Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 74


__ADS_3

Pagi menjelang sebelum gema subuh berkumandang,,


Jam masih menunjukkan pukul tiga dini hari. Wanita cantik itu masih sibuk dengan serangkaian ibadah di sepertiga malam nya.


Di atas sajadah yang tergelar menghadap kiblat, wanita cantik ber mukena pink itu nampak sibuk melantunkan dzikir sembari memainkan jari jemarinya menggeser butiran tasbih yang berada di tangan kanannya. Mungil mungilnya bergerak gerak lembut, matanya terpejam, mengagungkan nama Sang Maha Kuasa di sepertiga malam yang tenang.


tak.....


suara itu mengusik pendengaran Pelangi. Wanita cantik itu masih diam sibuk dengan ibadahnya.


tak......


terdengar lagi.


Pelangi membuka matanya.


Suara apa itu? pikir wanita cantik tersebut.


tak....


terdengar lagi.


Suara datang dari arah jendela kamar nya. Seperti nya ada orang yang melempari jendela kamar itu dengan kerikil kerikil kecil.


Pelangi bangkit. Dengan mukena yang masih melekat sempurna, didekatinya jendela berbentuk persegi panjang itu lalu membuka kacanya.


Pelangi mengulum senyum. Seorang pria berparas bule nampak melambaikan tangan nya dari bawah sana. Dari halaman parkir dimana sebuah mobil sport mewah berwarna hitam nampak terparkir di sana.


Ya, itu adalah Galaksi. Masih sepagi ini laki laki itu sudah datang menyambangi kediaman wanita cantik itu.


Galaksi merogoh ponselnya. Di carinya nama wanita yang kini berdiri di balik jendela kamar yang terbuka itu. Lalu menyentuh tombol telepon disana membuat ponsel Pelangi yang berada di atas nakas itupun berbunyi.


Pelangi mendekati nakas. Diraihnya ponsel itu lalu mengusap tombol hijau yang ada di sana.


"halo" ucap Pelangi.


"keluar dong" ucap Gala.


"ngapain? ini masih malem. Masa aku masukin laki laki ke rumah malem malem. Di omongin tetangga nanti" ucap Pelangi.

__ADS_1


"maksudnya lu ke jendela lagi, liat keluar, biar gue juga bisa liat muka lu, bego'..! lemot banget lo jadi cewek..!" ucap Gala dengan logat judes dan angkuhnya yang khas.


Pelangi terkekeh.


"iya, iya..! marah marah mulu..!" ucap Pelangi kemudian berjalan menuju jendela kamarnya.


Di lihatnya pria itu kini menatap ke arahnya sembari menenggak minuman kaleng di tangannya.


"anjiir muka lu jelek banget kalau nggak pake bedak..! jerawatan, kumel, berminyak...!" ucap Galaksi.


"ih, apa sih..!!" ucap Pelangi lagi.


Galaksi terkekeh.


"abis ngapain?" tanya Gala.


"tadi aku abis jaring ikan..! trus aku nyebur ke empangnya...!" jawab Pelangi.


"bangkee lu...!" jawab Galaksi sewot membuat Pelangi tergelak.


"lagian nanya aneh aneh. Udah tau kalau aku tiap jam segini pasti tahajud. Masih aja nanya. Kamu sendiri jam segini ngapain udah disini? pulang sana, bobok..." ucap Pelangi.


Pelangi terkekeh.


"lanjutin gih ibadahnya. Gue mau tidur disini. Ntar gue anterin lo ngajar...!" ucap Galaksi.


"kamu nggak pulang?" tanya Pelangi.


"anjiir..! lu keknya pengen banget gue pergi..?! gue mau nungguin lo disini..! udah lo sholat lagi aja..? gue mau tidur...!" ucap Galaksi membuat Pelangi menghela nafas panjang. Suka suka laki laki itu sajalah. Yang penting ia senang dan tak kumat sisi gila nya.


Sambungan telepon pun terputus. Gala masuk ke dalam mobilnya sedangkan Pelangi kembali masuk ke kamarnya untuk menjalankan aktivitas aktivitas selanjutnya.


Di dalam mobil, Galaksi kembali mencoba menghubungi Gerald. Namun entah kemana perginya manusia yang satu itu. Laki laki itu seolah lenyap bak di telan bumi. Gerald hilang tanpa jejak dan kabar membuat Galaksi jadi khawatir di buatnya.


...****************...


06:30 pagi...


Pintu kamar Angkasa Wildan Tama terbuka. Pemuda tampan berparas nyaris sempurna itu keluar dari kamarnya dengan wajah yang terlihat masih tidak baik baik saja. Pemuda dengan jaket jeans yang membalut kaos hitam di dalamnya itu nampak berjalan tergesa gesa menuruni anak tangga.

__ADS_1


"dek...!" ucap Adinda yang berada di meja makan.


Angkasa tak menggubris. Ia berlalu menuju pintu rumah utama. Adinda yang sejak semalam merasakan gelagat tak biasa dari putranya itupun setengah berlari mengejar pemuda tersebut.


"dek, tunggu...!!" ucap Adinda sembari mengejar sang putra.


Angkasa masih terus berjalan.


hingga....


settt....


Lengan pemuda itu ditarik dari belakang oleh sang ibunda.


"Angkasa, tunggu...! kamu mau kemana..?!!" tanya Adinda.


"Angkasa ada perlu, ma...." ucap Angkasa dengan mimik wajah tak bersahabat.


"kemana? ini masih terlalu pagi, dek. Kamu makan dulu. Sarapan. Papa sama mama mau ngomong sama kamu" ucap Adinda.


"ntar ajalah, ma...! Angkasa buru buru...!" ucap Angkasa dengan wajah yang masih terlihat bonyok sana sini itu.


"adek...!"


"maaa.....! Angkasa udah gede...!!"


"walaupun udah gede kamu juga masih perlu makan, Angkasa...!" ucap Adrian menyahut. Laki laki yang nampak beru turun dari lantai dua menatap datar ke arah sang putra.


"masuk..! makan dulu" ucap pria itu tenang.


Angkasa berdecak kesal. Ia tak nafsu makan. Ia hanya ingin segera mendatangi markas Black Moon dan mencari sosok Galaksi. Ia harus mencari tahu, apa yang sebenarnya terjadi dan apakah ada hubungannya antara Black Moon dengan kejadian kemarin di kamar hotel.


...----------------...


Selamat siang,


up 12:59


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2