Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 96


__ADS_3

Tuutt.....tuutt.....tuutt........


"halo, assalamualaikum..." ucap seorang pria paruh baya yang berada di sana.


"om..! Om Adrian, tolong..! saya butuh bantuan om...!" ucap Gala begitu panik sampai sampai tak menjawab salam dari pria ayah kandung musuh bebuyutan nya itu.


Eh, tapi bukannya Gala emang gitu ya...??🤔


Adrian yang kini tengah berada di di halaman rumah mewahnya, tepat di samping mobil miliknya yang terparkir disana, berniat hendak pergi bersama anak dan istrinya pun nampak terdiam dengan raut wajah tenang.


"ada apa, Gal?" tanya Adrian.


"om, papa saya, om...!" ucap Gala terdengar panik. Ia berjalan mondar mandir sembari menggigit kuku jarinya.


"tenang dulu. Istighfar..! bicara pelan pelan.." ucap Adrian.


Gala menghentikan langkahnya. Mencengkeram pagar balkon lantai dua itu dengan kuat seolah mencoba untuk menenangkan hati dan pikiran nya yang kalut. Berkali kali pemuda itu terdengar menarik nafas panjang dan membuangnya. Adrian diam membiarkan Gala fokus terlebih dahulu dengan aktifitas menenangkan diri nya.


Setelah selesai....


"sudah? sekarang kamu ceritakan sama saya, ada apa?" tanya Adrian yang masih setia dengan posisinya. Angkasa dan Dinda yang merasa panas mentari mulai menyengat memilih untuk menunggu di dalam mobil saja sambil menguping pembicaraan laki laki bermata hijau itu.


"om, papa nggak ada di rumah. Tadi Bram nelfon saya. Dia ngancem saya..! saya takut papa saya di apa apain, om..! tolong, om...!!" ucap Galaksi begitu frustasi. Ia benar benar tak peduli dengan gengsi dan harga diri. Yang terpenting baginya ia harus menemukan ayah nya, bagaimanapun caranya.


Black Moon nampak mengernyitkan dahinya. Ayolah, mereka tahu Adrian itu ayahnya Angkasa. Iya kalik si Gala ngemis ngemis minta tolong pada pria itu.


Adrian menghela nafas panjang.


"kamu tenang dulu. Kamu udah coba hubungin papa kamu?" tanya Adrian.


"nomornya nggak aktif, om. Tadi pelayan bilang papa buru buru pergi dari rumah sama pacarnya pas aku dalam perjalanan ke rumah. Sebelum aku kesini Bram nelfon aku...! dia ngancam aku, om..! aku nggak tahu harus gimana sekarang...!!!" ucap Gala frustasi. Untuk pertama kalinya ia memperlihatkan air matanya. Se benci bencinya ia pada tingkah laku ayahnya, laki laki itu tetaplah orang tuanya.


Adrian mengangguk. Ia paham apa yang pemuda itu rasakan.


"oke, Gala, sekarang kamu tenang. Kamu kirim nomor hape papa kamu, sama pacarnya kalau kamu punya, biar om yang urus. Nanti om kabari kamu kalau udah ada hasil." ucap Adrian.


"iya, iya, om. Makasih, om.." ucap Galaksi.


"assalamualaikum" ucap Adrian.


"wa....wa...wa alaikum....salam" jawab pemuda itu ragu ragu.


Adrian tersenyum di seberang sana.


Sambungan telepon pun terputus. Adrian masuk ke dalam mobilnya. Mendudukkan tubuhnya di kursi kemudi dan bersiap untuk melajukan kendaraan roda empatnya itu.


"siapa, mas?" tanya Dinda.

__ADS_1


Adrian menoleh lalu tersenyum.


"pacarku" jawab pria santai.


Angkasa yang duduk di samping sang papa pun menahan tawa. Dinda menatap sinis ke arah suaminya. Adrian terkekeh.


"udah tua nggak usah banyak tingkah...!" ucap Adinda.


Adrian tertawa.


