Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 97


__ADS_3

"whhooooeeee......!! bangs*t....!! anj*nk....!!! itu apa, bangs*t...!!!!" teriak Wisnu dengan sekuat tenaga saay mendapati seonggok benda di balik semak belukar, di sebuah parit kecil yang nampak dipenuhi dengan sampah tersebut.


Para anggota Black Moon termasuk Galaksi mendekati Wisnu yang nampak syok dengan penemuan nya. Pemuda itu terlihat ketakutan sekaligus kaget. Semua menatap ke arah parit. Dilihatnya disana seonggok kepala manusia berlumuran darah tergeletak menjijikkan. Darahnya masih basah menetes membuat aliran air parit menjadi merah di buatnya.


Titik lokasi yang Adrian kirimkan adalah di tempat ini. Ada bekas ban mobil yang terlihat di sana. Dan sekarang seonggok kepala tergeletak menjijikkan di parit itu.


Galaksi makin tak karuan. Dengan segera ia turun ke bawah mendekati lokasi dimana kepala manusia itu berada.


Para anggota Black Moon mengikuti langkah sang leader.


hoooooeeeeekkkk......


sebagian dari mereka seketika merasakan mual manakala bau anyir khas darah yang masih basah menyeruak di sana. Beberapa lalat mengerubungi benda itu lantaran memang salah satu anggota tubuh manusia itu tergeletak diantara banyak sampah sampah.


Sebagian Black Moon mundur karena tak kuat dengan baunya. Sedangkan Galaksi kini berjalan mendekati salah satu bagian terpenting dalam tubuh manusia yang kini berada dalam posisi terbalik dengan sisi wajah di bagian bawah itu. Kepala itu nampak merah karena berlumuran darah. Sedangkan di bagian rambut nampak di di cukur asal, mungkin oleh si pelaku.


Galaksi yang juga takut sekaligus jijik itu lantas meraih sebuah ranting kayu. Di gunakanlah ranting itu untuk membalik benda yang terlihat menyeramkan tersebut. Ia cukup kesulitan. Hingga....


"wwwwoooo....!!!" para anggota Black Moon terjingkat mundur.


Wajahnya tak bisa di kenali lagi. Entah laki laki atau perempuan tak ada yang tahu karena kondisinya benar benar dibuat rusak.


Gala syok...! ia tertekan...! mentalnya seketika hancur melihat apa yang ada di hadapannya.


Ia mundur. Ia tak tahu lagi harus berkata apa.


Kepala siapa itu? jangan bilang itu kepala ayahnya..! jangan bilang Rachel sudah membunuh laki laki itu. Galaksi terus mundur. Lalu....


teeeekkkk....


Gala diam.


Kakinya menginjak sesuatu. Diarahkan nya netra itu kearah bawah tempat di mana kakinya menapak bumi.


Ada sebuah plastik hitam disana...! didalamnya seperti ada sesuatu...!


Galaksi jongkok. Dengan perasaan was was dan sedikit takut di bukanya plastik kresek hitam besar itu. Gala terbelalak mana kala melihat isi yang berada di dalam plastik tersebut.


Beberapa surat surat penting mulai dari sertifikat tanah, serta beberapa dokumen perusahaan atas nama ayahnya dan dirinya berada di sana. Selain itu juga ada tiga buah ponsel yang sedang dalam kondisi mati, serta sebuah dompet milik Hendrawan lengkap dengan segala isinya.


Galaksi makin tak mengerti.


Ini apa lagi, Tuhan???


Tolonglah, ia hanya ingin mencari ayahnya...!!!! kenapa ia malah di perlihatkan hal semacam ini?!!


Gala menangis. Si pria angkuh itu menangis lagi. Mentalnya sebagai seorang anak muda benar benar koyak karena kejadian ini. Ini terlalu mengerikan baginya. Ia tak tahu harus berbuat apa...!!!


Saat ia tengah sibuk dengan pemikirannya. Tiba tiba....


drrrrttt..... drrrrttt.....


ponsel didalam saku miliknya bergetar. Diraihnya benda pipih canggih itu.


Adrian...

__ADS_1


memanggil....


Galaksi dengan cepat mengusap tombol hijau itu.


"om....!!!!" ucap Gala kalut.


"Gala, kamu kenapa?" tanya Adrian.


"om, ada kepala, om...!! tolong, om...? cepat kesini...!!!" ucap Gala menangis. Ia benar benar ketakutan sekarang. Para anggota Black Moon yang lain juga ikut panik dan syok.


"oke, kamu tenang. Kamu masih di lokasi yang om kirimkan?" tanya Adrian.


"iya, om" jawab Gala.


