
"Aliya...!" ucap Zack yang kini sudah berdiri di samping seorang pria yang nampak memangku putri angkatnya itu. Azizah yang berada di samping Zack nampak menatap cemas ke arah sepasang pria wanita beda usia yang merupakan ayah dan anak itu.
"ayah...!" ucap Aliya nampak tersenyum.
Tiger yang masih digandeng Zack pun nampak menatap aneh ke arah Aliya dan Moreno yang kini duduk di kursi tunggu itu.
"eh, Aliya, kok kamu masih di sini sih? ayo, kan tadi disuluh ajak om baik ke luangannya mommy aku....! buat ketemu sama ayah, sama bunda, sama mommy, sama daddy...! kenapa malah duduk disini??" tanya Tiger.
"om baik nya nggak mau, Tigel. Om baiknya mau disini aja ama aku...!" ucap Aliya.
"kenapa?" tanya Tiger yang disambut dengan gerakan mengangkat kedua tangan dan pundak oleh Aliya seolah ingin mengatakan "nggak tau..!"
Tiger menatap Simon alias Moreno yang nampak tenang menjurus ke angkuh dan dingin.
"om, ngapain di sini?! ayo masuk ke ruangan mommy akh...! nggak usah mindel, om...! nggak usah malu...! Om ganteng kok...! ya, walaupun lebih gantengan aku sih...!" ucap Tiger begitu percaya diri.
Bintang mendekat,
"pa, papa ngapain di sini?" tanya Bintang yang berada di belakang Zack dan Azizah.
"Moreno, mau apa kau?! lepaskan putriku...!" ucap Zack.
Aliya yang tak paham nampak bingung. Menatap kearah para manusia dewasa itu secara bergantian.
"Aliya, kamu duduk sendiri sebentar, ya" ucap Moreno begitu lembut pada sang bocah kecil manis menggemaskan itu.
"iya, Om" jawab Aliya menurut.
Gadis itu lantas duduk di salah satu kursi tunggu yang berada di sana. Moreno bangkit. Dia merapikan kemeja hitam yang sebenarnya sudah rapi itu lalu berjalan mendekati laki-laki mantan tangan kanannya yang kini menatap tajam penuh ketidaksukaan padanya.
"pa..." ucap Bintang pelan. Moreno melirik ke arah gadis muda itu lalu tersenyum manis.
Pria berjambang lebat itu lantas kembali memfokuskan pandangannya pada Zack Andreaz yang kini berdiri di hadapannya.
"apa kabar, mantan tangan kananku?" tanya pria itu sambil menyentuh kerah baju Zack, seolah ingin merapikannya namun dengan cepat laki-laki berkulit putih itu menampiknya.
"tidak usah basa-basi, tuan Moreno....! mau apa kau kemari...?" tanya laki-laki itu tidak suka. Bukan tanpa alasan. Masa lalu di antara mereka serta kekhawatiran Zack dan Zizah mengenai Aliya menjadi faktor utama atas sikap ketidak sukaan Zack atas Moreno.
"kau kenapa? Sepertinya kau benci sekali padaku? bukankah di antara kita sudah tidak ada masalah lagi..?!" tanya Moreno. Zack tak menjawab. Wajahnya terlihat merah padam.
"makin cantik saja istrimu ini" ucap laki-laki itu sambil melihat ke arah Zizah.
"jangan kurang ajar...!" ucap Zack tak suka.
Moreno tersenyum. Sebuah tawa sumbang terdengar ada bibirnya.
"Sepertinya kau takut sekali aku menyentuh istrimu, Zack" ucap Moreno
__ADS_1
Zack mengangkat kepalanya.
"katakan apa maumu? apa tujuanmu membawa anakku pergi hari ini? apa yang ingin kau lakukan padanya?" tanya Zack.
"kenapa? kau takut aku berbuat yang tidak tidak pada putri kecilmu yang lucu ini?" tanya Moreno menebak isi pikiran Zack Andreaz.
Zack tak menjawab.
"Aku hanya suka saja menghabiskan waktu dengan gadis menggemaskan itu. Putrimu sangat cantik, mengingatkanku pada seseorang yang aku yakin kalian juga pasti mengenalnya. Namanya juga sama dengan gadis manis itu" ucap Moreno sambil menoleh ke arah Aliya yang kini nampak duduk di kursi tunggu di temani Tiger. Kedua bocah itu nampak menatap polos ke arah Moreno dan Zack sembari mengayun ayunkan kakinya yang terjuntai ke lantai rumah sakit.
Azizah nampak makin gemetar mendengar ucapan Moreno. Hal itu pun berhasil ditangkap dengan jelas oleh mata tajam sang Moreno yang agung.
"sepertinya selama pelarianku banyak hal yang sudah terjadi di antara kalian berdua, mantan tangan kanan dan budakku?"
"aku jadi penasaran, bagaimana kabar sepupumu yang cantik itu, bisu...! oh, maaf, aku lupa, kau sudah tidak bisu lagi..!" ucapnya membuat Zack nampak geram
"di mana dia sekarang? aku merindukannya..! terakhir kali aku bertemu dengannya adalah saat dia datang ke penjara menemui ku, dan mengatakan bahwa dia tengah mengandung anakku. Dimana dia sekarang? dan di mana anakku? sepertinya aku mulai merindukan mereka...!" ucap Moreno
Azizah lirik sekilas ke arah Aliya yang nampak menatap ke arahnya dengan sorot mata yang begitu polos. Sesuatu yang dapat ditangkap dengan jelas oleh mata tajam sang Moreno yang agung.
