Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 90


__ADS_3

Malam menjelang...


Disebuah warung angkringan di tepi jalan tak jauh dari ruko dua lantai milik Pelangi.


Sepasang muda mudi itu kini tengah menikmati waktu berdua mereka. Dengan memesan dua gelas kopi panas serta beberapa makanan lain, dua anak manusia yang kian hari kian dekat saja itu nampak begitu asyik bercengkrama, bercanda berdua di sebuah emperan toko ditemani rintik hujan yang sejak tadi siang mengguyur bumi.


"lu yang bener aja kali, Ngi..! masa iya lu bawa gue ke tempat kek beginian? pinggiran jalan. Emperan toko. Makan gorengan. Kek gembel gue lama lama gaul ama lo..!" ucap Galaksi.


"kok gara gara aku? emang kamu siapa? kan emang dari dulu udah gembel? buktinya tidur aja numpang di toko aku.." ucap Pelangi santai sambil memainkan ponselnya.


"bangk* lu...!" ucap Galaksi sambil menoyor kepala wanita itu.


Pelangi hanya terkekeh mendengar nya. Keduanya pun kembali larut dalam suasana malam yang dingin itu. Tiba tiba.....


ting....


1 pesan masuk....


Wisnu.


Dibukanya pesan itu lalu dibacanya.


"Gal, ada balapan hari ini. Duitnya lumayan. Gue tunggu ya ama anak anak" tulis salah satu anggota Black Moon itu.


Galaksi tersenyum simpul. Lalu memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku celananya.


"siapa?" tanya Pelangi.


"kepo..!" ucap Gala.


"diiihhh......." ucap Pelangi.


Galaksi terkekeh. Di raihnya cangkir berisi kopi yang berada di hadapannya itu lalu diseruput nya.


"anj*nk..! panas c*k..!" ucap Galaksi.


Pelangi tertawa lagi.


"tawa lagi lu...!!" ucap Gala.


"lagian udah tau panas masih aja di sosor..! makanya kalau istri nanya tuh dijawab...!" ucap Pelangi sukses membuat Gala pun menoleh ke arah gadis itu.


"gimana?" tanya Gala sembari mengulum senyum.


Pelangi nampak malu malu.


"nggak jadi" ucapnya kemudian.


Gala merangseknya mendekati Pelangi dengan senyuman merekah. Sebuah ekspresi yang dulu sangat jarang ia tampilkan namun kini makin sering ia perlihatkan semenjak dekat dengan wanita itu.

__ADS_1


"eh, anj*nk, gue tadi denger loh...!" ucap Gala makin mendekat. Membuat Pelangi kini kembali meringsut sedikit menjauh dari Gala.


"denger apasih, Gal? orang aku nggak ngomong apa apa..." ucap Pelangi.


Galaksi mengulum senyum. Ditatapnya wajah cantik itu dengan sorot mata lucu membuat Pelangi pun mulai salah tingkah di buatnya.


"Gala..." ucap Pelangi.


"apa, sayang?" tanya Gala.


"tadi pesan dari siapa?" tanya Pelangi.


"kenapa sih? istri pengen tau suami dapet pesan dari siapa?" tanya Gala menggoda.


"ih, di tanya beneran jawabnya bercanda ah...!" ucap Pelangi kesal sembari menoyor wajah Galaksi yang begitu dekat dengannya itu.


Gala terkekeh lagi. Direbahkan nya kepala itu di salah satu paha Pelangi. Gala tiduran disana seolah tak peduli dengan banyaknya orang yang kini menatapnya.


"Gal, jangan gini ah. Dilihatin orang...!' ucap Pelangi.


"apa sih? biarin aja...! namanya juga suami istri..!" ucap Galaksi santai membuat Pelangi berdecak kesal dibuatnya namun Gala tak peduli.


Tolonglah, ini di tempat umum. Tapi Galaksi seolah tak mau ada jarak barang satu senti pun dari wanita cantik itu.


Gala masih asyik dengan posisinya. Di tatapnya atap toko itu lalu mulai berucap.


"Wisnu ngajakin gue balapan" ucap Gala.


