Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 103


__ADS_3

Malam menjelang,


Saat jam menunjukkan pukul 09.00 malam, seorang wanita paruh baya nampak mondar-mandir di teras rumahnya. Wajahnya terlihat cemas. Ia berjalan bolak-balik sejak setelah isya' tadi hingga kini sambil meremas rem*s jari jemarinya mencoba menyalurkan kekhawatiran yang kini menggelayuti pikirannya.


Grace merasa cemas. Sesekali ia menatap ke arah pagar besi rumah megahnya. Berharap sosok pria yang sejak pagi ia tunggu-tunggu kedatangannya nampak muncul memasuki istana megah tempat tinggal mereka.


Hari sudah semakin malam, tapi hingga saat ini Bram, suaminya, belum juga pulang ke rumah. Ponselnya tidak aktif. Membuat nya tidak bisa menghubungi laki-laki itu untuk menanyakan di mana keberadaannya.


Tentu hal itu membuat Grace semakin khawatir. Mengingat sejak pagi hingga saat ini pemberitaan tentang sang suami seolah tidak ada hentinya.


Kemana laki-laki itu pergi? kenapa tidak ada kabar sama sekali? Padahal banyak sekali hal-hal yang ingin Ia tanyakan pada laki-laki itu. Tentang kegelisahan hatinya. Tentang berbagai prasangka yang kini menggelayu dalam pikirannya.


Grace masih sibuk dengan aktivitas jalan-jalannya. Sesekali ia duduk di kursi kayu yang berada di teras itu. Kemudian kembali bangkit lagi menatap ke pagar besi. Lalu duduk lagi. Begitu terus dan terus.


Bintang datang dari dalam rumahnya...


"Mami, ini udah malam. Masuk, yuk. Angin malam gak bagus buat kesehatan kita. Kita tunggu papi di dalam aja, ya" ucap Bintang lembut sambil menyentuh pundak sang Ibunda.


Grace nampak meneteskan air matanya.


"Bintang.." ucap wanita paruh baya itu.


"ya, mi..." jawab si gadis cantik itu.


"kenapa papi sampai sekarang belum pulang? ini udah terlalu malam, nak" ucap Grace.


"mami udah coba tanya sama temen-temennya papi lagi?" tanya Bintang.


Grace hanya mengangguk sambil meneteskan air matanya.


"dengan perginya papi, hal itu membuat mami jadi makin khawatir, sayang. Apa benar yang diberitakan di media sepanjang hari ini? Apa benar selama ini papi menyembunyikan banyak hal di belakang kita? kalau sampai itu terjadi, mami nggak tahu harus bagaimana, Bintang" ucap Grace sambil meneteskan air matanya.


"udah dong, mi..! jangan nangis terus. Bintang juga bingung kalau mami sedih terus. Kita berdoa aja semoga semua ini benar-benar cuma salah paham, dan papi akan segera pulang untuk menjelaskan semuanya sama kita dan juga media. Mami tolong jangan kayak gini terus...! Bintang sedih lihat mami kayak gini. Bintang nggak tahu harus ngadu sama siapa sekarang. Kita tunggu papi di dalam aja, ya" ucap Bintang yang seolah ikut merasakan kepedihan yang kini dirasakan oleh ibundanya itu. Jauh dalam lubuk hatinya, ia juga bingung. Kemana perginya ayahandanya itu? kenapa tidak pulang sampai saat ini? tanpa kabar dan berita..! bertepatan dengan munculnya kabar tentang segala kejahatan yang diduga dilakukannya selama ini.


Ia tahu, bahwa selama ini papanya memang sangat membenci Angkasa. Tidak menutup kemungkinan jika apa yang diberitakan di media tentang penjebakan artis yang di duga Angkasa di hotel itu benar adanya. Mungkin Bram memang ingin memisahkannya dengan laki-laki yang sangat ia sayang itu. Kini dalam benak Bintang Kejora ada rasa bersalah dalam dirinya.


Apakah mungkin selama ini Ia memang hanya salah sangka pada Angkasa? apa mungkin laki-laki itu memang tidak pernah bermain api di belakangnya? dan semua yang terjadi pada mereka selama ini adalah salah paham?


Astaga, bodohnya Bintang selama ini jika memang itu benar-benar terjadi. Ia meragukan kesetiaan seorang laki-laki yang menjaga cintanya selama 5 tahun lamanya. Jauh dari dirinya, mengabaikan puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan wanita-wanita cantik yang lebih muda dan lebih baik dari seorang Bintang Kejora. Yang pastinya selalu mencoba untuk mendekati Angkasa, mengingat laki-laki itu adalah seorang artis terkenal idola kaum remaja.


Untuk siapa?


Jika bukan untuk seorang Bintang Kejora..!


Dan disaat Bintang kembali ke tanah air, dengan ego yang menggebu-gebu ia menghakimi seorang Angkasa tanpa mau mendengarkan penjelasan darinya. Meskipun laki-laki itu sudah berkali-kali mencoba datang padanya dan meminta maaf walaupun mungkin sebenarnya ia tidak salah.

__ADS_1


Bintang mengucap istighfar dalam hatinya. Entah mengapa tiba tiba ia merasakan rindu pada pria itu. Jika tidak sedang marahan, mungkin Angkasa akan menjadi tempat curhat ternyaman untuk dirinya. Mengingat laki laki itu memang selalu ada untuknya setiap saat.


