
Di dalam sebuah mobil yang melaju cukup kencang meninggalkan sebuah restoran di pusat kota,
Gala nampak fokus pada kendaraan roda empat berkecepatan tinggi itu. Wajahnya terlihat datar. Tak ada ekspresi yang terlihat disana membuat Pelangi beberapa kali menoleh ke arah laki laki yang memang cukup dekat dengannya beberapa waktu terakhir ini.
Pelangi membenarkan posisi duduknya yang sebenarnya sudah benar.
"Gal..." ucap Pelangi perlahan dan hati hati.
Galaksi menoleh.
"what?" tanya pemuda itu.
"kamu baik baik aja?" tanya Pelangi.
Galaksi diam sejenak. Di hentikan nya laju kendaraan itu saat melihat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Ditatapnya wanita itu dengan raut wajah datar.
"Gal..." ucap Pelangi lagi.
Gala mendekat kan wajahnya ke wajah Pelangi. Membuat wanita itu sedikit awas dibuatnya.
"Galaa...." ucap Pelangi lagi
Gala tersenyum simpul, lalu....
cup....
Pria itu memonyongkan bibirnya, hendak memberi kecupan pada pipi wanita itu namun Pelangi dengan cepat dan sigapnya mengelak. Membuat kecupan itupun gagal mendarat dengan sempurna.
"apasih...?!!" tanya Pelangi dengan raut wajah kesal
Gala tergelak. Ia kembali menegakkan tubuhnya di kursi kemudi sembari menatap lurus kedepan.
Pelangi nampak kesal. Ia kembali duduk dengan tenang namun dengan wajah yang nampak cemberut.
"khawatir ya lo ama gue?" tanya Gala PD
"ya takut aja kalau gara gara kejadian tadi kamu jadi kambuh gilanya. Kan kamu orangnya kumatan..!" ucap Pelangi.
"bangk* lu...!!" ucap Gala membuat Pelangi terkekeh.
Lampu lalu lintas berubah hijau. Mobil pun kembali melaju menembus padatnya jalan ibu kota bersama kendaraan lain yang juga melintas disana.
"Gal..." ucap Pelangi.
"hmm...."
"aku boleh tanya?" tanya Pelangi.
"apa?"
"tentang ucapan kamu tadi. Kamu minta Pelangi dan ibunya nyadap hape dan belajar mata matain papa nya. Apa maksudnya?" tanya Pelangi.
Gala tersenyum singkat
__ADS_1
"menurut lo?" tanya Galaksi
"ya aku nggak tau, makanya aku nanya" ucap Pelangi.
Gala menoleh ke arah Pelangi sekilas.
"lo mau tau rahasia besar nggak?" tanya Galaksi.
"apa?" tanya Pelangi.
Dan....
Terbukalah....
Semua rahasia antara Galaksi dan Bram serta tindak tanduk tak pantas oknum aparat kepolisian itu selama bertugas.
Bram yang bukanlah sosok polisi bersih itu kini dikupas borok nya oleh Gala. Dibeberkan di hadapan Pelangi. Dibuka semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Semua tentang laki laki itu, mulai dari aksi terima suap untuk meringankan hukuman, kebiasaan kebiasaan buruk Bram yang ternyata masih suka "jajan" , rencana Bram menjebak Angkasa dan semuanya...dikupas habis tanpa sisa oleh seorang Galaksi di hadapan sang Pelangi. Tak ada yang ditutup tutupi. Bahkan tentang ancaman Bram terhadap Gala dan ayahnya pun, semua dikupas habis
Pelangi melongo dibuatnya. Ya, memang banyak orang seperti Bram itu di dunia ini. Tapi ia tak menyangka, jika laki laki yang terlihat sayang keluarga, bijaksana, dan berjiwa pemimpin itu memiliki borok yang sedemikian rupa.
Sungguh, Bram adalah bukti nyata tentang sifat munafik seorang manusia. Berbeda atas hati dan ucapan serta tindak tanduknya. Pandai menyembunyikan bangkai di balik seragam dan jabatannya.
Pelangi menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Gala.
"terus, kamu gimana sekarang?" tanya Pelangi.
"ya nggak gimana gimana..! dia udah jarang hubungin gue..! mungkin sekarang dia lagi bersekongkol ama Gerald dan Sofie..!" ucap Gala.
