
Siang menjelang,
pemuda berparas tampan dengan kacamata hitam dan masker menutupi wajahnya itu nampak duduk dengan tenang sambil memainkan ponselnya. Ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang berlalu lalang di tempat itu, namun tak ada satupun yang menyadari, bahwa pemuda yang kini tengah duduk bersebelahan dengan seorang wanita cantik berjaket coklat itu adalah seorang artis papan atas yang kini tengah jadi perbincangan khalayak ramai.
Ya, kini Angkasa dan Pelangi tengah berada di sebuah playground. Setelah selesai menuruti keinginan Tiger yang meminta buku gambar dan pewarna baru, kini Angkasa dan Pelangi kembali menuruti kemauan sang tuan muda Anderson itu untuk menemaninya dan Aliya bermain di sebuah taman bermain anak yang berada di pusat perbelanjaan modern tersebut.
Mau tak mau, suka tak suka, keduanya pun hanya bisa menurut saja. Dari pada tuh bocah ngamuk lagi nangis sambil loncat loncat, ya kan???
Angkasa masih sibuk dengan ponselnya, berbalas pesan dengan sang Bintang yang berada jauh di negeri orang. Sedangkan Pelangi, wanita itu nampak sesekali tersenyum melihat kedua bocah yang nampak begitu asyik menikmati aneka permainan yang berada di tempat tersebut.
Baik Angkasa maupun Pelangi sejak tadi hanya diam saja. Tak ada perbincangan di antara mereka. Suasana terlihat kaku lantaran Angkasa yang sejak tadi memilih untuk lebih fokus dengan ponselnya dari pada ngobrol dengan Pelangi.
Pelangi mengangkat tangannya, menatap ke arah jam tangan yang berada di lengan kirinya.
Sudah jam tiga...!
Harusnya ia sudah berada di toko sejak tadi. Sudah mendapatkan pundi pundi rupiah dari tempat usaha yang ia dirikan belum lama ini.
Angkasa melirik ke arah Pelangi,
"lo sibuk?" tanya Angkasa.
Pelangi menoleh, menatap wajah Angkasa sejenak kemudian menunduk kan pandangan nya.
"enggak ..." ucap Pelangi.
"kalau lo sibuk kita pulang..." ucap Angkasa.
"enggak kok, biarin aja anak anak selesai main.." ucap Pelangi tak mau mengganggu kebahagiaan dua murid muridnya.
Angkasa menghela nafas panjang. Ia lantas memasukkan ponselnya ke saku celananya lalu menatap ke arah Tiger dan Aliya yang begitu asyik bermain disana.
"sorry, maafin ponakan gue ya. Dia emang agak nakal. Jadi sering ngerepotin lo" ucap Angkasa.
Pelangi tersenyum,
"nggak ngerepotin, kok. Itu udah jadi tugas saya sebagai pengajar" ucap Pelangi sambil menatap lurus ke area bermain anak itu sambil sesekali menundukkan pandangan nya.
Angkasa tersenyum,
"lo hebat juga, bisa tahan ngadepin anak anak seusia mereka. Pasti capek banget ya, secara kan umur segitu emang lagi aktif aktif nya" ucap Angkasa.
Pelangi tersenyum tipis.
"nggak juga kok. Aku malah seneng, aku jadi ngerasa punya banyak temen kalau lagi ngajar. Soalnya kalau di rumah kan aku sendiri" ucap Pelangi.
Angkasa tersenyum.
"iya, lo punya toko ya sekarang...?" tanya Angkasa basa basi.
Pelangi mengangguk.
"Alhamdulillah..." ucap wanita itu.
Angkasa menoleh ke arah wanita itu.
"em, sorry ya, selama ini gue agak judes kalau ketemu ama lo. Sombong banget gue.." ucap Angkasa kemudian. Ketenangan dan diamnya seorang Pelangi yang menjadi sangat sering ia temui akhir akhir ini lantaran sering antar jemput Tiger membuat Angkasa jadi tak enak sendiri.
Wanita itu sangat jauh berbeda dari Pelangi alias Rebecca yang ia kenal dulu. Yang angkuh, yang merasa memiliki segalanya, yang kasar dan seolah merasa paling tinggi dan paling di atas di bandingkan yang lainnya.
