Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 16


__ADS_3

Siang menjelang di sebuah lapangan basket,


Seorang bocah nampak menangis meraung raung sambil bersujud di pinggir lapangan tempat dimana uncle nya tengah melakukan olah raga basket bersama sang sahabat karib, Muhammad Ridho alias Dodo.


Hari ini adalah hari minggu, Tiger libur sekolah, begitu juga Angkasa. Itulah mengapa pagi ini mereka ada di tempat ini, di sebuah lapangan basket yang letaknya tak jauh dari rumah Dodo. Angkasa pagi pagi sudah datang ke tempat ini, sengaja ingin bertanding santai dengan teman akrabnya itu. Hal yang selalu keduanya lakukan tiap kali libur ngampus.


Namun rupanya lagi lagi, Si Tiger seolah terobsesi jadi buntut Angkasa. Ia ingin mengikuti kemanapun pemuda tampan itu pergi. Niat Adrian dan Dinda yang ingin menghabiskan hari minggu mereka bersama sang cucu pun harus berakhir sia sia lantaran Tiger justru lebih lengket dengan uncle nya sejak semalam dibandingkan dengan mereka.


"hwaaaaaaaahahhahahahaahaaa.....hwaaaaaaaaaaaaaa......"


Tangisan itu menggema. Tiger menangis dalam posisi nungg*ng sambil kedua telapak tangannya menutup wajah imutnya yang baru saja terkena bola basket itu.


"aduh, Maung, jangan nangis dong. Bangun...! nyusahin aja lu...!" ucap Angkasa membujuk.


"Ayo Macan Tutul, bangun, ganteng. Anak pinter. Masa macan kalah ama bola basket" ucap pria bertubuh subur dan berkacamata itu mengimbuhi.


"hwaaaaaaa...... mommyyyy.....sakiiiiittt....hwaaaaaaaaaaaaaaaaaa....." ucap Tiger makin menangis tak terkendali.


"Tiger nggak usah manja deh..! ayo bangun..!" ucap Angkasa tegas mulai frustasi. Sejak tadi ia membujuk bocah itu agar diam namun tak kunjung berhasil.


Mendengar ucapan yang terdengar menyebalkan di telinganya, bocah yang sejak tadi menangis sambil bersujud itu lantas bangun dari sujud nya. Dengan pipi basah yang nampak merah ia menatap kesal ke arah Angkasa lalu berkata,


"ini sakit tau nggak? muka ku kena bola. Ntal kalo aku nggak jadi ganteng gimana? Uncle jahat, nanti aku aduin sama mommy..! hwaaaaaaaahahhahahahaahaaa..." ucap Tiger sambil kembali menangis di ujung kalimat nya.


"makanya kalau uncle pergi jangan ngintilin mulu. Uncle mau olah raga kamu malah lari lari seliweran. Ya kena bola lah..!" ucap Angkasa menasehati dengan sedikit jengkel.


"tapi sakiiiiiiiiitttt ....hwaaahhahahaa...." ucap Tiger menangis lagi.


"ya tahu kalau itu sakit..! udah cup jangan nangis. Pulang aja yuk, abis ini uncle beliin es krim..!" ucap Angkasa sambil meraih tubuh bocah itu seolah mengajak nya bangkit.


"aku mau pulang ke lumah daddy aja...hwaaaaaaa....sakiiitttt.." ucap bocah itu kemudian tanpa mengurangi tangisannya.


"ya udah pulang. Tapi jangan nangis, ntar emak lu ngomel lagi liat lu pulang pulang nangis...!" ucap Angkasa.

__ADS_1


Pemuda berparas nyaris sempurna itu mulai melembut. Di usapnya lelehan air mata yang membasahi pipi sang keponakan.


"mana yang sakit? nggak ada kok. Cowok tuh nggak boleh lemah. Harus setrong..! cowok kok nangisan.." ucap Angkasa lagi.


"kayak uncle nggak pelnah nangis aja" ucap Tiger sesenggukan.


