
Di teras bangunan berlantai dua itu.
Di bawah sinar lampu yang tak terlalu terang pencahayaan nya,
Wanita cantik itu nampak sibuk mengobati luka memar di ujung bibir pria di hadapannya tersebut. Dengan kotak obat di pangkuannya, Pelangi terlihat begitu telaten membersihkan luka di wajah Galaksi dan mengolesinya dengan obat.
Gala hanya diam menurut. Ditatapnya wajah cantik itu sambil sesekali menghisap rokok ditangannya.
"udah..." ucap Pelangi sambil menarik tangannya dari wajah Gala.
Gala tak bergeming. Dihisapnya lagi rokok itu lalu membuang asapnya.
"kenapa masih mau ngobatin luka gue?" tanya Galaksi. Membuat Pelangi yang sibuk menata obat obatan di dalam kotak itu pun terdiam mendengar pertanyaan Galaksi.
"karena kamu udah nolongin aku. Obat yang aku kasih nggak seberapa di banding barang barang ku yang udah kamu selametin" ucap Pelangi tanpa menatap wajah Galaksi.
"tapi gue udah dua kali berbuat kurang ajar sama lo. Apa lo nggak takut gue ngelakuin itu lagi?" tanya Galaksi.
Pelangi tersenyum.
"aku cuma menjalankan kewajiban ku sebagai seorang manusia. Di tolong ya terima kasih. Salah ya minta maaf. Di gangguin ngelawan. Kalau nggak bisa ngelawan ya minta bantuan.." ucap Pelangi lagi.
Galaksi menatap tajam wanita itu.
"lo nyindir gue?" tanya nya ketus.
Pelangi menatap wajah Gala.
"yang mana?" tanya Pelangi.
"karena gue nggak pernah minta maaf walaupun gue salah?" tanya Galaksi.
"emang kamu merasa pernah salah?" tanya wanita itu lagi.
"ck...!" ucap Galaksi berdecak kesal sembari memalingkan wajahnya. Ia mengubah posisi duduknya. Yang semula menghadap Pelangi kini berubah menghadap jalan raya.
"gue nolongin lo karena gue nggak suka liat lo di gangguin preman preman itu...!" ucap Galaksi sembari menghisap kembali rokoknya.
"emang nya kenapa?" tanya Pelangi lagi.
"ya nggak suka aja..! sama kayak gue nggak suka lo deket deket sama Angkasa, apapun alasannya...!" ucap Gala lagi.
__ADS_1
Pelangi terdiam.
"emang kenapa? aku sama Angkasa udah kenal sejak lama. Bahkan saat aku belum jadi seperti sekarang...."
"nggak usah di bahas..!" potong Galaksi.
"aku bisa sampai di kota ini juga karena orang tua Angkasa. Kalau bukan karena mereka, aku..........."
"gue bilang nggak usah dibahas, anj*nk..!" ucap Galaksi kesal membuat Pelangi terdiam seketika.
"maaf, manusia.." jawab Pelangi kemudian sambil menunduk membuat Gala pun menoleh.
"gue nggak maksud..!" ucap Galaksi menyesal.
"udah biasa" jawab Pelangi.
Galaksi diam. Menatap wajah cantik di sampingnya itu.
"udah malem...." ucap Pelangi.
"lo ngusir gue?" tanya Galaksi lagi. Entahlah, setiap ucapan Pelangi seolah selalu di tangkap negatif oleh laki laki itu.
"kalau kamu masih mau disini nggak apa apa. Tapi maaf, aku mau tidur. Dan aku harap kamu nggak masuk ke dalam" ucap Pelangi membuat Galaksi melirik sekilas ke arah wanita itu lalu kembali menghisap rokoknya.
"gue juga mau pulang kok..! mata lo nggak liat gue bawa mobil.." ucap Galaksi.
"mata aku nggak buta, jadi masih bisa liat. Cuma maaf aja, nggak terlalu merhatiin kendaraan orang.." ucap Pelangi kemudian bangkit dari posisi duduknya. Galaksi mengarahkan pandangan matanya menatap kemanapun wanita itu bergerak.
Pelangi berjalan mendekati pintu. Membukanya kemudian hendak masuk ke dalam tokonya. Namun baru selangkah ia hendak memasuki toko itu. Tiba tiba....
.
.
.
.
"gue suka sama lo...!"
.
__ADS_1
.
.
deeeeegggghhhh....
suara itu berhasil membuat Pelangi menghentikan langkahnya.
"gue cinta sama lo..! gue mau lo jadi pacar gue..!" ucap pria yang kini sudah berdiri di ujung teras itu. Tepat di belakang Pelangi.
"sorry...! kalau gue selama ini kurang aj*r sama lo..! tapi gue ngelakuin itu karena gue nggak suka lo deket deket sama cowok lain. Siapapun itu dan apapun hubungan lo sama dia...! gue nggak suka lo merusak image alim dan pendiam lo itu dengan foto foto dan vidio yang gue lihat...! gue nggak suka itu, Ngi...!" ucap Galaksi jujur akan perasaan nya.
Pelangi berbalik badan. Di tatapnya wajah pria itu cukup lama. Keduanya saling diam tanpa bicara, saling pandang seolah tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari dalam mulut keduanya.
"kamu suka sama aku?" tanya Pelangi.
"iya..!"
Pelangi diam lagi.
"gue minta maaf. Sebagai seorang yang jatuh cinta mungkin perasaan gue terlalu mengekang lo..! tapi gue nggak rela lo deket deket sama laki laki lain. Tubuh lo di lihat sama laki laki lain. Gue nggak suka..! itu yang gue rasain. Gue mencintai lo dengan cara gue sendiri. Gue minta maaf kalau perasaan gue ke lo justru membuat lo tersiksa. Membuat lo takut. Mungkin emang gue yang terlalu bodoh buat ngungkapin perasaan gue. Kehidupan dan lingkuakn gue terlalu keras, makanya gue nggak bisa bersikap lembut ke lo seperti laki laki lain di luar sana ..!" ucap Gala.
"Gal..."
"gue minta maaf. Gue datang kesini cuma pengen ngasih tau ini ke lo. Gue nggak minta jawaban dari lo. Gue cuma mau lo tau apa yang gue rasain selama ini. Biar lo nggak terus menerus berfikir buruk soal gue."
"gue cuma anak berandalan yang nggak bisa mengungkapkan perasaan yang selama ini gue alami. Gue cinta sama lo dengan segala keegoisan dan sikap arogan gue..." ucap Galaksi kemudian melangkah mundur. Pergi meninggalkan tempat itu menjauh dari Pelangi yang kini hanya terdiam mendengar ungkapan si laki laki berandalan.
Seperti inikah cara badboy mengungkapkan perasaan nya?
Pelangi terdiam. Entah apa yang dipikirkan nya saat ini. Ia bahkan tak sempat menjawab pengungkapan hati laki laki itu. Tapi Galaksi sudah keburu pergi.
Pelangi menggelengkan kepalanya cepat. Ia pun segera pergi masuk ke dalam toko nya dan mengunci pintu kaca itu.
...----------------...
Selamat malam...
up 19:14
yukz dukungan dulu 🥰😘🥰🥰
__ADS_1