Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 52


__ADS_3

***Warning...!


mengandung adegan kekerasan dan kata kata kasar..!


bukan untuk ditiru..!


bijaklah dalam memilih bacaan***...!!


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


seeeeetttt......!


helm yang berada di tangannya terpelanting. Sebuah tangan kekar menarik lengan mungil dan ramping nya membuat Pelangi yang sudah menaiki satu anak tangga pun sontak menoleh.



"Gala...!!" ucap Pelangi kaget. Dilihatnya di sana Galaksi sudah berdiri, mencengkeram lengan Pelangi dan menatapnya tajam tanpa senyuman dan penuh kebencian.


"kamu ngapain disini?" tanya Pelangi pada pemuda yang seolah bisa datang dan pergi sesuka hatinya itu.


Gala tak menjawab. Hanya kebencian yang terlihat jelas dari raut wajah bulenya. Pelangi pun mulai merasa awas, di putarnya lengannya seolah meminta si laki laki untuk melepaskan tangan ramping itu. Namun Gala yang sepertinya sedang dalam mode garang itu justru makin mengeratkan cengkeraman nya membuat Pelangi meringis sakit merasakan nya.


"aaah....Gal, sakit..!" ucap Pelangi.


Deru nafas Gala memburu. Hingga....


Buuuuuggghhhh....!


Gala mendorong tubuh wanita itu hingga membentur dinding yang merupakan pembatas antara anak tangga dan meja kasir.


Pelangi menjerit. Jaket dan tas nya jatuh berhamburan. Gala melepaskan lengan Pelangi. Kini ia beralih mengungkung tubuh wanita itu membuat Pelangi makin bergetar ketakutan.


Gala menatap wajah wanita itu dengan sorot mata garang. Pelangi menatap sendu ke arah pria itu seolah memohon agar Gala tak melakukan hal macam macam padanya.


"Gal, kamu mau apa?" tanya Pelangi takut.


Gala masih tak bergerak. Pelangi menggerakkan tangannya berusaha mendorong tubuh tegap itu namun...


"jangan sentuh gue, pelaacur..!!"


deeeeegggghhhh...!


Pelangi mendongak. Gala berucap demikian dengan suara yang dingin dan sorot mata tajam. Pelangi meneteskan air mata nya. Dikatai pelacuur padahal ia bukan wanita seperti itu sungguh membuat hatinya begitu sakit.


"aku bukan pelaacur" ucapnya lirih dengan lelehan air mata menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


Gala bergetar. Antara benci, muak, cemburu, tapi juga kasihan.


Sejak lama ia mengincar Pelangi. Mendekati nya bahkan rela tidur hampir tiap malam di tokonya. Ia pernah merasa bersalah karena mengungkit ungkit masa lalu Pelangi. Ia sampai sampai tak berani menemui wanita itu karena takut jika Pelangi masih terluka dengan ucapannya. Ia ingin menjaga hati wanita itu.


Namun kini,


lihatlah. Pagi ini infotainment gempar. Pelangi adalah pacar Angkasa. Bisa bisanya dari jutaan wanita di dunia, kenapa wanita ini yang harus menjadi kekasih seorang Angkasa. Wanita yang mulai menarik hatinya. Wanita yang pendiam, tenang, namun tidak lemah. Kenapa harus Pelangi..?


Lagi lagi Gala merasa Angkasa merampas apa yang harusnya jadi miliknya. Wanita itu adalah miliknya. Dan Gala tidak rela, jika Pelangi jatuh ke pelukan Angkasa..! ia tidak rela..!


Ia benci Angkasa..! ia kecewa pada Pelangi..! ia muak..! Ia tak ikhlas..! ia tak rela jika Pelangi dan Angkasa menjadi satu dan berbahagia..! tidak..! ia tidak mau..!!


Gala menatap bengis ke arah Pelangi.


"lu pelaacur...! selamanya lu akan jadi pelaacur...! udah berapa lu tidur ama baj*ngan itu? heem? jawab...? udah berapa kali..?" tanya Gala dingin penuh emosi.


Pelangi menggelengkan kepalanya. Air matanya makin tak terbendung. Ia kembali mencoba mendorong tubuh Galaksi.


"pergi..!" ucap Pelangi


"JANGAN SENTUH GUE...!!" bentak Gala


"PERGIIII....!!!" sahut Pelangi murka.


seeeeetttt....


Gala mencengkeram leher Pelangi. Mencekiknya dengan erat membuat wanita itu kini kelimpungan, sulit untuk mencari pasokan udara.


