
Hari terus berlanjut, dua hari setelah kepergian Bram ke luar kota dengan alasan tugas pengamanan, hari ini pria itu pulang kembali ke rumahnya.
Seperti biasa, kedatangan Bram selalu disambut dengan hangat oleh anak anak dan istrinya.
"mas..." ucap Grace yang menyambut kedatangan pria itu di depan pintu utama rumah mewah tersebut.
Bram tersenyum, Grace meraih punggung tangan laki laki itu lalu menciumnya sebagai tanda hormat.
Sepasang suami istri itu lantas masuk ke dalam rumah.
"kamu mau mandi dulu apa makan dulu?" tanya Grace.
"mandi dulu lah, aku lelah. Nanti kita makan sama sama ya..." ucap Bram lembut.
"oh, ya..Bintang mana?" tanya Bram.
"katanya tadi mau keluar, mas. Nggak tau mau kemana" ucap Grace.
"Cakra?" tanya Bram lagi.
"Cakra di kamar. Lagi belajar dari tadi" ucap Grace.
Bram tersenyum.
"anak itu memang rajin. Aku ke kamarnya dulu. Kamu siapkan air mandi ku ya...." ucap Bram.
"iya, mas" jawab Grace begitu patuh.
Wanita itupun segera membawa ransel berisi baju baju kotor milik Bram. Laki laki berperawakan militer itu kemudian berjalan menuju kamar sang putra kandung nya, Cakrawala. Laki laki itu memang sangat dekat dengan putranya, tak seperti dengan Bintang yang seolah masih memiliki jarak jika bersama dengan nya.
Bram berjalan menuju kamar Cakra, sedangkan Grace berjalan menuju kamar pribadinya dengan sang suami. Wanita itu meletakkan tas ransel Bram di atas ranjang. Ia lantas menuju kamar mandi, mengisi bathub itu dengan air yang nantinya akan Bram gunakan untuk membersihkan dirinya.
Selesai dengan bathtub, wanita itu lantas kembali ke ruang tidur. Meraih ransel itu, membukanya dan mengeluarkan beberapa baju kotor milik Bram. Namun saat ia mengeluarkan satu demi satu pakaian itu. Tiba tiba....
taaak....
sebuah benda yang terselip di antara baju baju itu terjatuh ke lantai. Grace terdiam. Diraihnya benda itu.
Kond*m?
Grace terdiam.
__ADS_1
Kenapa ada benda semacam ini ransel Bram. Berbagai pemikiran mulai berkecamuk dalam benak Grace. Diraihnya salah satu kemeja sang suami. Di dekatkan nya kemeja itu ke hidungnya lalu dihirup aromanya.
Kenapa aroma parfumnya agak lain?
Grace mengucap istighfar. Dalam benaknya mulai berkecamuk berbagai pemikiran negatif. Ia kembali menatap benda di tangannya. Kenapa ada benda semacam ini di tas sang suami?
Sedangkan mereka ia dan Bram tak pernah menggunakan benda semacam ini tiap kali berhubungan. Dan aroma parfum di kemeja ini, ini sangat berbeda dengan aroma parfum yang biasa Bram gunakan.
Ya, Tuhan. Ada apa ini...??
Grace duduk di tepian ranjang. Mencoba menenangkan dirinya. Mengusir berbagai pemikiran negatif yang kini bergelayut di otaknya.
...****************...
Sementara di tempat terpisah....
Sebuah mobil nampak berhenti di sebuah rumah megah milik seorang pengusaha kaya raya di kota itu. Rumah yang sudah beberapa hari ini ditinggalkan oleh sang putra mahkota entah kemana, namun sesekali di tempati oleh sang kawan akrab, Galaksi Ardhanata.
Ya, itu adalah rumah Gerald. Pemuda yang hilang tanpa kabar sejak beberapa hari terakhir.
Siang ini, setelah menjemput Pelangi, Galaksi pulang ke rumah itu. Berniat untuk mandi karena sejak pagi ia belum tersentuh air mandi.
Ya, memang seperti itu bukan, sosok seorang Galaksi. Hidupnya semaunya sendiri. Tidak ada aturan yang bisa mengikatnya. Ia seolah bisa melakukan hal apapun yang ia mau di dunia ini tanpa peduli dengan siapapun.
Tiba tiba....
"mas Galaksi" ucap seorang pelayan membuat Gala berhenti dan menoleh ke arahnya.
Gala pun menghentikan langkahnya.
"ada apa?" tanya Gala pada pelayan pria itu.
"Den Gerald sudah pulang, mas" ucap pelayan itu. Gala terdiam.
"sekarang dia ada di kamarnya, tapi..........." ucap si pelayan.
"tapi apa?" tanya Gala.
"itu, mas...! den Gerald..." ucap si pelayan.
"kenapa?" tanya Gala mulai tak tenang. Pelayan itu nampak memasang wajah sedih dan takut.
__ADS_1
Gala merasakan sesuatu yang tidak beres. Dengan segera ia berlari menaiki tangga itu, menuju kamar Gerald dan dengan cepat membuka pintunya.
.
.
.
daaaaaaaggggggghhhhh.....
Pintu terbuka dengan kasar. Dilihatnya disana, seorang pemuda nampak berada di dalam kamar. Memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper yang sudah berada di atas ranjang.
Gala mendekat. Dilihatnya wajah pemuda itu. Wajahnya babak belur dengan beberapa darah yang nampak mengering baik di wajah maupun lengannya. Jalannya juga terlihat pincang.
Gala mendekati pria itu.
"Ge..." ucap Gala.
Gerald tak menjawab.
"lu mau kemana?" tanya Gala.
"gue harus pergi, Gal" ucap Gerald.
"kemana?" tanya Gala bingung. Gerald tak menjawab. Ia menutup kopernya dan dengan susah payah berusaha mengangkat nya.
"Ge, tunggu...! lu mau kemana..! lu darimana? apa yang terjadi? kenapa lu bonyok semua kek gini?" tanya Gala bingung.
"gue nggak bisa jelasin, Gal...! sekarang gue harus secepatnya pergi dari kota ini. Gue akan ikut bokap gue ke luar negeri. Gue titip rumah. Lo tenang aja, gue akan balik lagi kesini setelah situasi aman" ucap Gerald kemudian berlalu pergi meninggalkan Galaksi. Ia sudah tak peduli saat Gala terus memanggil manggil namanya.
Ada apa ini?
Gerald kenapa?
Tiba tiba ia menghilang, tiba tiba juga ia kembali namun dengan tubuh yang babak belur. Dan sekarang ia pergi tanpa alasan yang jelas.
Ada apa dengan laki laki itu? apa yang sebenarnya terjadi?
...----------------...
Selamat siang
__ADS_1
up 13:44
yuk, dukungan dulu 🥰😘