"oke, kamu tunggu dulu di situ. Biar papa minta Zev dan yang lain kesitu, om lagi nemenin tante kamu soalnya. Nanti om nyusul ke sana sama Angkasa. Kamu tenang ya...." ucap Adrian.


Galaksi mengangguk.


"ya udah, assalamualaikum..."


"wa Alaikum salam."


sambungan telepon pun terputus. Gala mengusap wajahnya kasar menggunakan kedua telapak tangannya. Sungguh, ia benar benar frustasi.


...****************...


Kurang lebih lima belas menit berselang,


sebuah mobil mewah datang. Kendaraan roda empat bernilai fantastis itu nampak berhenti di belakang sekumpulan motor motor besar milik Black Moon.


Zack dan Zev turun dari mobil. Kedua pria dewasa itu lantas mendekati Galaksi dan kawan kawannya yang nampak duduk di rerumputan dibawah sana dengan wajah tertunduk.




"bang..." ucap Gala melas.


Zack dan Zev menatap pemuda itu. Gala seolah sudah tak bisa berkata kata.


Joe bangkit, mendekati dua pria itu.


"bang, kita nemuin itu" ucap Joe sambil menunjuk ke arah kepala yang mereka temukan.


Zev dan Zack menyipitkan matanya. Kedua pria itu lantas berjalan mendekati bangkai kepala tersebut.


Zev berjongkok.


hoooooeeeeekkkk....


salah satu anggota Black Moon mual lagi. Zev tanpa jijik, tanpa sarung tangan menyentuh benda itu membuat semua anak anak Black Moon mengernyitkan dahinya.


Nggak ada takut ataupun jijik jijiknya laki laki itu? pikir mereka.


Zack berdiri di samping Zev ikut memperhatikan benda yang kini di bolak balikkan oleh suami Nabila itu.

__ADS_1


"lu semua pada mikir apa tentang kepala ini?" tanya Zack.


"itu bukan kepala bokap gue kan, bang?" tanya Gala.


"lu bisa dapet pemikiran itu dari mana?" tanya Zack.


"bokap gue ilang...! jal*ng itu bawa bokap gue pergi...! dan sekarang gue nemuin kepala itu disini...!" ucap Gala.


"jal*ng itu siapa?" tanya Zack.


"pacarnya papa Gala, om. Dia jauh lebih muda. Dia cuma ngincer harta papanya Gala. Mungkin jal*ng itu udah bunuh papa Gala dan buang kepalanya disini" ucap Joe pelan. Gala menangis. Zev masih sibuk dengan si kepala sembari mendengarkan penuturan bocah bocah itu.


"terus itu apa?" tanya Zack sembari mengangkat dagunya menunjuk sekumpulan map dan ponsel di atas sebuah plastik besar itu.


"kita nemuin itu disini juga, bang. Dompet, hp, dan surat surat penting milik papa Gala" ucap Joe.


Gala mengusap wajah nya lagi. Zack berdecih.


"nangis mulu lu...!" ucap Zack.


"ini bukan kepala ayahmu..!" ucap Zev yang sedari tadi diam itu dengan tenang.


Semua menoleh, kecuali Zack yang memang juga sudah memiliki pemikiran yang sama dengan sang tuan.


"maksud abang?" tanya Joe.


"ya kalau itu kepala bapak temen lu dan yang bunuh dia si jal*ng, ngapain tuh benda benda penting di tinggal disini, tolol...?!! dia pergi bawa badan mayat doang? buat apa?" ucap Zack menjelaskan sambil sedikit ngegas.


Zev mengendus darah ditangannya.


"pemilik kepala ini usianya lebih muda." ucap Zev kemudian bangkit.


Gala bangkit.


"terus papa saya kemana?" tanya Gala.


Zev mengedarkan pandangannya ke segala arah. Laki laki itu kemudian kembali naik ke jalan tempat dimana mobilnya ia parkir kan. Black Moon dan Zack mengikuti dari belakang.


Zev diam sejenak.


"mobil yang baru saja kesini bukan hanya satu. Arahnya kesana" ucap Zev sambil menunjuk ke arah depan.


"itu mah masuk ke hutan, coy..!" ucap Wisnu.


"kita ikutin jejak ini, kalian yang bawa motor didepan


..! Zack, hubungi papa...!" ucap Zev kemudian masuk ke dalam mobilnya.


"siap, tuan" jawab Zack.


Para pria itupun bergerak. Menuju tunggangan masing masing dan mulai bergerak meninggalkan tempat tersebut.


...----------------...


selamat pagi

__ADS_1


up 05:51


yuk, dukungan dulu🥰🥰🥰


__ADS_2