Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 14


__ADS_3

Sementara itu di tempat terpisah di waktu yang bersamaan.


Di sebuah tempat hiburan malam,


Dentuman musik mengalun keras memekakkan telinga. Bau bau alkohol tercium begitu menyengat. Para manusia manusia pencari kenikmatan duniawi itu nampak meliuk liukan tubuhnya di bawah sorot lampu diskotik yang seolah mati menyala mengikuti alunan musik yang di putar oleh seorang disk jockey di atas panggung.


Gerakan gerakan yang mengundang nafsu syahwat. Tangan tangan para lelaki yang menjalar menjamah lancang tubuh para wanita berpenampilan serba mini. Wanita wanita yang bergoyang erotis seolah meminta untuk di bungkus malam itu. Serta kegiatan kegiatan lain yang terlihat sangat menjijikkan bagi sebagian orang terpampang nyata di tempat haram itu.


Seorang pemuda menempelkan tubuhnya pada tubuh seorang wanita bertato di lantai dansa. Bibir keduanya saling menyatu. Melakukan aktifitas panas yang sebenarnya belum pantas mereka lakukan lantaran belum memiliki ikatan yang sah sebagai sepasang suami istri.


Ya, itu adalah Galaksi dan Sofie. Sepasang muda mudi yang baru saja berkenalan kemarin malam di tempat yang sama. Seharian ini mereka menghabiskan waktu bersama dan tentu saja, bukan hanya sekedar jalan bareng seperti anak muda pada umumnya.


Tubuh keduanya kembali meliuk liuk. Botol alkohol di tangan kanan Gala. Sedangkan tangan kirinya merengkuh pinggang Sofie. Keduanya nampak begitu larut dalam suasana malam yang begitu menggairahkan bagi keduanya. Sofie sesekali mengarahkan puntung rokok di tangan nya ke arah bibir Gala, kemudian juga ke arah bibirnya secara bergantian. Seolah ingin menikmati satu batang benda ber nikotin itu untuk berdua.


Aktifitas terus berlanjut. Hingga.....


"jangan bergerak..! diam di tempat...!!!"


Suasana mendadak riuh. Musik berhenti mengalun. Sekelompok pria wanita berseragam coklat dengan persenjataan lengkap masuk ke dalam tempat hiburan malam itu.


Itu polisi...! mereka datang guna melakukan razia di tempat yang di sinyalir menjadi tempat peredaran narkoba di kalangan anak muda tersebut. Sebagian pengunjung melarikan diri. Membuat suasana dalam tempat hiburan malam itu nampak riuh tak terkendali. Polisi bergerak cepat. Mereka mengamankan para pengunjung yang masih berada di dalam ruangan ber pencahayaan remang remang itu.


Salah satu diantara mereka adalah Galaksi. Pemuda yang sudah dalam keadaan mabuk itu seolah tak terlalu bisa mencerna apa yang baru saja terjadi. Ia juga tak sadar jika diam diam ada sebuah tangan yang memasukkan sebuah plastik klip berukuran 5x8 berisi bubuk putih incaran para petugas itu ke saku celana bagian belakang pemuda berparas kebarat baratan itu.


Siapa yang memasukkan? entahlah...


Petugas menggiring Galaksi, Sofie dan beberapa pengunjung lainnya. Mengumpulkan mereka dalam satu ruangan di tempat tersebut dan menggeledah barang bawaan mereka.


Ada puluhan orang yang terjaring razia dadakan itu. Semua di periksa. Barang bawaan di geledah, yang mencurigakan di mintai test ur*n. Semua, tak terkecuali anggota Black Moon yang juga mengunjungi tempat tersebut. Hampir semua kedapatan mengkonsumsi alkohol.


Polisi mendekati Gala sang leader. Di geledah nya tubuh pria itu dengan cara di raba oleh seorang petugas bernama Andrew di sana. Hingga....


Polisi pria itu merogoh salah satu kantong celana Gala. Di temukan nya sebuah plastik klip berisi bubuk putih yang di sinyalir merupakan salah satu jenis obat obatan terlarang.


