Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 116


__ADS_3

Di waktu yang bersamaan,


Di sebuah mall besar di kota itu.


Seorang pria dewasa nampak diam. Berdiri menghadap dua bocah yang kini nampak ikut diam menatap ke arahnya.


Ya, itu adalah dua bocah yang kini tengah dicari cari oleh Angkasa, Bintang, Galaksi dan Pelangi..


Tiger dan Aliya...!


Seorang laki laki dewasa baru saja membawa dua bocah itu tanpa permisi. Dengan iming iming jalan jalan dan mainan baru, pria yang memang sudah beberapa kali bertemu dengan Aliya itupun dapat dengan mudah membawa dua bocah polos itu ikut dengan dirinya.


Ya, laki laki itu adalah Moreno. Laki laki itu membawa Aliya dan Tiger tanpa izin. Membuat empat pemuda pemudi yang kini masih berada di area TK itu kelimpungan mencari keberadaan dua bocah menggemaskan tersebut.


Moreno mengajak dua bocah itu jalan jalan ke mall. Ia memang sengaja tidak meminta izin. Karena ia tahu, jika tidak dengan cara begini, ia pasti tidak akan di izinkan untuk membawa gadis kecil manis nan menggemaskan itu.


Entahlah, pria kejam itu begitu merindukan bocah cantik tersebut. Makanya ia sengaja datang ke TK tempat bocah itu menimba ilmu. Dan saat sang guru lengah, ia pun dengan secepat kilat membawa dua bocah itu pergi dari tempat tersebut.


Kini, di sebuah mall besar di pusat kota itu. Moreno nampak menatap datar ke arah Aliya yang terlihat tengah sibuk membujuk teman kecilnya yang nampak ngambek itu.


Ya, sebenarnya Tiger tak suka di bawa ke tempat ini. Ini lantaran mereka pergi tanpa ijin. Harusnya kalau orang dewasa ini ingin membawanya dan Aliya pergi, ia harus izin dulu dengan bu guru Pelangi. Bukan membawa mereka diam diam. Mana Aliya nurut aja lagi dengan bapak bapak ini...! menyebalkan...!


"Tigel ayo dong kita main...! Om Simon udah nungguin nih...!" ucap Aliya membujuk bocah tampan itu.


Tiger mendengus kesal


"ih, Aliya...! kamu tuh nggak ngelti ngelti ya...! ini itu kita lagi di culik, Aliya...! ini penculikan anak menggemaskan...! om ini penculik...!" ucap Tiger mencoba menjelaskan.


"bukan..! ini om baik...! kalau penculik mah kita di kalungin (dikarungin)..! di iket..! di cubit...! di bentak bentak..! mana ada penculik ngajak jalan jalan...! kamu aneh...!" ucap Aliya.


Tiger menepuk jidatnya mendengar celotehan bocah cantik itu.


"olang cantik nggak selamanya pintel...!" ucap Tiger membuat Moreno reflek berdecih.


"udah, kamu jangan bawel..! ayok..!" ucap Aliya lagi sambil kini meraih lengan anak laki laki cerewet itu.


Tiger menghela nafas panjang, ia lantas menoleh menatap sinis ke arah Moreno yang sejak tadi diam dengan mode tenang nya.


"om, inget ya..! jangan culik kita..! aku anak daddy seligala...! ntal aku aduin daddy aku di seluduk loh...!" ucap Tiger mengancam pria dewasa itu.


Aliya cekikikan sembari menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


"kalo nyeluduk itu banteng, Tigel. Bukan seligala...! ck...! kamu, sok pintel tapi nggak pintel...!" ucap Aliya.


"ih, Aliya..! kamu diem dong...! aku lagi ngancem om ini bial takut...! kamu malah ngetawain..! kan jadi nggak selem...!" ucap Tiger.


"kamu emang nggak selem, Tigel..! kamu aneh...! udah ayok, jangan ngomel ngomel telus, entar cepet tuak loh..!" ucap Aliya kemudian menggandeng tangan bocah itu dan mengajaknya pergi.


"ayo, om...kita main...!" ucap Aliya pada Moreno yang sejak tadi hanya diam.


Entahlah. Bocah itu seolah tak memiliki rasa takut pada Moreno yang memiliki perawakan menyeramkan dan dingin. Bocah itu seolah merasa nyaman dengan pria yang sudah beberapa kali menemuinya di rumah sakit itu.


Moreno juga begitu baik padanya. Di mata Aliya, laki-laki itu adalah pria yang hangat dan kebapaan mirip seperti Zack, ayahnya.

__ADS_1


Aliya dan Tiger berjalan bergandengan. Sedangkan Moreno hanya mengikutinya dari belakang. Sesekali pria itu nampak tersenyum mendengar celotehan dua bocah yang sejak tadi seolah tidak pernah berhenti untuk berbicara.


...****************...


Sementara itu,


Beberapa jam kemudian.


Di sebuah rumah sakit besar di pusat kota metropolitan itu....


Di sebuah ruang bersalin, tempat dimana seorang wanita hamil kini tengah berjuang, bertaruh nyawa, bermandikan keringat dan tetesan darah mengantar bayi mungil yang sudah sembilan bulan tumbuh dan berkembang di dalam rahimnya untuk melihat dunia. Sesosok bayi yang akan menjadi penerus kedua Zev Smith Anderson dan Nabila Brygita Tama. Sosok bayi yang sudah dinanti nantikan kelahiran nya oleh kedua orang tua nya maupun keluarga besar mereka.