Wanita itu kini terlihat lebih dewasa dengan segala kesederhanaan nya, membuat Angkasa tak bisa memungkiri, ada rasa kagum dalam dirinya pada wanita itu. Kagum atas perubahan nya yang cukup drastis.
__ADS_1
"enggak, kok. Nggak sombong..." ucap Pelangi singkat sambil tersenyum lalu kembali mengalihkan pandangannya dari wajah Angkasa.
Angkasa tersenyum. Keduanya pun mulai terlibat perbincangan santai. Sembari menunggu dua bocah menggemaskan itu selesai dengan permainan mereka.
...****************...
17:30
Mobil merah milik Angkasa itu sampai di depan toko aksesoris milik Pelangi.
Lantaran Tiger yang memaksa gurunya itu untuk ikut ke mall dengannya, membuat wanita cantik itupun mau tak mau harus meninggalkan scooter matic nya di sekolah.
Sebenarnya ia tadi ingin mengambil motor itu terlebih dahulu, dan pulang ke tokonya dengan motor itu. Namun Angkasa menyarankan untuk pulang saja pakai mobilnya. Biar motor itu di ambil saja besok saat mengajar.
Bukan tanpa alasan, ini sudah terlalu sore dan Pelangi pasti juga cukup lelah lantaran sejak siang berkeliling mall menuruti kemauan sang tuan muda Anderson.
Alhasil, kini ia pun pulang di antar Angkasa, sedangkan motornya masih ia tinggal kan di sekolah TK tempatnya mengajar.
...
Pelangi melepas sit belt nya,
"makasih ya, udah di anterin sampai rumah" ucap Pelangi.
"sama sama..." jawab Angkasa sambil tersenyum.
"bu gulu Penani...! makasih ya udah nemenin aku.." ucap Tiger yang nampak memeluk sebuah mobil mobilan.
Ya, bocah itu kembali merampok uncle nya. Ia yang katanya cuma minta buku gambar dan pewarna, nyatanya minta tambahan jajan dan mobil mobilan pada uncle nya itu setelah sampai di mall.
Pelangi tersenyum,
"iya, sayang. Bu guru turun dulu, ya. Tiger sama Aliya pulang sama uncle. Nggak boleh nakal lagi, dan jangan lupa, sampai rumah harus belajar. Oke...?" ucap Pelangi.
Pelangi pun pamit pulang. Ia lantas turun dari mobil merah itu, lalu melambaikan tangannya pada dua muridnya itu ketika kendaraan roda empat tersebut perlahan melaju pergi meninggalkan toko miliknya.
Di dalam mobil mewah yang melaju menuju kediaman Zev Smith Anderson...
"uncle...uncle...! bu gulu Penani cantik, ya?" tanya Tiger.
Angkasa tak menjawab. Ia hanya melirik sekilas bocah tampan itu dari kaca spion dalam mobil lalu tersenyum simpul.
"uncle, pacalan aja yuk sama bu gulu aku..!" ucap bocah itu seolah membujuk.
"astaga Maung...! lu tuh masih bocah..! nggak baik ngomongin pacar pacaran. Cebook aja belum bener lu..!" ucap Angkasa sambil menggelengkan kepalanya.
"iya nih, Tigel. Anak kecil itu nggak boleh ngomong kayak gitu. Nggak baik..! kan mas uncle udah punya pacal. Ya mas uncle ya...itu, kakak Bintang yang cantik nya kayak aku..!!" ucap Aliya sambil memakan es krim pemberian Angkasa.
Angkasa hanya terkekeh mendengarnya.
"ih, kan kakak Bintang lagi jauh. Sekalang sama bu gulu Penani dulu. Nanti kalau kakak Bintang udah pulang, tukelan lagi pacalnya...!" ucap Tiger membuat Angkasa seketika itu melotot.
"tukeran, tukeran...! lu kira apaan maen tuker tuker aja...! ah elah..anak musang...! gue lipet juga lu...!!" ucap Angkasa membuat Aliya cekikikan.
"Tigel, Tigel, kamu ada ada aja...!" ucap Aliya sambil tertawa membuat bocah tampan bergigi keropos di bagian depan itu ikut terkekeh di buatnya.
