Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 49


__ADS_3

Hari berganti,


Semua berjalan seperti yang seharusnya...


Seperti yang Angkasa sudah duga sebelumnya, pemberitaan tentang dirinya dan Pelangi hari ini mulai merebak ke permukaan. Baru saja surut berita tentang perkelahian nya dengan Galaksi, kini publik kembali di geger kan dengan kemunculan wanita cantik berkulit putih dengan paras imut nan cantiknya, Pelangi namanya.


Hampir semua media membahas soal ini. Sosok yang begitu cantik tiba tiba muncul ke permukaan, di gadang gadang sebagai sosok kekasih hati sang idola yang sejak lama tak pernah menunjukkan pada publik, siapa kekasihnya.


Foto foto Pelangi saat menembus keramaian penonton tersebar. Tak hanya itu, foto foto Pelangi yang di gandeng Angkasa saat berlalu pergi meninggalkan wartawan pun juga muncul. Membuat publik seolah memiliki pemikiran sendiri tentang apa dan bagaimana hubungan antara Pelangi dan Angkasa saat ini.


...


Pagi ini,


Angkasa sudah bersiap untuk pergi ke kampusnya. Laki laki yang kembali menjadi buah bibir masyarakat luas itu terlihat sudah siap. Dengan sneaker putih kombinasi hitam sebagai alas kakinya, kaos putih berbalut jaket jeans membungkus tubuhnya, serta ransel hitam di pundak, Angkasa Wildan Tama bergegas keluar dari kamarnya, menuruni tangga menuju meja makan tempat dimana Adrian dan Adinda, kedua orang tuanya sudah menunggu untuk sarapan.


"pagi pa, ma..." ucap Angkasa sambil mendekati sepasang suami istri yang kini sudah berada di meja makan itu.


"pagi, dek" jawab Adinda yang kini tengah sibuk mengisi piring suaminya dengan makanan.


Angkasa mendekat. Di kecupnya pipi sang ibunda singkat, lalu duduk di salah satu kursi yang ada di sana.


Adrian menatap tenang ke arah Angkasa,


"dek," ucap Adrian.


"ya, pa..?" jawab Angkasa sambil mengisi piringnya.


"udah baca berita hari ini?" tanya Adrian.


Angkasa menoleh, lalu tersenyum.

__ADS_1


"udah, sekilas tadi. Tentang aku sama Pelangi kan?" tanya Angkasa.


Adrian diam melihat reaksi sang putra yang begitu santai.


"kamu mau diem lagi sama media?" tanya Adrian.


"liat entar deh, pa..! aku tuh sebenernya males kalau harus klarifikasi klarifikasi gitu. Capek..! kadang kita ngomong cabe ama wartawan pas jadi berita udah jadi sambel..! buang buang tenaga..!" ucap Angkasa sambil mulai menyantap makanannya.


"tapi kalau kamu diemin terus semua orang akan jadi punya pemikiran yang salah soal kamu, dek. Mama aja sekarang jadi mikir, emang bener, kamu sama Pelangi pacaran? kalian makin hari makin kelihatan deket loh" ucap Adinda.


Angkasa terkekeh.


"apasih, ma? ya nggak lah..! aku sama dia cuma temen. Mama tau sendiri dari dulu ampe sekarang aku masih nungguin Bintang. Ya nggak mungkin lah aku suka sama Pelangi" ucap Angkasa.


"Kemarin itu Pelangi nonton aku pas lagi di mall. Dodo bikin ulah, orang orang pada ngira kalau Pelangi itu pacar aku. Aku sih udah duga kalau berita ini pasti akan muncul. Makanya kemarin aku langsung Video call ama Bintang, buat ngelurusin sebelum dia denger berita dari media. Aku nggak mau dia salah paham. Aku juga ngenalin dia kok sama Pelangi kemarin" ucap Angkasa santai.


Adrian menghela nafas panjang. Ditatapnya sang putra dengan sorot mata tenang.


Angkasa menoleh.


"emang kenapa, pa?" tanya Adrian.


"dek, gosip yang sekarang beredar, itu bukan hanya tentang kamu. Bukan hanya Bintang yang perlu kamu luruskan pemikirannya." ucap Adrian membuat Angkasa terdiam.


"ada Pelangi yang namanya ikut terseret disini." ucap pria itu lagi.


"kamu tahu siapa Pelangi. Kamu tahu seperti apa dia dan masa lalunya. Semenjak kematian kedua orang tuanya dia sudah sangat hancur. Dan sekarang dia sedang dalam fase memperbaiki diri. Dia butuh ketenangan, dek. Papa nggak mau karena masalah ini, kehidupan nya kembali di usik. Apalagi kalau sampai media mengorek tentang masa lalu Pelangi dan silsilah keluarga nya. Jangan...kasihan..." ucap Adrian.


Angkasa menunduk.


"papa nggak tahu gimana awal mula berita iki tersebar. Tapi disini kamulah publik figur nya. Kamulah laki lakinya. Kamu yang membawa nama Pelangi menjadi buah bibir sekarang. Kamu harus bertanggung jawab. Berikan penjelasan ke media sebelum semua masalah ini jadi makin panjang dan Pelangi makin di usik kehidupan nya. Kamu ngerti kan maksud papa?" tanya Adrian.

__ADS_1


Angkasa mengangguk.


"iya, pa. Aku ngerti. Angkasa akan ngasih penjelasan nanti." ucap pemuda tersebut.


Adrian tersenyum. Keluarga bahagia itupun kembali melanjutkan sarapan mereka.


...****************...


Sementara di tempat terpisah..


Wanita cantik yang kini fotonya terpampang nyata di berbagai situs berita itu nampak menatap nanar ke arah layar televisi. Wanita itu kini menjadi buah bibir. Paras cantiknya tersebar di semua media, disebut sebut dengan kalimat wanita cantik kekasih penyanyi terkenal, Angkasa Wildan Tama.


Pelangi diam tak bergerak. Diremasnya jaket coklat miliknya di area dada. Kecemasan timbul dalam benaknya. Wajahnya terlihat begitu jelas disana. Membuat Pelangi kini seolah makin tak tenang.


Tak ada hal yang jauh lebih mengerikan baginya selain orang orang mengenali siapa dirinya di masa lalu. Tentang latar belakang nya dan apa yang selalu ia tampilkan dulu.


Sungguh, ia datang ke kota ini tujuan utamanya adalah menjauh dari kota kelahirannya, dimana ia begitu dikenal sebagai wanita nakal dulunya. Ia ingin memulai hidup barunya disini. Tapi kenapa akhir akhir ini makin banyak saja manusia mengenali dirinya?


Pelangi nampak mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ia yang sudah bersiap siap untuk mengajar tiba tiba jadi kehilangan semangatnya. Andai bukan suatu kewajiban yang harus dijalankan, maka ia akan memilih untuk tetap berada di tokonya saja dan menghindari khalayak ramai.


Pelangi menghela nafas panjang. Dimatikan nya kotak bergambar dan bersuara itu. Ia lantas berjalan menuruni tangga, keluar dari tokonya dan bersiap menuju sekolah TK tempat nya mengajar meskipun kini hujan rintik rintik membasahi kota itu.


Tanpa ia sadari, sepasang mata menatap tajam ke arahnya. Sorot matanya penuh kebencian berlindung di balik helm yang ia gunakan. Tangannya mengepal. Dadanya bergemuruh.


Lagi lagi, ada manusia yang kembali berdiri selangkah di hadapannya.


...----------------...


Selamat pagi,


up 05:34

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰


__ADS_2