Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 12


__ADS_3

Siang menjelang di sebuah taman kanak kanak...


Seorang bocah tampan berparas ke bule bulean nampak menekuk kedua lengannya di depan dada. Matanya menatap lurus ke samping dengan raut wajah yang begitu kesal. Ia bahkan sesekali nampak mendengus sambil melirik sinis ke arah pria paruh baya yang duduk jongkok di hadapannya.


"yuk," ucap pria itu, sang kakek, Adrian Tama.


Tiger mendengus kesal lagi.


"akutuh nggak mau opa..! akutuh maunya pulang sama ayah..!" ucap Tiger sambil mendongak menatap ke arah pria tampan berambut gondrong yang berdiri di samping Adrian, Zack Andreas, supir sekaligus bodyguard keluarga Tiger yang juga merupakan ayah dari si kecil Aliya.


Ya, Tiger memang memanggil ayah dan bunda pada Zack dan Azizah, istri Zack, sama seperti Aliya.


Siang ini Adrian sengaja datang ke sekolah Tiger, berniat menjemput cucunya itu untuk di bawa ke lokasi pemotretan dan pulang ke rumah bersamanya, biar rame.


Tapi sepertinya, usaha Adrian tak berjalan lancar. Tiger tak mau di ajak pergi opa nya. Ia lebih ingin pulang bersama si cantik kecil mungil lucu dan menggemaskan, Aliya serta ayah Zack.


Susah payah Adrian mencoba membujuk Tiger di bantu oleh Zack, tapi bocah itu masih keukeuh dengan pendiriannya.


"ayo dong nak, masa nggak kasihan sama opa? opa jauh jauh kesini buat nemuin Tiger loh..!" ucap Adrian.


"iiiih, akutuh nggak mau, opa! aku udah janji sama Aliya mau main pasal pasalan, di lumah. Kan kasihan Aliya nggak ada temennya nanti" ucap Tiger.


"udah, Tiger sama opa dulu. Kan main pasar pasarannya bisa di tunda besok" ucap Zack ikut membujuk.


"kok ayah gitu sih, nggak kasian sama anak laki lakinya ini?!" tanya Tiger protes sambil mendengus kesal.


Zack terkekeh.


"loh, emang kasihan kenapa? kan pergi sama opa, mau di ajak jalan jalan. Kan enak, kok kasihan?" tanya Zack.


"telus Aliya gimana? nanti main sama siapa?" tanya Tiger yang nampak mengkhawatirkan teman kesayangan nya itu jika tidak bersamanya.


Zack tersenyum lagi.


"kan ada ayah, nak. Aliya sama ayah, Tiger ikut sama opa. Kasihan loh opa, udah sampai sini mau ajak Tiger jalan jalan tapi Tiger nya nggak mau, nggak kasihan sama opa?" tanya Zack.


Tiger nampak cemberut.


"mau ya, sama opa ya. Nanti kita jalan jalan, sama oma juga. Nanti opa beliin apa aja deh yang Tiger mau, ya nak ya .." ucap Adrian membujuk.


Tiger menghela nafas panjang.


"iya deh iya, tapi nanti ayah bilangin ke mommy sama daddy ya kalau aku di culik opa" ucap Tiger membuat Zack dan Adrian tertawa.


"iya, nanti ayah bilangin" ucap Zack.


Tiger pun meraih punggung tangan Zack dan menciumnya sebagai tanda hormat selayaknya seorang anak pada yang lebih tua.


"Aliya, aku pelgi ya. Mainnya nanti atau besok kalau aku udah di lumah. Nggak apa apa ya .." ucap Tiger pada bocah kecil nan manis itu.


"iya, nggak apa apa" ucap Aliya.


Mereka pun berpisah. Adrian menggendong cucu kesayangan nya itu sambil sesekali menciumi pipi Tiger sambil bercanda ria. Keakraban terlihat jelas di antara mereka. Tiger memang seolah menjelma menjadi idola di keluarga Adrian. Bocah tampan nan menggemaskan itu seolah menjadi raja di kehidupan keluarga Adrian Tama. Semua menyayangi bocah itu. Tampan, kaya raya, disayangi banyak orang dan memiliki segalanya. Benar benar bak seorang pangeran istana.


Zack tersenyum menatap Adrian dan cucunya yang perlahan mulai menjauh dari pandangan matanya. Ia kemudian menoleh ke arah sang putri yang sejak tadi nampak diam.


"nak, dah yuk, pulang" ucap Zack.

__ADS_1


Aliya tak bergerak. Ia menatap ke arah jalan raya yang sudah tak terlihat lagi ada Tiger disana.


Zack berjongkok di depan Aliya. Dilihatnya wajah itu nampak murung seolah memendam kesedihan.


Zack menggerakkan tangannya. Di sentuhnya pundak bocah itu lalu berkata


"Aliya kenapa?" tanya Zack.


Aliya menoleh.


"ayah," ucap Aliya kecil.


"iya..." jawab Zack.


"kok aku nggak punya opa?" ucap Aliya membuat Zack terdiam.


"Tigel punya oma, opa, uncle, daddy, mommy, punya semuanya. Tapi kok aku cuma punya ayah sama bunda?" tanya Aliya polos.


Zack tersenyum hangat


"kan ada om Roky, tante Zia, dedek Zio (anak Roky) juga kan?" ucap Zack membesarkan hati sang putri.


"tapi semua mencal mencal. Nggak kayak Tigel yang banyak kelualganya. Semua sayang, semua pada lebutan minta ngajakin Tigel. Nggak kayak aku.." ucap Aliya nampak sedih.


