
Sementara itu di sebuah rumah berlantai dua kediaman seorang polisi senior di kota itu. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Gema adzan zuhur sudah berkumandang, menandakan waktu salat sudah tiba.
Wanita yang selalu berpenampilan anggun itu kini telah berada di dalam kamarnya. Bersimpuh di atas sajadah yang tergelar menghadap kiblat. Dengan balutan mukena putih yang membungkus tubuh idealnya, wanita yang sudah dua kali menikah itu nampak meneteskan air matanya. Hatinya hancur, batinnya terpukul.
Dua kali menikah, hidupnya seolah dipermainkan oleh pria yang berbeda. Di pernikahan pertamanya, ia salah memilih seorang suami. Menikah dengan seorang laki-laki gila, kejam, bengis, dan tak beradab, berhasil membuat jiwa seorang Grace terkoyak. Disiksa habis-habisan, dihajar, dipukul, bahkan nyaris mereka nyawa dan dua kali mengalami keguguran.
Di pernikahan keduanya, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang ia kira akan bisa menjadi imam yang baik untuk dirinya. Mengobati luka traumanya bisa menjadi pelindung yang baik baginya, dan melindungi ia serta anak-anaknya hingga ajal menjemput mereka.
Tapi ternyata, lihatlah..! Apa yang terjadi hari ini..! Semua media memberitakan tentang sosok suami yang ia bangga-banggakan selama ini. Bermain api di belakangnya dengan sejumlah wanita, terlibat berbagai skandal, dan masih banyak lagi. Semua boroknya di kuliti habis..! Keburukan yang selama ini belum tertutupi di belakangnya dan anak-anaknya hari ini seolah semua dipertontonkan menjadi konsumsi masyarakat luas.
Batin istri mana yang tak sakit? jiwa istri mana yang tak hancur? melihat laki-laki yang ia sayang, yang ia bangga-banggakan, yang ia jadikan panutan, rupanya bermain api di belakangnya. Bukan dengan hanya satu kasus, tapi banyak..! bahkan ia menjadi otak utama atas hancurnya hubungan sang putri Bintang Kejora dan Angkasa, kekasihnya.
Grace menangis sesenggukan di atas sajadah. Sejak pagi hingga saat ini, wanita itu belum keluar dari kamarnya. Ia sibuk mengadu pada sang Maha Kuasa. Meminta untuk dikuatkan hatinya dan ditenangkan pikiran nya karena walau bagaimanapun semua belum jelas belum pulang sampai saat ini belum menanyakan secara langsung pada suaminya itu apa yang sebenarnya terjadi.
Sebagai seorang istri yang baik, dan juga sebagai seorang wanita yang bukan hanya baru sekali membina bahtera rumah tangga, Grace tak mau gegabah dalam mengambil keputusan.
Segala sesuatu bisa terjadi, segala hal bisa dimanipulasi dengan sangat mudah di dunia ini. Ia tak mau memperkeruh keadaan dengan menerka-nerka ataupun gampang percaya dengan berita yang kini tengah beredar luas di masyarakat. Ia harus mendengar penjelasan langsung dari mulut suaminya.
tok..tok..tok...
pintu diketuk dari luar.
"masuk" ucap Grace
Seorang gadis cantik masuk ke dalam kamar itu. Membawa sebuah nampan berisi sepiring makanan dan segelas air putih.
Y,a itu Bintang Kejora, putrinya. Bintang mendekati sama mama yang kini nampak mengusap lelehan air matanya. Diletakkannya nampan itu di atas markas gadis cantik berparas manis dengan mata sipit itu.
Ia lantas duduk di samping bunda. Menatap sendu kearah wanita yang telah melahirkannya ke dunia tersebut
Bintang tahu betul, Grace pasti sedih. Dia sangat menyayangi Bram dan berharap banyak pada laki-laki itu. Mengingat dulu ia pernah dikecewakan oleh mantan suaminya. Wanita itu pasti kecewa dengan pemberitaan yang kini tengah beredar luas di masyarakat.
"Mi, Mami makan dulu, ya. Ini udah siang. Mami belum makan" ucap Bintang
__ADS_1
Grace tersenyum.
" Mami belum lapar, nak" jawab wanita paruh baya itu.
"apapun yang terjadi, mami harus tetap makan. Mami harus jaga kondisi mami juga. Bintang nggak mau mami sakit" ucap gadis manis itu.
