
Hari berganti hari,
Semua berjalan seperti biasanya...
Kehidupan para anak manusia itu juga berjalan seperti yang seharusnya.
Satu minggu sudah negara itu di gemparkan dengan sebuah kabar penemuan jasad tanpa kepala yang di duga merupakan seorang perwira polisi yang dulunya juga pernah menggegerkan masyarakat dengan berbagai pemberitaan miring tentang dirinya.
Belum selesai huru-hara tentang pemberitaan yang menyeret nama Bram. Mengenai keterlibatan pria itu dalam berbagai aksi tak pantas sebagai anggota kepolisian. Kini penemuan jasad itu kembali membuat heboh masyarakat luas negara tersebut.
Seonggok mayat ditemukan di tepi sungai satu minggu yang lalu. Dari hasil penyelidikan kepolisian yang bekerjasama dengan tim dokter jasad yang diketahui seorang laki-laki itu di duga dibunuh oleh seseorang setelah sebelumnya mengalami berbagai penyiksaan.
Polisi menduga, bahwa itu adalah jasad dari salah satu anggota nya, yaitu Bram. Bukti semakin kuat lantaran berdasarkan hasil pemeriksaan tes DNA dan sejumlah pemeriksaan lainnya yang melibatkan sang putra kandung, hasil menunjukkan sembilan puluh sembilan persen cocok.
Mayat itu adalah mayat Bram...!
Laki laki itu tewas diduga di bunuh oleh seseorang. Hal itu tentu saja menjadi sebuah pukulan yang begitu menyakitkan bagi Grace dan kedua buah hatinya. Sebagai seorang wanita sekaligus istri, ia merasa gagal. Bisa dibilang bahwa rupanya ia tidak tahu apapun tentang suaminya. Selama ini ia tak tahu tentang apapun yang Bram lakukan di luar sana.
Ia pikir selama ini antara ia dan Bram sama-sama sudah saling terbuka. Ia mengetahui semua tentang Bram, begitu juga sebaliknya Tapi ternyata ia salah. Banyak hal hal tak pantas yang Bram sembunyikan di belakangnya. Banyak kasus-kasus yang harusnya tak ia lakukan sebagai seorang aparat tanpa sepengetahuannya.
Sakit, sudah pasti..!
Kecewa, apalagi..!
Terlebih lagi hingga saat maut menjemput suaminya, ia belum tahu apapun. Ia belum mendengar penjelasan apapun dari suaminya. Bram seolah pergi dengan sejuta tanda tanya yang ia simpan rapat-rapat sampai akhir hayatnya. Grace merasa bodoh. Grace merasa tak berguna.
Lalu dianggap apa perannya selama ini sebagai seorang istri? jika segala sesuatunya rupanya masih disembunyikan oleh Bram di belakangnya. Ia seperti tak ada gunanya. Kehadirannya seperti tak dianggap.
Sungguh, sekuat tenaga Grace harus tetap berusaha untuk tegar di hadapan dua buah hatinya. Meskipun dalam hati dan jiwanya kini terasa remuk redam tak karuan.
...****************...
__ADS_1
Siang ini di kediaman Nabila Brygita Tama.
Wanita yang kini menyandang predikat sebagai ibu dua anak itu nampak duduk di ruang televisi bersama keluarga besar dari suaminya. Ini adalah hari terakhir mereka berada di kota itu. Karena besok rencananya ustadz Hanif dan keluarga akan kembali ke kota asal. Mengingat sudah dua minggu mereka di sana. Ini sudah terlalu lama untuk Bryan dan Ruby meninggalkan anak pertama mereka di kota tersebut bersama kedua orang tua Ruby.
Siang ini di ruang televisi yang cukup luas itu. Keluarga besar itu nampak sibuk menyaksikan sebuah acara televisi yang menyiarkan berita tentang penemuan mayat beberapa hari yang lalu. Berita itu memang kini menjadi pusat perhatian banyak khalayak. Pasalnya kejadian ini seolah saling berkaitan dengan berita ramai beberapa waktu lalu. Yang juga menyeret nama Bram yang kini sudah dipastikan tewas tersebut.
