
Di luar toko....
Jordan nampak duduk di teras toko itu sembari mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya. Dinyalakan nya benda bernikotin kesukaannya itu. Sambil netra nya kini menatap ke arah seorang laki laki yang nampak mondar mandir di bawah pohon sembari cengengesan. Sesekali pria muda berwajah nyaris sempurna itu nampak menendang nendang kerikil yang berada di sana.
Ya, siapa lagi ia jika bukan Angkasa Wildan Tama. Remaja itu kini tengah asyik berbincang melalui sambungan telepon dengan gadis cantik pujaan hatinya, Bintang Kejora.
Jordan hanya tersenyum melihat pemandangan itu sambil sesekali menghisap batang rokok yang telah terbakar ujungnya. Diedarkannya pandangan mata tajam itu menyapu ke segala arah.
Hebat juga Rebecca. Sebuah keputusan besar diambil dalam hidupnya. Setelah keluar dari pesantren, wanita itu memilih untuk hidup mandiri dengan menjual semua aset keluarga yang sudah Adrian kembalikan padanya. Ia kemudian berinisiatif untuk membeli sebuah ruko dua lantai sebagai tempat usaha sekaligus huniannya.
Kehidupannya dia sangat jauh berbeda dari Rebecca yang dulu ia kenal. Ingatkan, bahwa Jordan dan Zev jauh lebih dulu mengenal Rebecca dibandingkan Hanum dan yang lainnya. Laki laki itu sangat hafal betul seperti apa Rebecca yang dulu.
Kini Rebecca yang dulu sudah tak nampak lagi. Berganti sosok Pelangi yang terlihat jauh lebih sederhana. Tinggal di sebuah bangunan dua lantai seorang diri, jauh dari kata megah. Tak ada barang mewah yang terlihat di sana. Ruko dua lantai yang tenang di tengah kota, dengan sebuah skuter matic yang menjadi alat transportasinya sehari-hari. Penampilan wanita itu juga terlihat lebih sederhana dibandingkan yang dulu. Tak ada barang branded ataupun aksesoris-aksesoris mentereng ini melekat di tubuhnya. Sangat sederhana. Orang yang tidak mengenal dia mungkin tidak akan pernah tahu jika Rebecca adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya di salah satu kota di negara itu, dulunya.
Jordan kembali menghisap rokoknya. Hingga....
seeeeetttt....
Seorang pria duduk di samping Jordan tanpa permisi. Membuat laki laki itupun menoleh ke arah pemuda yang sepertinya usianya masih di bawahnya itu.
Jordan menatap laki laki itu dari atas sampai bawah. Laki laki itu adalah laki laki yang tadi bersama Pelangi. Penampilannya tak terlalu rapi. Kaos singlet hitam tanpa lengan di balut sebuah jaket jeans bertuliskan Black Moon di belakangnya membungkus tubuh tegapnya. Sedangkan di bagian bawah, sebuah celana jeans sobek nampak membungkus kaki kekarnya. Jika di lihat dari penampilannya, sepertinya laki-laki ini sebelas dua belas dengan dirinya saat masih tersesat dulu. Slengean, urakan, bandel, dan sedikit berandalan.
Gala meraih bungkus rokok milik Jordan yang tergeletak di sampingnya tanpa permisi. Mengambil isinya sebatang, menyalakan nya dengan korek milik Jordan, lalu menyesap nya.
Jordan mengangkat satu sudut bibirnya menyaksikan pemandangan itu.
Gala menoleh tanpa mengucap sepatah katapun.
"temennya Rebecca, ya?" tanya Jordan.
"bukan..." jawab Gala.
"gue pacarnya Pelangi. Atau lebih tepatnya, calon suami" ucap Gala cuek dan terkesan kurang sopan.
Jordan berdecih.
"okeey.........." jawab Jordan.
"Udah lama kenal sama Re...sorry, maksudnya Pelangi?" tanya Jordan.
__ADS_1
"belum terlalu.." jawab Galaksi santai.
Jordan mengangkat dagunya. Nggak sopan banget nih bocah, pikir laki laki itu.
Gala kembali menghisap rokoknya.
"lu Jordan ya? suami Hanum temen sekolahnya Pelangi?" tanya Gala.
"kok lo tau?" tanya Jordan.
