
Malam menjelang, saat hujan turun cukup deras dan petir mulai menyambar nyambar
di sebuah bangunan berlantai dua milik Pelangi.
Jam masih menunjukkan pukul delapan malam. Namun lampu lampu di lantai bawah bangunan ruko berlantai dua itu nampak sudah padam, membuat ruangan yang berisi aneka aksesoris dagangan sang Pelangi itu terlihat gelap di lihat dari luar.
Beda di lantai bawah, beda pula dengan lantai atasnya.
Di lantai dua yang merupakan rumah untuk sang empunya toko,
wanita itu nampak menikmati waktu malamnya ditemani sebuah siaran televisi. Di ruangan tak terlalu luas yang berada di tengah tengah antara dapur dan ruang tidur, wanita itu nampak sesekali tersenyum tipis menyaksikan acara komedi yang di siarkan sebuah stasiun televisi swasta di negara itu. Kata banyak orang, acara itu sangat lucu dan bisa mengocok perut siapapun yang menyaksikan nya.
Tapi entah mengapa, sejak tadi menyaksikan acara itu Pelangi hanya bisa tersenyum simpul namun tak bisa tertawa lepas seperti kata orang orang yang biasa menyaksikan nya.
Entahlah, kehidupan nya tiap malam hanya berteman kan kesepian. Orang tua tak punya, saudara tak ada, teman hanya bisa dihitung jari. Tiap malam hanya menghabiskan waktu di temani bantal dan guling sebagai teman tidurnya.
Gini amat hidup anak yatim piatu...!
Pelangi merogoh toples berisi camilan di pangkuannya. Diraihnya satu lembar biskuit krekers dan menggigitnya separuh.
Biskuit pun patah, sebagian patahannya jatuh ke dadanya yang terbungkus piyama merah polos tanpa motif itu. Pelangi meraih remahan biskuit nya, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya
suiit....suiit.....
suara itu berhasil mengagetkan Pelangi. Dilihatnya disana seorang pria sudah berdiri di samping sofa yang ia duduki. Matanya menatap dingin ke arah Pelangi yang melongo dengan satu tangan nampak memegang sebuah paper bag dan satu tangan lagi memegang sebuah minuman kaleng.
"Gala?" ucap wanita itu.
Pelangi meringsut awas, di raihnya bantal sofa disana lalu ia gunakan untuk menutupi bagian pahanya yang sebelumnya tertutup celana panjang itu.
Gala tersenyum smirk. Dengan kasarnya ia setengah melompat, mendudukkan tubuhnya di atas sofa tepat di samping Pelangi membuat wanita itupun terjingkat kaget. Ia makin meringsut di pojokan dengan mode awas.
"kamu kok bisa ada di sini? pintu nya kan udah aku kunci?" tanya Pelangi mulai khawatir.
Gala menenggak minuman kalengnya.
"gue bisa masuk ke tempat manapun yang gue mau..!" ucap Gala dengan senyuman nakal tertuju pada wanita cantik itu. Bau alkohol menyeruak. Sepertinya minuman di tangannya itu adalah minuman beralkohol. Tapi setahu Pelangi, minuman sejenis itu kadar alkoholnya rendah. Laki laki sekelas Gala yang notabene begitu akrab dengan alkohol tak akan mungkin secepat itu mabuk dengan hanya menenggak minuman itu.
"Gal, kamu mabok?" tanya Pelangi.
"enggak. Emang kenapa? lo mau minum?" tanya Gala kembali meringsut mendekati Pelangi. Sorot matanya terus menatap remeh dan angkuh ke arah wanita itu.
Pelangi makin awas. Gala sedang tidak baik baik saja.
"kamu aneh, Gal...!" ucap wanita itu. Dengan cepat ia melempar bantal sofa di pangkuan nya itu ke arah Gala. Ia bangkit, hendak berlari menjauh dari laki laki itu dan berlindung di dalam kamarnya. Namun sayangnya Gala tak kalah cepat dan sigap. Pria itu bangkit, menghalangi langkah Pelangi lalu mendorong tubuh wanita itu hingga kembali jatuh terjerembab ke atas sofa.
Gala sedikit membungkuk. Tangannya mengungkung tubuh si wanita yang kini terduduk di sofa itu tepat di sisi kanan dan kirinya membuat Pelangi makin panik.
