Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 18


__ADS_3

Sementara di tempat terpisah,


Pemuda tampan dengan masker menutup wajahnya itu nampak berdiri bersandar di ujung rak sebuah minimarket di kota itu. Pemuda yang sengaja menyembunyikan wajahnya dari khalayak ramai agar tak dikenali itu nampak menatap jengkel ke arah bocah yang begitu asyik memilih milih aneka cemilan dan snack snack yang tertata rapi di rak minimarket itu. Keranjang belanjaan nya sudah penuh, namun sepertinya Tiger belum merasa cukup. Ia masih sibuk memilih snack snack di sana dengan membabi buta. Padahal tadi katanya cuma minta es krim dua biji. Kok bisa bisanya sampai minimarket jadi se keranjang penuh 🙈


"Maung, udah dong. Nggak akan abis ntar makan snack segitu banyaknya..!" ucap Angkasa.


"bental uncle. Ini masih kulang. Dikit lagi..!" ucap Tiger sambil menyeret keranjang belanjaan nya.


"lu bikin gue tekor kalau kek gini ceritanya. Katanya cuma es krim dua, napa jadi snack se keranjang lu angkut..?!" ucap Angkasa kesal. Namun sepertinya Tiger tak peduli. Ia masih asyik dengan keranjang bawaannya itu. Saking banyaknya dan tak kuat mengangkatnya, Tiger memilih untuk mendorong keranjang belanja berwarna biru itu menuju kasir minimarket.


"mbak kasil, aku beli ini semua ya. Ntal yang bayal uncle aku.." ucap Tiger sambil mencoba mengangkat keranjang nya, namun sepertinya bocah itu kesulitan.


"aduuuh, kok susah ya..tolongin dong mbak.." ucap Tiger. Seorang karyawan toko kemudian membantu si bocah cerewet itu untuk mengangkat keranjang nya. Sedangkan Angkasa yang masih setia dengan maskernya itu nampak mendekat sambil merogoh saku celananya dan mengambil dompet hitam miliknya.


"uncle, buluan bayal..!" ucap Tiger pada sang uncle membuat Angkasa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Belanjaan Angkasa pun di hitung. Cukup banyak, hingga memerlukan sebuah kantong kresek yang cukup besar untuk membawanya.


Setelah semua barang di bayar. Angkasa pun mengambil alih kresek putih itu, lalu keluar dari minimarket bersama Tiger sang keponakan.


Namun saat hendak membuka pintu minimarket, tiba tiba...


deeeeggghhhh...


"om, tante.." ucap Angkasa.


Dilihatnya disana, sepasang suami istri berusia lebih tua dari Adrian dan Dinda nampak masuk ke dalam minimarket itu, berpapasan dengan dirinya yang hendak keluar dari tempat tersebut.


Ya, itu adalah Bram dan Grace, ayah dan ibu Bintang Kejora, kekasihnya.


Grace tersenyum hangat. Namun tidak dengan Bram yang nampak memasang wajah masam. Pria berseragam polisi yang berbalut jaket kulit itu nampak menatap datar ke arah Angkasa.


"Angkasa?" ucap Grace.


Angkasa meraih punggung tangan Grace, lalu menciumnya sebagai tanda hormat. Ia pun hendak melakukan hal yang sama pada Bram, namun sayang, baru meraih tangan belum sampai mencium, Bram sudah menarik tangannya.


Ya, laki laki itu memang tidak terlalu suka dengan Angkasa. Terlebih lagi saat mengetahui bahwa Angkasa adalah anak Adrian Tama.


Masa lalu diantara perwira polisi dan mantan narapidana yang pernah bebas bersyarat itu memang kurang baik. Itulah sebabnya Bram kurang srek jika putrinya berhubungan dengan Angkasa.


"kamu disini?" tanya Grace.


"iya, tante. Nemenin ponakan.." ucap Angkasa.


Grace pun menatap ke bawah, menatap ke arah bocah tampan yang kini nampak mendongak melihat wajah sepasang suami istri itu.


"oh ini? ini anaknya kakak kamu itu ya?" tanya Grace.


"iya, tante" ucap Angkasa.


