Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 106


__ADS_3

krriiiieettt.....


suara pintu gudang terbuka. Langkah beberapa pasang kaki terdengar mendekat ke arahnya.


Pria itu menggerakkan kepalanya mencoba untuk melihat siapa yang datang. Suara langkah kaki itu makin keras terdengar. Mendekat ke arahnya bersamaan dengan suara rantai besi yang diseret, bergesekan dengan lantai bangunan yang kotor itu. Bram memasang mode awas...!


Siapa itu..?! pikir pria tersebut..!


Bram mencoba memutar badannya untuk mencari sumber suara. Hingga......


deeeeegggghhhh.....


Bram terbelalak. Jantungnya seolah berhenti berdetak untuk sepersekian detik. Matanya terbelalak. Ia kaget...!


Dilihatnya di sana empat orang pria nampak berjalan dengan tenang namun mengerikan ke arahnya. Satu diantaranya adalah seorang pria berbadan tegap tinggi besar dengan otot otot tubuh yang terlihat kekar. Menggunakan setelan jas lengkap, pria dengan jambang cukup lebat itu nampak melangkah mendekati dirinya yang tergolek tak berdaya di atas lantai kotor itu. Bram ketakutan. Ia hendak berontak namun tak bisa. Dilihatnya disana, pria itu nampak membawa sebuah rantai besi tangannya. Rantai itu terjulur ke lantai. Laki laki itu menyeretnya menggunakan tangan kanannya, hingga menimbulkan suara berderit yang terdengar mengerikan di telinga Bram...


Bram melotot. Ingin rasanya ia mengucapkan sesuatu namun tak bisa lantaran mulutnya yang tersumpal.


Pria dengan rantai besi itu, Moreno, nampak tersenyum angkuh menatap laki laki yang kini menyandang status sebagai ayah sambung Bintang Kejora tersebut.


Moreno menggerakkan sebelah kakinya yang terbungkus sepatu pantofel itu. Dimainkannya wajah oknum aparat itu, di bolak balikkan bak sebuah benda tak berharga.


Dengan gerakan tenang namun mengerikan, pria berjambang lebat itu lantas berjongkok di hadapan Bram yang tergolek tak berdaya di atas lantai bangunan lusuh tersebut.


"Selamat malam, Pak polisi.." ucap Moreno. Tangan kekar bertato nya tergerak membelai lembut wajah pria yang kini nampak mulai mengeriput tersebut.


Bram terlihat panik. Pria itu terlihat begitu terkejut melihat kehadiran sosok yang ia pikir sudah tewas beberapa tahun lalu itu. Namun nyatanya, malam ini, pria gila yang dikenal bengis dan kejam itu berdiri di hadapannya. Menatapnya dengan syarat mata mengerikan khas seorang Moreno yang agung. Sorot mata itu seolah menyimpan dendam yang begitu membara. Entah apa yang akan dilakukan laki-laki itu. Namun yang pasti kini Bram merasa begitu ketakutan. Dia seolah dapat bisa merasakan, bahwa kini nyawanya sudah berada di ujung tanduk.


"kenapa kau terlihat begitu pucat, kawan? bukankah kita sudah lama tidak bertemu? apakah kau tidak merindukanku, pak polisi yang terhormat?" tanya Moreno tanpa menghentikan pergerakan jari-jarinya yang mengusap lembut wajah laki-laki itu.


"Aku sangat merindukanmu. Aku sangat merindukan aksi heroikmu menumpas kejahatan..! membela istri dan anak-anakmu..! atau, mantan istri dan putriku lebih tepatnya...!" ucap Moreno lagi.


Bram menggelengkan kepalanya. Suara suara yang tertahan itu terdengar lolos dari bibirnya. Ia ingin mengatakan sesuatu, namun rasanya tidak leluasa lantaran kini mulutnya telah disumpal kain oleh anak buah sang Moreno.

__ADS_1


Bram meronta ronta minta di lepaskan.


"kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Moreno.


Tubuh yang terikat itu nampak bergerak ke sana kemari. Laki-laki paruh baya itu seolah meminta untuk dilepaskan.


Moreno mengangkat satu sudut bibirnya. Tangannya bergerak menyentuh dagu Bram, lalu mencengkeramnya kuat.


"Apa yang ingin kau katakan?" tanya pria itu mengerikan.


Lagi, Bram mencoba berontak sambil berucap tak jelas.


Moreno pun menyeringai. Ditariknya perlahan kain putih yang menyumpal mulut itu. Membuat Bram pun kini merasakan lega.


Oknum polisi tak bertanggung jawab itu lantas menatap tajam ke arah Moreno.


"Bagaimana kau bisa ada di sini?" tanya Bram.


Moreno menyeringai.


"Apa maksudmu? bukankah kau sudah mati?!" tanya Bram tak habis pikir.


Moreno menyeringai lagi.


"tidak ada yang bisa membunuhku..! termasuk raja neraka sekalipun...!" ucap Moreno lagi.


"siapa baj*ngan yang kau maksud?" tanya Bram.


Moreno mengangkat dagunya.


"menurut mu? siapa manusia yang berani mempermainkan perasaan wanita kesayangan ku? membuatnya menangis? bekerja sama dengan para berandalan berandalan ingusan, membenturkannya dengan laki laki yang ia cintai? siapa kira kira menurutmu?" tanya Moreno membuat Bram melotot seketika.


Apa yang akan laki laki itu lakukan padanya?! Moreno kini menatap tajam ke arahnya seolah ingin memangsanya saat itu juga.

__ADS_1


Bram bergetar hebat. Dari mana Moreno tahu tentang apa yang ia lakukan pada Angkasa dan Bintang? Kenapa ia bisa menebak perihal kerjasamanya dengan Black Moon?


Bram menatap awas ke arah Moreno yang kini bangkit dari posisi jongkoknya. Ayah kandung Bintang Kejora itu nampak berjalan dengan tenang mengelilingi tubuh Bram yang masih tergolek diatas lantai dengan kondisi terikat itu.


"bagaimana rasanya bersenang-senang di atas penderitaan putriku, Bram?" tanya Moreno mengerikan.


"apa maksudmu?" tanya Bram seolah-olah tidak mengerti.


"kau masih ingin berpura-pura bodoh, manusia sampah?! aku mengetahui semua kebusukan mu..!" ucap Moreno kemudian.


Bram menyipitkan matanya.


"apakah kau juga yang menyebarkan semua berita tentang diriku ke media?" tanya Bram curiga.


"hahahahahahaha...!!!" pria itu tertawa terbahak bahak. Suaranya menggelegar mengerikan, memecah kesunyian malam. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan bergidik ngeri.


"siapa lagi menurutmu?" tanya Moreno angkuh.


"bagaimana kau bisa tahu semuanya?" tanya Bram lagi.


"sudah kubilang, aku bisa melihat apa yang tidak bisa orang lain lihat..! dan aku bisa melakukan apapun yang aku mau, bahkan setan pun tidak akan pernah bisa menghalangiku...!" ucap Moreno bak seorang raja iblis.


Moreno menatap angkuh ke arah pria di bawahnya. Lalu....


Moreno mengangkat tangannya. Menjentikkan jari nya seolah memberikan aba aba untuk para anak buah yang berada di belakangnya.


Para anak buah pun paham. Dengan segera mereka mendekat. Menyeret tubuh pria terikat itu untuk mulai melakukan eksekusi terhadapnya.


...----------------...


Selamat malam,


di potong dulu ya, karena kalau di lanjut kayaknya kepanjangan, review nya lama.

__ADS_1


Yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰


...----------------...


__ADS_2