
Siang menjelang sore,
Setelah menghabiskan waktu bersama sang Bintang di pantai. Mengutarakan uneg uneg nya hingga kini baik Angkasa maupun Bintang sudah merasa lega, kini pemuda berparas tampan itu sampai di kediaman sang kakak.
Mobil merah milik pria tampan berparas nyaris sempurna itu nampak memasuki halaman rumah dengan desain minimalis itu. Angkasa memarkirkan kendaraannya di sana, tak jauh dari sebuah mobil yang kini nampak berhenti juga di halaman rumah Zev Smith Anderson itu. Membawa seorang gadis kecil berparas manis yang baru pulang dari rumah sakit, Aliya.
Angkasa turun dari mobilnya, mendekati Azizah dan Aliya yang nampak turun dari mobil yang dikendarai Roky. Tiger dan Nabila yang sudah hamil besar pun juga berada di sana menyambut kedatangan Aliya, bersama Pelangi dan Galaksi yang masih berada di rumah itu.
"idiiiih, ayank gue udah pulang...." ucap Angkasa.
Azizah tersenyum. Aliya nampak menggelengkan kepalanya.
"ih, uncle...! apaan sih..! jangan ngaku ngaku ya...! ental aku bilangin kakak Bintang lo bial di cubit jantungnya...!" ucap Tiger tak suka membuat semua manusia dewasa yang ada di sana pun menoleh di buatnya.
"heh..! tok Dalang...! lu kalo ngomong seenak jidat ye..! segala jantung mau di cubit...! gue plastikin juga lu... !" ucap Angkasa kesal.
Pelangi hanya menggelengkan kepalanya. Galaksi yang melihat pertikaian dua manusia itu hanya mengangkat satu sudut bibirnya. Kenapa jadi kek bocah semua? pikir Galaksi.
Azizah tersenyum,
"buk, saya ijin bawa Aliya ke rumah belakang dulu ya" ucap Azizah.
"oh, iya. Kamu bawa dulu aja. Biarin dia istirahat dulu, kasihan" ucap wanita dengan perut yang makin terlihat membesar itu.
Azizah pun mengangguk. Ia lantas membawa Aliya untuk menuju rumah belakang yang menjadi tempat tinggal nya bersama anak dan suaminya tersebut.
"bunda, aku ikut..!" ucap Tiger sembari buru buru mengikuti langkah Azizah.
Azizah pun tersenyum. Azizah, Aliya, Tiger dan Roky pun lantas menuju ke rumah belakang bersama sama.
"akhilnya kamu pulang juga, Al. Aku nggak ada kamu sedih tauk...!" ucap Tiger sembari mengayunkan kakinya. Azizah yang menggendong sang putri, serta Roky yang nampak mengikuti di belakang sembari membawa sebuah tas ransel berukuran sedang itu hanya terkekeh mendengar ucapan cucu pertama Adrian Tama itu.
"aku itu lagi dilawat, Tigel. Kan aku lagi sakit." ucap Aliya.
"iya, iya...! aku tahu kok. Lain kali jangan sakit sakit lagi ya, bial aku nggak sedih" ucap Tiger.
"ya telgantung Allah. Kan sakit pembelian Allah. Gimana sih kamu..!" ucap Aliya tanpa dosa.
__ADS_1
"oh iya ya..." jawab Tiger polos.
Para anak manusia itupun sampai di rumah belakang. Aliya di bawa ke kamar. Roky meletakkan tas itu disebuah meja di dalam kamar tidur yang tak terlalu luas itu. Sebuah ruangan yang kini dipenuhi mainan dan boneka boneka lucu pemberian seseorang selama Aliya di rawat di rumah sakit.
Roky menatap ruangan itu. Dilihatnya Aliya begitu girang memeluk satu boneka beruang yang ada disana. Alih alih ikut senang, Roky justru terlihat khawatir.
"makasih ya, Ky. Udah jemput kita" ucap Azizah.
"sesuai perintah si gondrong ama tuan Zev" ucap Roky sambil tersenyum.
"ayah Zack, om Loky...! bukan si gondlong..! gimana sih..? kan ayah punya nama..! olang ayah udah nggak gondlong..!" ucap Tiger protes.
"iya, iya...! terserah kamu aja.." ucap Roky mengalah. Tiger naik ke ranjang. Dua bocah itu mulai asyik berceloteh sambil rebahan di atas ranjang di temani berbagai jenis boneka yang berada di sana.
"Zack kapan pulang, Zah?" tanya Roky yang kini duduk di kursi meja rias kamar itu.
Azizah meraih ransel itu dan mengeluarkan beberapa potong pakaian dari dalam sana.
"besok. Cuma sehari kok" ucap Azizah.
"Zah," ucap Roky.
"Aliya udah tahu tentang ayah kandungnya?" tanya Roky.
Azizah diam sesaat lalu menggelengkan kepalanya.
" lu nggak mau kasih tahu dia?" tanya Roky.
"Aku nggak tahu, Ky.." ucap Azizah
"aku terlalu takut kehilangan Aliya" imbuhnya.
"tapi sepertinya Moreno sudah curiga" ucap Roky.
"dia udah pernah nemuin Aliya saat aku nggak ada" ucap Azizah.
"serius?!" tanya Roky.
__ADS_1
Azizah mengangguk.
"Aliya yang bilang. Ada orang nemuin dia, ciri cirinya sama dengan Moreno. Tuan Adrian juga bilang kalau setelah masalah ayah Bintang selesai, dia akan menemui tuan Adrian kan? dia butuh penjelasan tentang siapa Aliya. Jujur, Ky. Aku takut..! Karena biar bagaimanapun Moreno memang lebih berhak atas Aliya. Tapi aku nggak mau..." ucap Azizah mengembun. Ia yang sudah merawat Aliya. Ia yang sudah membesarkan Aliya. Ia tak mau kehilangan bocah cantik itu.
Azizah mengusap lelehan air matanya. Roky mengusap pundak iparnya itu. Ia tahu betul bagaimana perasaan Azizah. Ia sudah terlalu menyayangi Aliya. Jika suatu saat Moreno yang bengis dan kejam datang untuk mengambil Aliya, maka wanita itu pasti akan sangat terpukul.
...****************...
Sementara itu di tempat terpisah....
Di dalam sebuah mobil yang terparkir di halaman rumah sakit besar di kota itu...
Seorang pria berjambang lebat nampak menatap tajam ke arah depan. Sambil menghisap rokok nya, tangan kanan pria itu nampak memainkan hidung boneka hello kitty yang kini berada di pangkuan nya.
"jadi dia sudah pulang?" tanya Moreno pada Rein, anak buahnya.
" benar, tuan" jawab Rein.
Moreno menghisap rokoknya lagi.
"kita susul ke rumahnya saja, tuan?" tanya Rein.
"untuk apa..?! jangan bodoh kau..!" ucap Moreno.
"Kita ke markas...! kita ke rumah polisi tol*l itu dulu..! aku ingin melihat kondisi putri ku. Aku sudah mulai bosan. Aku ingin menyelesaikan semuanya malam ini juga..!" ucap Moreno.
Rein mengangguk.
"baik, tuan" ucap nya kemudian.
Mobil pun melesat maju. Meninggalkan rumah sakit, lantas bergerak menuju kediaman Bintang Kejora.
...----------------...
Selamat pagi
up 05:50
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰🥰😘