Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 67


__ADS_3

Sementara di tempat terpisah,


Sepasang muda mudi itu nampak sibuk di dalam sebuah toko aksesoris dua lantai yang berada di pusat kota tersebut. Sambil sesekali bercanda dan berbincang kesana kemari, dua muda mudi yang kian hari kian dekat saja itu nampak sibuk menata beberapa barang barang dagangan Pelangi yang baru saja sampai. Cukup banyak, membuat Galaksi yang kini tengah dalam situasi sulit itu berinisiatif untuk membantu wanita kesayangan nya sembari menenangkan pikirannya. Dan sepertinya berhasil..


Galaksi terlihat nyaman berduaan dengan Pelangi di dalam toko itu sambil membantu wanita cantik itu menata barang barang dagangannya.


Di temani sebungkus snack, keduanya asyik duduk di lantai di antara deretan rak besi itu sembari menata dan memberi lebel harga pada puluhan boneka dan aksesoris lainnya tersebut. Hari ini hari Minggu, jadi Pelangi tak mengajar hari ini. Membuat Galaksi bisa berduaan dengan wanita itu sejak pagi. Laki laki itu bahkan sudah berada di luar toko sejak tempat itu belum dibuka subuh tadi.


Kurang kerjaan kan?


Memang..!😁


"makasih y, Gal. Udah mau bantuin aku. Seneng deh, jadi ada temen ngobrol" ucap Pelangi


"jangankan temen ngobrol, temen hidup aja gue mau asal ama lo" jawab Galaksi santai membuat Pelangi mengernyitkan dahinya sembari tersenyum.


"perasaan kamu sekarang jadi pinter gombal ya.." ucap Pelangi sembari menempelkan stiker harga pada bandrol sebuah boneka monyet itu.


"berisik lu..!" ucap Gala sok judes. Pelangi hanya terkekeh mendengar nya.


Gala meraih sebuah monyet di sana. Lalu menempelkan boneka itu di samping wajah Pelangi lalu menatap keduanya dengan tatapan menilai.


"apa?" tanya Pelangi.


"kalian mirip? sodara ya?" tanya Gala mengejek.


"apasih?!!" tanya Pelangi sembari merampas boneka itu dan memukulkannya ke arah Gala.


Galaksi tergelak. Pelangi ikut tertawa dengan candaan pria yang kini perlahan mulai melunak hatinya itu.


Mereka kembali asyik dengan aktifitas mereka. Lalu...


"Ngi..." ucap Gala.


"ya..." jawab wanita itu.


"gue boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Gala.


"apa?"


"tentang masa lalu lo..." ucap Galaksi membuat Pelangi diam sejenak.


"gue pengen tau banyak tentang masa lalu lo. Kayaknya nasib kita sama. Cuma beda tempat dan waktu aja. Gue pengen banyak belajar dari lo, kak" ucap Gala lagi membuat Pelangi mengernyitkan dahinya.


"kak?" tanya Pelangi.


"dari bio lo yang tersebar di internet sih, kek nya usia lo tiga tahun lebih tua dari gue. Gue masih anak anak yang butuh bimbingan, Ngi" ucap Galaksi mencoba membuat lelucon.


Pelangi terkekeh lagi. Membuat Galaksi makin gemas di buatnya.


"mau nanya apa sih?" tanya Pelangi.


"perasaan lo ketika di tinggal orang tua lo. Lo yang bilang, orang tua lo bukan orang tua yang baik buat lo. Ya, sama lah, kayak bokap gue. Apa lo juga se sedih itu di tinggal pergi mereka?" tanya Galaksi.


Pelangi tersenyum.


"ya sedih lah, namanya juga ditinggal pergi orang tua. Buat selama lamanya pula. Siapa yang nggak sedih?"


"tapi ya, udah lah..! awalnya aku sempat mikir, apa aku ikut mati aja ya biar kelar. Tapi ternyata enggak. Aku harus tetap hidup. Semasa hidup papa dan mama aku, mereka selalu berkutat dengan dosa. Mereka nggak punya bekal apa apa.."

