Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 132


__ADS_3

Sore menjelang,


di sebuah bangunan berlantai dua yang merupakan kediaman sekaligus tempat usaha gadis cantik bernama Pelangi.


Sepasang kekasih itu nampak asik menghabiskan waktu berdua ditemani dua mangkok bakso yang mereka beli dari pedagang bakso keliling yang lewat di depan toko. Keduanya asik bercanda. Menikmati waktu sore mereka ditemani sebuah televisi yang menyala namun sejak tadi tak mereka tengok sama sekali.


Beberapa pembeli keluar masuk toko itu. Sesekali para pembeli itu nampak melirik ke arah sepasang muda mudi yang kian hari kian sering menghabiskan waktu bersama itu. Namun hal itu nyatanya tak juga menyurutkan keintiman di antara kedua anak manusia yang kini tengah menjalin asmara tersebut.


Sebuah mobil berhenti di lahan parkir luas depan toko berlantai dua milik sang Pelangi.


Sepasang kekasih yang saling mencintai itu menoleh menetap ke area luar toko berdinding kaca itu. Dilihat di sana, sebuah mobil mewah berwarna merah yang sangat mereka kenali berhenti di sana. Ya, itu adalah mobil milik Angkasa Wildan Tama.


"ngapain tuh anak ke sini?" tanya Galaksi. Pelangi hanya menggelengkan kepala nya tanpa menjawab. Angkasa turun dari dalam mobil nya. Disusul dua orang pria dan wanita yang sangat Pelangi kenali. Wanita itu melotot dengan mulut yang terbuka. Itu adalah Hanum dan Jordan..! Ia datang ke toko milik Pelangi bersama Angkasa.


Jantung Pelangi seketika berdetak lebih cepat. Dadanya naik turun dengan tubuh yang tiba tiba bergetar hebat. Wanita itu nampak tak nyaman. Sesuatu yang dapat ditangkap dengan jelas oleh mata tajam sang Galaksi.


Gala menyipitkan matanya. Pelangi nampak meremas-rem*s ujung jarinya. Raut wajahnya terlihat begitu panik. Membuat Galaksi nampak heran dibuatnya.


" lo kenapa, Ngi?" tanya Galaksi pada Pelangi. Wanita itu menoleh ke arah sang kekasih yang perlahan bisa memberikan kenyamanan untuknya itu.


"Gal.." ucap Pelangi.


" apa?" tanya Galaksi itu.


"itu..." ucap Pelangi lagi.


"itu apa?" tanya Galaksi tak mengerti.


"kak Jordan dan Hanum orang yang aku ceritain sama kamu beberapa hari lalu" jawab Pelangi dengan sorot mata nanar dan sendu seolah menyimpan ketakutan yang teramat sangat.

__ADS_1


Galaksi terdiam. Betapa wanita itu kini sangat ketakutan ketika masa lalunya kembali terusik. Pelangi seolah benar-benar ingin menjauh dari orang-orang yang dulu pernah terlibat dalam kehidupan di masa lalunya. Termasuk Jordan dan Hanum, yang sudah Gala ketahui seperti apa cerita mereka dengan Pelangi dulunya.


Gala meraih kedua telapak tangan Pelangi yang nampak basah karena keringat itu. Di usap nya lembut telapak tangan itu seolah ingin memberikan ketenangan kepada wanita berparas ayu tersebut.


"semua akan baik-baik aja. Ada gue disini. Jangan takut. Kisah kelam kalian cuma masa lalu" ucap laki-laki itu mencoba memberi ketenangan pada Pelangi.


Pelangi menarik nafas panjang sembari mengucapkan istighfar. Menenangkan berbagai pikiran yang kini mulai berkecamuk dalam dirinya.


ceklek....


pintu toko terbuka. Angkasa masuk ke dalam toko itu diikuti Hanum dan Jordan di belakangnya.


" assalamualaikum.." ucap Angkasa dan Hanum sedangkan Jordan hanya diam dengan wajah malas.


" waalaikumsalam" jawab Pelangi gugup sembari bangkit dari duduknya diikuti Galaksi di sampingnya.