"Pelangi pernah cerita ama gue soal lo dan bini lo...! pertemuan kalian di resto beberapa hari lalu..!" ucap Gala santai sembari menghisap rokoknya kembali.
Jordan mengernyitkan dahinya. Apa yang kira kira Pelangi ceritakan tentang dirinya dan Hanum pada bocah berandalan ini? pikir Jordan.
Gala kembali menghisap rokoknya.
"jijik lu ama Pelangi?" tanya Galaksi. Jordan diam tak menjawab.
"bini lu mau deket deket ama Pelangi aja lu larang-larang..! lu ngerasa Pelangi kotor? padahal dulu lu juga sering pegang pegang dia..," ucap Gala tanpa sensor membuat Jordan mengangkat dagunya.
"maksud lo apa sih?!" tanya Jordan agak tak suka.
Jordan mengangkat satu sudut bibirnya.
"lo nggak tau dia dulu gimana" ucap Jordan.
"dan lo juga nggak tahu dia sekarang gimana..!" sahut Gala.
Jordan diam.
"gue tahu masa lalu dia buruk. Terutama sama bini lu..! asal lu tau aja, hukum karma itu bener bener berlaku. Dan dia udah mendapatkan itu sejak kehidupan keluarga nya hancur."
"Pelangi udah bukan Rebecca lagi. Dia adalah pribadi yang berbeda sekarang." ucap Gala kemudian kembali menghisap rokoknya.
"gue ngomong kayak gini bukannya mau sok bijak atau sok ngajarin lo. Gue bicara kayak gini karena gue mau jaga mental cewek gue. Asal lo tau, Pelangi itu berubah jadi pendiam sekarang. Dia sangat susah bergaul dan nggak bisa gampang deket ama orang. Karena dia takut, masa lalunya yang pengen dia buang jauh jauh di usik lagi."
"dia takut ketemu sama lo dan istri lo. Juga keluarga kalian. Dia trauma sama orang orang di masa lalunya. Gue bukannya mau nyalahin siapa siapa. Gue cuma minta, silahkan kalau kalian mau ketemu sama Pelangi. Tapi tolong, jangan pandang dia sebagai Rebecca. Tapi pandang dia sebagai Pelangi. Sosok yang baru. Yang jauh lebih baik dari Rebecca yang dulu lo kenal" ucap Gala membuat Jordan terdiam.
Kedua lelaki itu saling pandang satu sama lain. Seolah sibuk dengan pemikiran mereka sendiri sendiri. Hingga....
__ADS_1
"Angkasa...!!!!"
Suara itu berhasil membuat Gala dan Jordan menoleh. Begitupun Angkasa yang baru saja menyelesaikan perbincangan nya dengan sang Bintang melalui sambungan telepon.
Itu Pelangi...! Ia keluar dari toko, memanggil nama Angkasa dengan wajah yang nampak tegang.
"apa?!" tanya Angkasa.
"Sa, sini, buruan...!!" ucap Pelangi.
Merasakan sesuatu yang sepertinya mengusik ketenangan Pelangi. Galaksi yang selalu ingin menjadi garda terdepan dalam melindungi wanita itupun bangkit. Ia mendekati wanita itu. Begitu pula dengan Angkasa serta Jordan yang mengikuti dibelakang nya.
Pelangi mengajak para laki laki itu masuk.
"lihat..!" ucap Pelangi sembari meraih remote tv dan menambah volume suara benda berbentuk kotak itu.
Semua terdiam.
Sebuah acara berita televisi tersiar disana. Mengabarkan tentang penemuan sesosok jasad tanpa kepala di tepi sungai. Kondisinya mengenaskan dengan penuh luka lebam dan sayatan. Kepalanya hilang. Bagian vit*l nya tak berbentuk. Mayat ditemukan di tepi sungai dalam kondisi telanj*ng bulat. Disamping mayat terdapat sebuah kain seragam berwarna coklat dengan name tag..
.
.
.
"BRAM"
Angkasa reflek memundurkan tubuhnya. Gala reflek mengumpat. Kedua pria itu terlihat syok.
Laki laki itu?? apa yang terjadi??
...----------------...
Selamat siang
up 13:49
yuk, dukungan dulu 🥰🥰
__ADS_1