"Dih, sorry ye..uncle mah nggak pernah nangis...." ucap Angkasa PD. Padahal ucapannya itu sepertinya juga tak sepenuhnya benar🤭


Tiger mulai mereda tangisnya. Angkasa pun bangkit dan meraih tas ranselnya yang berada di salah satu bangku besi di pinggir lapangan itu. Dodo pun melakukan hal yang sama. Mau tak mau mereka harus menyudahi olah raganya itu. Si Maung rewel mulu..!


"ayo..!" ucap Angkasa.


"tapi nanti beli es klim dulu, dua, sama buat Aliya" ucap Tiger.


"dih, abis kena bola masih sempet sempet nya lu inget tuh Minnie mouse..! iye, iye, gue beliin. Udah ayok..!" ucap Angkasa kemudian mengajak Tiger untuk pergi dari tempat tersebut.




Sementara itu di tempat lain,


Di sebuah ruko berlantai dua yang menjual aneka jenis aksesoris dan pernak pernik. Seorang wanita cantik yang merupakan pemilik toko itu baru saja selesai dengan aktifitas mengepel dan kegiatan bersih bersih lainnya.


Matahari sudah semakin naik dengan pancaran sinarnya yang semakin terik. Pelangi si yatim piatu yang sudah terbiasa hidup mandiri selama lima tahun tinggal di pesantren itu rupanya sudah bangun sejak jam tiga pagi tadi. Setelah selesai dengan rangkaian ibadahnya mulai dari tahajud, tadarus hingga solat subuh, wanita itupun segera menyambung kegiatan nya dengan bersih bersih. Mulai dari lantai dua yang merupakan rumahnya hingga ke lantai satu yang menjadi tempat usaha nya.


Dan kini, ia sudah selesai dengan aktifitas bersih bersihnya. Toko sudah bersih. Papan berbentuk persegi panjang bertuliskan 'open' juga sudah tercantol rapi di depan pintu. Pertanda wanita cantik itu sudah bersiap menerima rangkaian nikmat dari Tuhannya yang akan menghampirinya di hari yang cerah ini.



Pelangi membawa semua peralatan bersih bersihnya ke dalam gudang yang berada di lantai bawah. Ia kemudian menuju sebuah kulkas yang berada di lantai yang sama dan membukanya. Di ambilnya sebotol air mineral dingin. Wanita itupun segera menenggaknya guna menghilangkan dahaga yang sejak tadi dirasakan nya.


Selesai,

__ADS_1


Pelangi segera menuju meja kasir di toko nya. Dimana di sana sudah ada sebungkus nasi lengkap dengan lauknya yang sempat ia beli pagi tadi.


Wanita itu sangat lapar. Sejak pagi sibuk bersih bersih dan sudah se siang ini ia baru sempat mengisi perutnya.


Pelangi pun dengan segera menyantap makanan itu dengan lahapnya. Tangan kanan memegang sendok, sedangkan tangan kirinya sibuk dengan ponsel di tangannya.


Aksi sarapan pagi yang tertunda itu terus berlanjut. Hingga,


.


.


.


.


braaaaaakkkk.....!!


"astaghfirullah haladzim...!" pekik Pelangi reflek.


Suara benturan keras terdengar dari luar tokonya yang berada di tepi jalan raya.


Ada apa itu?


Apa ada kecelakaan? pikir Pelangi.


Wanita itupun menyudahi aksi makannya. Di letakkan nya ponsel dan sendok di tangan nya. Dengan segera ia pun berlari keluar toko guna mencari tahu apa yang terjadi di luar sana..


...----------------...


Selamat pagi,


up 04:52

__ADS_1


novel ini banyak tokohnya. Cerita menuju konflik juga melibatkan banyak kisah dari beberapa tokoh. Jadi jalannya pelan pelan aja ya biar nggak bingung. Karena nanti konflik akan melibatkan banyak orang. Kalau ada typo nya bisa kasih tahu author, biar bisa di benerin🤭😁


yuk, dukungan dulu🥰


__ADS_2