Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 33


__ADS_3

Malam menjelang...


Di sebuah rumah berlantai dua milik keluarga Zev Smith Anderson.


Keluarga kecil itu tengah menikmati waktu kebersamaan mereka. Di dalam kamar bernuansa cerah dengan dinding ber lukis kan pemandangan alam dengan warna identik hijau, Nabila dan Zev terlihat menemani sang putra yang kini sibuk mewarnai sebuah gambar harimau yang berada di dalam buku bergambar miliknya.


"mommy, liat deh, pewalna aku bagus ya walnanya, celah banget..." ucap Tiger sambil menunjukkan hasil karyanya pada sang ibu.


Nabila mengangguk.


"iya, bagus. Tadi udah terima kasih belum sama uncle?" tanya Nabila.


"udah..! uncle baik deh, mommy. Aku di beliin mainan juga. Tadi Aliya juga di suluh milih, tapi Aliya nya nggak mau. Di suluh milih jajan, mau di beliin uncle juga nggak mau. Akhilnya aku deh yang milihin es klim buat Aliya. Aliya pakai malu malu segala..!"ucap Tiger membuat Zev dan Nabila terkekeh.


"besok besok jangan sering sering malak uncle, boy. Kasihan dong unclenya. Katanya cuma mau beli buku gambar, sampai mall kok minta nya aneh aneh.." ucap Zev yang kini nampak merebahkan tubuhnya, menggunakan paha nabila sebagai bantalnya.


"nggak apa apa daddy. Dont wolly, evely think is oke. Uncle kan altis, uangnya banyak. Nggak apa apa kok, daddy. Aku cuma minta jajan dikit doang..." ucap Tiger dengan gaya nya yang begitu menggemaskan.


Nabila terkekeh. Zev hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang putra..


"oh, iya, mommy, daddy. Tadi aku ke mall nya juga sama bu gulu Penani loh.." ucap Tiger.


Zev diam dan sedikit kaget.


"oh, ya?" tanya Nabila.


"yupp..! bu gulu Penani baik banget..! dia nemenin aku sama Aliya main. Kemanapun aku pergi selalu di temenin dan ditulutin. Pokoknya tadi pas di mall menyenangkaaaaaaan banget...! ada aku, Aliya, Bu gulu sama uncle. Kita semua main baleng..!!" ucap Tiger bersemangat.


"bu guru berangkatnya bareng kalian?" tanya Zev.


Tiger mengangguk.


"emang uncle bolehin?" tanya Nabila.


Tiger mengangguk lagi.

__ADS_1


"boleh kok..!" jawab bocah itu.


"uncle sama bu gulu Penani tadi juga ngoblol kok, mommy. Kita juga makan siang baleng, main baleng, telus, bu gulu juga di antel pulang sama uncle. Aklab, ketawa ketawa juga. Aku jadi pengen punya onty kayak bu gulu Penani. Udah cantik, baik lagi...." ucap Tiger sambil kembali mewarnai gambar dalam bukunya.


Zev dan Nabila saling pandang. Setahu mereka, Angkasa begitu tak menyukai Pelangi. Ia bahkan sempat protes pada papanya saat laki laki paruh baya itu memutuskan untuk memasukkan Pelangi ke pesantren.


Zev yang sebenarnya juga masih sedikit sangsi dengan perubahan sikap Pelangi itupun hanya diam. Entahlah, sebagai mantan pertner wanita itu, tentu ada sesuatu yang mengganjal dalam diri Zev jika mendengar penuturan sang putra. Sebaik baiknya Pelangi saat ini, semoga saja tidak membuat Angkasa goyah dan memiliki perasaan lebih pada wanita itu. Mengingat keduanya sama sama lajang. Angkasa kini juga tengah berjauhan dengan kekasih hatinya. Terlebih lagi, Pelangi juga memiliki paras yang begitu cantik nyaris sempurna, membuat laki laki manapun pasti akan dengan mudah jatuh hati padanya. Sebaik baiknya Pelangi saat ini, ia berharap, semoga wanita itu akan menemukan laki laki yang bisa menerima dia dengan sepenuh hati. Menerima baik buruknya kini dan masa lalunya. Namun, ia juga berharap, semoga laki laki itu bukanlah Angkasa.