Berbagai dugaan muncul. Berbagai spekulasi pun berkembang. Seolah semua ikut menduga duga, siapa sosok dibalik terbunuhnya oknum polisi tak patut di contoh itu.
Azizah yang berada di dalam dapur bersama suaminya itu nampak diam. Ia dan Zack juga turut mengikuti perkembangan berita yang kini tengah ramai jadi pusat perbincangan itu.
Zack mendekati sang istri.
"ada apa?" tanya Zack.
Azizah menunduk.
"apa kamu juga mikirin apa yang aku pikirin?" tanya Zizah.
Zack tersenyum.
Zizah mengangguk.
Zack tersenyum.
"biar itu menjadi urusan mereka. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Ada ayah kandung Aliya yang menggelayut di pikiran kamu kan?" tanya Zack.
Zizah menatap sendu sang suami lalu mengangguk.
Zack tersenyum.
"setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya, peri. Kalau bukan di dunia pasti ada di akhirat. Mungkin Bram sebelum tewas sudah mendapatkan balasan dunia melalui tangan Moreno." ucap Zack.
__ADS_1
"lalu gimana sama Moreno? kalau seandainya memang dia yang membunuh tuan Bram" ucap Azizah.
"dia akan mendapatkan hal yang sama. Itu pasti. Entah di dunia ataupun nanti saat dia meninggal. Biarkan tangan Tuhan yang bekerja, peri.”
"ini adalah skenario yang telah Tuhan buat. Tidak selamanya yang terlihat tinggi dan terhormat itu benar benar terhormat. Semua yang kita punya adalah milik Tuhan. Semua hanya titipan. Dan Tuhan Sang Pemilik bisa dengan mudah mengambilnya kembali dalam sekejap mata jika kita lalai menjaganya..."
"Bram misalnya. Apa yang kurang dari laki laki itu? harta, tahta, jabatan, pekerjaan yang menjanjikan, istri yang baik, anak-anak yang lucu dan cerdas, materi berlimpah, semua dia punya..! Tapi sebagai seorang manusia jiwa serakah dan tidak bersyukurnya tidak bisa ya kendalikan. Memanfaatkan jabatan untuk hal-hal yang tidak pantas ia lakukan. Bermain wanita di belakang istri yang senantiasa mendoakannya siang dan malam. Bram adalah satu contoh buruk seorang aparat. Tapi yakinlah tidak semua aparat seperti itu. Masih banyak orang-orang baik di luar sana. Yang pandai menjaga amanat, jabatan, dan segala titipan Tuhan."
" kebaikan dan keburukan seseorang tidak bisa dinilai dari jabatan yang ia pegang di dunia ini. Tapi kebaikan dan keburukan seseorang dapat kita lihat dari bagaimana cara ia menjaga apa yang sudah ia punya. Bagaimana cara ia bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan padanya. Jangan menghakimi satu kelompok, hanya karena kesalahan dari satu anggota di dalamnya. Itu tidak adil" ucap Zack.
Azizah tersenyum.
"sekarang kita doakan saja apa yang terbaik untuk semuanya. Untuk kita, Aliya, Moreno, keluarga Ibu Grace, dan juga keluarga Tuan Adrian. Semoga ini adalah huru hara yang terakhir. Semoga Tuhan segera menunjukkan hikmah yang Ia sampaikan pada kita. Dan semoga, setelah ini tidak ada lagi hal hal yang buruk yang menimpa kita..." ucap Zack.
"amin..." jawab Azizah.
"ya udah. Kamu jangan mikirin yang aneh aneh lagi. Aku mau pergi dulu, mau jemput anak anak" ucap Zack.
Azizah mengangguk.
"hati hati, sayang" ucap Zizah.
Zack hanya tersenyum. Dikecupnya kening wanita itu lalu pergi setelah mengucapkan salam pada wanita tercintanya tersebut.
...----------------...
Selamat malam....
up 20:45
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰
__ADS_1