Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 77


__ADS_3

Disebuah bangunan sekolah dengan dinding ber cat warna warni khas anak.


Dua bocah nampak asyik bermain di halaman. Ditemani dua muda mudi disana, Tiger dan Aliya terlihat begitu bahagia. Sesekali tawa riang terdengar dari bibir keduanya.


Terlihat disana, Pelangi yang nampak masih menemani dua muridnya bermain itu duduk di sebuah ayunan. Sedangkan disebelahnya, Galaksi juga melakukan hal yang sama.


Dua bocah berseragam TK itu nampak berusaha mendorong ayunan itu. Bersusah payah agar benda menggantung itu bisa bergerak namun sepertinya teramat sulit. Tenaga mereka tak sampai. Namun alih alih kesal keduanya justru tertawa tergelak.


"ih, kakak bule belat banget...!" ucap Aliya.


"iya, bu gulu Penani juga belat..! tangan mungil aku nggak kuat...!" ucap Tiger.


"katanya macan..! masa gerakin ayunan aja nggak bisa..!" ucap Galaksi.


"aku kan macan kecil...! masih dalam masa peltumbuhan..! ya mana kuat, mas bule..! ih gimana sih nggak ngelti ngelti...! lagian mas bule ngapain sih kesini telus. Gangguin bu gulu Penani telus. Mau ngajakin bu gulu pacalan ya..?! " tanya Tiger.


"lu macan apa burung beo sih? nyerocos mulu lo?! udah buruan gerakin lagi ayunannya.." ucap Galaksi.


"nggak kuat..! halusnya kita yang naik bukan mas bule ..!" ucap Tiger.


"Tiger, kita main pelosotan aja yuk..! ayunan nya nggak asik. Di gangguin mas bule telus..!" ucap Aliya.


"iya, yuk...!" ucap Tiger kemudian mengajak Aliya untuk menuju perosotan yang berada di samping ayunan.


"Aliya, ental kamu kalo udah gede. Pintel pintel ya milih temen. Nggak semua olang bule sebaik aku. Tuh, mas bule contohnya...! ngeselin..! gangguin anak anak telus...!" ucap Tiger.


"iya, aku juga nggak mau punya banyak banyak temen bule. Kamu aja deh, temen bule aku...!" ucap Aliya sembari bersiap siap di ujung perosotan.


"untung aku nggak punya ayah olang bule..!" ucap Aliya lagi sembari memposisikan dirinya di atas lalu merosot ke bawah. Tiger pun melakukan hal yang sama.


Kedua bocah itupun bermain dengan riang di salah satu permainan favorit para bocah tersebut. Sedangkan di samping mereka, Galaksi dan Pelangi kembali sibuk berbincang hangat di selingi tawa diantara mereka.


Kian hari hubungan keduanya memang makin dekat saja. Galaksi yang sudah mulai kembali masuk kuliah perlahan mulai menunjukkan pergerakan ke arah yang lebih positif. Ia lebih banyak menghabiskan waktu nya bersama Pelangi dan mengurangi aktifitas malamnya yang liar. Entahlah, wanita itu seolah berhasil menyita hampir semua waktu dan perhatian Galaksi.


Hari ini saja Gala sudah berada di depan toko Pelangi sejak jam tiga pagi. Membantunya beres beres toko, mengantarnya mengajar. Dan sekarang menjemput nya. Mungkin setelah ini mereka juga akan kembali ke toko Pelangi dan menemani wanita itu lagi sepanjang hari.


Ya .. begitulah. Cinta memang bisa mengubah segalanya dalam sekejap mata.


Waktu terus berjalan,


Beberapa menit berselang, sebuah mobil nampak memasuki bangunan warna warni itu. Tiger, Aliya, Galaksi, serta Pelangi menoleh.


Dilihatnya disana dua pria turun dari mobil mewah berharga fantastis milik seorang pengusaha muda kaya raya, Zev Smith Anderson.

__ADS_1


Dua pria tampan beda usia turun dari mobil itu.


"ayah....!! mas uncle...!!" ucap Aliya.


"ayah...!! uncle..!!" imbuh Tiger girang.


Ya, itu adalah Zack dan Angkasa. Mereka datang untuk menjemput dua bocah menggemaskan itu.


Zack nampak tersenyum lembut. Namun tidak dengan Angkasa. Netra yang biasanya teduh itu kini nampak menajam. Beradu dengan mata coklat milik Galaksi yang nampak menatap rival abadinya itu dengan sorot mata angkuh khas putra tunggal tuan Hendrawan Ardhanata tersebut.


Pelangi menatap ke arah dua pria itu secara bergantian. Ia mulai mencium gelagat tak mengenakan di antara dua pemuda itu. Suasana yang semula riang gembira kini berubah menjadi tegang dan panas. Pelangi bangkit dari ayunan.


"tuan..." ucap Pelangi pada Zack.


"bu, saya mau jemput anak anak" ucap Zack.


"oh, iya, pak" jawab Pelangi selaku guru dari Tiger dan Aliya itu dengan ramah dan sopan.


Pelangi menoleh ke arah dua muridnya.


