu berada di luar negeri.


Tak ayal, Bintang pun makin panas di buatnya. Ia makin muak dan makin sakit hati.


Beda dengan Aliya dan Tiger, beda dengan Angkasa dan Bintang, beda juga dengan Pelangi dan Galaksi...


Kian hari hubungan dua anak manusia itu kian dekat saja. Gala makin sering menghabiskan waktunya bersama Pelangi ditengah tengah aktifitasnya bersama Black Moon mencari Gerald yang hilang bak ditelan bumi. Dan kini, bahkan bukan hanya Gerald saja yang hilang, tapi juga Sofie. Wanita yang dijebak tidur dengan Angkasa itu juga raib tanpa kabar sama sekali.


Tak ada yang tahu kemana perginya dua manusia itu. Membuat Galaksi makin khawatir. Ia takut jika kedua manusia itu sengaja pergi berdua, membawa barang bukti berupa foto foto di kamar hotel itu lalu melakukan hal yang tidak tidak dengannya. Sungguh, Gala tak mau itu terjadi.


...****************...


Siang ini,


setelah jam pulang sekolah, Pelangi kini tengah berada di rumah sakit. Menjenguk salah satu muridnya yang kini tengah terbaring lemah di tempat tersebut selama kurang lebih tiga hari lamanya.


Ditemani Galaksi, wanita cantik dengan kulit putih dan rambut hitam panjang tersebut nampak berjalan menyusuri lorong bangunan tinggi itu, menuju ruang rawat inap Aliya.


"nomor berapa tadi, Gal?" tanya Pelangi.


"008..! lu pikun ya..! baru juga dikasih tau udah lupa aja..." ucap Galaksi santai.


"maklum, kan kakak udah tua, dek.." ucap Pelangi membuat Galaksi berdecih sambil terkekeh.


Kedua muda mudi itupun terus berjalan menuju ruang rawat inap Aliya.

__ADS_1


Namun,


Pelangi dan Galaksi menghentikan langkahnya.


Dilihatnya di sana, di kursi tunggu di depan ruang rawat inap. Seorang pria nampak duduk diam dengan dua lengan terlipat di depan dada. Matanya menatap nanar lurus ke depan dengan wajah diam.


Sedangkan di sampingnya, seorang bocah nampak menggelengkan kepalanya yang ia topang dengan menggunakan dua telapak tangan mungilnya. Seolah bocah itu tengah merasakan pusing yang teramat sangat mana kala sang sahabat kini tengah terbaring lemah tak berdaya di dalam sana.


"oh my God..! sembuhin Aliya, please...!! aku galau tanpa Aliya...!!" ucap Tiger dalam kesedihannya. Bocah yang hari ini merengek minta di antar ke rumah sakit bersama unclenya itu seolah begitu berduka. Makin sedih lagi saat ia sampai di rumah sakit, tapi tidak bisa langsung masuk karena masih ada dokter di dalam yang sedang melakukan pemeriksaan. Alhasil, ia dan sang uncle yang sama sama tengah galau itu pun hanya bisa menunggu di kursi tunggu dulu untuk beberapa saat.


Kedua pria galau beda usia itu masih asyik dengan pemikirannya. Tiba tiba....


"eekkkhhmm..! assalamualaikum..."


suara itu mengalun lembut membuat Angkasa dan Tiger pun sontak menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya disana, sepasang laki laki perempuan nampak mendekat kearah mereka. Angkasa yang mendapati sosok sang rival berada di sana pun seketika itu juga bangkit. Wajahnya berubah garang. Suatu hal yang sudah dapat Pelangi tebak sebelumnya. Tapi memang ia tak tahu jika kedatangan nya bertepatan dengan Angkasa yang tengah berada disini.


"Sa, Tiger.." ucap Pelangi sambil tersenyum.


Angkasa tak menjawab. Di tatapnya tajam pria yang kini nampak menatapnya angkuh itu.


"ngapain dia disini?" tanya Angkasa tak suka.


Pelangi menoleh ke arah Galaksi.


