
Malam menjelang,
Saat jam dinding menunjukkan pukul sembilan malam.
Tetesan air hujan yang semula turun rintik rintik kini berubah menjadi semakin deras. Di dalam sebuah toko aksesoris yang masih buka, seorang wanita cantik tengah sibuk dengan buku dan laptopnya. Menghitung penghasilannya selama seharian ini. Di temani secangkir kopi, wanita dengan rambut yang di tekuk ke atas menggunakan sebuah jepit rambut besar itu nampak begitu sibuk. Ia sudah sangat lelah. Ingin rasanya untuk segera menyudahi kerjanya dan berlari menuju kasurnya untuk beristirahat.
Saat ia tengah sibuk dengan laptopnya, tiba tiba...
seeeeetttt....
Pelangi mengehentikan kegiatannya. Di lihatnya sebuah boneka beruang berukuran besar terduduk di atas meja. Itu adalah boneka dagangannya. Boneka itu nampak di pegang oleh tangan seorang pria yang sejak siang tadi numpang tidur di tokonya hingga kini malam tiba.
Wanita itu lantas mendongak. Dilihatnya di sana Galaksi nampak berdiri dengan angkuhnya sembari menatap remeh ke arah Pelangi.
"apa?" tanya Pelangi tak paham.
"ya gue beli lah, ya kali gue minta..!" ucap Gala.
"oh..." jawab Pelangi. Ia pun meraih bandrol harga yang tergantung di bagian samping boneka beruang jumbo berwarna coklat itu.
"dua ratus ribu" ucap Pelangi.
Gala pun mengeluarkan dompetnya. Niat hatinya ia ingin membeli boneka itu lalu memberikannya pada Pelangi. Namun...
Dompetnya kosong. Hanya ada selembar uang seratus ribuan di dompetnya. Ia memang jarang pegang uang cash.
"bisa pakai kartu?" tanya Gala. Pelangi pun mengangguk.
Pemuda itu pun mengeluarkan kartu kreditnya. Pembayaran pun di proses dengan mesin yang berada di atas meja itu. Gala diam memperhatikan gerak sang wanita cantik di hadapannya itu sambil menyunggingkan senyuman tipis nyaris tak terlihat.
Manis dan imut, itu kesan pertama yang Galaksi simpulkan. Pelangi masih mencoba memproses pembayaran itu. Namun,
"nggak bisa.." ucap Pelangi kemudian.
"what..??!" tanya Gala kaget.
Pelangi menyodorkan kartu kredit Gala.
"nggak bisa.." ucapnya sambil menggelengkan kepalanya samar.
"lo kali yang nggak bisa?! duit gue banyak di situ..!" ucap Gala kesal. Pemuda berandalan yang babak belur itu mulai terlihat emosi.
"iya, tahu. Tapi masalah nya ini nggak bisa dipakai" ucap Pelangi tenang dan lembut.
__ADS_1
"ck..! coba sekali lagi deh..!!" ucap Gala memaksa.
Pelangi menghela nafas panjang. Ia pun menuruti kemauan Galaksi. Mencoba lagi melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu kredit laki laki itu. Namun...
Pelangi menatap ke arah Gala sambil menyodorkan kartu kredit itu. Wanita itu menggelengkan kepalanya pelan membuat Gala berdecak kesal.
Kok nggak bisa? apa yang salah? pikir Galaksi.
Di rampas nya benda pipih itu dengan kasar. Dengan wajah yang nampak tak bersahabat ia pun merogoh saku celananya, mengambil ponselnya lalu menghubungi ayahnya.
tuuuutt.... tuuuutt.....
"halo" ucap Hendrawan dari seberang sana.
"lo apain kartu gue?" tanya Gala begitu dingin dan tak sopan. Wajahnya merah padam menahan emosi yang membuncah dalam dirinya. Ia yakin ini pasti ulah laki laki paruh baya itu.
Pelangi hanya melirik saja. Ia lantas kembali fokus pada laptop dan buku di hadapannya.
"apa kau tidak bisa sopan sedikit pada ayahmu, Gala?" tanya pria paruh baya yang kini tengah memeluk sang kekasih di atas ranjang panas mereka.
Gala tak menjawab. Ia terlihat begitu emosi. Dadanya naik turun dengan raut wajah murka penuh kebencian.