Wanita itu menunduk. Satu tangannya meremas piyama di bagian dadanya sedangkan tangan lainnya meremas pinggiran sofa.
__ADS_1
buuuuuggghhhh....
Gala melempar sebuah paper bag yang sedari tadi dipegangnya itu dengan kasar ke pangkuan Pelangi. Membuat sebuah kain merah menerawang muncul keluar dari tas berbahan kertas tebal itu.
Pelangi meraih kain tersebut. Hal itu membuat Pelangi risih. Dulu ia sering menggunakan baju baju semacam itu. Tapi kini sama sekali tak pernah lagi. Ia jijik melihat benda tersebut.
"Gala, kamu mau apa?!" tanya Pelangi dengan dada naik turun namun masih tak berani menatap wajah si pria.
"gue mau lo, sayang..! malam ini terlalu dingin. Gue butuh kehangatan..!" ucap Gala pelan namun sukses membuat Pelangi merinding mendengar nya.
"Gal, kamu beneran mabuk..? Aku bisa buatin penawar buat kamu kalau kamu mau...!" ucap Pelangi mulai panik. Gala terlihat mengerikan malam ini. Ia terus menatap Pelangi penuh nafsu seolah tak mau melepaskan nya. Tatapannya mengerikan. Membuat Pelangi jadi takut sendiri dibuatnya.
"gue nggak butuh penawar, gue butuh elu...! bisa lah kita ngabisin waktu berdua malam ini. Gue pengen liat pakai baju ini...!" ucap Gala lagi.
Wanita itu mendongak. Menatap wajah pria itu dengan sorot mata yang sulit di artikan
"mau kamu apa?" tanya Pelangi.
Gala menyeringai.
"i love you, baby girl. I want to see all over you. With this...!" ucap Gala sambil meraih lingerie di tangan Pelangi dan menghirup aromanya sambil menatap penuh nafsu ke arah si wanita.
Pelangi menggelengkan kepalanya samar.
"gue tahu siapa lo sebenarnya? gue tahu lo bukan pendiam yang suci. Lo bukan perempuan polos seperti yang lo tampilkan selama ini, kan?" tanya Gala dibarengi senyuman getir.
"cukup, Gal...! tolong berhenti...!! jangan kurang ajaar..!!" ucap Pelangi tegas dengan suara membentak.
"kenapa? nggak usah munafik, sayang..! gue tau lo bukan perempuan baik baik...!!" ucap Gala tanpa mengubah posisi tubuhnya. Ia berucap begitu santai namun juga terasa sedikit ada kebencian. Ia berucap seolah merendahkan si wanita.
"terus kenapa kalau aku bukan perempuan baik baik?!!" tanya Pelangi ngegas dengan mata melotot
Dadanya naik turun. Matanya merah menahan emosi sekaligus air mata.
"aku tahu, temen kamu kan yang bilang ke kamu tentang aku..? Hal buruk apa yang dia ceritain tentang aku ke kamu..?! hah...?! tentang masa lalu aku..?! tentang keburukan aku..? tentang wanita yang bernama Rebecca..?! iya?! kamu mau tau siapa Rebecca? ada hubungan apa antara aku sama Rebecca?! itu yang mau kamu tahu?! iya?!! JAWAB....!!!!" Ucap Pelangi memburu tanpa jeda dan penuh emosi.
Gala diam. Untuk pertama kalinya ia melihat Pelangi bicara membentak seperti ini. Seperti bukan Pelangi yang ia kenal.
"jangan bentak gue...!" ucapnya dingin. Ia tak suka di bentak bentak. Apalagi oleh seorang wanita.
Tapi sepertinya Pelangi tak peduli.
"Aku Rebecca..! aku wanita yang kalian cari cari..! aku wanita nakal yang kalian lihat vidio dan foto nya..! aku wanita murahan itu...! aku...!! mau apa kamu sekarang? mau apa..??!!!!!" bentak Pelangi menggebu gebu.
Gala tak bereaksi. Ia setengah kaget. Ternyata benar dugaan Joe. Pelangi adalah Rebecca. Wanita nakal yang dulu begitu eksis di dunia maya namun kini tidak lagi.