...****************...
Sementara di toko aksesoris milik Pelangi..
Seperginya mobil merah milik Angkasa,
__ADS_1
Pelangi melangkah menuju tokonya yang berada di pinggir jalan raya itu. Ia berjalan tenang menapaki halaman ber paving yang tak terlalu luas yang merupakan lahan parkir untuk pengunjung komplek ruko dua lantai yang salah satunya ia tempati tersebut
Dari kejauhan, samar samar dilihatnya seorang pria yang nampak berdiri tepat di depan pintu tokonya. Sebuah motor hitam juga terparkir di halaman tak jauh dari tempat sang pria itu berdiri.
Pelangi mendekat....
"Gala?" ucapnya.
Dilihatnya disana pria yang beberapa hari yang lalu pernah menginap semalam di tokonya itu nampak berdiri angkuh sambil menatap kedatangan nya dengan sorot mata tajam.
Pelangi menyipitkan matanya.
"kamu ngapain disini?" tanya wanita itu.
"harusnya gue yang nanya ama lo..! lu kemana aja jam segini baru pulang?! ini udah hampir Maghrib..! ada gitu guru sekolah TK yang pulang ngajar ampe jam segini?!!" tanya Galaksi dengan mode sewot dan galak membuat Pelangi sedikit aneh di buatnya. Ada apa dengan laki laki ini? kenapa ia jadi marah marah seperti ini?
"aku tadi abis nemenin murid aku jalan jalan, trus................."
"lu guru apa babu?! ngapain lu repot repot nemenin anak orang..? lu punya toko..! pelanggan lo dari tadi nyariin...! lu goblook apa begoo' sih?!!" tanya Gala memotong ucapan wanita itu. Pria itu bahkan terlihat begitu kesal. Ia berucap dengan nada tinggi membuat beberapa orang pengunjung toko sebelah pun menoleh ke arah mereka.
Nih orang kenapa sih? pikir Pelangi.
Wanita itu menghela nafas panjang.
"iya, maaf atas kebodohan saya. Kamu sendiri ngapain disini?" tanya Pelangi mengalah.
Gala menatap jengkel kearah wanita itu.
"gue nyariin lo..! gue beliin makanan tadi, tapi udah gue buang..! kelamaan nungguin lo...!!" ucap Gala. Pelangi melirik ke arah lantai. Dua box makanan terbalik. Isinya tumpah tal beraturan. Sepertinya pemuda itu baru saja menendang dua box makanan itu.
"kenapa dibuang?" tanya Pelangi.
"ck...! nggak penting..!" ucap Gala.
"buruan buka toko lo..! gue mau nginep disini lagi malam ini...!" ucap Gala.
"haaah?!!" ucap Pelangi kaget.
"buruan...!!!" ucap Gala tak sabar.
Pelangi membuang nafas panjang. Apa maksudnya ini. Apa yang ada di otak Gala sebenarnya??
Pelangi pulang sore ke rumahnya sendiri di marah marahi. Makanan yang Gala beli sendiri di buang buang sendiri. Dan sekarang laki laki itu mau numpang tidur lagi di ruko milik Pelangi, tapi ia bertingkah seolah ia lah bos dan pemilik bangunan itu. Benar benar manusia aneh..!
Pelangi pun membuka pintu tokonya.
"assalamualaikum..." ucap Pelangi saat memasuki bangunan berlantai dua itu.
Gala tersenyum sinis.
"ngomong ama dedemit lu?" tanyanya sinis.
Pelangi tak menggubris. Gala mendudukkan tubuhnya di atas sofa tunggu. Pelangi membalik tulisan 'close' yang tergantung di pintu kaca itu menjadi 'open. Ia lantas menuju meja kasir, melepas tasnya lalu membuka jaketnya.
Gala menyunggingkan senyuman simpul melihat pemandangan itu. Di tekuk nya salah satu kakinya. Kimi ia duduk di atas sofa panjang itu sambil tak lepas mengarahkan pandangannya ke arah Pelangi. Menikmati keindahan makhluk ciptaan Tuhan yang sepertinya tidak pernah membosankan untuk Gala pandangi itu.
...----------------...
Selamat pagi,
up 05:00
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