Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 34


__ADS_3

Di sebuah restoran mewah di kota itu,


Seorang wanita cantik nampak duduk dengan canggung. Ia celingukan menatap ke sekeliling nya. Penampilan para pengunjung restoran ini semua terlihat mewah dengan gaun dan baju baju yang terlihat modis. Ia yang hanya ber sweeter merah sederhana pun jadi canggung di buatnya.




"lu kenapa sih?" tanya Gala yang duduk berhadapan dengan Pelangi. Wajahnya terlihat angkuh, selayaknya Galaksi yang dikenal banyak orang.


"Gal, kamu serius ngajak aku ke tempat kayak gini? ini mahal..!" ucap Pelangi sanksi. Ingat kan, beberapa hari lalu Gala bahkan kesulitan untuk sekedar membayar boneka seharga dua ratus ribu?


Apa kartu kreditnya sudah bisa digunakan sekarang? pikir Pelangi.


"udah sih, itu urusan gue..! lu tinggal makan, pilih menu yang lo mau, gue yang bayar..!" ucap Gala angkuh.


Pelangi nampak tak yakin. Di bukanya buk menu yang berada di hadapannya. Ia lantas menyusuri daftar makanan yang berada di dalam buku itu. Mencari yang paling murah saja. Ia takut jika nanti Gala akan kesulitan untuk membayar jika pilih yang mahal mahal. Matanya terus bekerja tapi nyatanya ia tak menemukan makanan yang murah. Semua mahal dan mewah membuat Pelangi jadi ragu ragu untuk memilih makanan nya.


Gala menatap jengkel ke arah wanita itu.


"ck...! lama banget lo..! sini...!!!" ucap Gala kesal sambil merampas kasar buku menu di tangan Pelangi. Ia mulai memesan aneka makanan di tempat itu. Jumlahnya tak sedikit. Semua berharga lumayan mahal.


Setelah selesai,


Gala menatap ke arah Pelangi dengan sorot mata khasnya.


"lo suka tempat ini?" tanya Gala.


Pelangi menunduk. Lalu mengangguk samar.


Gala mengangkat satu sudut bibirnya.


"bisa nggak sih, nggak nunduk mulu...! biasa aja..!" ucap pemuda itu.


Pelangi tak menjawab. Ia hanya tersenyum simpul mendengar ucapan pria berparas bule itu.


Gala menikmati pemandangan wajah cantik di hadapannya itu.


"sekali sekali keluar lah, jangan di rumah mulu jagain toko. Nggak bosen apa lu?" tanya Gala. Pelangi hanya tersenyum lagi.


"aku lebih suka di rumah" ucap Pelangi.


"kenapa?" tanya Gala.


"lebih enak di rumah aja. Dunia luar terlalu menakutkan buat perempuan, apalagi kalau malem.." ucap wanita itu sambil tersenyum, membuat Gala menyipitkan matanya mendengar ucapan itu.

__ADS_1


"ya itukan tergantung ceweknya aja, bisa jaga diri apa enggak..!!" ucap Gala.


Lagi, Pelangi hanya bisa tersenyum.


Tak lama berselang, dua orang pelayan restoran datang dengan masing masing membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman pesanan Gala.


"silahkan, tuan, nona.." ucap sang pelayan.


Gala tak menjawab. Ia memang selalu bersikap angkuh pada siapapun.


Sang pelayan pun lantas pergi meninggalkan tempat itu.


Seperginya sang pelayan...


"Gal," ucap Pelangi. Gala menatap wanita itu tanpa berucap.


"ini makanan nya banyak banget..." ucap Pelangi. Gala mengangkat satu sudut bibirnya. Apa selama ini wanita itu tidak mengenalinya? Dia artis loh...!


"udah sih makan aja..! ribet banget tau nggak lo..! gue lagi ada duit. Anggap aja ini ucapan terima kasih gue karena lo udah ngizinin gue tidur di toko lo. Udah lah makan aja..!" ucap Gala santai.


Pelangi tersenyum lagi.


"makasih, ya... semoga rejeki kamu lancar. Biar sering nraktir aku.." ucap Pelangi sambil tersenyum manis membuat Gala pun ikut tersenyum sambil berdecih.


"ya, lo doain aja gue sering sering dapet duit. Biar kita tiap malam bisa makan enak terus..." ucap Gala sambil menyantap makanan nya.


