
Malam menjelang,
Di sebuah bangunan berlantai dua yang menjadi tempat usaha Pelangi.
Sebuah scooter matic berhenti di depan sebuah toko berlantai dua miliknya. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, suasana di sekitar toko sudah nampak lengang dan gelap. Wanita yang baru saja pulang dari acara ulang tahun salah satu rekan sesama guru TK nya itu nampak menghentikan kendaraan roda duanya itu di depan sebuah rolling door berwarna coklat di samping tokonya.
Dengan jaket yang sedikit basah terkena rintikan air hujan, wanita berparas manis itu nampak membuka rolling door itu. Lalu dengan perlahan menuntun kuda besi miliknya masuk ke dalam ruangan yang bisa dibilang sedikit sempit yang merupakan garasi motor miliknya tersebut.
Selesai.
Pelangi lantas bergegas untuk keluar dari garasi itu. Menutup pintu garasi, menguncinya lalu bergegas untuk segera masuk ke dalam tokonya untuk beristirahat.
Namun tiba tiba.....
.
.
.
seeeeetttt......
Sebuah tangan besar membekap mulut Pelangi. Tubuh tinggi besar itu mendorong raga mungil itu dan menghempaskan nya ke pintu rolling door menimbulkan bunyi yang cukup keras disana.
Pelangi terbelalak. Seorang pria berambut gondrong dengan wajah sangar berdiri di hadapannya. Bau alkohol sekaligus keringat menyeruak. Selain itu, nampak juga seorang lainnya, berpenampilan tak kalah sangar dengan kepala plontos nampak celingukan mengawasi tempat sekitar. Kalau kalau ada orang yang lewat dan memergoki aksi mereka. Seperti nya dua laki laki itu adalah para preman preman di daerah tersebut.
"eeemmmhhh ...!" suara itu lolos dari bibir Pelangi yang terbungkam.
"diem lu...! jangan berisik..!" ucap si preman berambut gondrong menggertak dengan suara pelan namun mengerikan. Di todongkannya sebuah pisau tajam ke arah Pelangi.
"eeeemmmmmhhhh....." ucap Pelangi lagi kini mulai ketakutan.
"serahin semua barang barang lo...! cepetan...!!" ucap si preman.
Pelangi sesenggukan.
"malah nangis...! buruan serahin barang barang lu...! gue bunuh lu berani ngelawan...! buruan...!!" hardik si preman.
Pelangi yang tak punya daya untuk melawan itu pun akhirnya hanya bisa mengangguk. Si preman melepaskan bekapan tangannya pada mulut sang Pelangi. Dengan tangan yang masih menodongkan pisau, di tatapnya wanita yang itu dengan sorot mata tajam nan garang.
Pelangi membuka tasnya, lalu menyerahkan ponsel miliknya untuk si preman.
"dompet lu mana..?!!" gertaknya lagi.
__ADS_1
Pelangi kembali mengambil dompet miliknya dengan tangan yang nampak gemetaran.
"ini, bang" ucap wanita itu. Si preman pun mengambil uang tunai di dalam dompet itu lalu melemparkan benda berwarna pink itu asal.
"kunci motor ama kunci toko lo...!" ucap si preman lagi.
"jangan, bang..! itu punya saya...!" ucap Pelangi menangis.
"lu mau ngelawan gue?!" tanya si preman sambil menjambak rambut wanita cantik itu membuatnya merintih kesakitan.
"buruan serahin...!" ucap si preman itu lagi.
"bang, tolong jangan...!" rengek Pelangi lagi.
Tolonglah, ia terlalu takut. Pria itu membawa senjata tajam. Dua orang. Sedangkan dirinya hanya seorang diri tanpa ada yang bisa dimintai bantuan.
"buruan, bangs*at...!! gue bunuh beneran lu....!!" hardik si preman.
Pelangi pun makin gemetar. Di rogoh nya tas itu, lalu mengeluarkan kontak motor dan kunci garasi yang di jadikan satu bergerombol dengan kunci toko serta kunci laci kasir.
Sang preman tersenyum penuh kemenangan. Di tariknya tubuh Pelangi yang kini tersandar di pintu rolling door itu. Lalu di lemparkan nya tubuh itu membuat wanita cantik tersebut pun jatuh tersungkur ke tanah. Tiba tiba.....
"apa apaan ini?"
suara itu menggema. Membuat semua yang berada di sana pun menoleh ke arah sumber suara.
"Gala?" ucap wanita itu.
Kedua preman itu menatap angkuh ke arah pemuda berparas tampan itu.
"siapa lo?" tanya si preman.
Gala tersenyum angkuh. Di hisapnya sebatang rokok yang berada di tangannya.
"harusnya gue yang nanya ama lo, ngapain lo gangguin istri gue?!" tanya nya begitu santai tanpa beban membuat Pelangi pun membuka mulutnya mendengar kata kata itu.
emang kapan nikahnya??
Si preman tersenyum angkuh.
"mimpi lu bocah?!" tanya si preman.
"bac*t lu..! sini lu, gue patahin bur*ng lo...! sampah....!" ucap Gala begitu angkuh membuat si preman pun murka mendengarnya.
__ADS_1
"anj*nk kau bocah..!!" ucap si preman.
"serang....!!!!"
Dan....
perkelahian pun terjadi. Galaksi mundur, menjauh dari Pelangi. Pemuda itu pun memulai perkelahian nya dengan dua preman tersebut. Aksi baku hantam terjadi. Galaksi menghajar dua pria itu dengan membabi buta. Bukan Galaksi jika tidak melakukan perkelahian dengan sekuat tenaga.
Bringas, liar, tak ada kata ampun. Dua preman yang skill bela diri nya tak seberapa itupun dibuat babak belur oleh sang Galaksi. Dijadikannnya dua laki laki bertato itu sebagai pelampiasan kekesalan nya. Galaksi membabi buta. Dua preman itu pun lari kocar kacir dengan luka di sekujur tubuhnya.
"banci lo...! bangs*t...! anj*nk...!!" teriak Galaksi bak seorang jagoan. Ia merasa begitu puas telah berhasil menghajar dua pria itu.
Di usapnya keringat di bawah hidungnya. Ia lantas berbalik badan, menoleh ke arah wanita yang nampak diam dengan wajah tertunduk itu.
Galaksi tersenyum. Di raihnya kunci kunci milik Pelangi yang tercecer di tanah. Ia mendekati wanita itu. Pelangi nampak makin menunduk mendapati Galaksi yang kian mendekat ke arahnya.
"punya lo" ucap Galaksi sembari menyerahkan kunci kunci itu pada wanita cantik kesayangannya itu.
Pelangi menerimanya. Diliriknya pria dengan satu luka memar di ujung bibirnya itu.
"makasih" ucap Pelangi pelan sambil menunduk.
Galaksi tersenyum singkat.
"wajah kamu luka" ucap Pelangi lagi.
Galaksi tersenyum lagi.
"mau aku obatin?" tanya Pelangi lagi.
Galaksi lagi lagi mengulum senyum.
"boleh" jawabnya kemudian.
Pelangi mengangguk.
"masuk, aku ambilin obat dulu" ucap Pelangi.
"gue tunggu di luar aja" ucap Gala.
Pelangi mendongak. Menatap wajah pria itu. Galaksi tersenyum, lalu berjalan menuju tera toko kemudian duduk di salah satu anak tangga yang berada di sana.
...----------------...
__ADS_1
up 12:21
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