
Sementara di tempat terpisah,
Di sebuah kamar yang tak terlalu luas milik Angkasa Wildan Tama.
Dua bocah itu nampak cekikikan sambil sesekali memasukkan snack di tangan mereka ke dalam mulut masing masing. Di atas pangkuan Angkasa, menghadap sebuah kamera yang di letakkan di sebuah stand holder, dua bocah yang sengaja di culik oleh uncle nya itu sejak tadi tak henti terkekeh sambil berbicara dengan seorang gadis cantik melalui sambungan vidio.
Ya, itu Bintang Kejora.
Hari ini Angkasa sengaja menculik dua keponakan nya itu. Mengingat ia pulang kuliah lebih awal hari ini, membuatnya berfikir, ia pasti akan kesepian nantinya di rumah sendirian, mengingat kedua orang tuanya pasti masih sibuk mencari nenek mereka.
Mungkin untuk dua minggu kedepan ia juga akan lebih sering menghabiskan waktu bersama dua bocah menggemaskan itu jika ia tak ada jadwal pekerjaan. Mau ngapain lagi di rumah selama dua minggu lamanya? toh Angkasa juga bukan pemuda yang hobi keluar keluar. Walaupun banyak teman tapi ia tak seperti kebanyakan pemuda lain yang suka nongkrong dengan teman temannya di luaran sana. Ia lebih suka menghabiskan waktunya dengan keluarga. Kalaupun dengan teman, paling juga cuma dengan Dodo. Yang lain jarang.
Tiger kembali memasukkan snack ke mulutnya.
"kakak Bintang..." ucap Tiger.
"apa, sayang..?" tanya gadis cantik yang kini tengah makan itu dari seberang sana.
"kakak kok di lual negli telus? nggak pulang?" tanya Tiger.
"pulang dong, nanti kalau kakak udah selesai kuliah ya" ucap Bintang sambil mengunyah makanan nya.
Aliya yang juga berada di kamar Angkasa sejak tadi hanya tersenyum, seolah memandang kagum pada sosok cantik yang baru ia ketahui adalah kekasih Angkasa itu.
"kakak, kakak, nanti kalau udah pulang kita main baleng ya. Aku pengen ketemu kakak Bintang" ucap Tiger.
"iya, sayang. Pasti nanti kalau kakak pulang kakak akan ke rumah kamu sama uncle. Trus kita main bareng deh..!" ucap Bintang.
Tiger hanya mengangguk sambil tersenyum sembari mengunyah makanannya.
"ini si cantik kenapa kok diem aja dari tadi?" tanya Bintang sambil tersenyum.
"pacalnya mas uncle cantik banget..!" ucap Aliya kemudian membuat Bintang terkekeh. Begitupun Angkasa yang memangku kedua bocah itu.
"makasih, kamu juga cantik kok..." ucap Bintang.
"tapi kok kalian di liat liat agak mirip ya..?" ucap Angkasa.
__ADS_1
"masa sih, By?" tanya Bintang.
"iya, mirip loh dikit dikit.." ucap Angkasa.
"iya, sama sama cantik..!" ucap Tiger menyahut membuat Bintang terkekeh.
" Nama kamu siapa tadi siapa, cantik? kakak lupa .." ucap Bintang.
"namaku Aliya, kak"
"dia ayank akuuu...!!" sahut Tiger dengan percaya dirinya.
"huuusss...! anak kecil nggak boleh ayank ayank an...!" ucap Angkasa mengingatkan.
"yeee, olang dia ayank aku benelan. Pelasaan itu nggak bisa dipaksain, uncle...!" ucap Tiger sok dewasa membuat Bintang tergelak di seberang sana.
"eh, Mickey mouse..! anak kecil itu nggak boleh ngomong kayak gitu. Nggak baik. Anak kecil itu tugasnya sekolah. Nggak boleh ngomongin ayank ayank...! kek ngerti aja..!" ucap Angkasa.
"iya nih, Tigel tiap hali yang di omongin ayank ama pengen jadi ganteng aja. Tiap haliiiii itu telus. Capek aku dengelnya..!" ucap Aliya menambahi.
Mereka pun kembali asyik berbincang melalui sambungan vidio yang terhubung. Sembari melepas rindu dengan sang pujaan hati dan mengasuh dua bocah yang bahkan hingga kini tak ditanyakan kabarnya oleh para orang tua mereka.
Sementara di tempat terpisah,
Di ujung gang sempit nan sepi yang hanya bisa di lalui oleh satu mobil.
Seorang pria berjambang lebat nampak duduk dengan tenangnya di jog belakang sebuah mobil berharga fantastis itu.
Dengan raut wajah tenang, pria itu menatap tajam ke arah luar jendela, tepat dimana sang anak buah sekaligus orang kepercayaan nya tengah melakukan sebuah transaksi jual beli barang haram bersama seorang pemuda dua puluh delapan tahun yang merupakan pengedar barang barang racikan komplotan nya.
Dua puluh butir pil berwarna kuning yang di kemas dalam satu kantong plastik klip diam diam di tukar dengan sejumlah uang. Pria berjambang dan bertato itu menyunggingkan senyuman iblis nya. Uang yang tak sedikit kembali di raupnya.
Transaksi selesai. Sang pengedar yang baru saja mendapatkan apa yang ia inginkan lantas berlalu pergi meninggalkan tempat itu tanpa berbicara sepatah katapun. Sedangkan sang anak buah kembali mobil itu dan dengan segera mendudukkan tubuhnya di kursi kemudi.
"kita pulang, tuan?" tanya si anak buah.
__ADS_1
"aku mau ke makam" ucap pria berjambang lebat tersebut, Moreno alias Simon.
"baik, tuan" jawab sang anak buah.
Mesin mobil pun di nyalakan. Kendaraan roda empat itu lantas melaju meninggalkan tempat itu.
Saat mobil bergerak belum terlalu jauh,
"Rain..!" ucap Simon pada sang anak buah yang ternyata bernama Rain itu. Salah satu pemuda yang ia rekrut masuk dalam komplotannya kurang lebih empat tahun yang lalu.
"saya, tuan" jawab Rain.
"aku ingin tahu, kepada siapa siapa saja Andra menjual pil pil buatanku" ucap Simon.
"yang saya tahu, dia menjualnya ke beberapa pemuda di tempat hiburan malam, tuan. Tapi selebihnya saya belum mengetahui nya" ucap Rain.
"selidiki..! aku mau jaringan kita tetap aman dari jangkauan polisi" ucap Simon alias Moreno.
"baik, tuan"
......................
Seperginya mobil itu.
Pria yang baru saja mendapatkan barang haram incarannya itu nampak menaiki motor sport berwarna hijau miliknya. Di kenakannya sarung tangan balap berwarna hitam kombinasi hijau itu. Ia lantas meraih ponsel di saku celananya, membukanya, menuju aplikasi WhatsApp dan mencari nomor ponsel seseorang yang ia beri nama "My Bi*ch" tersebut.
Di tempelkan nya benda itu di telinganya. Tak lama, sambungan telepon pun terhubung.
"Baby, aku sudah dapat barangnya. Kita bisa mulai rencana kita.." ucap laki laki dua puluh delapan tahun yang di ketahui bernama Andra tersebut sambil menyunggingkan senyuman liciknya.
...----------------...
Selamat pagi....
up 06:26
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰🥰