Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 131


__ADS_3

Hari berganti hari....


Semua berjalan seperti biasanya.


Satu minggu berlalu, hari ini Nabila di jadwalkan akan segera pulang ke rumah setelah dokter menyatakan bahwa kondisi ibu dan bayi sudah memungkinkan untuk dibawa pulang.


Selama seminggu, baik keluarga dari Nabila maupun dari Zev semua tak henti menemani wanita itu. Ikut menjaga dan selalu memberi dukungan pada wanita dengan dua putra itu.


Berbeda dengan keluarga Nabila dan Zev. Selama seminggu ini Pelangi justru tak pernah menampakkan batang hidungnya di depan dua keluarga besar itu.


Meskipun beberapa kali bertemu Angkasa di sekolah dan mengatakan jika Hanum beberapa kali menanyakan tentang dirinya, namun sepertinya Pelangi tak punya keinginan untuk datang dan bertemu keluarga besar Zev dan Nabila itu.


Ia terlalu malu dan tak punya muka untuk itu. Pelangi lebih memilih untuk menepi sejenak. Fokus dengan pekerjaan nya sebagai guru, menjaga toko sekaligus menghabiskan waktunya dengan Galaksi.


Galaksi yang mengetahui tentang apa yang di rasakan kekasih hatinya itupun kini seolah menjadi lebih siaga. Ia sebisa mungkin selalu berusaha untuk mendampingi Pelangi. Memastikan para manusia manusia dari masa lalu kekasih nya itu tidak mengusik wanitanya lagi. Ia tak mau jejak buruk sang Pelangi kembali diungkit ungkit.


Beda Pelangi beda juga dengan seorang ayah dan dua putrinya itu.


Satu minggu sudah Moreno membawa Aliya dan Pelangi pergi bersamanya. Mengajak dua gadis beda usia itu pergi bersamanya dan menghabiskan waktu bertiga. Tak ada yang tahu kemana Moreno membawa Bintang dan Aliya pergi. Yang pasti laki laki itu mengatakan, ia akan mengembalikan dua gadis itu kembali kepada orang tua yang merawat mereka jika ia sudah puas menghabiskan waktu nya bersama dua gadis itu.


.....


Siang ini disebuah rumah sakit di kota itu,


Di kediaman Nabila Brygita Tama dan Zev Smith Anderson,


Sejumlah orang nampak sibuk disana.


Ada Azizah, serta Hanum dan Ruby yang hari ini datang ke kediaman anak dan menantu Adrian Tama itu untuk bersiap menyambut kedatangan baby Dragon dan sang ibunda dari rumah sakit.


Selain itu juga ada Jordan, Bryan, Zack dan Angkasa yang berada di rumah itu. Mereka tengah menunggu kedatangan Nabila dan rombongan keluarga lain yang kini tengah dalam perjalanan pulang ke rumah mereka.


Ketika Bryan, Jordan dan Angkasa tengah sibuk berbincang di ruang tamu, seorang wanita hamil dengan gamis syar'i membungkus tubuhnya nampak turun dari lantai dua rumah berdesain minimalis itu.


Ya, itu adalah Hanum. Ia dan beberapa wanita lain yang sejak tadi sibuk mempersiapkan kamar untuk baby Dragon pun turun dari lantai dua rumah tersebut, mendekati sang suami serta beberapa laki-laki lain di sana.


"ngapain ke sini?" tanya Jordan pada sang istri. Sama sekali tidak ada kesan romantis di antara kedua suami istri yang sudah lima tahun menikah itu.


"ih, apa sih mas brewok?? dideketin istri nanyanya malah kayak gitu...!!" ucap Hanum bersungut.


Bryan tak bereaksi, masih setia dengan mode tenangnya. Angkasa terkekeh. Begitu juga dengan Zack yang juga berada di sana.


"iya, ada apa?" tanya Jordan.


"aku kesini ada perlu ama Angkasa...!" ucap Hanum.

__ADS_1


Angkasa reflek pun menoleh ketika mendengar namanya disebut-sebut.


"gue? ada apa?" tanya Angkasa.


Hanum nampak tersenyum.


"Angkasa, kamu tahu alamat rumahnya Rebecca nggak?" tanya Hanum membuat Jordan dan Bryan reflek menoleh ke arah wanita hamil itu.