"yes...! tepat di hari penjebakan itu, setelah dia berhasil menggiring Angkasa masuk hotel, Gerald hilang. Nggak ada kabar bahkan sampai sekarang. Entah kemana perginya..! gue cuma takutnya dia bawa bukti foto atau vidio Angkasa di hotel. Dan suatu saat dia akan nyebarin itu...! cuma itu yang gue takutin..! karena jujur, Ngi. Gue udah capek berurusan ama temen lo yang tolol itu...! bukan urusan gue juga sih kalau sampai bukti" di hotel itu kesebar. Toh juga nggak ada ruginya buat gue..! yang penting buat gue sekarang itu lo..! yang penting lo udah aman, gue udah bodo amat ama yang lain..! Tapi, gue pengennya bukti bukti itu nggak kesebar..! biar nggak ada kegaduhan aja..! cukup Bintang dan Angkasa putus biar Bram seneng, setelah itu bodo amat...!!" ucap Gala.
"dan papa kamu selama dari incaran polisi?" tanya Pelangi.
"yes..!" ucap Gala
"tapi selamat dari incaran polisi bukan berarti selamat dari narkoba dan pacarnya itu kan, Gal?" tanya Pelangi.
Gala terdiam.
"tinggal sama wanita itu jauh lebih berbahaya loh dari pada mendekam di penjara.." ucap Pelangi.
"ya mau gimana lagi...!" ucap Gala seolah juga bingung. Ia sibuk memikirkan keselamatan Pelangi, namun ia lupa jika ayahnya jauh lebih berada dalam bahaya.
Pelangi terdiam sejenak. Lalu.
"Gala....." ucap Pelangi.
"what?" tanya pria itu.
"mau aku kasih solusi nggak?" tanya Pelangi.
Gala menoleh. Dilihatnya wanita itu nampak menatap nya dengan wajah tersenyum.
__ADS_1
"apa?" tanya Galaksi.
Pelangi makin merekahkan senyuman nya.
"jadi gini..................................."
...****************...
Sementara di tempat terpisah...
Pemuda berparas tampan itu nampak menjalankan mobil merah miliknya dengan kecepatan sedang. Pikirannya kembali melayang layang memikirkan nasib percintaan nya yang kian hari kian rumit. Ditambah lagi ucapan Gala saat di resto tadi, berhasil membuat jiwa Angkasa tersentil.
Apa iya ia terlalu bodoh dan tak bisa tegas pada wanita tercintanya itu. Dan lagi, ucapan Gala tentang saran penyadapan dan upaya membuntuti Bram secara sembunyi sembunyi. Apa maksudnya?
Apa masalah yang kini ia hadapi ada hubungannya dengan suami sah Grace itu?
Ya, Bram memang sejak dulu tak menyukai Angkasa. Mendengar ucapan Gala tadi seolah berhasil membuka mata Angkasa. Mengingatkan ia pada ucapan Zack beberapa hari lalu tentang kemungkinan orang terdekat yang berupaya menghancurkan hubungan mereka.
Angkasa kini seolah menjadi berfikiran buruk pada ayah sambung Bintang Kejora itu.
Apa mungkin Bram ada sangkut pautnya dengan masalah ini?
"astaghfirullah haladzim" ucap Angkasa sembari mengusap wajahnya kasar. Ia benar benar pusing dengan masalah ini.
Angkasa menoleh ke arah kursi samping kemudi. Dilihatnya disana Tiger tengah terlelap.
Angkasa kembali menatap lurus kedepan. Ia kembali fokus pada jalan raya, membawa kendaraan roda empat itu menuju sebuah resto lain untuk membeli makan. Mengingat tadi mereka tak jadi makan karena kekacauan yang terjadi.
Tak lama, mobil merah itu sampai di sebuah resto. Angkasa mematikan mesin mobilnya. Melepaskan sitbelt nya dan bergegas untuk turun.
Namun belum sempat ia membuka pintu mobil itu, tiba tiba....
.
.
.
.
deeeeegggghhhh....
Angkasa mengehentikan pergerakan nya. Ia membuka mulutnya. Seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Seorang pria paruh baya nampak berjalan dengan mesra menggandeng seorang wanita muda ber-make up tebal dengan pakaian seksi.
"what...?!!" ucap Angkasa tak percaya..
"calon mertua gue, anj*r...!!!" ucapnya lagi.
...----------------...
selamat malam
__ADS_1
up 19:43
yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