"telus aku juga bingung, yah. Kok banyak yang bilang katanya aku nggak milip ayah sama bunda, telus aku juga punya dua ibu? ada ibu yang di makam sama bunda? kok ibuku ada dua?" tanya Aliya begitu polos membuat hati Zack bergetar.


Zack tersenyum lagi. Di belainya rambut sang putri dengan lembut dan penuh cinta.


"nak, dengerin ayah.."


"yang pertama, kamu sama Tiger itu sama. Sama sama anak baik, sama sama pinter, sama sama punya keluarga yang lengkap. Ada ayah, bunda, nenek Tari, dan semua yang sayang sama Aliya. Nggak ada bedanya, nak. Cuma, keadaannya sekarang, kita itu kerja. Kerja di rumah keluarga nya Tiger. Itu yang menyebabkan kita nggak bisa ngumpul sama tante Zia, om Roky, om Ammar, dan semuanya"


"dan yang kedua, kenapa Aliya punya dua ibu, itu karena Aliya, anak ayah yang paling cantik ini...adalah anak hebat, anak kuat, anak paaaling beruntung yang Allah pilih. Makanya, Aliya dikasih dua ibu. Ada ibu Aliya yang sekarang udah sama Allah, dan ada bunda di rumah yang sayang sama Aliya.."


"nggak semua anak sehebat dan se istimewa Aliya. Allah memilih Aliya dari jutaan anak hebat lainnya. Dikasih kepercayaan sama Allah, untuk memiliki dua ibu yang sayang sama Aliya" ucap Zack dengan netra yang nampak menahan air mata.


"makanya, Aliya harus banyak banyak berterima kasih. Bersyukur, karena di kasih ibu dobel sama Allah. Kasih sayang yang Aliya dapat pun juga dobel.."


"jadi Aliya nggak boleh sedih, nggak boleh ngeluh, nggak boleh membanding bandingkan kehidupan Aliya sama anak lainnya.."


"semua udah di atur sama Allah. Tugas Aliya sekarang, cukup belajar, jadi anak solehah, yang bisa mendoakan ibuk agar selalu bahagia di sisi Allah, sayang sama ayah, sama bunda, hormat sama orang yang lebih tua, dan yang penting...nggak boleh na........."


"kal.." ucap Aliya menyahut ucapan ayahnya.


"anak pinter..!" ucap Zack sambil mengacak acak lembut rambut panjang sang putri.


"tapi aku nggak milip ayah sama bunda..." ucap Aliya lagi membuat Zack terdiam sejenak.


Pria itu kemudian tersenyum,


"siapa yang bilang? Aliya mirip kok sama bunda. Sama sama cantik. Sama sama baik. Sama sama lucu." ucap Zack menghibur.


"dah, sekarang kita pulang yuk. Ayah harus balik ke kantor. Udah di tungguin daddy" ucap Aliya.


Aliya pun mengangguk. Ia pun berjalan menuju ke mobil sambil di gandeng sang ayah.


Saat hendak masuk mobil, tiba tiba.....

__ADS_1


"ayah," ucap Aliya


"ya..."


"hari minggu kita ke makam jenguk ibuk ya..." ucap Aliya.


Zack tersenyum.


"iya nak..." ucap Zack.


Aliya pun masuk ke dalam mobil. Zack melajukan kendaraan roda empat itu meninggal tempat tersebut.


Ya....


Aliya bukanlah anak kandung pasangan Zack dan Azizah. Bocah cantik itu adalah anak kandung dari sepupu Azizah yang memiliki nama yang sama dengan gadis kecil cantik itu, Aliya.


Aliya sepupu Azizah adalah wanita korban pemerkosaan. Ia direnggut kesuciannya oleh seorang pria yang berprofesi sebagai king mafia pembunuh bayaran yang merupakan mantan bos dari Zack Andreas sendiri. Moreno namanya.


Kisah hidup Moreno, Zack, Azizah serta Aliya dan keluarga nya begitu rumit. Sebuah keserakahan dan sikap dzolim terhadap anak yatim piatu menimbulkan sebuah karma yang begitu mengerikan bagi Aliya sepupu Zizah dan keluarga nya.


Mengorbankan kemerdekaan anak yatim piatu yang cacat, berbuah malapetaka yang berujung terenggut nya nyawa ibu kandung Aliya kecil kala melahirkan si jabang bayi. Lantas di susul dengan kematian kakaknya, Reza beberapa bulan kemudian di dalam sel akibat penyakit mematikan yang menyerang salah satu organ intimnya. Sedangkan ibu keduanya, Tari, ia juga tewas beberapa tahun yang lalu setelah menyelesaikan masa tahanannya.


Sungguh, sebuah balasan yang setimpal bagi seorang yang tamak dan keji bahkan kepada sesamanya yang harusnya di rangkul dan di cintai


(kisah tentang Zack, Zizah, Aliya dll ada di novel 'Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis')


Visual 2๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


ini adalah visual turun temurun dari tiga novel sebelumnya. Jadi jika ada yang merasa kurang cocok bisa di skip aja ๐Ÿ˜๐Ÿคญ


.


.


Adrian Tama & Adinda Zahra ( nyari visual mama Dinda mode hijab& lebih tua nggak ada, jadi anggap aja ini mamaDin waktu muda๐Ÿคญ๐Ÿ˜)




Zev Smith Anderson/ Kyle Edward Jackson & Nabila Brygita Tama




Zack Andreas & Azizah Rahmaniar




Roky & Zia Adara



Bonus...!

__ADS_1


Ada yang masih ingat dia?,๐Ÿ‘‡



__ADS_2