"nggak usah sok nangis...! lu sama aja..! sok alim, sok nunduk kalau ketemu orang, tapi nyatanya apa..?! lu gatel juga kan di depan si bang*at itu..?!!" ucap Gala tanpa melepaskan cekikikan nya. Pelangi terus bergerak. Di angkatnya tangannya yang bebas, berusaha memukul lengan Gala namun pria itu menampiknya.


"GUE BILANG JANGAN SENTUH GUE...!!!" bentak Gala tepat di depan wajah Pelangi. Wanita itu menangis sejadinya. Gala makin bergetar. Jujur, ia kasihan. Tak tega memperlakukan wanita itu demikian. Namun Gala tetaplah Gala. Ia tak pernah bisa mengendalikan emosinya yang begitu menggebu gebu. Ia tempramental. Ia arogan...! Berita itu berhasil membakar api cemburu dalam diri laki laki itu. Hati nuraninya tertutup angkara murka. Ia benci Angkasa..! ia benci Pelangi.


buuuuuggghhhh....!


Gala melempar tubuh wanita itu ke anak tangga. Pelangi memekik. Tubuhnya membentur gundukan keramik itu. Nafasnya nampak ngos ngosan. Ia makin menangis ketakutan. Gala menatap bengis ke arahnya. Dilepasnya jaket Black Moon. Pelangi pun mulai awas. Ia meringsut mundur, menaiki tangga dalam posisi ngesot.


Matanya menatap awas ke arah pria yang kini melepaskan ikat pinggang nya itu.


"Gal, jangan..!" ucap Pelangi mengiba.


"giman cara lo goda dia? apa yang udah dia kasih ke lo? gue bisa kasih lebih..! asal lo mau jadi cewek gue, dan memberikan tubuh lo buat gue...!" ucap Gala sambil melepaskan ikat pinggang dan membuka kancing celananya. Membuat ujung bulu disana terlihat jelas.


Pelangi makin ketakutan. Wanita itu mulai mengambil ancang ancang. Secepat kilat ia bangkit dan hendak berlari menjauh dari Galaksi. Namun.....


seeeeetttt....

__ADS_1


"aaaaakkkkhhh...!"


Galaksi menarik rambut panjang wanita itu kebelakang. Membuat langkah Pelangi pun terhenti. Ia meringis merasakan rambutnya yang seolah hendak terlepas dari kulit kepalanya.


"sakittt...!!" ucap Pelangi menangis.


"lu mau kemana? hemmm? nggak usah jauh jauh ke kamar..! pelaacur itu bisa dipake di mana aja...!"


buuuuuggghhhh....!!


Gala mendorong wanita itu ke ujung tangga. Membuat wanita itu terguling meringkuk ke bawah sana. Beruntung mereka masih berada di tengah tengah tangga itu. Andai Gala mendorong Pelangi dari atas, mungkin wanita itu akan mati.


Gala dikuasai emosi. Setan merasuk dalam dirinya. Ia seolah sudah tak bisa berfikir panjang. Yang penting wanita munafik itu menderita dan ia mungkin akan puas.


Pelangi meringis di bawah sana. Beberapa luka mulai terlihat di sekujur tubuhnya. Ia tak mau menyerah. Gala kembali mendekat. Ia merangkak sambil terus menangis mencoba bangkit dan menuju pintu untuk meminta pertolongan.


Namun.....


seeeeetttt....


plaaaaaakkkk.....


Pelangi menangis lagi. Gala kembali menarik tubuhnya dan menampar pipinya.


Wanita itu menangis. Galaksi menduduki pinggul wanita itu. Dilepasnya kaos putih miliknya dan melemparkan nya asal. Ia lantas meraih dua lengan Pelangi. Mengangkatnya dan menekannya ke lantai menggunakan satu telapak tangan besarnya. Pelangi pun kini tak bisa berontak. Ia menggelengkan kepalanya. Seolah memohon pada pria itu untuk jangan macam macam.


Gala membelai wajah itu lembut. Namun terasa begitu mengerikan bagi Pelangi.


"i love you so much, bit**..!" ucap Galaksi membuat Pelangi makin menangis.


Dan....


Gala pun mendekatkan wajahnya ke wajah sang Pelangi. Mengendus aroma tubuh itu. Menikmati tangisan itu. Membuat wanita itu makin merinding di buatnya.


Wajah bule itu makin mendekat. Bibir itupun sudah bersiap untuk memberikan kecupan pertama nya di telinga sang Pelangi yang menangis meraung raung di tengah suara air hujan yang mulai deras mengguyur bumi.


Hingga tiba tiba....


sreeekkk...


buuuuuggghhhh......!!!


bersambung lagi😁😁😁


lanjut nanti siang atau sore abis ambil raport🀭🀭🀭😁😁😁

__ADS_1


up 05:08


yuk, dukungan dulu.


__ADS_2