Grace menunduk, air matanya kembali menetes. Bintang tersenyum lembut, diusapnya punggung tangan yang kini digenggamnya itu.
"aku tahu gimana perasaan mami, tapi apa yang sekarang ramai dibicarakan di media itu belum tentu sepenuhnya benar, mi. Kita harus mendengarkan penjelasan Papi dulu. Mami jangan terlalu mikirin itu dulu, ya" ucap Bintang.
"HP Papi nggak aktif, nak. Tadi mami coba telepon ke salah satu rekan papi kamu di kantor, katanya papi udah pulang dari tadi. Dia dapat sanksi dari atasananya, tapi kenapa sampai sekarang papi belum pulang? Papi ke mana ya, Bintang?" ucap Grace.
"Udah, kita tungguin aja ya, mam" ucap Bintang mencoba menenangkan sang ibunda. Meskipun dalam hatinya Ia juga bertanya-tanya sekaligus resah tentang apa yang kini terjadi dalam keluarganya saat ini.
"nak," ucap Grace.
" ya, mam" jawab Bintang.
"maksud mami?" tanya Bintang
"media mengatakan papi kamu yang menjebak Angkasa. Apa kamu juga marah sama papi?" tanya Grace.
Bintang menunduk.
" Aku nggak tahu, mam. Aku juga bingung. Aku nggak bisa jawab. Kita tunggu papi dulu aja ya" ucap Bintang.
Grace tersenyum
"Ya udah, kalau gitu aku ke kamar dulu, ya. Mami jangan lupa makan" ucap Bintang.
"iya, nak" jawab wanita paruh baya itu.
Bintang lantas berlalu pergi meninggalkan kamar itu. Meninggalkan sang ibunda yang kini nampak melepas mukenanya pertanda telah mengakhiri serentetan ibadah yang dia jalannya sejak pagi.
__ADS_1
...****************...
Di tempat terpisah...
"ssssshhhh....!! aaaahhhh.....! stooppp...!! please...!stop it...!! aaaaaakkkhhhh.....!!!!"
suara rintihan itu terdengar dari mulut seorang wanita yang kita telah mengangka** bebas di atas sebuah meja lusuh, dikerubungi beberapa pria berbadan kekar di dalam sebuah gudang lusuh tak terpakai tersebut. Wanita itu menangis, meringis menahan sakit manakala beberapa pria nampak menjamah tubuhnya secara bebas tanpa ampun. Tak jauh darinya, seorang pria yang hanya bertelanjang dada nampak asik menyaksikan adegan itu. Adegan panas dan mengerikan, satu wanita melawan beberapa pria anak buahnya. Satu wanita yang juga baru saja dilecehkan nya sebelum ia lemparkan pada para manusia manusia pengabdi nya itu
Ya, dia adalah Moreno alias Simon. Laki-laki bengis dan kejam yang baru saja bangun dari tidur panjangnya.
Lalu siapa wanita malang yang kini tengah di gilir oleh anak buah sang Moreno itu?
Wanita malang itu adalah Rachel..! kekasih Hendrawan yang baru saja hendak menjalankan niat busuknya pada sang kekasih, menculik dan melukai Hendrawan, bekerja sama dengan Bram untuk memberi pelajaran pada Galaksi. Namun sayang, aksi mereka dihalangi oleh pria gila bernama Moreno itu.
Sementara itu tepat di bawah kaki sang Moreno, seorang pria dewasa nampak tergeletak tak berdaya, pingsan tak sadarkan diri dengan seragam coklat yang masih membungkus tubuhnya. Badannya terikat. Mulutnya di sumpal kain.
Ya, itu adalah Bram.
Moreno menghisap cerutunya. Fokus matanya tertuju pada wanita yang kini merintih meminta ampun itu. Sedangkan kakinya terlihat sibuk memainkan wajah si pria di bawahnya, membolak balikannya seperti sebuah mainan yang tak berguna. Sungguh, laki laki itu seperti manusia yang tak ada harganya di mata sang Moreno yang agung.
ting....
Ponsel di atas meja rendah di samping kursi sang Moreno berbunyi. Diraihnya benda canggih berbentuk pipih itu lalu membukanya.
"tuan, laki laki itu memasuki gang menuju markas kita" tulis seorang anak buah yang mengirimkan pesan padanya.
Moreno berdecih. Mengangkat satu sudut bibirnya. Mau apa lagi mereka...? mengganggu kesenangannya saja..! batin Moreno.
...----------------...
up 19:50
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰😘
__ADS_1