Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 134


__ADS_3

Disebuah rumah sakit besar di kota itu...


Seorang wanita paruh baya nampak mengunjungi sebuah rumah sakit di pusat kota itu bersama kedua buah hatinya, Bintang dan Cakrawala.


Seorang rekan polisi dari sang suami baru saja memberinya kabar bahwa telah ditemukan sesosok jasad tanpa kepala yang diduga adalah jasad sang suami.


Sontak hal itu membuat Grace, Bintang dan Cakra shock. Pikiran mereka melayang-layang. Terutama Grace dan Bintang. Berbagai prasangka buruk menggelayut di benaknya. Ia belum mendapatkan jawaban pasti dari suaminya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tentang kebenaran mengenai pemberitaan di media beberapa waktu yang lalu. Tapi kini polisi mengatakan bahwa ada sosok jasad yang kemungkinan itu adalah Bram.


Kini polisi tengah mengusut kasus ini. Mencari tahu benarkah mayat yang ditemukan di tepi sungai itu adalah sosok Bram. Serta mencari tahu siapa pelaku dari pembunuhan yang bisa dibilang sangat sadis ini. Mengingat Bram juga lah seorang anggota aparat kepolisian. Jadi pastilah, polisi akan bertindak sigap untuk kasus ini.


Grace dan kedua buah hatinya berjalan cepat menuju ruang jenazah rumah sakit itu. Sembari setengah berlari mengikuti langkah sang ibunda dari belakang, tak lupa Bintang pun memberi kabar kepada Angkasa mengenai keberadaan nya. Kini pemuda itu tengah dalam perjalanan ke rumah sakit tersebut.


Grace berlari menuju kamar jenazah. Di sana sudah ada beberapa anggota kepolisian yang menunggu wanita yang sudah dua kali menikah itu.


"Selamat siang, Nyonya" ucap salah seorang anggota polisi di sana.


"selamat siang" jawab Grace terlihat khawatir.


"bagaimana, pak? apa sudah ada informasi tentang identitas mayat yang ditemukan hari ini?" tanya Grace.


"polisi masih mengidentifikasi, nyonya. Dan selaku pihak kepolisian dan tim dokter, kami meminta izin untuk melakukan pencocokan data antara jasad yang kami temukan, dengan putra kandung nyonya dan tuan Bram, Cakrawala. Hal itu untuk memastikan identitas dari jasad yang kami temukan pagi ini. Apakah itu benar jasad tuan Bram, atau bukan" ucap seorang polisi senior disana.


Grace menoleh ke arah bocah laki laki yang nampak mengembun itu.

__ADS_1


Langkah kaki seorang pria datang mendekat. Membuat semua menoleh ke arah sumber suara.


Itu Angkasa..!


ia datang...!


Bintang menyambut kedatangan laki laki tampan itu dengan sorot mata sendu.


"Hubby ..!" ucap Bintang sambil sesenggukan.


Angkasa mendekat.


"Bintang, tante.." ucap Angkasa.


"By....." ucap Bintang menangis. Angkasa memeluk gadis itu mencoba memberi kekuatan. Grace nampak menangis. Ia kembali menatap ke arah polisi.


Polisi dan tim dokter pun mengangguk.


"tapi sebelum nya apa boleh saya melihat jasad itu?" ucap Grace sekuat tenaga tegar di hadapan anak anaknya.


"silahkan, nyonya. Mari kami temani.." ucap salah seorang anggota polisi.


Grace, Angkasa, Bintang dan Cakrawala pun masuk ke dalam rumah jenazah ditemani oleh seorang polisi dan dokter.

__ADS_1


Bibir berbalut lipstik brown milik Grace itu tak henti melafalkan istighfar dengan suara lirih. Mencoba sekuat tenaga untuk tetap tegar dan tenang. Angkasa memeluk Bintang di sisi kanan tubuhnya dan Cakra yang mulai menginjak remaja itu di sisi kirinya.


Grace terus menguat kan hatinya. Tangan itu perlahan tergerak. Menyentuh benda oren, kantong jenazah tempat dimana jasad yang diduga adalah suami keduanya itu berada.


Tangan Grace nampak gemetar. Mulut nya terus beristighfar. Perlahan di bukanya resleting itu bergerak turun. Aroma tak mengenakkan menyeruak. Aroma darah yang anyir.


Resleting bergerak turun. Kantong jenazah terbuka.


Grace reflek mundur. Bintang dan Cakra menangis. Menyembunyikan wajah mereka ke tubuh Angkasa yang ikut gemetar. Darah dimana mana. Kondisi jasad teramat sangat mengenaskan. Tanpa kepala. Luka disana sini. Sungguh, sudah tak berbentuk dan tak dikenali lagi. Grace gemetar.


Seorang polisi mendekat. Menyerahkan sebuah seragam serta dompet dan sebuah cincin yang mereka temukan melingkar di salah satu jari mayat itu.


Grace bersimpuh lemah di lantai. Seragam dan dompet itu milik Bram. Cincin itu juga cincin pernikahan mereka.


Grace menangis sejadi jadinya. Bintang berlari mendekati sang ibu bersama Cakra. Mereka memeluk wanita itu erat guna menenangkan sang ibunda. Angkasa hanya diam. Sungguh. Ia ikut pilu melihat pemandangan itu.


Kasihan Grace. Dia pasti sangat hancur..! Seburuk buruknya kesalahan yang Bram lakukan. Laki laki itu tetaplah suaminya. Orang yang ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya. Siapa yang tega melakukan ini..? apa motifnya? apakah ini juga ada sangkut pautnya dengan berita yang beberapa hari lalu beredar di media.


Tolonglah, wanita ini butuh penjelasan...!!


...----------------...


Selamat siang,

__ADS_1


up 12:30


yuk, dukungan dulu 🥰🥰


__ADS_2