Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 69


__ADS_3

deeeeegggghhhh.....


.


.


.


.


Jantung Bintang bak berhenti berdetak untuk sejenak. Sorot mata tajamnya kini perlahan menghilang. Bulir bulir cairan bening menetes tak tertahankan. Pegangannya atas koper ditangan itu perlahan mulai melemah.


Dadanya sesak. Dilihatnya di sana, di atas sebuah ranjang ber seprei putih, laki laki yang begitu sangat ia jaga, sangat ia sayangi, sangat ia cintai, sangat ia nanti nanti pertemuan nya, kini tengah terlelap tanpa busana di bagian atasnya. Dipeluk seorang wanita bertato yang juga dalam kondisi yang sama.


Bintang membuka mulutnya tapi mampu berkata kata. Demi Tuhan, ini terlalu menyakitkan. Lima tahun penantian panjangnya. Berjuang menuntaskan pendidikan nya, jauh di negeri orang, menjalin cinta dengan modal kepercayaan bahwa si pria yang merupakan adik kelasnya adalah pria yang setia. Nyatanya kini tepat didepan matanya begitu asyik terlelap dipeluk wanita lain.


Sakit....


saaangat sakit...!!


Setia itu rupanya hanya Bintang yang punya, cinta itu rupanya hanya Bintang yang rasa. Angkasa dengan segala popularitas nya tega bermain api di belakangnya. Bercinta dengan wanita lain bahkan disaat hari kepulangannya yang kata begitu di nanti nantikan oleh pria itu.


Bulsyit...!


Angkasa jahat..!


Laki laki pembohong..!


"ANGKASA...!!!!!" teriak Bintang dengan penuh emosi dan air mata. Tangisannya terdengar begitu jelas namun dua manusia di atas ranjang itu tak menggubris. Wanita bertato itu bahkan mengeratkan pelukannya pada tubuh mulus tak bertato milik kekasihnya itu. Membuat Bintang makin sakit hati melihat nya.


"Angkasa...!!!" ucapnya menangis sejadi jadinya namun masih tak didengar oleh dua manusia itu.


Bintang makin geram. Ia muak. Tangannya mengepal. Di angkatnya koper yang sedari tadi ia seret itu tinggi tinggi. Lalu...


.


.


.


.


.


daaaaaaaggggggghhhhh.....!!!


Koper melayang. Mendarat dengan sempurna di atas tubuh dua muda mudi yang tengah terlelap itu. Sofie terjingkat kaget. Begitu juga Angkasa yang masih dalam pengaruh obat tidur. Ia terjingkat, reflek bangkit dari tidurnya sambil mengucapkan istighfar.


"Astaghfirullah haladzim...!!" pekik pria itu.


Angkasa memejamkan matanya. Memijit mijit pelipisnya sembari menggelengkan kepalanya seolah berusaha untuk memahami apa yang baru saja terjadi. Sebuah benda berat menghantam tubuhnya secara tiba tiba.

__ADS_1


Suara tangisan itu terdengar makin jelas. Angkasa terbelalak melihat Bintang yang sudah berdiri di samping ranjang dengan air mata banjir.


"honey?!" ucap Angkasa kaget dan bingung.


Laki laki itu belum sadar sedang dimana ia sekarang. Sebuah tangan lentik menyentuh pundak pria itu.


"baby..." ucapnya manja.


Angkasa menoleh.


"astaghfirullah haladzim..! lu siapa? ngapain lo disini?!" tanya Angkasa begitu terkejut sambil reflek menjauh dari Sofie.


"kok gitu? kan tadi kamu yang minta aku nemenin kamu..." ucap Sofie mengarang cerita.


Angkasa menggelengkan kepalanya. Ia menatap aneh ke arah Sofie lalu beralih menatap Bintang yang menangis terus terusan.


"honey..." ucap Angkasa lirih. Ia bingung. Ia masih belum bisa menyadari apa yang baru saja terjadi. Ini semua terlalu tiba tiba dan mengagetkan.


Bintang sesenggukan.


"jahat kamu...!" ucap Bintang Kejora.


"sayang, Bintang, dengerin aku. Ini nggak....."


"kamu sama aja...! aku benci sama kamu, Angkasa..! kamu jahat..!!"


"nggak gitu...! dengerin dulu...!!"


"NGGAK..!! Bintang tunggu...!!!!"


Bintang berlari keluar dari kamar itu sambil menangis meraung raung. Angkasa turun dari ranjang, berusaha mengejar namun tak bisa, tangan nya di tahan oleh Sofie. Selain itu ia juga tak berbusana. Hanya sebuah boxer yang melekat di tubuhnya.


Angkasa menghempaskan lengan Sofie. Dengan gerakan terburu buru ia pun mengenakan pakaian nya. Ia harus segera mengejar Bintang nya


"baby, mau kemana?" tanya Sofie manja sambil mencoba menggelayut manja di lengan Angkasa.


"anj*nk, lu..! jangan pegang pegang..!!" ucap Angkasa murka sambil menghempaskan tangan wanita itu.


Ia pun menaikkan resleting celananya.


"baby, aku kan masih kangen..!" ucap Sofie lagi begitu mendalami peran. Seolah tak peduli bahwa di dalam kamar itu sudah tak ada siapapun yang melihat ia dan Angkasa.


"bangs*t..! lu siapa sih?! gue nggak kenal ama lu...!!!" umpat Angkasa murka sembari mendorong tubuh Sofie.


Angkasa menyambar jaket nya sembari mengenakan kaosnya. Ia berlari mengejar Bintang tanpa peduli dengan Sofie yang terus terusan memanggil manggil namanya.


......................