Entahlah, perasaan Zev jadi kurang nyaman sendiri dibuatnya.


...****************...


Sementara di tempat terpisah...


Disebuah kamar yang tak terlalu luas dengan penerangan remang remang berhiaskan lampu warna warni yang tak terlalu terang...


Di atas sebuah sajadah biru yang tergelar menghadap kiblat....


.


.


suara itu mengalun merdu dari bibir tipis merah muda milik wanita cantik dua puluh empat tahun tersebut.


Pelangi menyudahi rangkaian ibadah Maghrib hingga isya' nya. Dilepasnya mukenah putih yang membungkus tubuh ramping itu lalu melipatnya rapi dan meletakkan nya di atas rak yang berada di samping nakas dekat dengan ranjangnya.


Hari ini tokonya buka hanya beberapa jam. Ia memilih untuk istirahat hari ini dan mengisi waktu nya dengan beribadah di dalam kamar kesayangan nya.


Pelangi mengangkat tangannya. Mengikat rambut panjang nya itu tinggi sembari berbalik badan. Hingga tiba tiba....


"astaghfirullah haladzim...!!" pekik wanita itu. Ia yang kaget pun seketika mundur hingga tubuhnya menabrak rak kayu yang berada di belakangnya. Kedua tangannya pun reflek menyentuh piyamanya di bagian dada dan meremasnya. Seolah mengamankan tubuhnya dari laki laki yang entah sejak kapan berdiri di depan pintu kamarnya.


Ya, itu Gala. Pria yang sudah dua kali numpang tidur di tokonya. Entah bagaimana caranya pintu itu bisa terbuka. Padahal Pelangi sudah menguncinya dari dalam. Laki laki itu berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di kusen kayu itu, sorot matanya menatap angkuh ke arah Pelangi dengan sebuah senyuman nakal sedikit angkuh tersungging di bibirnya.


"kamu...?!!! ngapain disitu..??!!!" tanya Pelangi sedikit keras dalam mode awas.

__ADS_1


Gala berdecih. Ia kemudian berjalan mendekati wanita itu dengan mode tenang nya lalu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk itu membuat Pelangi makin awas dibuatnya.


"gue tuh nyariin lu...! dari tadi nggak turun turun gue kira lu mati kelelep di bak mandi..!" ucap Gala santai. Pelangi meringsut, menjauh dari ranjangnya, menjauhi Gala.


"kamar lu keren juga..!" puji pria yang kini terbaring dalam posisi terlentang itu sambil mengamati ruangan berpencahayaan redup tersebut.


Pelangi tak menjawab. Ia sibuk dengan kekhawatiran nya sendiri.


Gala yang menyadari akan hal itupun bangkit dari rebahan nya. Mengubah posisinya menjadi duduk. Dilihatnya disana Pelangi nampak pucat sambil terus menunduk sembari meremas piyama tepat di bagian dadanya.


"lu kenapa sih?" tanya Gala.


Pelangi tak menjawab.


Gala mengangkat satu sudut bibirnya.


"nggak usah takut, gue mau ngajak lo pergi..!" ucap Gala kemudian bangkit.


"yuk...!" ucapnya lagi.


"kemana?" tanya Pelangi tanpa mengangkat kepalanya.


"keluar, makan..! tadi gue bawa makanan buat lu, lu nya lama..! sekarang gue ganti..!" ucapnya.


"buruan ganti baju, gue tunggu lo di bawah..! kalau nggak buruan turun gue susulin lu tidur..!" ancam pria itu lagi kemudian berlalu pergi meninggalkan kamar tersebut. Gala pun kembali menutup pintu kamar itu. Membuat Pelangi kini bisa bernafas lega. Laki laki itu memang sedikit nyeleneh. Anak orang kaya tapi lebih suka hidup menggembel. Kemarin beli boneka aja nggak bisa, sekarang mau ngajak makan diluar. Pintu kamar jelas jelas dikunci, tapi bisa bisanya ia masuk dengan gampangnya.


Entahlah...


Pelangi menggelengkan kepalanya cepat. Ia kemudian bergegas menuju lemari pakaiannya untuk segera berganti baju.


...----------------...


Selamat malam....


up 19:21

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰


__ADS_2