"Tiger, Aliya..ayah sama uncle udah jemput. Ambil tas nya dulu gih" ucap Pelangi.


"oke, bu gulu...!!" jawab Tiger dan Aliya bersamaan.


"ngapain lo disini?" tanya Angkasa.


Gala tersenyum sinis.


"ini fasilitas umum, bro..! suka suka gue mau ngapain kesini? ada masalah apa sih lo?" tanya Galaksi.


Angkasa menatap tajam pria dihadapannya itu.


"gue tau kebusukan lo, nj*nk..!" ucap Angkasa.


"kebusukan apa sih, bangs*t...! ngomong yang jelas..!" ucap Galaksi pura pura tak tahu. Ia berucap begitu angkuh dan menyebalkan dibarengi dengan senyuman angkuh yang memuakkan di mata Angkasa. Membuat Angkasa yang memang sedang kacau pikirannya itupun dibuat makin kesal olehnya.


Zack menatap dua pria itu secara bergantian. Ikut merasakan gelagat yang tak baik dari dua pemuda sepantaran itu.


"gue tau...! elu sama genk sial*n lo itu kan yang jebak gue ama cewek bertato itu di hotel...! seolah gue ama dia abis ngapa ngapain..! iya kan? ngaku lo...!! motif lo apa, bangs*t...?! ada masalah apa sih lo ama gue? kek nya seneng banget lo gangguin hidup gue...!!" ucap Angkasa nampak mulai emosi.


Gala tertawa angkuh tepat di depan wajah Angkasa.


"gue ngapain? gue nggak tau apa apa, bro..! emang lu ngapain di hotel ama cewek?! ngew* lu?! bisa juga lu?! keren...!" tanya Galaksi mengejek sembari mengangkat tangannya merapikan jaket Angkasa yang sebenarnya sudah rapi. Angkasa menepis tangan itu dengan kesalnya.

__ADS_1


"nggak usah banyak bac*t lu...! gue tau ini semua ulah lu kan, biad*p...!!" ucap Angkasa.


Gala tertawa sumbang.


"c*ngor lu ngeselin juga ya lama lama...!" ucap Gala sembari mengubah mimik wajahnya.


"apa?! nggak suka..?!" tanya Angkasa sembari mendekatkan tubuhnya pada tubuh Gala. Matanya melotot seolah menantang. Dada keduanya bersentuhan seolah bersiap untuk di adu.


Pelangi dan Zack melotot. Situasi mulai menegang. Kedua pria itu saling dorong seolah tengah bersiap untuk segera melakukan baku hantam.


Pelangi dan Zack mendekat. Mencoba memisahkan keduanya agar tak terjadi perkelahian.


"oh my ghost...!!! uncle...!!!!" ucap Tiger.


"ih...mau gelut...!! takut ....!" ucap Aliya sembari menutup matanya menggunakan kedua telapak tangan nya. Tiger menggerakkan tangannya. Merengkuh pundak bocah di sampingnya itu seolah ingin menenangkan ketakutan bocah cantik dengan rambut di ikat dua bak telinga kelinci itu.


"tenang, Aliya. Ada aku..! jangan takut..! tenang ya..." ucap Tiger menenangkan. Aliya hanya mengangguk seolah percaya bocah bergigi hitam di bagian depan itu bisa melindungi nya.


Galaksi dan Angkasa makin panas. Zack berlari mendekat. ia berdiri di tengah tengah dua pemuda itu dengan tangan terlentang seolah ingin memisahkan keduanya.


"den, udah...! apa apaan sih nih?!" tanya Zack.


Pelangi mendekat. Ditariknya tubuh Galaksi menjauh dari Angkasa. Dua pemuda itu masih saling pandang dengan sorot mata penuh kebencian.


"dia yang mulai...!!" ucap Gala murka.


"lu udah jebak gue, anj*nk..! lu udah bikin hubungan gue ama cewek gue berantakan...!!" ucap Angkasa murka sembari menunjuk nunjuk ke arah Galaksi.


"mimpi lu ya...! harusnya lu ngaca..! liat siapa diri lu..! banyak manusia di dunia ini yang nggak suka ama lu..! apalagi keluarga lu yang isinya penjahat semua...!" ucap Galaksi keras membuat Angkasa yang kini dalam kuasa Zack pun makin menggila dibuatnya.


Pelangi mencoba menahan Galaksi. Sembari terus meminta nya untuk tenang dan berhenti berbicara.


Angkasa makin tak terkendali. Namun kekuatan Zack yang terus berusaha menahannya itu juga tak kalah main main. Berkali kali pemuda itu hendak menyerang Gala namun ditahan oleh sang bodyguard kakaknya itu.


"Tiger, Aliya, masuk mobil...!" ucap Zack sembari membawa Angkasa menuju kendaraan roda empatnya.


Dua pemuda yang memang selalu berseteru itu terus berucap kasar. Saling memaki satu sama lain. Andai tak ada Zack dan Pelangi, mungkin baku hantam akan kembali terjadi di halaman sekolah taman kanak kanak tersebut.


...----------------...


Selamat siang pertama di tahun 2023


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰😘

__ADS_1


__ADS_2