...****************...


Sementara di tempat terpisah,


Di sebuah kamar rawat inap rumah sakit besar kota itu....


Gadis kecil itu nampak asik memainkan boneka Mickey mouse di tangannya. Sesekali ia nampak ketawa dsn berceloteh ria seolah tengah berbincang dengan si boneka sambil memeluk atau sekedar memainkan tangan serta telinga si boneka.


Yaa, itu adalah Aliya. Gadis kecil yang mengalami kecelakaan beberapa hari lalu itu kian hari kondisinya kian membaik. Sesuai saran dari dokter, kurang lebih dua hingga hari hari ke depan, gadis itu sudah diizinkan untuk pulang.


Tentu hal itu membuat si gadis kecil sangat bahagia. ia tidak sabar untuk segera pergi meninggalkan rumah sakit yang terasa membosankan itu. Ia ingin segera pulang dan bertemu dengan sahabat kecil nya, Tiger Smith Anderson.


Saat ini, Aliya tengah berada di ruang rawat inap seorang diri. Ayahnya belum kembali ke rumah sakit. Ia masih sibuk bersama sang tuan, Zev Smith Anderson. Entah apa yang ia lakukan nya di luar sana.


Sedangkan ibundanya, wanita itu tengah keluar untuk membeli camilan di sebuah minimarket tak jauh dari rumah sakit itu. Aliya memang ingin makan sesuatu. Ia terlalu bosan makan makanan dari rumah sakit.


Harusnya ada Roky yang menjaganya. Tapi laki-laki itu sudah pulang sore tadi. Zia, istrinya, mengabarkan bahwa putra semata wayangnya panas sejak siang tadi. Bocah itu rewel mencari ayahnya. Mau tak mau Roky pun izin pamit. Untung Azizah mau mengizinkannya.


Sebenarnya bukan hal yang baik meninggalkan seorang gadis kecil di ruang rawat inap itu sendirian. Tapi mau bagaimana lagi, Aliya pengen makan jajan. Ia ngotot minta dibelikan cemilan. Alhasil, Azizah pun pergi ke minimarket di samping rumah sakit itu. Meninggalkan Aliya yang memang pemberani itu sendiri di kamarnya.


Saat si gadis kecil tengah asyik bermain. Tiba tiba...


ceklek.....


Dilihatnya di sana sesosok laki-laki tinggi besar dengan jambang lebat nampak memasuki ruangan itu dengan tenang.


Aliya diam. Ia memiringkan kepalanya. Sepertinya ia pernah melihat laki-laki itu, tapi di mana ya?


Pria dewasa itu mendekat sambil membawa sebuah boneka beruang berwarna pink ditangannya. Ia menghampiri Aliya yang duduk di atas ranjang.


"Om siapa?" tanya gadis Itu polos.


Pria dengan beberapa tato di sekujur tubuhnya itu tersenyum tipis.


"selamat malam" ucap pria itu manis.


"selamat malam, om" jawab Aliya.


Laki-laki itu lantas duduk di sebuah kursi di samping ranjang.


"om bawa sesuatu untuk kamu..! boneka beruang..! kamu suka?" tanya pria itu sambil menyerahkan boneka di tangan nya.


Aliya masih diam.

__ADS_1


"olang aku tanya om siapa..! bukannya dijawab malah dikasih boneka..! Om ini siapa?" tanya gadis kecil itu lagi.


Pria itu, Moreno alias Simon tersenyum.


"om fansmu..!" ucap laki-laki itu.


Aliya cekikikan sambil menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


" emangnya aku altis?! Aku bukan altis, Om..! aku cuma anak TK..! aku nggak punya fans..!" ucap gadis kecil itu.


"tapi om ngefans sama kamu, walaupun kamu bukan artis!" ucap laki-laki itu.


Aliya cekikikan lagi.


"telserah om aja deh...! om aneh..! ngefans kok sama aku..! ngefans itu sama mas uncle..! dia altis..!" ucap bocah itu.


Simon tersenyum lagi.


"nama kamu siapa?" tanya laki-laki itu.


"ih..! Om gimana sih? katanya ngefans sama aku, kok nama aku aja nggak tahu?!" ucap bocah itu.


Moreno senyum lagi.


"om cuma suka lihatin kamu dari jauh, makanya Om nggak tahu nama kamu. Sekarang kan kita dekat, Om boleh tahu nggak, siapa nama kamu?" tanya laki-laki itu lagi.


Pria itu lantas mengulurkan tangannya seolah meminta untuk berkenalan.


"nama Om Simon. Nama kamu siapa, idolanya Om?" tanya pria itu membuat Aliya cekikikan lagi sambil menepuk-nepuk jidatnya. Ia lantas menyambut lebaran tangan pria tersebut.


"nama aku Aliya, Om" jawab bocah itu sambil tersenyum.


"namanya cantik. Sama seperti orangnya..!" ucap pria itu.


"ya iyalah..! nama Aliya itu dikasih sama ayah aku..! katanya bial namaku milip sama nama ibu aku yang sekalang udah duduk di samping Allah..!" ucap gadis itu polos.


Deeeeegggghhhh.....


Aliya? sama dengan nama ibunya yang sudah menghadap Tuhan??


...----------------...


Selamat malam...


up 20:39

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2