Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 126


__ADS_3

"haaaahhhhh???!!!!" ucap Aliya kaget. Bocah itu kini bahkan nampak melotot ke menatap ke arah Moreno dengan mulut yang terbuka. Hal yang sama pun dilakukan oleh Tiger yang berada di samping Aliya.


Jadi Om baik ini adalah ayahnya Aliya? ayah nomor satunya? yang katanya sudah meninggal? jadi ia sebenarnya masih hidup? dia sehat? dan sekarang dia berada di samping Aliya?


Gadis itu nampak memiringkan kepalanya. Menatap penuh tanya ke arah Moreno dengan netra polosnya.


Zack terkekeh


"kamu ngapain sih lihatinnya sampai kayak gitu?! itu ayah kamu, sayang..!" ucap Zack sambil mencubit pipi Aliya kecil.


Gadis menggemaskan itu menatap ke arah Moreno dan Zack secara bergantian.


" Apa?" tanya Zack lagi. Laki-laki itu sama sekali tidak menampakkan kesedihannya. Dia terlihat tak henti menampilkan senyuman manisnya di depan Aliya. Tapi dalam hati siapa yang tahu. Bagaimana rasanya akan di tinggal pergi oleh putri tersayangnya..?


" Emang aku milip ya sama Om baik?" tanya Aliya.


" Ya mirip lah, sayang...! om baik kan ayah nomor satu kamu..!" ucap Zack.


Aliya masih nampak memiringkan kepalanya seolah menilai nilai. Benarkah om baik itu adalah ayah nomor satunya.


" Kok malah diem aja sih? katanya tadi kalau ketemu sama ayah nomor satu mau dipeluk? ayo dong..! naik ke pangkuan ayah nomor satu, terus dipeluk..!" ucap Zack.


Aliya pun turun dari pangkuan Zack. Dengan perasaan yang masih penuh tanya, wanita itu lantas mendekati Moreno yang sejak tadi hanya diam.


Zack sekuat tenaga mencoba untuk tegar dan kuat manakala ia merasakan tubuh mungil itu berpindah, beralih dari pangkuannya, mendekat ke arah pangkuan laki-laki yang sudah seharusnya memiliki aliya sepenuh nya itu.


Moreno tersenyum.


Aliya mendekat.


" om..! om baik benel ayah nomol satu aku?" tanya Aliya penasaran.


Moreno tersenyum.


" menurut kamu gimana? om udah pantes belum, jadi ayah kedua kamu?" tanya Moreno.


" Ya nggak tahu..! emang benel, om?" tanya Aliya lagi.


Moreno tersenyum manis. Laki laki itu lantas mengangguk.


Aliya masih fokus mengamati wajah itu. Lalu....


" Telus selama ini ayah nomol satu ke mana aja? kok nggak pelnah nemuin aku? ayah Zack bilang ayah nomol satu udah meninggal kok sekalang hidup lagi?" tanya Alia polos.


Moreno tersenyum. Diraihnya tubuh mungil itu lalu mendudukkan nya di pangkuannya.


" cerita nya sangat panjang, sayang. Om nggak bisa menjelaskan sama kamu. Anggap aja ini hadiah dari Tuhan untuk anak baik ini" ucap Moreno sembari menyentuh pucuk hidung gadis kecil itu.

__ADS_1


Aliya menggerakkan tangannya menyentuh wajah berjambang lebat itu.


"ini wajah ayah nomol satu aku?" tanya Aliya.


Moreno tersenyum lalu mengangguk.


"Ya Allah, akhilnya aku ketemu ayah aku. Telima kasih ya Allah, udah ngasih dua ayah baik dan dua ibu baik....!" ucap Aliya polos.


Moreno menatap sendu gadis itu


"bisa nggak ya aku megang wajah ibuk juga. Semoga ayah Zack sama bunda Zizah salah lagi. Semoga ibuk belum meninggal, sama kayak ayah nomol satu aku...!" ucap Aliya polos.


Moreno tersenyum. Digerakkan nya tangan kekar itu meraih lengan mungil gadis yang kini menyentuh wajahnya itu.


"mau dipangku ayah nomor satu?" tanya Moreno.


"mau...! mau peluk juga...!" ucap Aliya bahagia.


Moreno rentangkan tangannya. Gadis itu lantas menabrakkan tubuhnya memeluk erat laki-laki yang rupanya adalah ayah kandungnya itu. Sepasang putri dan ayahnya itu saling berpelukan erat. Moreno mendekap hangat bocah itu. Menghirup aroma tubuh gadis menggemaskan itu sembari menciumi kepala sang bocah cantik. Aliya terlihat begitu sangat bahagia. Kehangatan dan suasana haru tercipta di sana. Sesuatu yang justru membuat laki-laki tampan berkulit putih yang berada di samping mereka nampak sesak. Laki-laki itu menunduk. Entah mengapa hatinya merasa sakit. Bukan karena ia tak bahagia melihat putrinya bahagia. Tapi rasa takut kehilangan itu makin menjadi jadi saja.