"ya ampun, ganteng sekali kamu nak.." ucap Grace memuji ketampanan Tiger.


"makasih, aku ganteng kayak daddy aku" ucap Tiger.


Grace tersenyum.


"om sama tante mau belanja?" tanya Angkasa.

__ADS_1


"iya, sekalian mumpung lewat" ucap Grace.


Angkasa hanya mengangguk sambil tersenyum. Sesekali ia nampak melirik ke arah Bram yang terlihat acuh.


"ya udah, saya belanja dulu ya" ucap Grace ramah.


"iya, tante. Saya juga mau pulang.." ucap Angkasa sopan.


Merekapun lantas berpisah. Grace dan Bram masuk ke dalam minimarket dan mulai mencari cari barang yang ingin mereka beli.


Angkasa menatap lesu ke arah sepasang suami istri itu. Sampai saat ini ia juga tak tahu, kenapa Bram seperti nya tak pernah suka padanya. Padahal seingatnya, ia tak pernah melakukan kesalahan-kesalahan apapun. Tapi Bram seolah begitu menjaga jarak pada putra Adrian itu.


Entahlah, calon ayah mertuanya itu memanglah sangat dingin. Meskipun Angkasa tahu, Bram bukanlah ayah kandung Bintang


Sedikit informasi,


Bram adalah seorang perwira polisi senior di intansi penegak hukum itu. Ayah sambung dari Bintang Kejora itu adalah seorang aparat yang sudah berhasil menangani berbagai kasus besar sejak dirinya menjadi seorang polisi.


Salah satu kasus terbesar yang berhasil ia ungkap adalah kasus tentang sindikat perdagangan perempuan beberapa tahun yang lalu dengan tersangka utama bernama Adrian Tama, yaitu ayah kandung dari Angkasa sendiri.


Bram adalah polisi yang cerdik, namun penjahat yang ia hadapi kala itu, Adrian, juga tak kalah pintar. Sebuah drama yang menjurus masalah pribadi sempat terjadi antara Bram dan Adrian.


Adrian pernah meminta kebebasan pada Bram dengan memanfaatkan ke khilafan polisi itu. Sebuah skandal terlarang yang jika di bocorkan dipastikan bisa mencoreng nama baik dirinya dan instansi.


Singkat cerita Adrian bebas lebih awal dengan berbagai persyaratan. Sejak saat itu Bram lebih memilih untuk tidak berhubungan lagi dengan Adrian setelah ayah kandung Angkasa itu di nyatakan bebas sepenuhnya. (lebih lengkap baca di Gadis Tawanan Sang Psychopath)


Semenjak kejadian tersebut, Bram lebih memilih untuk fokus pada keluarga nya. Menghabiskan waktu bersama istri tercinta dan buah hati mereka.


Grace nama wanita pujaan Bram itu. Grace adalah seorang janda. Ia bertemu dengan Bram saat wanita itu sedang hancur hancurnya pasca perceraian nya dengan sang mantan suami.


Wanita itu adalah wanita korban KDRT dulunya. Di tangan mantan suaminya, Grace berkali kali hampir meregang nyawa. Ia juga sempat mengalami keguguran sebanyak dua kali.


Grace memilih menggugat cerai mantan suaminya itu saat diam diam tengah hamil anak Sang Moreno. Grace melakukan hal tersebut lantaran takut jika kembali mendapatkan kekerasan dan berujung keguguran lagi.


Singkatnya, Grace bercerai dalam kondisi hamil. Ia kemudian bertemu dengan Bram. Perasaan cinta pun tumbuh dari masing masing anak manusia itu.


Bram lantas menikahi Grace setelah anak wanita itu dengan suami terdahulu nya lahir ke dunia. Anak itulah yang kini menjadi kekasih Angkasa Wildan Tama, yakni Bintang Kejora.


Gadis cantik yang kini di kenal sebagai anak seorang perwira polisi. Namun tak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya Bintang adalah anak kandung seorang penjahat kelas kakap.


...****************...