Nabila kini tengah berjuang melawan rasa sakitnya. Sedangkan Zev yang berada di sampingnya tak henti menemani sang istri, menggenggam erat tangan wanita itu sambil dalam hatinya terus merapal kan doa doa di balik sikapnya yang begitu terlihat tenang.


Sedangkan di luar ruangan, Adrian, Dinda, Rocky, Zack dan Azizah nampak menunggu di depan ruang bersalin itu dengan perasaan harap harap cemas.


Dilihatnya d sana Roky, Zack dan Azizah nampak di kursi tunggu yang berada di depan ruangan itu. Sedangkan Adinda, ia hanya mondar-mandir saja sejak tadi di depan pintu ruang bersalin tersebut. Perasaannya begitu cemas. Sebagai seorang ibu ia juha pernah mengalami hal seperti yang dialami Nabila saat ini, meskipun bukan melahirkan Nabila mengingat wanita itu adalah anak angkat nya dengan Adrian.


Cukup lama mereka menunggu dengan harap harap cemas. Doa terus teriring untuk keselamatan ibu dan anak yang tengah berjuang melawan maut di dalam sana. Hingga..............


"ooooooooeeeeeeeeekkkkkkkk............!!!!!!!!"


Suara tangis bayi itu menggema dari dalam ruang bersalin tersebut. Semua yang berada di sana tersentak lalu reflek mengucap syukur bersamaan. Putra kedua Zev dan Nabila telah lahir dunia. Suara tangis itu menandakan kehadiran sang bayi di dunia yang indah ini.


Adinda mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Syukur alhamdulillah wanita itu panjatkan. Ia menatap haru ke arah sang suami yang kini ke tersenyum bahagia di hadapannya. Sepasang orang tua yang sudah berusia paruh paya itu nambah saling berpelukan. Ketiga pekerja yang sudah di anggap keluarga di keluarga besar Adrian itu turut mengucap syukur bahagia. Satu lagi anggota keluarga besar telah lahir. Buah hati kedua dari pasangan Zev dan Nabila. Adik pertama dari Tiger Smith Anderson.


Ceklek.....


pintu ruangan terbuka...


"dok? gimana anak dan cucu saya?" tanya Adrian.


"selamat ya, pak, bu..cucu kedua bapak dan ibu lahir dengan selamat. Jenis kelaminnya laki laki. Ibu dan bayi sehat tanpa kekurangan suatu apapun" ucap sang dokter membawa kabar bahagia.


Adinda dan Adrian mengucap syukur lagi. Cucu kedua mereka laki laki lagi. Alhamdulillah, bahagia sekali sepasang suami istri yang sudah tidak muda lagi itu.


"boleh kami lihat anak dan cucu kami, dok?" tanya Adrian.


"oh, tentu saja...! silahkan, pak, bu.." ucap sang dokter mempersilahkan.


Adrian dan Dinda pun masuk ke dalam ruangan itu. Mereka lantas mendekati Nabila yang nampak terbaring lemah di atas ranjang sambil ditemani sang suami.


"kak..." ucap Adinda mendekat.


"ma..." jawab Nabila sambil tersenyum.


Adinda memeluk putri nya kini sudah menjadi seorang ibu dari dua putra itu.


"selamat, sayang..." ucap Adinda.


"makasih, ma..." jawab Nabila.


Adinda mengecup kening wanita cantik itu. Adrian tersenyum melihat interaksi ibu dan anak tersebut.

__ADS_1


"baby nya mana?" tanya Adrian.


"masih di mandiin sama perawat, pa" ucap Zev.


"oh, ya. Tiger belum kesini?" tanya Zev.


"belum, mungkin lagi jalan jalan sama uncle nya" ucap Adrian tenang. Zev hanya mengangguk.


"kamu udah kabarin keluarga kamu, Zev?" tanya Adrian.


"udah, pa. Besok ibuk sama abi kesini. Hanum sama Bryan juga ikut kok" ucap Zev.


Adrian mengangguk.


Tak lama, seorang perawat wanita keluar dari dalam sebuah ruangan di dalam kamar bersalin itu sambil menggendong seorang bayi mungil yang terlihat begitu tampan. Kulitnya putih bersih, bibirnya merah, paras Zev melekat kuat dalam wajah bayi kecil yang baru beberapa menit yang lalu melihat indahnya dunia itu.


Ya, dari dua putra mereka, seperti nya tak ada yang wajahnya mirip Nabila๐Ÿคญ๐Ÿ™ˆ


Sang perawat menyerahkan bayi mungil itu pada ayah kandungnya. Seperti biasa, lantunan adzan dan iqomah mengalun merdu, perlahan namun terdengar menenangkan. Zev kumandangkan di telinga kanan dan kiri sang putra secara bergantian.


Selesai...


Zev mengecup lembut kening sang putra sebagai wujud cinta seorang ayah pada anak laki laki nya.


"siapa namanya, Zev?" tanya Dinda.


Zev tersenyum. Ditatapnya wajah bayi mungil itu dengan penuh kebanggaan, lalu berkata.


..


..


"Dragon Smith Anderson"




...----------------...


Selamat pagi...


up 06:16


Ada yang kangen mas Jordan??



Mas Brewok lagi otewe sama dedek karpet nya๐Ÿคญ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


yuk dukungan dulu....


jangan lupa mampir kesini untuk yang belum mampir..๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

__ADS_1



__ADS_2