Di lantai bawah hotel. Bintang berlari sambil terus menangis meraung raung. Ia tak peduli dengan orang orang sekitar yang menatapnya aneh. Apa yang baru saja ia lihat terlalu menyakitkan, membuatnya tak bisa lagi menyembunyikan kekecewaannya.


Kisah cintanya dengan laki laki yang terlalu ia sayangi begitu memilukan. Ia tak menyangka Angkasa akan berbuat demikian dibelakang nya. Sekarang ia bersama perempuan bertato. Tadi pemilik cafe mengatakan jika Angkasa sering membawa Pelangi ke mari. Jadi sebenarnya ada berapa wanita dalam kehidupan Angkasa selama ini??

__ADS_1


Bintang benar benar hancur. Ia benar benar terpuruk. Kepulangan ini bukan kepulangan yang ia harapkan. Yang akan disambut kebahagiaan karena bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan orang orang tersayang nya.


Kepulangan ini teramat sangat menyakitkan. Andai ia tahu, pulang hanya akan melukai nya, maka ia akan memilih untuk tetap tinggal saja di negara orang itu. Ia tak akan sudi menginjakkan kakinya lagi di negara ini.


Bintang terus berjalan sambil menangis...


"BINTANG...!!!!" teriak pria tampan itu.


Bintang tak peduli. Ia mempercepat langkahnya menuju tepi jalan raya, berniat mencari taksi untuk membawanya pergi dari tempat terkutuk itu.


Angkasa berlari sekencang mungkin mengejar sanh Bintang. Wanita itu ikut setengah berlari menjauhi Angkasa.


"Bintang...! Bintang...! tunggu, honey..! kita perlu bicara...!!" ucap Angkasa sembari meraih tangan sang Bintang yang telah berhasil ia gapai. Bintang berusaha menghempaskan tangan itu namun Angkasa mencengkeram nya kuat.


"nggak..! dengerin dulu...!" ucap Angkasa menggebu gebu.


"lepasin...!!" bentak Bintang.


"kita harus bicara...!!!"


"nggak ada yang perlu dibicarakan..! semua udah jelas...!"


"jelas apanya?! kamu salah paham, sayang. Aku nggak tahu cewek itu siapa...!" ucap Angkasa mencoba menjelaskan.


"nggak tau kamu bilang?! kamu nggak tahu siapa dia tapi kamu bisa tidur sama dia di hotel berduaan..??!! gila kamu...! udah kegep masih aja mau ngelak?!! sinting kamu..!" ucap Bintang begitu muak dengan raut wajah penuh amarah.


"aku nggak tidur sama dia, Bintang..!!"


"terus apa namanya?!!! ini yang kamu bilang setia..! yang kamu bilang sayang? yang kamu bilang cinta..! yang kamu bilang mau nungguin aku sampai kapanpun??! yang kamu bilang akan jadi orang pertama yang aku lihat saat sampai di negara ini??!! kamu mau kasih lihat ini sama aku?! bagaimana kamu yang digandrungi banyak orang...! dipuja puja banyak wanita...!! sampai sampai kamu bisa seenaknya tidur sama perempuan lain dibelakang aku?!!! jahat kamu, Angkasa..! baji**an tau nggak kamu...!!!" ucap Bintang menggebu gebu. Berteriak teriak meluapkan emosinya yang tak terbendung lagi.


"dia bukan siapa siapa...! gue nggak pernah tidur ama siapapun..! gue nggak tahu dari mana perempuan itu datang...! gimana gue bisa sampai di situ...! dan apa yang terjadi sebenarnya gue nggak tau...! lu pacar gue..! apa lu nggak bisa diem dulu..?! kita duduk berdua..! kita ngobrol baik baik...! nggak gini caranya...!! gimana gue bisa jelasin kalau lu masih ngotot sama pemikiran lo sendiri...!!!" ucap Angkasa tak kalah keras. Jiwa tak sabaran Adrian muncul. Ia tak bisa membendung emosinya manakala ia berusaha menjelaskan apa yang terjadi padanya pada Bintang namun wanita itu tak mau mendengarkan nya.


"kamu mau jelasin apa?! kamu bukan mau jelasin, Angkasa..! tapi kamu mau cari pembelaan...! aku lihat dengan mata kepala aku sendiri kamu tidur dipeluk sama dia..! dan kamu minta aku untuk diem?!! pakai otak kamu...!!! kamu nggak mikir gimana perasaan aku...!! aku capek..! jauh jauh aku pulang salah satu tujuannya buat bisa ketemu kamu...!! tapi lihat apa yang aku dapat..! lihat apa yang kamu kasih...!! lihaaaatt....!!!!!" ucap Bintang membentak tal terkendali tepat di depan wajah Angkasa.


Kedua anak manusia itu sama sama hancur..! sama sama remuk..! sama sama sakit..!


Angkasa juga tak tahu apa yang baru saja terjadi padanya...! Apa yang baru saja menimpanya...! ia benar benar tak tahu harus berbuat apa...! Bintangnya menangis tepat didepan matanya, dan itu pun karena ulahnya sendiri..


Wanita itu mundur perlahan.


"honey..." ucap Angkasa lirih seolah tak tau lagi harus bicara apa.


"jangan mendekat..! aku capek..! aku butuh waktu untuk sendiri..!" ucap Bintang sembari mundur dan mengusap lelehan air matanya.


Bintang berlari ke arah jalan raya. Mengehentikan sebuah taxi dan meninggalkan Angkasa yang kini nampak menjambak rambutnya kuat seolah ingin melepaskan nya dari kulit kepala.


...----------------...


up 17:37


yuk, dukungan dulu 🥰😘

__ADS_1


__ADS_2