Sementara di tempat terpisah,


Setengah jam berselang setelah Pelangi istirahat sholat Dzuhur,


Wanita cantik berambut panjang dengan kulit putih mulus itu nampak berjalan menuruni tangga toko sekaligus rumahnya. Sambil tangan mulusnya bergerak mengikat rambut panjangnya, mata lentik milik wanita yang memang berparas amat rupawan itu menyipit, menangkap sesosok manusia yang nampak berbaring tidur di atas sofa panjang toko yang biasa di gunakan sebagai sofa tunggu itu.


Lho, itukan??


Pelangi mempercepat langkahnya. Di dekati nya manusia yang tertidur dengan wajah di tutup jaket itu.


"permisi" ucap Pelangi pada laki laki itu, Galaksi. Namun pria itu tak bergerak sedikit pun.


"halo, permisi..!!" ucap Pelangi lagi dengan suara yang sedikit lebih tinggi.


Pemuda itupun membuka jaket yang menutupi wajahnya. Matanya menyipit menatap wanita cantik yang kini berdiri tepat di sampingnya itu.

__ADS_1


"apa sih lo? berisik banget..!!" ucap Gala angkuh.


"kamu ngapain di sini?" tanya Pelangi.


Gala menghela nafas dengan jengkel.


"bukannya tadi lo yang nawarin bantuan ke gue?" tanya Gala.


Pelangi nampak kesal.


"ya tapi nggak masuk toko sembarangan juga..! lagian kan pintunya aku kunci, kok bisa masuk?" tanya Pelangi.


"gue bisa masuk kemanapun yang gue mau! lagian gue cuma numpang tidur..! gue bukan rampok, jadi nggak usah berisik..!" ucap Gala kesal.


Pelangi hanya menghela nafas panjang. Mata lentiknya kemudian tertuju pada luka di lutut Gala. Celana jeans nya nampak robek dengan luka lecet yang cukup lebar terlihat disana. Darah yang berada di sana bahkan terlihat sudah mengering.


Gala kembali menutup wajahnya dengan jaket. Pelangi kembali naik ke atas tanpa di pedulikan oleh pemuda berparas bule itu.


Suasana sangat tenang. Hingga tiba tiba,


Gala yang mulai memejamkan matanya itu kembali tersadar. Sesuatu nampak bergesekan dengan kulitnya, mengenai luka di bagian lututnya. Dengan segera pria itupun membuka matanya dan melempar jaketnya asal membuat seorang wanita yang bersimpuh di samping sofa panjang itu terjingkat kaget.


Dilihatnya di sana, Pelangi bersimpuh di lantai menghadap kaki Gala yang lurus. Wanita itu nampak mengolesi luka itu dengan obat merah.


"ngapain lo?!!" tanya Gala.


"nggak usah marah marah, aku cuma niat bantuin kamu sembuhin luka di kaki kamu..!" ucap Pelangi.


"ini kalau di biarin bisa infeksi..!" ucap wanita itu lagi sambil kembali mengolesi luka di lutut pemuda itu.


Gala terdiam. Di amati wajah itu. Dari samping, perempuan itu terlihat sangat cantik, manis, kulitnya putih bersih dengan bibir tipis merah muda dan wajah yang terlihat imut.


Seutas senyum simpul terbentuk dari bibir Gala.


"ke rumah sakit aja, ya?" tanya Pelangi sambil menoleh ke arah Gala membuat laki laki itu reflek celingukan.


"hah?" tanyanya.


"ke rumah sakit.." ucap Pelangi.


"pakai apa?" tanya Gala.


"aku punya motor, kita kerumah sakit aja dulu. Takut ada luka dalam" ucap Pelangi.


Gala masih terpikat dengan wajah ayu itu, membuat pemuda itupun hanya bisa mengangguk saja mengikuti ucapan Pelangi.


Wanita itu tersenyum. Ia kemudian bergegas bangkit, membantu Gala untuk berdiri, memapah nya lalu mengajak pemuda itu untuk pergi ke rumah sakit. Tanpa Pelangi sadari, mata Gala sejak tadi tak lepas menatap wajah cantik putih mulus miliknya. Betapa nyaris sempurna nya kecantikan wanita itu.




...----------------...


Selamat pagi


up 05:12

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰😘🥰🥰


__ADS_2