Posisinya mungkin telah tergeser. Laki laki yang lebih pantas dipeluk Aliya kini sudah berada di hadapan bocah itu. Kini Zack hanyalah menjadi seorang asing. Hanya paman dari Aliya yang merupakan anak kandung dari sepupu istrinya.


Tiger menatap wajah lesu yang terus menunduk itu.


"ayah, ayah kenapa? kok ayah sedih?" tanya Tiger yang masih berada di pangkuan Zack itu dengan polosnya.


"siapa yang sedih? ayah nggak sedih kok" ucap Zack.


Moreno diam. Diamatinya wajah laki laki itu dengan sorot mata datar sambil terus memangku Aliya.


Hingga ...


"terimakasih sudah menjaga putriku dengan baik" ucap Moreno membuat Zack menoleh.


"ibunya tidak salah telah menitipkan nya padamu dan istrimu." ucap Moreno.


"aku masih membutuhkan kalian. Aliya akan sangat bahagia dan terdidik jika berada di samping kalian. Seperti yang kau tahu, kehidupan ku keras. Setelah ini mungkin aku akan pergi. Aku akan menjadi buronan kelas kakap. Aku titipkan putriku pada kalian. Aku tahu kalian menyayangi putriku seperti anak kalian sendiri. Aku akan mengunjungi kalian jika aku bisa. Tapi mungkin tidak sering" ucap Moreno membuat Zack terdiam.


"kau tidak akan membawa Aliya?" tanya Zack.


"jangan bodoh, Zack..! dunia ku kejam..! kau tahu itu..! duniaku bukan untuk anak anak. Aku tidak mau anakku rusak mentalnya di tangan ku. Kau adalah orang yang bisa ku percaya sejak dulu. Aku titip putriku. Jaga dia sebaik mungkin, tapi ku harap, kau juga tidak lupa akan kebahagiaan mu dan istrimu..!" ucap Moreno.


"untuk beberapa hari kedepan, aku akan membawa Aliya pulang bersamaku. Aku ingin menghabiskan waktu ku dengannya sebelum aku pergi. Aku tidak meminta ijin mu karena aku tidak butuh itu. Yang harus kau lakukan kau hanya perlu mengatakan pada istrimu untuk berhenti menangis..! Dia hanya akan membuat putriku merasa bersalah...!" ucap Moreno.


Zack kehabisan kata-kata. Ia seolah begitu terkejut mendengar penuturan Moreno.


Aliya mendongak menatap ayah nomor satunya.

__ADS_1


"om baik mau pelgi? kemana? balu dateng kok udah mau pelgi aja..!" ucap Aliya.


Moreno tersenyum.


" kerjaan om banyak. Jadi om nggak bisa lama lama tinggal di suatu tempat. Beberapa hari lagi om akan pergi. Kamu do sini sama ayah dan bunda kamu. Janji nggak boleh nakal, dan selalu jadi anak baik" ucap Moreno.


"aku nggak pelnah nakal kok...! aku selalu nulut sama bunda sama ayah" ucap Aliya.


Moreno kembali memeluk bocah itu dengan hangat.


"om, kan om ayah nomol satu aku. Boleh nggak kalau aku panggil ayah juga?" tanya Aliya.


Moreno tersenyum lembut.


"kamu mau panggil om dengan sebutan ayah?" tanya Moreno.


Aliya mengangguk yakin.


"boleh.." jawab laki laki itu.


"ayah o*eo...!!" celetuk Tiger yang sejak tadi diam dalam pangkuan Zack.


"ih, Tigel..! bukan o*eo...!!" ucap Aliya.


"Moreno...." jawab Zack.


"nah, itu maksud aku ..!!" ucap Aliya.


"ah, susah...! enakan ayah o*eo...!!" ucap Tiger.


Aliya kemudian menoleh kembali. Di tangkupnya wajah berjambang lebat itu lalu menatap nya dengan sebuah senyuman yang begitu manis.


"ayah Moleno..!" ucap Aliya.


"ya..." jawab Moreno.


"ayah Moleno..." ucap Aliya lagi.


"apa?" tanya Moreno.


"ayah Moleno... ayah Moleno... Ayah Moleno... Ayah Moleno...ayah Moleno...ayah Moleno.......!!!!" ucap Aliya bertubi tubi sembari menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan begitu riang. Moreno pun terkekeh. Ia kembali memeluk tubuh mungil itu dan mendekapnya hangat.


...----------------...


Selamat sore


up 16:58

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰


__ADS_2