Zack tak menjawab pertanyaan Moreno. Begitu juga Azizah yang nampak diam seolah bingung harus mengeluarkan kata-kata apa pada laki-laki yang merupakan ayah kandung dari putri kecilnya itu.
Sebuah seringai muncul dari bibir Moreno.
"ada yang kalian sembunyikan dari ku?" tanya Moreno.
"apa yang ingin kau ketahui?" tanya Zack tenang membuat Azizah menoleh seketika.
"sayang....." ucap Azizah pelan seolah tak suka dengan ucapan laki laki itu. Ia tak mau Moreno tahu tentang siapa Aliya sebenernya.
Zack tak menjawab. Moreno mengangkat dagunya.
"aku ingin tahu tentang bocah itu...! siapa dia?!" tanya Moreno.
Zack diam sejenak. Azizah menggelengkan kepalanya seolah tak rela Zack membongkar tentang jati diri Aliya.
Zack menarik nafas panjang, lalu berkata.....
.
.
.
.
"dia adalah putri kandungmu...!"
__ADS_1
deeeeegggghhhh.....
Semua terbelalak. Moreno diam. Azizah memejamkan matanya. Bintang nampak membuka mulutnya mendengar apa yang Zack ucapkan. Ia seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Namun tidak dengan Angkasa, Gala dan Pelangi yang memang sudah mengetahui hal itu. Ingatkan, hal ini sudah pernah di bahas bersama dengan Adrian dan Zev saat Aliya masih berada di rumah sakit?
Bintang terdiam. Aliya anak kandung Moreno? itu berarti, Aliya adalah adik se ayah nya???
Bintang tak bergerak. Begitu juga dengan Moreno yang terlihat diam. Meskipun sebenarnya ia sudah mendugakan hal ini sebelumnya. Kemiripan antara dirinya dengan Aliya, golongan darah yang cocok, serta nama Aliya yang sama dengan nama seorang wanita yang dulu pernah ia nodai secara paksa. Moreno seolah sudah yakin bahwa bocah kecil manis menggemaskan itu memanglah darah dagingnya. Tapi ia pun juga masih butuh kepastian. Ia butuh penjelasan langsung dari mulut Zack dan Azizah selaku ayah dan bunda sambung dari seorang Aliya yang cantik.
Moreno masih tak bergerak.
"Alia yang kau nodai sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Ia meninggal setelah melahirkan Alia kecil ke dunia. Kondisi fisiknya yang kian memburuk selama masa kehamilan, ditambah dengan beban pikiran dan kehidupan keras selama di penjara membuat kondisinya dan janin dalam kandungan nya tidak sehat. Aliya kecil lahir secara prematur. Sedangkan ibunya meninggal setelah melahirkan putri cantik itu ke dunia. Sejak saat itu aku dan istriku merawat Aliya seperti anak kami sendiri. Kami bahkan memilih untuk menunda memiliki momongan demi fokus merawat bocah, anak kandungmu. Jangan tanya apakah Aliya tahu tentang masa lalunya. Jangankan Aliya, tidak ada yang mengetahui jati diri Aliya kecil selain aku dan istriku. Aku sengaja menyembunyikan itu semua. Karena jujur saja, aku ingin menghapus namamu dari masa lalu putri kecilku" ucap Zack dengan sorot mata tajam namun terlihat pilu menceritakan tentang siapa putrinya.
Moreno diam. Ia menemukan dua gadis beda usia. Yang saling berdekatan selama ini. Dua gadis itu adalah gadis yang terlahir dari benih unggul nya. Namun orang orang di sekitar mereka seolah begitu kompak untuk menyembunyikan identitas para gadis gadis itu darinya.
Sebegitu takutnya kah mereka jika Moreno melukai anaknya sendiri??
"dan apa kau bisa sekarang, Zack? aku adalah ayah kandungnya...! darahku mengalir dalam diri bocah kecil itu..! kau hanya seorang laki-laki yang kebetulan diizinkan oleh Tuhan untuk merawat dan membesarkan seorang manusia yang terlahir karena aku...? apa kau sudah bisa sepenuhnya menghapus aku dari hidupnya, Zack? bahkan sekarang Tuhan saja berpihak padaku..! Ia mempertemukan aku dengan bocah yang bertahun tahun kau tutupi jati dirinya...! dan lihatlah sekarang, bocah itu kini begitu dekat denganku...! apa yang bisa kau lakukan sekarang?!" ucap Moreno membuat Azizah makin tak tenang.
"apa maksudmu?!" tanya Zack.
"aku lebih berhak atas dia...! bagaimana jika aku menginginkan nya..?"
.
.
.
.
"bagaimana jika aku menginginkan nya ikut dengan ku...? ayah kandungnya...!!!"
.
.
.
deeeeegggghhhh........
...----------------...
Selamat malam,
up 19:54
yuk, dukungan dulu 🥰😘😘🥰
__ADS_1