"Hanum, kamu mau ngapain, dek?" tanya Bryan menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya. Begitupun Jordan, sang suami.


" lu mau ngapain nanyain cewek itu? nggak usah aneh aneh deh, Pet..!" ucap Jordan.


"apa sih kalian wahai para laki-laki?! orang aku mau ketemu sama temen SMA aku..! kalau kalian nggak mau ikut ya udah, biar aku aja sama Angkasa..!" ucap Hanum.


"Hanum, Rebecca itu................." ucap Bryan belum selesai bicara namun sudah di potong ucapannya oleh Hanum.


"mas Bryan, sayang..! sesama umat manusia itu harus saling memaafkan...! ya udah sih, yang itu kan udah masa lalu. Toh Rebecca juga udah dapet semua balasannya. Sekarang dia yatim piatu. Dia jadi orang yang lebih baik. Dia udah berubah. Kurang apa lagi coba? kalau setiap orang yang udah mau berubah selalu aja di ungkit ungkit masa lalunya, gimana bisa mereka maju dan menata kehidupannya yang baru?! kasihan tauk, yang ada ntar mereka para mantan pendosa pada insecure... !" ucap Hanum membuat Bryan diam. Begitu pula Jordan yang tak bisa menimpali omongan istrinya yang akhir akhir ini begitu sensitif pada dirinya. Bisa di gaplok dia kalau sampai berani nantangin Hanum.


Hanum kembali menoleh ke arah Angkasa.


"gimana, Sa?" tanya Hanum.


"kamu tahu kan rumahnya?" tanya wanita itu lagi.


"iya, aku mau...! aku pengen ketemu sama Eca..!" ucap Hanum.


"gue ikut...!" sahut Jordan.


Hanum menoleh.


"mau ngapain?!" tanya Hanum.


"ya lo pikir gue akan biarin lo pergi sendiri nemuin tuh perempuan...?! nggak ada ya..! gue ikut...! kalau nggak, gue nggak ngijinin lu pergi..!" ucap Jordan.


"ck..! lama lama kami kek buntut tau nggak?! ngintil mulu...!" ucap Hanum.


"emang gue punya buntut...! tapi di depan..!" jawab Jordan santai membuat semua terkekeh.


"apasih..?!! ngeres banget pikirannya kalau ngomong...!" ucap Hanum. Jordan hanya tertawa.


Saat semua tengah sibuk dengan obrolan mereka.


Tiba tiba.....


"assalamualaikum...!!!!"

__ADS_1


Suara cempreng itu menggema.


"wa alaikum salam..!!" jawab semua yang berada di sana sambil menoleh ke arah pintu utama.


"Aliya...!!" ucap Zack setengah kaget.


"eh, anak cantik..! ya ampun, Masya Allah, lucu banget..!!" ucap Hanum kagum.


Dilihatnya disana seorang gadis kecil dengan dress pink yang begitu imut nampak masuk ke dalam rumah itu sembari menyeret koper berwarna senada. Wajahnya cantik. Sebuah senyuman riang terbentuk dari bibir gadis manis ber bando telinga kelinci itu.


Aliya berjalan mendekati Zack. Zack pun bangkit.


"Aliya..? kok kamu udah pulang? sama siapa?" tanya Zack terlihat sedikit kaget.


Aliya meraih punggung tangan sang ayah lalu menciumnya sebagai tanda bakti.


"ya sama papa Moleno dong, yah..!" ucap Aliya.


"trus papa mana?" tanya Zack.


"ada di lual..!" ucap Aliya.


Zack pun melongok ke luar.


"kok nggak ikut masuk?" tanya Zack.


" enggak, katanya bulu-bulu udah mau pelgi.!" ucap Aliya.


Zack yang penasaran pun lantas berjalan keluar berniat untuk menemui Moreno.


Ia setengah berlari menuju gerbang rumah itu. Laki laki itu celingukan. Mencari keberadaan laki laki itu. Namun sayang, Moreno sudah tidak ada.


Zack hanya menghela nafas panjang. Ia lantas kembali masuk ke dalam rumah itu untuk menemui putri cantiknya.


...----------------...


Selamat siang,


up 12:37


yuk, dukungan dulu 🥰😘


mampir boleh


__ADS_1


__ADS_2