Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 129


__ADS_3

Allahu Akbar... Allahu Akbar.....


Gema adzan Maghrib berkumandang. Seorang gadis cantik bermukena ungu kini nampak bersimpuh di atas sajadah yang terbentang rapi di sebuah kamar yang tak terlalu luas itu. Mulut nya bergerak lembut, komat kamit merapal kan bacaan bacaan sholat dengan suara lirih nyaris tak terdengar.


Ya, itu Pelangi alias Rebecca. Wanita cantik berkulit putih dengan rambut panjang itu kini tengah khusyuk menjalankan salah satu ibadah wajib lima waktunya. Di dalam kamar pribadi nya.


Disebuah bangunan berlantai dua yang merupakan tempat tinggal sekaligus tempat usaha nya itu. Pelangi sejak tadi belum juga keluar dari kamarnya. Tulisan 'close' di pintu toko nya bahkan masih tergantung rapi. Menandakan sang pemilik toko aksesoris kini sedang sibuk menghadap Sang Maha Pencipta. Melakukan kewajibannya sebagai muslimah yang taat sekaligus sebagai bentuk ucapan syukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan padanya selama ini.


Lantunan doa kini kembali teriring dari mulut mungil nan tipis gadis cantik itu. Serangkaian doa yang selalu ia panjatkan untuk kedua orang tua yang telah tiada. Pelangi memang begitu. Selalu mengutamakan doa untuk kedua orang tuanya ketika ia tengah menjalankan ibadah wajib nya.


Lima belas menit berselang. Pelangi selesai dengan serangkaian ibadahnya. Dilepaskannya mukena berwarna ungu itu. Dilipat rapi bersama dengan sebuah sajadah yang menjadi alas sholatnya


Wanita cantik itu lantas bangkit. Meletakkan seperangkat alat ibadah itu di atas sebuah nakas yang berada di samping ranjang berukuran 160x200cm miliknya.


Pelangi mendekati meja riasnya. Mengambil sisir disana, merapikan rambut panjangnya, lalu mengikatnya dengan sebuah tali rambut berwarna ungu miliknya. Wanita itu nampak bercermin sejenak. Hingga tiba-tiba.....


.


.


.


.


braaaaaakkkk.....


Suara gebrakan meja terdengar dari lantai dasar bangunan berlantai dua milik nya. Pelangi terjingkat kaget. Suara itu terdengar cukup keras hingga sampai pada telinga nya yang berada di dalam kamar di lantai dua.


Pelangi nampak memasang mode awas. Siapa itu yang menggebrak meja? bukankah pintu toko sudah ia kunci dan ia beri tanda close? kok ada suara gebrakan meja?


Pelangi dengan cepat berbalik badan. Ia lantas setengah berlari keluar dari kamarnya. Lalu menuruni tangga menuju lantai bawah. Sayuk sayuk terdengar suara seorang laki-laki membentak-bentak. Membuatnya makin tak tenang saja.


Pelangi sampai di lantai bawah. Dan...


dilihatnya di sana seorang pria muda nampak berdiri di meja kasir.


Ya...itu adalah Galaksi. Pemuda itu nampak marah-marah, membentak seorang remaja putri yang terlihat menunduk takut dibuatnya. Di atas meja kasir, ada beberapa aksesoris tergeletak di sana.


Entah apa yang terjadi. Kenapa laki laki itu jadi begitu.


Pelangi berjalan mendekati Galaksi.


"Gala...." ucap Pelangi.


"Ada apa ini?" tanya wanita itu kemudian.


"nih, lu lihat nih, bocah nih...! banyak banget maunya..! cuma mau beli gantungan kunci sebiji doang dari ribet banget...! kebanyakan milih...! udah itu aja kenapa sih...?!" ucap Gala galak pada seorang remaja putri yang tadi datang padanya. Remaja itu mendekati Gala yang entah sejak kapan mengambil alih meja kasir tanpa sepengetahuan Pelangi.


Bocah remaja itu bertanya tentang stok gantungan kunci yang ia sukai. Ia meminta motif yang lain. Namun bukannya mendapat jawaban yang memuaskan, aja itu justru habis dimaki maki oleh Galaksi. Laki-laki itu membentak bentak gadis itu. Membuat si gadis pun ketakutan dibuatnya.


Gala tak suka disuruh-suruh. Ia tak suka diperintah-perintah. Kalau mau beli ya udah itu aja nggak usah yang minta yang lain-lain. Ribet amat beli sebiji doang. Pikir Gala.


Melihat si gadis remaja nampak ketakutan, Pelangi pun segera bertindak. Ia mengambil alih meja kasir, menggeser tubuh tegap Gala yang masih melotot menatap ke arah pembeli nya itu.

__ADS_1


"nangis lagi, lu...! cengeng banget...! diem lu, ta*..!!" ucap Gala yang dengan segera di balas dengan sebuah cubitan kecil di lengan nya oleh Pelangi.


"aaww..!! sakit...! lu ngapain nyubit gue sih?!" tanya Gala tak terima.


"ngapain sih marah-marah..?!! itu beli..! pembeli itu raja..! wajib dilayanin..!" ucap Pelangi menegur.