Angkasa tersenyum. Galaksi memasang mode tenang dan awas. Pelangi mencoba tersenyum walaupun kaku. Hanum yang berada di belakang Angkasa pun nampak berbinar. Ia berjalan mendekati Pelangi dengan sumringah.


Lagi, Pelangi tersenyum kaku.


Hanum mendekati wanita itu. Dipeluknya tubuh mantan teman SMA nya itu dengan sangat erat dan lembut. Pelangi diam tak bergerak. Ia menoleh ke arah Galaksi. Pria itu mengangguk samar seolah mengizinkan wanita itu untuk membalas pelukan wanita hamil tersebut.


Pelangi menggerakkan tangannya memeluk wanita yang kini terlihat begitu bahagia di sana.


" Aku kangen sama kamu, Ca" ucap Hanum. Pelangi tak menjawab. Lagi, ia hanya tersenyum kaku lantaran malu dan merasa tak pantas. Sesuatu yang dapat ditangkap dengan jelas oleh mata tajam Jordan. Namun tanpa Jordan sadari sepasang mata tajam pun kini juga menatap ke arah laki-laki berjambang tipis itu.


Ya, itu adalah mata tajam Galaksi. Ia tahu, laki-laki dewasa itu juga pernah menyentuh Pelangi dulunya. Tapi kini ia bersikap sok dingin pada wanita tersayangnya itu.


"ka....kamu kesini, Hanum?" tanya Pelangi. Wanita hamil itu tersenyum.

__ADS_1


"Aku kangen sama kamu. Aku pengen ketemu sama kamu. Makanya aku minta tolong Angkasa buat nganterin aku ke sini. Mungkin ini termasuk salah satu dari ngidam aku" ucapan Hanum. Pelangi menatap perut Hanum yang masih rata itu. Di sentuhnya perut wanita ber gamis syar'i.


"Kamu hamil?" tanya Pelangi.


Hanum mengangguk dengan senyuman lebar penuh kebahagiaan. Pelangi tersenyum.


"Selamat ya, Hanum. Sebentar lagi kamu akan jadi seorang ibu" ucap Pelangi dengan senyuman manis. Hanum tersenyum.


"iya, makasih, Ca" ucap wanita bergamis itu.


Hanum lantas melongok, menatap ke arah laki-laki yang sejak tadi hanya diam berdiri di samping Pelangi itu.


" siapa?" tanya Hanum lirih sambil menunjuk ke arah Galaksi. Pelangi yang mulai nyaman berbincang dengan Hanum itu lantas menoleh ke arah sang kekasih.


"kenalin, ini namanya Gala. Temen aku..." ucap Pelangi membuat Galaksi mengubah mimik mukanya.


Enak saja dia bilang teman...! batin Galaksi. Pelangi menyadari hal itu. Ia lantas tersenyum.


" teman spesial maksudnya" ucap Pelangi kemudian.


Senyuman simpul pun terbentuk dari bibir laki-laki berparas kebarat-baratan itu.


"oh ya, duduk, Hanum, Angkasa...kak Jordan" ucap Pelangi kini mencoba bersikap se biasa mungkin.


Dan obrolan pun dimulai. Hanum dan Pelangi berbicara kesana kemari bercerita tentang kehidupan mereka selama lima tahun ini. Tentang masa-masa saat sekolah dan banyak lagi. Selayaknya dua orang wanita yang sudah lama tak bertemu dengan teman akrabnya. Dua laki-laki yang berada di sana, Jordan dan Gala hanya diam mendengarkan. Sedangkan Angkasa memilih untuk keluar menelpon sang Bintang Kejora guna menyingkirkan rasa bosannya mendengar obrolan dua wanita yang terasa begitu membosankan tersebut. Cukup lama dua wanita itu saling berbincang membuat Gala dan Jordan pun juga ikut bosan mendengarnya. Jordan berpamitan pada sang istri untuk keluar sebentar. Melihat Jordan keluar dari toko, Gala pun juga ikut pamit. Ia menyusul laki-laki itu keluar dari bangunan berlantai dua tersebut. Meninggalkan dua wanita yang masih sibuk dengan obrolan mereka.


...----------------...


selamat malam

__ADS_1


yuk dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2