Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 17


__ADS_3

.....


.


.


braaaaaakkkk.....!!


"astaghfirullah haladzim...!" pekik Pelangi reflek.


Suara benturan keras terdengar dari luar tokonya yang berada di tepi jalan raya.


Ada apa itu? Apa ada kecelakaan? pikir Pelangi.


Wanita itupun menghentikan kegiatan menyantap makanannya. Di letakkan nya ponsel dan sendok yang ia pegang. Dengan segera ia pun berlari keluar toko guna mencari tahu apa yang terjadi di luar sana.


"ya Allah..!" ucap Pelangi panik. Sebuah motor besar nampak menabrak sebuah pohon yang berada persis di depan tokonya.


Pelangi mendekat. Seorang pria berjaket kulit hitam nampak tertindih kakinya oleh motor hitam milik si pria. Ia mengerang kesakitan sambil mencoba menarik kaki kanan nya itu namun tak sanggup.


Pelangi bergerak. Ia mencoba membantu mengangkat motor besar yang pasti harganya sangat mahal itu dengan segala kemampuan nya. Bodi motor yang cukup besar, sedangkan tubuh Pelangi hanya ramping, membuatnya cukup kesusahan menggeser benda beroda dua yang sudah ia matikan mesinnya tersebut.


Banyak orang disana, tapi entah mengapa tak ada satupun yang sudi mendekat dan membantu pemuda malang yang nampak kesakitan tersebut.


"mas, mas nggak apa apa?!" tanya Pelangi setelah berhasil menyingkirkan motor itu dan menepikan nya sedikit menjauh dari sang pemilik yang nampak meringis kesakitan.

__ADS_1


"lo buta apa bego'? gue abis jatuh lu bilang nggak apa apa..!!!" ucap pemuda itu dengan sorot mata tajam penuh kebencian dan mata melotot ke arah Pelangi.


Wanita itu diam. Ia ingat laki laki ini. Dia adalah laki laki yang kemarin menabrak nya dari belakang kan? laki laki angkuh anggota genk motor urakan yang setelah menabraknya bukan minta maaf tapi malah memaki maki dirinya.


Ya, Pelangi ingat pria ini..!


Namun sepertinya, pria ini, Galaksi, tak mengingat siapa wanita yang kini berada di hadapannya itu.


Pelangi menghela nafas panjang. Pantas saja tak ada warga yang mendekat. Seperti yang Angkasa bilang, genk motor pimpinan Galaksi adalah genk motor yang dikenal urakan di kota itu. Mungkin para warga sudah hafal dengan mereka lantaran ciri khas mereka yang menggunakan jaket senada bertuliskan nama Black Moon di bagian belakangnya. Sehingga mereka enggan untuk menolong Gala. Toh pembuat onar ini, ngapain di tolong? mati malah lebih baik..! mungkin begitu fikir mereka.


Pelangi mengubah posisi tubuhnya yang semula sedikit membungkuk kini menjadi berdiri tegak.


"butuh bantuan nggak? minimal menepi dari sini. Kalau nggak butuh, saya mau masuk, saya mau makan." ucap Pelangi.


Gala tak menggubris. Menatap wajah wanita itupun tidak. Ia terus berusaha bangkit sendiri, seolah bisa melakukan nya tanpa bantuan orang lain.


"ya udah..." ucapnya kemudian berlalu pergi kembali masuk ke dalam tokonya. Meninggalkan Gala yang nampak susah payah mencoba bangkit.


Raut wajahnya merah padam. Ada emosi dan kebencian dalam dirinya. Masalah dalam keluarga nya terbawa hingga ke jalanan membuatnya begitu frustasi dan terus menyalahkan keadaan.


Gala susah payah mencoba bangkit. Namun kakinya terlalu sakit untuk digerakkan.


Pemuda itu nampak sesekali meringis, susah payah ia mencoba berdiri namun tak bisa.


"aaaaakkkhhh....!! anj*nk..!!" umpat Gala sambil murka.

__ADS_1


Ia mencoba bangkit lagi. Namun tak bisa lagi.


"aaaaakkkkkhhhh....!! haaaaaahhhh......!!"


Pria itu nampak frustasi. Ia menendang nendang kan kakinya ke udara. Melepaskan helm nya dan melemparnya asal dengan kerasnya. Matanya merah. Dadanya naik turun. Nafasnya memburu dengan sorot mata tajam penuh kebencian.


Pelangi yang berada di dalam toko diam diam memperhatikan pria itu. Tapi sepertinya ia tak punya niat untuk menolong pemuda itu. Biarkan sajalah, orang dia juga tak mau ditolong. Pikir Pelangi.


Wanita itu pun kembali melanjutkan sarapan nya yang tertunda sambil kembali memainkan ponsel miliknya. Sesekali ia melongok keluar jendela saat lagi lagi si pria angkuh leader Black Moon itu mengumpat tak karu karuan entah kepada siapa. Lantaran sejak tadi juga tak ada satu manusia pun yang sudi mendekat ke arahnya.


Jam dua belas siang. Tepat saat gema dzuhur berkumandang. Toko aksesoris milik Pelangi terlihat sepi setelah beberapa anak SMA yang semula singgah di toko itu kini satu persatu mulai meninggalkan toko itu.


Pelangi bangkit. Di dekati pintu kaca itu, lalu menggantungkan sebuah papan persegi panjang bertuliskan 'istirahat' di salah satu handle pintu kaca tersebut. Hal itu menandakan, toko ini tutup sementara, lantaran Pelangi ingin menjalankan ibadah sholat Dzuhur terlebih dahulu. Dan biasanya akan kembali buka setengah jam kemudian.


Pelangi kembali melongok ke luar jendela. Dilihatnya di sana pria itu masih terduduk di sana. Hanya saja kini ia sudah berpindah ke teras toko Pelangi setelah susah payah menyeret tubuhnya sendiri dengan sisa sisa tenaga yang ia punya. Gala kini nampak mencoba menghubungi orang orang terdekat nya sejak tadi. Namun sejak tadi tak ada satu manusia pun yang sudi menghampiri nya.


Pelangi menghela nafas panjang. Andai saja laki laki itu mau menerima bantuan darinya. Pasti ia sudah membawanya ke rumah sakit dan laki laki itu pasti sudah ada di rumahnya saat ini. Tapi entahlah, pemuda itu terlalu keras hati.


Pelangi mencoba tak menghiraukan laki laki itu. Ia memilih untuk segera naik ke lantai atas untuk menjalankan ibadah sholat Dzuhur nya.


...----------------...


Selamat sore,


up 17:37

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰😘


__ADS_2