"kamu kerja?" tanya Pelangi.


Gala melirik ke arah perempuan itu sejenak, lalu...


"gue maling...!" ucapnya santai membuat Pelangi terkekeh.


"bisa aja kamu..." ucapnya. Gala kembali mengulum senyum sambil menatap nakal ke arah Pelangi. Gadis ini makin cantik jika tertawa seperti ini. Suasana mulai mencair. Keduanya lebih akrab dan saling berbincang ringan satu sama lain. Hingga tiba tiba....


.


.


"Gala...!!"


Suara itu sukses membuat kedua anak manusia tersebut mendongak.


Pelangi sedikit memutar tubuhnya, menoleh ke arah dua manusia yang kini berdiri di belakang nya. sedangkan Gala mengangkat kepalanya menatap dua sosok manusia yang sangat ia kenali itu.


Ya, itu Hendrawan dan Rachel. Sepasang kekasih itu datang ke restoran mewah tersebut untuk makan malam. Tempat tempat ber nuansa mewah seperti inilah yang menjadi tempat favorit seorang Rachel.

__ADS_1


Gala menatap tajam ke arah dua manusia yang berada di belakang Pelangi itu. Pelangi yang tak paham siapa laki laki dan perempuan itu hanya menatap Hendrawan, Rachel serta Gala bergantian.


"ngapain lo disini?" tanya Gala sinis dan terkesan tak sopan.


Hendrawan mulai mengangkat dagunya.


"tiga hari kau tidak pulang. Kemana saja kau?!" tanya Hendrawan dengan tegas, pertanda emosi mulai menguasai dirinya.


Gala tersenyum sinis.


"apa peduli lu? emang penting buat lo, gue pulang apa nggak? kan ada jalaang lo?" tanya Gala tenang sambil tersenyum sinis.


Pelangi makin bingung. Ia menatap dua pria beda usia namun memiliki kemiripan wajah itu secara bergantian.


"jaga bicaramu anak sialaan...!" ucap Hendrawan dingin.


"salah gue dimana?" tanya Gala.


"Gala, cukup..!! dia papa kamu..!!!"


"eh, pereeek lu diem ya...!! gue nggak ada urusan sama lo...!!" ucap Gala menimpali ucapan Rachel yang sok peduli pada papanya.


"Cukup, Gala........!!!!!"


"Apa...?!!!!!" ucap Gala mulai keras dengan mata melotot seolah menantang sang ayah untuk duel.


Rachel memegangi lengan Hendrawan, mencegah laki laki itu untuk berbuat lebih. Gala pun bangkit. Pelangi yang masih bingung pun juga ikut bangkit. Gala menarik tangan Pelangi agar mendekat padanya.


"sebagai seorang anak, sepertinya kau memang di ciptakan untuk menjadi beban kehidupan ku...! apa kau tidak pernah berfikir bahwa seumur hidupmu kau selalu menyusahkan ku?! kau itu sedang menjadi pusat perhatian masyarakat karena ulahmu..! dan kau bukannya menemui wartawan, menjelaskan apa yang terjadi, malah menghilang tanpa kabar...!! mau jadi apa kau??!!! apa kau sudah tidak butuh popularitas..??" tanya Hendrawan muak.


Gala menatap angkuh ke arah papa nya. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun ia mengambil dompet di sakunya, mengeluarkan sejumlah uang yang merupakan honor manggungnya tadi pagi lalu meletakkan nya di atas meja untuk membayar makanan yang baru saja dipesannya itu. Gala kembali menarik tangan Pelangi, hendak mengajaknya pergi namun,


"Gala...!aku bicara dengan mu...!!!!!" bentak Hendrawan.


Pemuda itupun menghentikan langkahnya, lalu menoleh dan berkata,


"bac*t lu...!!" ucapnya angkuh kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat itu sembari menarik tangan Pelangi yang melongo mendengar ucapan pemuda tersebut. Jika laki laki itu adalah papanya, maka tidak sopan sekali laki laki itu...!!


...----------------...


up 10:45


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰


untuk beberapa bab ke depan kita fokus ke Pelangi dan Gala dulu ya, kok otor rasa alurnya agak mencar😁😁

__ADS_1


__ADS_2