"ya selama masih ada yang mau ya nggak apa apa lah...! iya nggak, dek..! mau mama muda nggak?" tanya Adrian tak mau kalah seolah ingin menggoda istri tercintanya itu. Angkasa yang mendengar pertanyaan sang papa itupun lantas memalingkan wajahnya.


"saya tidak tahu, yang mulia..." jawab Angkasa cari aman.


Adrian terkekeh. Ia melirik ke arah Adinda yang nampak menatap kesal ke arah suaminya itu.


Adrian menyalakan mesin mobil nya.


Lalu.....


ting....


ting..


2 pesan masuk dari Galaksi. Adrian membuka pesan itu. Dua buah pesan berisi kontak atas nama "Si Bangs*t" dan "Bit*h" .


Adrian kemudian mencari nomor seseorang yang sangat ia kenal, lalu menyentuh tombol telepon yang berada disana dan menempelkan benda pipih itu di telinga sebelah kanannya.


tuutt....tutt....


"halo, assalamualaikum..." jawab seorang pria dari seberang sana.


"wa alaikum salam, Farhan. Apa kabar?" ucap Adrian sambil tersenyum.


Dan obrolan antara dua manusia mantan partner kerja itupun terus berlanjut....


...****************...


Sementara di rumah Gala....


"gue nggak ngerti ya, Gal. Apa yang ada di otak lo? lo minta bantuan bapaknya Angkasa buat nyari bokap lo? ayolah, bro...! mungkin bapak lo lagi seneng seneng ama jal*ng itu...!!" ucap salah seorang anggota Black Moon.


"bener..! lu udah jatuhin harga diri kita, bro..! bisalah kita cari sendiri...! lagian ngapain lu minta bantuan orang tua kek bokap nya Angkasa? bisa apa dia?!!" tanya salah satu anggota lagi.


"anj*nk...! lu bisa diem nggak sih, bangs*t...! bac*t mulu tau nggak lo...! kalau lo nggak suka ama keputusan gue, mingg*t lu dari sini...? bab*...!!" ucap Gala murka membuat semua anggota diam meskipun sedikit kecewa...!


Gala masih nampak kalut. Ia membolak balikkan ponselnya menunggu balasan pesan dari Adrian. Hingga.....

__ADS_1


.


.


.


ting......


1 pesan masuk dari Adrian. Sebuah titik lokasi di kirimkan pada Gala. Pemuda itu dengan cepat bangkit.


"coba cek disana. Kalau ada apa apa kabarin saya, ya" tulis ayah kandung Angkasa Wildan Tama itu.


"iya, om. Makasih banyak...!" balas Galaksi.


Galaksi menoleh ke arah para anggotanya.


"gue udah dapet lokasinya...! kita kesana sekarang...!!" ucap Galaksi kemudian bergegas turun. Para anggota Black Moon nampak terheran-heran. Namun ia pun dengan segera menurut saja pada perintah sang leader. Mereka mengikuti langkah Galaksi. Menunggangi motor mereka menuju titik lokasi yang Adrian kirimkan.


Tak lama, sepuluh menitan mereka berkendara, rombongan pemuda yang dikenal brandalan itu sampai di titik lokasi. Disebuah perkebunan yang nampak rimbun ditumbuhi rumput rumput ilalang serta semak belukar.


Galaksi dan yang lainnya nampak celingukan. Tak ada siapapun di tempat ini.


"apaan nih? gue bilang juga apa? tuh orang tua ngasal..! dia ngasih lokasi apaan ini, anj*r...!" ucap salah satu anggota yang sejak tadi meragukan kinerja Adrian.


Galaksi tak menjawab. Dilihatnya di tanah basah yang ia injak memang ada jejak ban mobil. Apakah mungkin itu mobil ayahnya? tak ada yang tahu.


Para anggota Black Moon masih sibuk celingukan ke kanan dan ke kiri mencari sesuatu disana, mungkin ada petunjuk yang bisa menunjukkan keberadaan ayah Gala.


Wisnu berjalan mendekati semak semak. Lalu....


.


.


.


.


"whhooooeeee......!! bangs*t....!! anj*nk....!!! itu apa, bangs*t...!!!!"


...----------------...


Selamat malam,


up 19:21


yuk, dukungan dulu..🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2