Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 127


__ADS_3

Siang menjelang,


Di sebuah bandar udara di kota itu. Seorang pemuda berparas tampan nyaris sempurna nampak menyandarkan kepalanya di pundak seorang gadis manis bermata sipit pujaan hatinya, Bintang Kejora.


Ya, hari ini Angkasa dimintai tolong oleh Zev Smith Anderson, sang ipar, untuk menjemput keluarga laki laki itu di bandara. Keluarga Umi Atikah, ibu tiri Zev dijadwalkan sampai di bandara pukul satu siang.


Angkasa yang ditemani Bintang Kejora sudah berada di bandara itu sejak lima belas menit yang lalu. Laki laki itu langsung menuju ke bandara tersebut setelah selesai melakukan aktivitas pengambilan gambar sebagai seorang model kenamaan tanah air.


"hooooaaaaaammmmm...!!!!" Angkasa menguap lebar di pundak Bintang. Gadis bermata sipit itu nampak tersenyum. Digerakkannya tangan mungil berkulit putih itu mengusap kepala sang kekasih.


"ngantuk banget, honey...!" ucap Angkasa manja.


Bintang tersenyum manis.


"bentar lagi. Sabar, ya..! Tidur aja dulu kalau ngantuk..!" ucap Bintang pada laki-laki tersayangnya itu.


Angkasa mengangguk. Ia mencoba memejamkan matanya sambil terus bersandar di pundak sang Bintang. Sedangkan Bintang Kejora kini nampak asyik memainkan ponselnya, mengetikkan pesan di room chat nya dengan seorang laki-laki ayah kandungnya, Moreno.


Angkasa melirik sekilas.


"chat-an sama siapa?" tanya Angkasa.


Bintang tersenyum.


"ayank..!" jawabnya santai membuat Angkasa kini menggerakkan kepalanya, menatap wajah sang Bintang dengan sorot mata kesal dan melotot namun terlihat lucu di mata Bintang.


Wanita itu terkekeh.


"katanya tidur...!" ucap Bintang.


"Ya, habisnya tangan kamu gerak mulu..!" ucap Angkasa.


Bintang terkekeh lagi


"Aku lagi chat-an sama papa.." ucap Bintang.


"papa? papa siapa? tanya Angkasa


"papa Moreno.." jawab Bintang sambil tersenyum ke arah sang kekasih.

__ADS_1


" aku baru dapat nomor hpnya dia kemarin. Sekarang dia lagi sama Aliya. Dia mau ngajak Aliya jalan-jalan selama beberapa hari ini. Besok aku juga mau diajak. Kamu mau ikut?" tanya Bintang.


Angkasa tersenyum.


" papa kamu kan mau ngabisin waktu sama kamu dan Aliya. Masa iya aku ikut? ntar yang ada malah aku ganggu waktu kalian lagi..!" ucap Angkasa.


Bintang tersenyum manis. Ia lantas mengarahkan pandangannya lurus ke depan.


"nggak nyangka, ya, Bi. Ternyata Aliya itu adik aku" ucap Bintang.


Angkasa nampak menggerakkan tangannya membelai rambut panjang gadis kesayangannya itu.


"dunia memang sempit, honey.." ucap Angkasa.


"papa katanya mau pergi setelah ini. Tapi nggak tahu mau ke mana" ucap Bintang.


" dia nggak ngomong sama kamu mau kemana?" tanya Angkasa.


Bintang menggelengkan kepalanya.


" Aku padahal udah tanya tapi papa nggak jawab. Mungkin menurut dia aku nggak boleh tau" ucap Bintang.


"papa kamu sekarang baik ya sama kamu dan Aliya. Aku nggak nyangka, loh. Padahal dulu kamu hampir di jahatin sama dia" ucap Angkasa sambil kembali merebahkan kepalanya di pundak sang Bintang.


Angkasa menoleh lagi.


"apa?" tanya nya kemudian.


"tentang keberadaan papi. Sampai sekarang nggak ada kabar sama sekali tentang keberadaan dia. Biar gimanapun juga, dia adalah suami sah mami saat ini."