"iya kalik ada raja beli gantungan kunci sebiji? raja apaan?!!" ucap Gala tak mau kalah.


"astaga, Gala..! ya kalau toko pelayanan nya kek kamu bisa gulung tikar akunya..!" ucap Pelangi.


"gue modalin balik..! tenang aja, suami lo kaya..!" ucap Gala PD.


"serah kamu lah...! kamu tuh nggak cocok jadi kang kasir..! cocoknya jadi algojo..! udah sana, duduk aja sana..! biar aku yang layanin..!" ucap Pelangi sambil mendorong tubuh Gala agar menjauh dari meja kasir.


Gala pun hanya bisa pasrah. Ia lantas mendudukan tubuhnya di kursi tunggu yang berada di ruangan itu. Sedangkan Pelangi mulai melayani remaja putri yang sudah terlihat ketakutan itu.


Bisa kena mental tuh bocah gara-gara di bentak bentak. Mungkin ini akan menjadi pengalaman pertamanya dimaki maki tukang kasir. Semoga saja remaja ini tidak kapok belanja di toko Pelangi.


Sang remaja selesai dengan barang yang ia beli.


Pelangi lantas mendekati sang kekasih. Ia mendudukkan tubuhnya di samping Galaksi yang kini nampak asyik menghisap rokoknya.


"lain kali kalau ada pembeli jangan galak galak gitu. Yang ada mereka semua pada kabur gara gara kamu maki maki mereka" ucap Pelangi.


"kesel gue..!" ucap Gala. Pelangi terkekeh.


"lagian kok kamu bisa sih masuk ke sini? kan pintunya aku kunci?" tanya Pelangi.


"apa sih yang gue nggak bisa?" ucap Gala angkuh.


Pelangi berdecih sambil tersenyum.


"laper nggak? tutup aja yuk tokonya. Kita cari makan" ucap Gala.


"baru jam segini masak udah mau tutup, Gal?" tanya Pelangi.


"ck...! ah elah..! sepi gini...! udah yuk, kita cari makan...! yang deket deket aja sekitaran sini" ucap Gala.


Pelangi nampak berfikir sejenak.


"kebanyakan mikir lu..! ayok...!!" ucap Gala sembari bangkit dan menarik tangan Pelangi.


"bentar, aku ganti baju dulu...! masak keluar pake piyama sih?" tanya Pelangi.


"nggak usah ganti...! lu di larang cantik kalau keluar rumah..!" ucap Gala tanpa melepaskan genggaman tangannya.


Pelangi mengulum senyum mendengar ucapan itu. Ia pun akhirnya hanya pasrah. Toko aksesoris tutup lebih awal. Pelangi mengikuti langkah Galaksi masuk ke dalam mobilnya. Lalu pergi meninggalkan tempat itu menuju sebuah tempat makan favorit sang Galaksi.


Tak sampai lima menit, mobil sampai disebuah restoran kesukaan Galaksi. Pelangi nampak celingukan. Jujur saja ia kurang merasa percaya diri saat ini. Lantaran ia datang ke sebuah restoran mewah namun hanya dengan menggunakan piyama murah.


"Gal, kamu yakin kita mau makan di sini? kamu nggak malu bawa aku aku? aku kek anak ilang loh, Gal, ini..!" ucap Pelangi tak nyaman.


" iya, lu ilang..! gue yang nemuin..! udah sih, berisik banget lu..!" ucap Galaksi.

__ADS_1


Sepasang kekasih itu pun lantasatas masuk ke dalam restoran. Pelangi nampak menunduk sambil tak henti meremas telapak tangan Galaksi. Mereka pun lantas duduk di sebuah meja kosong yang berada di sana.


Seorang pelayan mendekat. Menyerahkan sebuah buku menu kepada sepasang kekasih itu. Untuk sekilas sang pelayan yang merupakan seorang wanita atau melirik ke arah Pelangi yang nampak tak percaya diri dengan busananya. Setelah memilih makanan,


"Gal, aku ke toilet dulu, ya" ucap Pelangi.


"mau ditemenin nggak?" tanya Gala.


"ck...!" ucap Pelangi berdecak sembari melotot ke arah pria itu.


Gala terkekeh. Pelangi lantas bangkit, menuju ke toilet restoran yang berada di sana. Letak antara toilet wanita dan toilet pria berdampingan. Pelangi berjalan dengan sedikit terburu-buru karena merasakan sesuatu yang hampir tumpah di bawah sana. Hingga tiba-tiba......


.


.


.


.


buuuuuggghhhh......


"awwww...!!"


Pelangi tak sengaja menabrak tubuh seorang laki-laki yang baru saja keluar dari toilet pria. Membuat wanita itu memekik karena sedikit terdorong membentur dinding lorong toilet.


" aduh maaf, Mas..! nggak sengaja..!" ucap Pelangi.


Laki-laki itu diam tak menjawab. Pelangi lantas mendongak. Dan.....


.


.


.


deeeeegggghhhh.....


.


.


.


"kak Jordan?"


...----------------...


Selamat siang,


up 13:00


yuk, dukungan dulu yuk 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2