Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 95


__ADS_3

Segerombolan motor besar berwarna hitam nampak berjalan beriringan memecah jalanan ramai itu. Para pemuda pemuda berjaket hitam dengan tulisan Black Moon di belakangnya tersebut melajukan kendaraannya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Dipimpin Galaksi sang leader, mereka melesat bak angin topan dengan sedikit ugal ugalan menuju kediaman ayahanda Galaksi.


Tak lama, hanya sekitar sepuluh menit perjalanan lantaran kecepatan yang mereka gunakan memang tidaklah main main, para pemuda itu sampai di kediaman ayahanda sang Galaksi Ardhanata. Rumah mewah itu terlihat sepi. Deretan mobil mobil mewah tuan Hendrawan ayah Gala juga nampak berjajar rapi di garasi. Hanya ada seorang security yang berjaga di depan gerbang dan beberapa pembantu yang membersihkan halaman rumah megah itu.


Galaksi tak menggubris. Dengan segera ia turun dari motornya dan berlari masuk ke dalam rumah megah tempat dimana ia dibesarkan dulunya itu.


Galaksi berlari. Mengedarkan pandangannya ke segala arah sambil memanggil manggil nama sang papa. Namun sepertinya kosong.


Galaksi naik ke lantai dua. Anggota Black Moon menyebar mencari ke seluruh penjuru rumah. Para pemuda itu bergerak dengan cepat, membuat para pelayan yang berada di rumah itu pun kaget dengan kedatangan sang putra mahkota secara tiba tiba tersebut.


Joe mendekati seorang pelayan wanita yang berada di sana.


"tuan lo mana?" tanya Joe.


"tu...tuan?" tanya si pelayan gugup sekaligus bingung.


"tuan lu, bangs*t...! papanya Gala...!! mana dia?!!" tanya Joe kesal.


"tu...tuan pergi, tuan..." ucap si pelayan.


"kemana?!" tanya Joe.


"ng...nggak...nggak tau, perginya sama nyonya, barusan. Kelihatannya buru buru" ucap si pelayan.


Joe melotot.


"nyonya, nyonya..! dia bukan nyonya..! dia cuma parasit disini..! ngerti lo..!" ucap Joe kesal. Dengan segera ia berbalik badan. Menuju lantai dua untuk menyusul Galaksi.


"Gal...!!" teriak Joe pada pemuda yang kini sibuk mengobrak abrik lantai dua rumah megahnya itu.


"bokap lo nggak ada disini...!!" ucap Joe.


Gala berbalik badan menoleh ke arah salah satu sahabatnya itu.

__ADS_1


"dia pergi ama perempuan itu barusan...!!" ucap Joe.


"kemana?!" tanya Gala.


"gue nggak tahu. Gue tadi nanya ama pelayan lo, dia bilang mereka pergi barusan, keknya buru buru. Pelayan lo juga nggak tau mereka pergi kemana" ucap Joe.


Gala menjambak rambutnya kasar seolah ingin melepaskan nya dari kulit kepala. Entah apa yang kini ia pikirkan. Apakah ini firasat atau hanya imbas dari kepanikan nya menghadapi masalah yang kini sedang panas. Ia takut jika Rachel mungkin merencanakan sesuatu. Ia membawa ayahnya pergi baru saja, entah kemana, dengan terburu buru saat ia dan kawan kawannya dalam perjalanan menuju kediaman nya. Ada apa lagi ini. Ini tidak boleh terjadi. Ia takut terjadi sesuatu pada ayahnya.


Gala meraih ponsel miliknya, lalu mencari nomor papanya dan mencoba menghubungi nya.


Tidak aktif...!


nomor ponsel yang sudah lama tak tersentuh itu tidak bisa dihubungi..!


Kemana laki laki itu...?!


Gala jongkok. Menjambak rambutnya lagi. Pemuda yang biasanya terlihat begitu angkuh itu kini mendadak rapuh. Berbagai pemikiran buruk menari nari dalam otaknya. Membuat para anggota Black Moon bingung dibuatnya.


Ada apa dengan sang leader?


"iya, Gal. Lu sama Gerald tuh mendadak pada berubah aneh tau nggak...! sebenarnya apa yang terjadi..??!" tanya Joe.


Gala menatap nanar ke arah depan. Ia diam sejenak. Lalu...


"kalian masih ingat kan tentang ancaman Bram kalau gue nggak nurutin apa mau dia?" tanya Gala.


Black Moon saling pandang.


"bokap gue dalam bahaya, guys..! gue takut...!!" ucap Gala.


Para pemuda itu nampak bingung seolah ikut merasakan apa yang Gala rasakan.


"lo mikir kalau sekarang bokap lo ama bapaknya Bintang?" tanya Joe.

__ADS_1


"Gal, lu jangan nethink dulu lah..! ini belum tentu. Mungkin aja bokap lo emang lagi liburan ama Rachel..!!" ucap Wisnu.


Gala menggelengkan kepalanya.


"gue nggak bisa berfikir jernih sekarang. Pikiran gue kacau..! gue harus cari papa sekarang...!!" ucap Gala kemudian bangkit.


"oke...kita cari..! tapi sekarang kita cari kemana...?!!" tanya Wisnu.


"gue nggak tahu...!!" ucap Gala begitu frustasi.


Laki laki itu nampak berjalan mondar mandir mencoba mencari solusi atau mungkin perkiraan. Kemana kira kira Rachel akan pergi membawa ayahnya.


Gala terus berjalan. Hingga....


deeeeegggghhhh.....


Gala terdiam. Ia ingat sesuatu. Pelangi pernah bercerita padanya tentang masa lalunya. Kisruh yang terjadi antara keluarga nya dan keluarga Zev. Dimana kala itu, entah bagaimana bisa Adrian dan keluarganya membongkar semua borok ayah dan ibunya. Termasuk hobi judi dan tempat perjudian yang biasa sang ibu kunjungi. Semua data dan rahasia tentang keluarga Pelangi bisa dengan gampangnya di buka oleh keluarga Adrian.


Gala nampak berfikir. Otaknya yang masih ingusan seolah sudah tak bisa bekerja dengan optimal.


Dengan bermodalkan nekat, menurunkan ego, menggadaikan gengsi demi keselamatan sang ayahanda tercinta. Di raihnya ponsel itu lagi. Mencari nomor seseorang yang sudah ia simpan beberapa waktu lalu saat ia mendatangi pria itu bersama Pelangi.


tuutt.....tuutt.....tuutt........


"halo, assalamualaikum..." ucap seorang pria paruh baya yang berada di sana.


"om..! Om Adrian, tolong..! saya butuh bantuan om...!"


...----------------...


Selamat siang


up 10:27

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰


__ADS_2