Lagi, Pelangi hanya melirik sekilas.
"aku sengaja membekukan kartu kredit mu. Jika kau menginginkan uang mu kembali, pulanglah, dan jadi anak yang berguna..!" ucap Hendrawan dari seberang sana.
daaaaaaaggggggghhhhh....!!
Pelangi terjingkat kaget. Pemuda itu meninju meja kasir miliknya itu dengan kerasnya guna menyalurkan kemarahan nya.
Di tatapnya wajah Gala. Seperti nya terjadi masalah pada pria itu, pikir Pelangi.
Kedua alis itu seolah menyatu. Sorot matanya mendelik tajam menatap lurus ke depan mengisyaratkan kebencian yang seolah begitu besar.
"ambil semuanya..! hidup berdua sama jalaang lo itu..! gue nggak butuh kalian semua...!" ucap Gala dingin lalu dengan cepat mematikan ponselnya.
Gala nampak mengerikan. Deru nafasnya berat dengan sorot netra tajam yang begitu mengerikan. Pelangi mencoba acuh. Hingga tiba tiba.....
"aaaaakkkkhhh.....!!!"
daaaaaaaggggggghhhhh....
Gala menendang meja kasir membuat Pelangi terjingkat sambil menjerit mengucap takbir.
__ADS_1
Gala nampak frustasi. Tanpa sepatah katapun ia meraih jaket nya yang berada di atas sofa tunggu ruangan itu kemudian berjalan dengan penuh emosi keluar dari tempat tersebut.
"tunggu...!!!" ucap Pelangi sembari bangkit dari posisi duduknya dan berlari mengejar Gala.
Gala tak peduli.
"tunggu....!!!" ucap Pelangi lagi lebih keras membuat Gala yang sudah ber jaket dan hendak menuju motornya yang berada di depan toko itu pun menghentikan langkahnya.
Gala yang di kuasai emosi itu tak sudi berbalik badan.
"kamu mau kemana?" tanya Pelangi pelan.
Gala tak menjawab.
"em, kalau kamu mau boneka nya, kamu ambil aja nggak apa apa kok. Uangnya bisa kapan kapan" ucap wanita itu lagi dengan hati hati.
"eemm...kebetulan hari ini hari jumat, biasanya aku kalau hari jum.................."
"gue bukan gembel yang perlu di kasihani..!!!" ucap Gala keras dan tegas penuh emosi membuat Pelangi seketika itu juga menghentikan ucapannya.
Gala berbalik badan, mendekati Pelangi yang berdiri di depan pintu toko itu dan menatap ke arah wanita tersebut dengan raut wajah garang, membuat gadis yatim piatu itupun menundukkan pandangan nya.
"maaf, maksud saya bukan gitu" ucap Pelangi.
Gala tak bersuara.
"ini udah malem, juga masih hujan deres banget. Bahaya kalau kamu berkendara dalam keadaan emosi" ucap Pelangi tanpa berani mendongak.
Gala diam seribu bahasa. Ia hanya menatap datar ke arah Pelangi. Emosinya yang semula menggebu gebu entah mengapa kini perlahan mulai berangsur mereda.
Pelangi masih menunduk. Cukup lama mereka berdiri di tempat itu. Gala menatap Pelangi sedangkan Pelangi menatap lantai. Sementara hujan masih turun dengan lebatnya. Seperti nya belum ada tanda tanda akan reda.
Gala menghela nafas panjang.
"gue nginep di sini!" ucapnya kemudian mendorong tubuh wanita itu ke samping. Gala nyelonong kembali masuk ke dalam toko itu, meninggalkan Pelangi yang diam tak berkutik di depan pintu.
Ya, entahlah. Ia kasihan melihat Gala. Sepertinya laki-laki itu sedang berada dalam masalah. Datang datang muka bonyok. Dari siang sampai jam segini seharian ia hanya tidur. Tak pulang. Tak makan. Tak ada yang mencari. Dan baru saja tadi, ia hendak beli boneka, uang pun ia tak ada. Kartu kredit nya tak bisa dipakai. Dan setelah menelfon seseorang, ia terlihat begitu marah.
Entahlah, apa yang terjadi pada laki laki itu sebenarnya.
...----------------...
Selamat malam,
__ADS_1
up 18:01
yuk, dukungan dulu😁🥰