"kamu mau?" tanya Pelangi.


"kalau menurut lo gimana? gue boleh nggak ikut balapan?" tanya Gala.


"kok tanya aku?" tanya Pelangi.


"ya kan segala sesuatu itu harus dibicarakan sama istri..." ucap Galaksi membuat Pelangi terkekeh.


"kalau menurut aku ya jangan...!" ucap Pelangi.


"kenapa?" tanya Gala.


"takut kalau kamu jatoh lagi..." ucap Pelangi.


Gala pun menatap wajah wanita itu.


"lo khawatir ama gue?" tanya Gala.


Pelangi hanya mengulum senyum. Gala nampak tersenyum lebar. Ia berguling. Meraih jaket yang dikenakan Pelangi lalu menutupi wajahnya dengan kain tebal itu. Entahlah, melihat senyuman Pelangi membuat Galaksi si anak kurang kasih sayang itu jadi salah tingkah sendiri.


Pelangi nampak terkekeh dibuatnya. Entah kenapa pria itu kian hari kian terlihat manja. Terlebih lagi setelah hubungan mereka membaik dan Gala bersedia bercerita tentang apa yang terjadi antara ia dan Bram. Laki laki itu kini makin cerewet. Apapun yang ia alami selalu ia ceritakan pada Pelangi. Tak jarang ia pun meminta pendapat pada wanita yang usianya empat tahun lebih tua darinya itu.

__ADS_1


Syukurlah, setidaknya Gala sedikit demi sedikit mulai berubah. Ia jarang terlibat lagi dengan aktivitas aktivitas malam para anggota Black Moon. Pria itu lebih sering menghabiskan waktu nya bersama Pelangi di sela sela aksinya mencari keberadaan Gerald yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.




...****************...


Sementara itu di tempat lain di waktu yang bersamaan,


Suara hentakan antar kulit terdengar dari dalam sebuah kamar hotel yang berada di pusat salah satu kota itu.


Desah*n des*han penuh kenikmatan seorang wanita cantik terdengar mengalun bersamaan dengan suara erangan dari seorang pria paruh baya penikmat layanan jasa cinta semalam itu.


Ya, itu adalah Bram. Pria itu kini tengah berada di dalam kamar hotel bersama seorang wanita belia berusia belasan tahun.


Pria yang kini tengah ditugaskan diluar kota itu nyatanya tak bisa semalam saja tidur tanpa di belai seorang wanita.


Malam ini, ia memesan seorang wanita panggilan melalui aplikasi booking online. Memintanya memuaskan nya dengan sejumlah uang sebagai imbalannya.


"aaaaaaaaaakkkkkhhhhhhhh.....!!!"


*******....!


Bram terjatuh di atas tubuh ramping itu dengan tubuh yang masih menyatu.


Dipeluknya wanita itu. Di kecup dan diserapnya leher jenjang remaja putri yang usianya bahkan lebih muda dari Bintang Kejora tersebut.


Kedua manusia yang tak terikat ikatan pernikahan itupun tumbang. Lemah setelah mencapai puncak kenikmatan yang mereka buat sendiri itu.


Bram lelah. Ditariknya benda panjang itu dari sarang yang tak seharusnya itu. Ia lantas menjatuhkan tubuhnya di samping sang wanita panggilan. Wanita dengan rambut pirang itu lantas mendekat. Di rebahkan nya kepalanya itu di dada sang pria penikmat jasanya tersebut dengan manja.


Bram mengecup pucuk kepala wanita itu berkali kali. Hingga tiba tiba....


tingg....


satu pesan masuk dari nomor salah satu orang yang sangat ia kenal.


"tuan, uang sudah saya transfer ke rekening tuan. Sesuai kesepakatan kita, saya sudah menyiapkan dua wanita untuk anda besok di hotel X. Dan saya minta, segera bebaskan adik saya" tulis sosok itu.


Bram menyeringai. Lalu mengetikkan sebuah pesan balasan di room chat nya dengan sosok itu.


"sesuai kesepakatan kita..." tulisnya.


...----------------...


Selamat malam


up 20:27

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰😘


__ADS_2