Kungkungan tangannya melemah. Wajah wanita itu terlihat menyedihkan dengan lelehan air mata yang tumpah membasahi pipi mulusnya membuat Galaksi bergetar melihatnya.
"aku memang bukan perempuan baik baik..! aku bukan perempuan suci..! aku bukan perempuan polos...! memang nya siapa yang bilang aku suci? aku polos? aku baik baik..? siapa?!!" tanya wanita itu dengan mata berair. Ia gak pernah mengikrarkan dirinya sebagai wanita suci bukan?
__ADS_1
"apa peduli kamu? siapa kamu sampai sampai sesibuk itu mencari tahu tentang masa laluku?? siapa kamu?! apa masalah kamu sama aku?!! penting banget kamu sampai sampai rela mengorek masa laluku...!! kalau aku kotor memangnya kenapa? masalah buat kamu?! perlu kamu tahu?? kamu siapa memangnya, Gala...?!!!" tanya Pelangi membabi buta.
Gala diam tak bereaksi.
"gue cuma nggak suka aja sama perempuan munafik...!" ucap Gala masih terdengar dingin dan angkuh
"siapa yang munafik?"
"elu..!" ucap Gala bergetar.
"elu selalu bersikap seolah lu perempuan baik baik. Lu bikin gue respect sama lo...! Tapi kenyataannya lu sama aja..!!" ucap Gala nampak kecewa. Tak bisa ia pungkiri, lama kebersamaan nya dengan Pelangi membuat perasaan yang semula hanya mengagumi kecantikan itu perlahan berubah menjadi setitik rasa cinta. Ia mengagumi Pelangi yang baik, lembut, sopan, penyayang, perhatian dan mandiri. Tapi ia tak suka melihat video video lama Pelangi. Ia seolah merasa seperti dibohongi oleh wanita itu. Ia muak..!
Ia dibuat kaget dengan fakta yang baru saja ia ketahui. Ekspektasi nya tentang Pelangi si wanita suci dan baik baik buyar seketika. Ia tak percaya saat melihat vidio Vidio lama wanita itu. Tapi malam ini Pelangi justru mengaku bahwa ia lah Rebecca. Ia seolah kecewa namun juga sedih. Pelangi tak sesempurna wanita dalam bayangan nya.
Pelangi menatap nanar ke arah Gala.
"terus kenapa? apa masalah nya sama kamu kalau aku munafik dimata kamu..! itu pemikiran kamu sendiri...! kalau aku munafik, ya udah pergi aja..! lagian kamu siapa? keluarga bukan, pacar bukan, suami bukan..! kamu hanya anak berandalan yang tiap malam numpang tidur di toko ini...!!" ucap Pelangi geram. Kenapa sih Gala ini? mengungkit ungkit masa lalunya..!
"lo menjijikkan, Rebecca..! lu bukan wanita terhormat...!" ucap Gala kesal.
"iyaa.....!!! aku tau...! kamu nggak perlu mengingatkan itu...!! aku memang menjijikkan..! aku buruk...!aku hina...! puas kamu...?!!!!" ucap Pelangi membentak. Ia menangis sesenggukan di hadapan Galaksi yang kini diam dengan sorot mata nanar.
Pelangi sakit hati. Galaksi tak bisa menerima kenyataan tentang masa lalu wanita yang ia kagumi.
Gala diam tak bergerak. Pelangi mengangkat satu tangannya. Menunjuk ke arah tangga.
"keluar...!" ucap Pelangi pelan.
"lo ngusir gue..?"
"KELUAR....!!!"bentak Pelangi murka.
"tempat ini terlalu kotor buat kamu..!" ucap Pelangi lagi.
"kamu sudah tau semuanya. Sekarang aku minta kamu pergi, wanita kotor ini lelah. Ia butuh istirahat..!" ucap Pelangi dengan mata berair.
Gala sesak. Ia mengangguk.
"oke..! gue pergi..! dan gue nggak akan pernah kemari lagi..!" ucap Gala dengan dada bergetar.
Pemuda itupun lantas pergi. Berlalu meninggalkan tempat itu, meninggalkan Pelangi yang kini nampak sesenggukan sambil meremas piyama di bagian dadanya
...----------------...
Selamat malam.
up 19:44
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰
__ADS_1