__ADS_1


"aku ketemu sama papanya Angkasa waktu di makam orang tuaku. Dia bilang, aku harus tetap hidup. Seenggaknya untuk sekedar mengirim doa buat orang tuaku. Agar kubur mereka terang, untuk menyelamatkan mereka dari siksa kubur."


"aku sadar, selama mereka hidup aku nggak bisa memberi apapun buat mereka. Makanya disini lah aku sekarang. Tetap hidup di dunia untuk mendoakan mereka. Aku udah nggak punya ambisi apapun, Gal. Yang penting aku di kasih kesehatan dan bisa makan. Bagiku itu udah cukup." ucap Pelangi membuat Galaksi terdiam


"Gal, aku nggak tahu apa masalah kamu sama papa kamu. Tapi mumpung beliau masih sehat, akan sangat lebih baik kalau kamu datang ke dia. Berbakti sama dia, sebelum semuanya terlambat seperti aku. "


"perbaiki diri kamu. Belajar agama, tinggalin dunia kamu yang gelap."


"sakit banget, Gal rasanya, ketika kita hanya bisa meratapi kepergian orang tua tanpa bisa melakukan apa apa. Bahkan untuk berdoa pun nggak bisa..." ucap Pelangi.


Galaksi masih diam. Ia hanya menunduk tak bisa berkata apapun.


Pelangi tersenyum. Di sentuhnya pundak pria itu. Baru saja ia hendak berucap sesuatu. Tiba tiba..


drrrrttt..... drrrrttt......


ponsel di saku Galaksi bergetar.


Pemuda itu dengan segera merogoh sakunya, lalu mengambil benda pipih itu dari dalam sana.


Gerald


memanggil...


Galaksi merubah mimik wajahnya, yang semula nampak sendu kini berubah menjadi tegang.


Di tatapnya wanita disampingnya itu.


"Ngi, gue angkat telepon dulu, ya" ucap Gala.


Pelangi hanya mengangguk sambil tersenyum.


"halo, gimana?" tanya Gala.


"beres, dia udah di bawa ke kamar..!" ucap Gerald yang baru saja berhasil menggiring Angkasa masuk ke dalam kamar hotel setelah menaruh obat tidur pada makanan pemuda itu.


"bagus, sekarang lo bawa Sofie masuk. Tapi ingat, jangan sampai dia bawa benda apapun, yang bisa dia pakai buat nge record keadaan di dalam kamar. Gue nggak mau ada satu foto atau vidio pun yang di ambil dari adegan penjebakan ini..!" ucap Galaksi penuh penekanan namun begitu pelan agar tak terdengar oleh Pelangi.


"lu yakin, Gal? ini momen yang pas banget buat lo ngancurin Angkasa..! tu bocah lagi tepar di atas ranjang..! tinggal lo suruh Sofie buat pose dikit, kita foto, bakalan abis idup tu manusia...! kenapa nggak lo manfaatin?" tanya Gerald tak paham.


"eh, bangs*t, lu denger ya..! gue udah nggak tertarik ama kehancuran Angkasa..! gue cuma mau, lo jebak dia, buat seolah olah dia abis nge** ama Sofie abis itu lu giring ceweknya buat mergokin dia..! udah...!! lu cuma perlu ngelakuin itu..!! jangan ngelakuin hal yang lebih dari perintah gue..! paham lu...!! yang penting hubungan dia ama cewek nya bubar, biar tuh polisi bang*at seneng dan gue udah nggak ada urusan lagi ama dia...! ngerti lu, an*ink...?! gue nggak peduli ama Angkasa..! gue cuma mau gue, bokap gue ama istri gue aman...! serah Angkasa mau jempalitan kek mana gue nggak peduli..! gue nggak butuh kehancuran dia, paham lu...! sekarang lu cukup diem disitu..! pastiin Sofie datang badan doang nggak bawa alat apapun itu dan lu juga jangan ngelakuin hal apapun..! gue nggak mau sampai ada kehebohan setelah ini..! ngerti?!" tanya Gala begitu mewanti wanti.


"oke, Gal. Gue ngerti...!" ucap Gerald.


