Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 15


__ADS_3

Mentari mulai menampakkan sinar terangnya. Aktifitas para umat manusia mulai kembali berjalan seperti biasanya.


Di sebuah rumah mewah berlantai tiga yang di dominasi warna putih,


plaaaaaakkkk...!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi pemuda tampan yang baru saja keluar dari kantor polisi tersebut.


"mas, jangan..!" ucap seorang wanita muda berpenampilan anggun itu. Rachel namanya. Ia berucap sambil menahan pergerakan tangan laki laki berusia lima puluh tahun tersebut. Hendrawan Ardhanata, calon suaminya, ayah dari pemuda tampan yang kini nampak mengusap ujung bibir nya yang mengeluarkan darah, Galaksi Ardhanata.


"biarkan saja...! anak seperti ini memang sekali sekali perlu di kasih pelajaran..! biar kapok..! biar nggak ngelunjak..! dasar anak tidak tahu di untung..! tidak tahu diri..! bisanya hanya membuat malu orang tua saja..! mau di taruh dimana muka papamu ini kalau sampai media tahu kamu digelandang polisi karena menyembunyikan hero*n..?! mau di taruh dimana...?!!!" ucap Hendrawan membentak dengan membabi buta ke arah sang putra semata wayang.


Galaksi tak menjawab.


"untung polisi mau di ajak kerja sama..! coba kalau nggak, pasti pagi ini media sudah heboh memberitakan tentang kelakuan berandalan kamu...!!" ucap Hendrawan lagi.


"kamu itu publik figur..! kamu juga anak papa..! harusnya kamu bisa menjaga perilaku kamu di luar sana..! bukannya malah jadi anak urakan seperti ini..!" ucap Hendrawan membentak.


Galaksi tak menjawab. Bahkan terkesan cuek dan tak peduli dengan ocehan sang ayah yang meledak-ledak. Pemuda itu nampak bersikap malas sambil sesekali menyentuh lubang telinga nya seolah tengah mengorek nya. Tentu saja, hal itu membuat sang papa yang emosinya sudah di ubun ubun itupun geram.


Hendrawan mendekat. Di raihnya kerah jaket kulit sang putra dan ditariknya hingga tubuh Gala kini menempel pada tubuhnya.


"mas, jangan mas..!" ucap Rachel lagi seolah tak lelah mencoba menenangkan laki laki yang terpaut usia dua puluh lima tahun lebih tua dari dirinya itu. Namun sepertinya Hendrawan tak peduli. Pria matang itu masih di kuasai emosi yang memuncak akibat ulah putranya itu.


"sekarang katakan, dari mana kamu mendapatkan barang haram itu..?!!" tanya Hendrawan.


Galaksi tak menjawab. Lagi lagi, masih dalam mode cuek dan tak pedulinya.


"JAWAB, GALA...!!!!" bentak Hendrawan keras.


"GUE NGGAK TAHU...!! UDAH GUE BILANG DARI TADI, ITU BUKAN PUNYA GUE...!!!" bentak Gala tak kalah keras. Dan......

__ADS_1


.


.


.


buuuuuggghhhh....!!


Sebuah tinjuan keras menghantam wajah pemuda itu. Ia tersungkur. Lagi lagi darah mengucur, kini dari hidungnya.


"mas...! udah..! kasihan dis...!!" ucap Rachel lagi seolah tak henti mencoba meredam amarah laki laki itu.


"anak kurang a*ar kamu..! apa begini caramu bersikap kepada orang tua mu...?! hah?! dasar anak tidak tahu diri..! kalau tahu besar mu akan seperti ini, lebih baik aku membuang mu sejak dulu dulu..!!" ucap Hendrawan penuh amarah.


Galaksi tersenyum sinis. Di tatapnya wajah pria ayah kandungnya itu dengan penuh kebencian.


Lalu berkata,


"gue juga nggak minta lahir dari benih lu..!" ucap Galaksi dingin kemudian pergi dari tempat itu tanpa berucap sepatah kata pun. Ia tak peduli pada umpatan umpatan dan makian yang di layangkan oleh ayah kandungnya sendiri itu.


