
Sementara itu di tempat terpisah saat hari mulai beranjak siang...
Di sebuah pantai berpasir putih tempat dimana sepasang ayah dan anak tengah menjalankan aktifitas nya sebagai dua orang model profesional.
Kedua pria beda usia itu nampak sibuk mengubah posisi tubuhnya sesuai arahan sang fotografer yang kini nampak memegang kamera, mengambil gambar dua pria tampan beda usia idola para wanita itu.
Sesi pengambilan gambar selesai, Adrian dan Angkasa menepi dari set yang sudah di siapkan. Jadwal pemotretan hari ini sudah selesai. Sekarang saatnya mereka pulang untuk beristirahat.
"papa langsung pulang?" tanya Angkasa.
"papa mau langsung ke cafe. Mau ketemu klien bentar. Kamu mau kemana lagi?" tanya Adrian sembari berjalan beriringan dengan sang putra menuju mobil nya yang terparkir tak jauh dari bibir pantai.
"mau kerumah kak Nabil, pa. Katanya kak Zev hari ini ke luar kota lagi. Dia nggak ada temennya..." ucap Angkasa.
"ya udah lah, kamu temenin kakak kamu, kasihan dia perutnya udah makin gede. Zev kayaknya juga lagi sibuk banget akhir akhir ini, jadi sering keluar kota" ucap Adrian.
"iya, pa" jawab Angkasa.
"ya udah, papa duluan, ya..." ucap Adrian yang kemudian bergegas menuju mobilnya.
"oke..." jawab Angkasa.
Baru saja pria paruh baya itu hendak melangkah menuju parkiran mobil. Tiba tiba,
Langkah nya terhenti. Begitu juga Angkasa. Dilihatnya disana, sesosok gadis cantik nampak berdiri tak jauh dari kendaraan roda empat milik Adrian Tama.
Wajahnya terlihat sedih. Ia menunduk sambil memainkan tali tas selempang nya.
Ya, itu Bintang Kejora...!
Gadis cantik yang lama menutup diri dari Angkasa itu hari ini datang ke tempat itu. Menemui laki laki yang sudah cukup lama dijauhinya semenjak ia pulang dari luar negeri.
Ya, Bintang datang ke tempat itu setelah mendapatkan informasi keberadaan Angkasa dari Dodo.
Adrian menatap ke arah Bintang dan Angkasa bergantian.
Angkasa diam tak bergerak dengan raut wajah yang sulit untuk diartikan.
"Bintang..." ucap Adrian.
Wanita itu menunduk.
"kamu udah lama disini?" tanya Adrian lagi.
Bintang mencoba mendongak menatap ke arah Adrian. Lalu semampunya ia berusaha untuk tersenyum. Adrian terlihat tenang. Terlihat jelas dari raut wajah gadis itu, ia nampak tengah berduka.
Karena apa lagi jika bukan karena kasus yang kini menyeret nama ayahnya, Bram.
__ADS_1
Adrian tersenyum.
"kamu ketemu Angkasa?" tanya Adrian seolah pura pura tak tahu apa apa.
Bintang tersenyum lagi.
"iya, om" ucap Bintang.
"ya udah, ngobrol aja. Saya mau pulang duluan" ucap Adrian.
"oh, iya, om. Hati hati" ucap Bintang.
Adrian pun hanya tersenyum. Ia lantas berlalu pergi meninggalkan tempat itu dengan menggunakan kendaraan roda empatnya.
Seperginya Adrian,
Bintang menatap ke arah Angkasa. Dengan langkah seringan mungkin ia berjalan mendekati laki-laki yang kini nampak diam dengan mimik wajah tenang. Laki laki itu menatap lurus ke depan seolah menghindari kontak mata dengan wanita yang sebenarnya sangat ia cintai itu.
Bintang berdiri di samping Angkasa,
"By...." ucap wanita itu.
Angkasa menoleh, menatap wanita yang kini nampak sayu itu.
"ada apa?" tanya Angkasa.
Bintang menunduk. Ia kembali menggerakkan tangannya mer*mas tali tas selempang yang kini terselampir di pundaknya itu.
"kamu masih marah sama aku?" tanya Bintang.