"oh, tadi Gala nganterin aku. Aliya gimana kabarnya?" tanya Tiger.


"bu gulu Penani..! Aliya masih pusing pusing. Aku sedih. Kasihan dia, bu gulu.." ucap Tiger sedih.


Pelangi tersenyum.


"iya, bu gulu. Aku selalu doain Aliya tiap hali kok" ucap Tiger.


Pelangi tersenyum.


"anak pinter.." ucapnya sembari mengusap pucuk kepala sang murid.


"Ngi.." ucap Angkasa.


"ya.." jawab Pelangi.


"lu ngapain sih bawa dia kesini?" tanya Angkasa tak suka. Baru saja Pelangi hendak menjawab. Gala sudah nyamber duluan.


"apasih lo? lo ternyata nggak se alim yang gue pikir ya..?! kek bocah tau nggak lo...! ini tuh tempat umum. Gue mau jenguk orang sakit napa lo yang ribet?!" tanya Gala angkuh.


"Gal, udah..!" ucap Pelangi mencoba menenangkan Galaksi agar tak berucap yang aneh aneh. Takutnya ada baku hantam lagi di rumah sakit ini.


"eh, gue nggak nanya sama lo ya..! gue nanya ama Pelangi, napa lo yang nyolot..!" ucap Angkasa hendak mendekat. Gala pun maju satu langkah. Pelangi bergerak. Berdiri di tengah tengah mereka mencoba melerai pertikaian yang mungkin akan terjadi.


"udah...! ini rumah sakit...! jangan bikin ribut disini..!" ucap Pelangi.


"dia yang ngeselin, Ngi..! anj*nk emang lu...!" ucap Gala kesal.

__ADS_1


"eh, biasa aja dong ngomongnya..!" ucap Angkasa yang memang sedang tak baik moodnya itu.


Kedua pemuda itu pun saling olok. Tubuhnya terus bergerak seolah ingin maju dan berduel. Membuat tubuh Pelangi yang berada di tengah tengah mereka pun cukup kesulitan untuk melerai. Hingga...!


.


.


.


"setoooppp....!! jangan belantem disini...!! kalian nggak liat akutuh lagi sedih..! olang dewasa pada nggak ngelti pelasaan anak muda..! aku kesel..!!" ucap Tiger lantang sembari berkacak pinggang seolah begitu muak dengan tingkah dua manusia yang terus saja bertengkar tiap kali bertemu itu.


Tiga manusia dewasa itu menatap diam ke arah Tiger yang nampak mengembun. Tolonglah, hati bocah itu begitu tak tenang. Aliya selalu ada di kepalanya. Ia seolah tak bisa tersenyum sebelum melihat sahabatnya itu kembali ceria di sampingnya.


ceklek....


pintu kamar rawat inap terbuka. Seorang dokter dan seorang pria dewasa keluar dari dalam sana.



"Bu Pelangi" ucap Zack.


Pelangi dan yang lainnya menoleh.


"pak..." ucap Pelangi sopan.


Sang dokter pamit undur diri. Zack mempersilahkan.


"ibu disini...?" tanya Zack.


"iya, pak. Saya mau jenguk Aliya" ucap Pelangi.


"oh, repot repot, buk. Aliya sudah lebih baik kok. Silahkan masuk, ada di dalam sama bundanya.." ucap Zack.


"oh, iya..." ucap Pelangi. Zack lantas menoleh ke arah Tiger.


"Tiger, mau liat Aliya juga?" tanya Zack.


Tiger mengangguk.


"ya udah sana, masuk sama bu guru" ucap Zack.


"eem....tapi...." ucap Pelangi ragu sambil menoleh ke arah Galaksi dan Angkasa bergantian.


Zack paham.


"mereka biar ama saya aja. Saya yang jinakin" ucap Zack membuat Pelangi terkekeh.


"makasih pak kalau begitu. Saya masuk dulu" ucap Pelangi. Zack pun mempersilahkan.


...----------------...

__ADS_1


up 13:55


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰


__ADS_2