"aku kasihan sama mami, bi. Dia kayaknya terpukul banget. Walaupun sekarang dia udah mulai bisa senyum, dia udah mulai bisa menata lagi kehidupannya, tapi sebagai seorang wanita sekaligus anak mami, aku tahu gimana hancurnya hati mami. Dua kali menikah, tapi dua suaminya nggak ada yang bener" ucap Bintang.


Angkasa tersenyum. Diraihnya telapak tangan sang Bintang dengan menggunakan sebelah tangannya. Diremasnya lembut telapak tangan itu lalu mengusap usapnya.


"kamu yang sabar ya. Tetap dampingi mami kamu. Semoga secepatnya kita bisa mengetahui tertantang keberadaan papi kamu." ucap anak Adrian Tama itu.


"ya, semoga apa yang terjadi dalam keluarga kamu ini adalah ketetapan terbaik dari Allah. Aku yakin selalu ada hikmah dibalik semua kejadian ini" ucap Angkasa terdengar bijak.


"kita doakan yang terbaik buat papi kamu, mami kamu, dan juga papa kandung kamu." ucapnya lagi.

__ADS_1


Bintang menatap wajah laki laki itu.


"hikmahnya adalah, sekarang aku tahu seperti apa watak papi yang sebenarnya. Dan aku juga tahu apa yang sebenarnya terjadi di hotel antara kamu dan wanita itu. Selain itu, aku juga tahu bahwa ternyata selama ini ada papa yang selalu memperhatikan keluargaku, memperhatikan kamu, dan juga orang-orang di sekitar kamu."


"tujuannya baik, hanya ingin melihat aku bahagia, menjauhkan orang-orang yang ingin berniat jahat sama aku." ucap Bintang.


Sepasang kekasih itu saling mengulum senyum.


"makasih ya, By, mau beri kesempatan aku yang masih kekanak-kanakan ini. Makasih kamu mau sabar menerima segala kekurangan aku dan keluargaku. Aku menyesal udah pernah nggak percaya sama kamu.." ucap Bintang.


Angkasa menegakkan posisi tubuhnya. Digerakkan nya tangan itu, merengkuh pundak wanita cantik itu lalu mengusap usapnya.


"nggak usah dibahas lagi. Yang udah lalu ya sudah, biarin aja. Yang penting sekarang diantara kita sama sama udah tahu. Aku seperti apa, kamu seperti apa. Dan gak ada lagi salah paham di antara kita. Aku sayang kamu kamu sayang aku, udah kita jalani aja..! Kita mulai hubungan baru kita yang udah nggak LDR lagi, udah nggak marahan lagi..! kita bisa kemana-mana sama-sama sekarang" ucap Angkasa.


Ia kemudian menatap wajah wanita itu dengan penuh perasaan cinta.


"dan semoga setelah ini udah nggak ada lagi hal hal yang akan menghalangi kisah kita. Kita mulai lagi cerita kita dari awal. Kita perbaiki lagi semuanya. Tunggu aku gede dulu. Setelah itu, aku nikahin kamu. Aku akan datang ke mami kamu, untuk meminta kamu jadi istri aku" ucap Angkasa membuat Bintang tersenyum manis menatap laki-laki itu.


"iya, cari modal dulu gih. Siapin mental dulu. Anak kecil nggak boleh buru buru nikah..!" ucap Bintang.


"sembarang aja..! aku bukannya kecil cuma belum gede aja..!" ucap Angkasa membuat Bintang tergelak.


Sepasang suami istri itupun mulai asyik berbincang. Hingga....


"assalamualaikum...."


Suara itu berhasil membuat Bintang dan Angkasa menoleh. Dilihatnya disana, seorang pria paruh baya dengan kopiah putih nampak berdiri bersama seorang wanita paruh baya, dua orang pria mungkin seusia Zev atau Zack, seorang wanita yang nampak mengendong bayi, dan seorang wanita lagi yang nampak sibuk makan buah jambu biji.


Angkasa bangkit.


"ustad Hanif...." ucap Angkasa dengan raut wajah sumringah...


...----------------...


Selamat siang...


up 13:40


yuk, dukungan dulu🥰🥰🥰

__ADS_1


yuk, yang belum mampir, mampir dulu yuk...



__ADS_2