Angkasa tersenyum kaku, lalu menoleh.
"kapan aku bilang marah?" tanya Angkasa. Bintang makin menunduk.
"aku salah, By" ucap Bintang.
"aku udah tahu. Bahkan sebelum huru hara ini sampai ke media aku juga berkali kali bilang sama kamu. Dan apa yang aku bilang sesuai dengan apa yang sekarang ramai di bahas orang orang. Aku dijebak..! tapi kamu nggak pernah percaya" ucap Angkasa yang kini seolah mulai bisa mengendalikan perasaan dan emosinya setelah berbagai wejangan yang ia terima dari banyak pihak.
"aku minta maaf, By" ucap Bintang meneteskan air matanya.
"aku nggak pernah marah sama siapapun, jadi apa perlu aku memberi maaf" ucap Angkasa.
Bintang mengusap lelehan air matanya.
"aku butuh temen.." ucap Bintang.
"terus?" tanya Angkasa.
"aku butuh kamu" ucap Bintang lagi.
Angkasa menghela nafas silahkan Ia nampak menatap ke arah jam tangannya. Sebenarnya ia sangat buru buru. Ia harus menjemput Tiger dan Aliya dulu sebelum ke rumah Nabila. Tapi sepertinya Bintang begitu rapih saat ini. Sekesal kesal nya ia dengan Bintang, se jengkel jengkelnya ia dengan sifat kekanak kanakan wanita itu, ia tetaplah menyayangi wanita di hadapannya itu melebihi apapun. Melihat wajah sedih sang wanita membuat Angkasa jadi tidak tega. Mungkin akan sangat lebih baik jika ia memberikan waktu dulu untuk Bintang bercerita dan mencurahkan segala isi hatinya pada Angkasa. Wanita itu pasti sangat rapuh saat ini.
Angkasa menatap datar ke arah Bintang.
__ADS_1
"mau cerita?" tanya Angkasa.
Bintang mengangguk.
Angkasa membuang nafas panjang.
"oke, kita ngobrol di sana aja" ucap Angkasa sembari mengangkat tangannya menunjuk ke arah pantai.
Bintang mengangguk sembari mengusap air matanya.
Keduanya pun lantas berjalan mendekati pantai. Keduanya berjalan beriringan namun tanpa bergandengan tangan. Bintang merasa Angkasa lebih cuek padanya sekarang. Mungkin laki laki itu masih menyimpan kekesalan padanya.
Kedua anak manusia itu terus melangkah mendekati pantai. Angkasa merogoh saku celananya. Meraih sebuah benda pipih di sana lalu membukanya dan mencari nama Pelangi di sana.
tutt...tutt....tutt...
"halo, assalamualaikum" jawab bu guru cantik itu dari seberang sana.
"wa alaikum salam, Ngi..!" ucap Angkasa membuat Bintang reflek menoleh ke arah pria itu.
"Ngi, gue boleh minta tolong nggak?" tanya Angkasa.
"apa, Sa?" tanya Pelangi.
"gue minta tolong sekalian anterin Tiger pulang bisa nggak? soalnya gue ada urusan mendadak. Papa juga sibuk. Bapaknya Tiger ke luar kota, jadi nggak ada yang jemput. Gue minta tolong ya, dari pada lu kelamaan nungguin gue.." ucap Angkasa santai di samping Bintang.
"oh, iya udah nggak apa apa. Aku juga dijemput Gala kok. Biar aku anter aja sampai rumah" ucap Pelangi.
"ya udah, makasih banget ya, Ngi. Sorry jadi ngerepotin" ucap Angkasa.
"kek ama siapa aja, Sa...! kamu tenang aja, anak anak aman sama aku" ucap Pelangi.
Angkasa tersenyum.
"thanks ya, gue percaya deh ama lo..." ucap Angkasa sambil tersenyum.
"ya udah ya, assalamualaikum"
"wa alaikum salam"
sambungan telepon pun terputus.
"Pelangi, ya?" tanya Bintang.
"iya" jawab Angkasa cuek. Bintang hanya mengangguk samar. Keduanya pun terus berjalan menuju pantai tempat dimana keduanya akan berbincang.
...----------------...
Selamat siang,
up 11:58
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰
__ADS_1