"bagus...!!" jawab Gala kemudian mematikan sambungan ponselnya secara sepihak.


Ya, Gala memang tak mau ribet. Ia tak peduli lagi dengan nasib Angkasa dan Bintang serta kehancuran pemuda itu. Yang penting ia menuruti kemauan Bram. Agar Bintang bisa putus dengan Angkasa dan ayahnya tidak di usik oleh laki laki itu.


Ia juga memilih untuk menjebak Angkasa dengan Sofie dengan cara memberikan wanita itu sejumlah uang. Ia tak mau melibatkan Pelangi dalam kasus ini. Ia mau wanita itu tetap aman.


.....


Sementara di tempat terpisah,


Didalam kamar hotel.


Angkasa yang baru saja mengkonsumsi makanan yang diberikan oleh pihak kafe dan hotel itu kini sudah berada di dalam kamar hotel. Makanan itu adalah makanan jebakan yang di beri obat tidur, kerja sama antara Josh yang merupakan paman dari Gerald itu dan Black Moon. Hal itupun membuat Angkasa merasakan kantuk yang tak tertahan. Ia pun memilih untuk beristirahat sejenak di salah satu kamar hotel. Namun tanpa pemuda itu sadari, ia sudah terlalu lelap dalam tidurnya hingga tak mengetahui huru hara apa yang akan terjadi padanya setelah ini.


Kini,

__ADS_1


Didalam kamar hotel, Angkasa sudah terlelap dengan hanya menggunakan boxer. Sedangkan di sampingnya nampak Sofie sudah bertel*njang bulat.


Wanita itu nampak berpose mesra, sembari di ambil gambarnya oleh Gerald. Wanita itu nampak memeluk Angkasa, duduk di atas pinggul Angkasa dan berbagai pose lainnya seolah menggambarkan ia tengah berbagi kenikmatan dengan pria tampan itu.


Ya, Gerald membangkang pada perintah sang leader. Ia ngotot tak ingin menyia nyiakan kesempatan emas ini untuk menghancurkan Angkasa.


Bayangkan saja, andai foto foto panas antara Angkasa dan wanita bertato itu tersebar. Seberapa besar imbas negatif yang akan Angkasa terima. Laki laki itu pasti akan hancur se hancurnya. Ia akan dibenci banyak orang, di keluarkan dari kampus, dimusuhi banyak orang, karir hancur, dan masih banyak lagi.


Angkasa akan tamat di tangan Black Moon...!


"cukup...!" ucap Gerald.


Sofie tersenyum.


"lu tiduran di situ..! gue mau keluar, mastiin kalau di luar aman sampai ceweknya dia dateng..!" ucap Gerald.


"okeeey.." jawab Sofie manja.


Gerald pun keluar dari kamar itu sembari membawa ponselnya. Membuka pintu kamar itu lalu menutupnya kembali masih sambil sibuk melihat foto foto panas hasil jepretan nya.


"mantap juga tu jala**..!" ucap Gerald.


Ketika ia tengah sibuk dengan ponsel itu. Tiba tiba...


ting..


1 pesan masuk


"Bintang udah di lobby..!" tulis salah satu anggota Black Moon yang bertugas menjemput Bintang di bandara.


Gerald tersenyum puas. Ia pun mulai mengetik kan sesuatu di room chat nya dengan salah satu rekan satu genk nya itu. Namun belum sempat ia mengetikkan pesan, tiba tiba....


.


.


.


.


.


.


.


"eeeeemmmmbbbb....!!!


Gerald terbelalak. Sebuah tangan kekar dengan kain beraroma aneh membekap mulut dan hidungnya kuat. Gerald tersentak. Ia berusaha berontak, namun perlahan kekuatannya melemah.


Laki laki itu pingsan. Satu sosok berhoodie menyeret tubuh pria itu, mengambil ponsel milik Gerald yang terjatuh lalu membawa pemuda itu pergi dari tempat tersebut.


...----------------...


Up 19:28


lanjut besok ya,


yuk, dukungan dulu 🥰🥰😘🥰

__ADS_1


__ADS_2