Ya, tentu hal ini di lakukan untuk menyelamatkan reputasi keluarga dan karir ayahnya itu. Ia tak mau nama baiknya sebagai orang terpandang sekaligus pengusaha kaya raya di kota itu rusak karena ulah Gala.


Sebenarnya bukan kali pertama ini saja Gala membuat ulah. Tapi sudah berkali kali dan selalu berujung damai karena pengaruh nama besar ayahnya. Hal itu membuat Gala seolah tak pernah kapok berbuat onar meskipun pada akhirnya harus mendapatkan amukan dari papanya ketika sedang berada di rumah. Tapi sepertinya memang telinga Gala sudah sangat tebal oleh makian.


Seperti yang baru saja terjadi, Hendrawan murka se murka murkanya. Namun sepertinya itu bukanlah hal yang di takuti Gala.


Ya, hubungan nya dengan sang ayah memang tak berjalan baik. Terlebih lagi semenjak ibu kandung Gala meninggal saat usia Gala masih kecil. Gala seolah tak pernah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya lantaran Hendrawan yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan semakin parah lagi saat Hendrawan sang ayah mulai menjalin cinta dengan Rachel. Wanita yang usianya dua puluh lima tahun lebih muda dari Hendrawan, dan empat tahun lebih tua dari Gala. Sangat cocok jika menjadi kakak Gala, bukan calon ibu tirinya.


Sejak saat itu Gala teramat sangat membenci ayahnya. Pemberontakan dan pembangkangan yang Gala lakukan makin menjadi jadi. Tentu saja hal itu membuat sang ayah jadi sering naik darah di buatnya.


....

__ADS_1


Hendrawan mendudukkan tubuhnya di sebuah sofa panjang sambil memegangi dadanya. Rachel datang dengan membawa obat jantung dan air putih yang biasa di konsumsi oleh laki laki paruh baya yang menyandang status sebagai kekasih hatinya tersebut.


"minum dulu obatnya, mas" ucap Rachel.


Hendrawan pun menerima beberapa tablet obat yang biasa ia konsumsi tersebut dan segera menenggak nya. Rachel mendudukkan tubuhnya di samping sang kekasih. Di sentuhnya pundak pria itu seolah ingin menenangkannya.


"jangan marah marah terus dong, mas. Kamu harus jaga kesehatan kamu" ucap Rachel sangat lembut.


Hendrawan menghela nafas panjang,


"aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghadapi Galaksi. Dia benar benar kepala batu..!" ucap Hendrawan geram.


"namanya juga anak muda, mas" ucap Rachel sambil tersenyum sangat manis.


Hendrawan menoleh ke arah wanita muda itu lalu tersenyum. Di rengkuh nya pundak wanita itu dan di usapnya pundak yang nampak terekspos bebas lantaran Rachel yang kini hanya mengenakan gaun tanpa lengan.


"ya, aku tahu. Untungnya kamu berbeda dengan anak muda anak muda lainnya. Kau sangat dewasa dan keibuan. Maaf ya, sampai sekarang Gala belum bisa menerimamu " ucap Hendrawan pada sang kekasih.


Rachel tersenyum.


"nggak apa apa, mas. Aku ngerti gimana perasaan Gala" ucap Rachel membuat Hendrawan sejuk mendengar nya.


"ya udah, aku ke dapur dulu ya. Mau balikin ini" ucap Rachel sambil mengangkat gelas kaca di tangan nya.


Wanita dengan gaun pres bodi tanpa lengan berwarna merah itu pun lantas bangkit dan segera menuju ke dapur rumah mewah itu sambil membawa gelas kosong di tangannya. Di letakkan nya gelas itu ke dalam wastafel yang berada di dapur. Rachel kemudian meraih ponselnya, menuju aplikasi WhatsApp dan mencari nomor seseorang yang sangat ia kenal di sana lalu mengetikkan sesuatu di room chat nya.


"kamu dimana?" tulisnya


...----------------...


selamat pagi,

__ADS_1


up 04:16


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2