"apa ini?!" tanya Andrew tegas pada Gala yang berada dalam pengaruh alkohol.


Gala menyipitkan matanya.


"nggak tau...!" ucap pemuda itu setengah sadar.

__ADS_1


"ini milik kamu kan?!"


"udah dibilangin, gue nggak tahu, anj*nk..!" umpat Gala tak sopan


Andrew mengetatkan giginya gemas. Ia kemudian memerintahkan anggotanya untuk membawa Gala dan beberapa orang lainnya untuk menuju kantor polisi guna menjalani pemeriksaan. Sedangkan yang lainnya yang di nyatakan bersih, di izinkan untuk pulang.



...****************...


04:00


Pagi menjelang...


Gema subuh berkumandang...


"uncle..! bangun..! sholat..!!" ucap bocah tampan yang sudah rapi dengan baju koko dan kopiahnya itu. Bocah itu nampak menggoyang goyangkan tubuh uncle nya, mengajaknya untuk bangun guna menjalankan ibadah subuh selayaknya umat muslim yang taat.


Angkasa tak bergerak.


"uncle..!! banguuun..!! di tungguin opa tuuhh...!!" ucap Tiger lagi sambil kembali menggoyang goyangkan tubuh uncle nya.


"uncleeeee....!!!" ucap Tiger sambil mencoba menarik guling Angkasa namun pemuda itu menahannya.


"apasih Maung..?!!" ucap Angkasa kesal sambil mempertahankan guling nya.


"banguuuunnn...!!!"


"masih ngantuk...!!"


"sholat..!!!" ucap Tiger lagi mulai kesal.


Angkasa masih tak bergeming.


Tiger menatap kesal ke arah uncle nya. Lalu....


"Ya Allah, bantulah hamba. Singkilin setan yang nindihin uncle..! uncle telalu nyaman dipeluk setan, sampe sampe nggak mau bangun untuk menyembahmu Ya Allah..!" ucap Tiger sambil menengadah kan tangannya seolah memohon kepada sang pencipta.


Angkasa yang belum sepenuhnya tertidur lantaran terlanjur terbangun karena ulah Tiger itupun terkekeh mendengar doa bocah lima tahun tersebut.

__ADS_1


Tiger yang mendengar tawa cekikikan uncle nya itupun nampak berbinar. Ia berhasil membangunkan pemuda tampan itu.


"yeeeeyy....uncle bangun..! ayo uncle..! sholat..! udah di tungguin oma sama opa..!!" ucap Tiger sambil menggoyang goyangkan tubuh Angkasa yang bertelanjang dada.


Angkasa tergelak sambil mengubah posisi tubuhnya yang semula miring kini menjadi terlentang.


"iya, iya..! bawel banget lu..! anak siape sih lu..?!" ucap Angkasa sambil bangkit dari tidurnya.


Pemuda yang nampak sesekali menguap itu lantas berdiri, dan bergegas untuk mengambil wudhu sebelum akhirnya berkumpul dengan ayah dan ibunya di mushola pribadi kediaman Adrian Tama. Namun tiba tiba...


"uncle...." ucap Tiger lagi.


"apa lagi?" tanya Angkasa.


"uncle mandi yang belsih ya sebelum wudhu" ucap Tiger nampak ragu ragu.


Angkasa pun mengernyitkan dahinya.


"emang kenapa?" tanya Angkasa.


Tiger menggeliat.


"aku tadi ngompol..." ucapnya kemudian sambil menunjuk ke arah kasur yang nampak basah si salah satu bagian nya.


"astaga Tuhan...! Maung...!!! kebiasaan lu ah...!!!" ucap Angkasa kesal. Tangannya tergerak meraih punggungnya sendiri yang baru ia sadari terasa lembab.


Dan benar saja....


pesing...!!!


"maaf.." cicit bocah itu.


"ck..! ah..!" ucap Angkasa kesal kemudian bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


...----------------...


Selamat pagi


up 06:20

__ADS_1


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2