
Buuuuuggghhhh.......
"aaaaakkkkhhh....!!"
Kepala membentur kepala..!
Angkasa tiba tiba datang dari belakang. Meraih kepala Joe dan Gerald lalu membenturkan keduanya seolah mengadunya.
Semua kaget. Dodo yang sudah seperti seekor binatang di bawah sana pun mendongak.
"Angkasa...!!" ucap Dodo berbinar.
"bangun lu...!!" ucap Angkasa dengan mata merah. Netra yang biasanya terlihat teduh itu kini berubah menjadi tajam. Raut wajah yang biasanya penuh senyuman kini tak nampak. Berubah menjadi garang merah padam.
Angkasa menjelma bak menjadi sosok lain. Mimik wajahnya mengerikan. Matanya mendelik penuh amarah menatap ke arah Gala yang kini tak kalah bengis.
Dada pemuda itu naik turun. Nafasnya memburu. Di ayunkan nya kaki berbalut sneaker itu mendekati sang Galaksi. Dodo bangkit. Ia berlari bersembunyi di belakang tubuh Angkasa yang nampak kokoh seolah meminta perlindungan.
"ngap...................."
buuuuuggghhhh.......
Belum selesai Galaksi berucap, Angkasa sudah melayangkan tinjuan nya ke wajah bule itu. Gala terpelanting jatuh membentur meja.
Black Moon terkejut. Darah menetes dari ujung bibir sang Galaksi.
Gala mencoba bangkit, baru saja ia menata tubuhnya untuk bisa berdiri dengan sempurna. Tiba tiba....
seeeeetttt....!
buuuuuggghhhh.....!
Angkasa menarik kerah leher Gala. Tinjuan kembali di layangkan nya. Gala terjatuh lagi.
Semua yang berada di kantin histeris. Gala yang sudah berdarah darah bangkit. Di kepung nya pemuda itu oleh para anggota Black Moon yang lain.
Angkasa menatap bengis ke arah mereka. Salah seorang diantara mereka diam diam mengeluarkan senjata tajam dari balik jaketnya. Angkasa diam. Namun matanya melirik menatap benda yang tak terlalu besar namun terlihat mengkilat itu.
"SERAAANGG...!!!" teriak salah satu diantara mereka.
__ADS_1
Dan,
terjadilah..!
Pertarungan antara satu putra Adrian melawan enam orang anggota Black Moon termasuk Galaksi.
Aksi saling pukul terjadi. Semua berlarian. Tendangan, tinjuan, hantaman kepala, percobaan penusukan menggunakan senjata tajam, tubuh yang terbanting ke lantai, jatuh menimpa meja dan kursi semua terpampang nyata disana.
Pertarungan begitu sengit meskipun Angkasa masih bisa menguasai keadaan. Ilmu bela diri didikan dari ayah, kakak, ipar bahkan supirnya rupanya berhasil membuat Angkasa seolah tak mudah untuk dikalahkan bahkan oleh enam orang anggota Black Moon sekalipun.
Dodo mulai panik. Meskipun ia tahu sahabat nya adalah petarung ulung, namun melihat Angkasa yang di keroyok seperti itu membuat jiwa persahabatan nya terusik. Ia berlari. Mencoba mencari bantuan petugas keamanan kampus guna menghentikan perkelahian mereka.
Sementara di kantin pertempuran masih terus berlanjut. Bahkan tanpa mereka sadari sebuah ponsel merekam dengan jelas aksi baku hantam yang terjadi antara dua idola anak muda tersebut.
Para Black Moon sebagian tumbang. Kini tinggal Angkasa melawan Gala dan Gerald. Gerald berkali kali berusaha melukai Angkasa dengan pisau di tangannya namun anak Adrian itu dapat dengan mudah mengelak.
buuuuuggghhhh....
buuuuuggghhhh....
Gerald terpelanting jatuh membentur kursi kayu itu hingga hancur. Pisau ditangannya terlempar.
Aksi serang dan bertahan dengan sesekali perlawanan terus berlanjut. Hingga.....
buuuuuggghhhh....
Pukulan keras mengenai wajah Gala. Pria itu tersungkur jatuh ke lantai kantin itu. Pria itu meringis. Angkasa mengusap keringat di bagian bawah hidungnya.
Bertarung cukup lama membuat amarahnya sedikit mulai mereda. Di dekatinya sang rival yang meringkuk menyedihkan itu. Ia sedikit membungkuk, mengulurkan tangannya hendak membantu Gala untuk bangkit. Namun.....
buuuuuggghhhh....
Lagi..!
Belum menyerah..!
Gala melayangkan tendangan nya pada wajah Angkasa. Pemuda itu terpental. Darah mengucur dari hidung dan ujung bibirnya. Gala bangkit. Di raihnya pisau Gerald yang tergeletak tepat di hadapannya. Dengan segera ia berlari ke arah Angkasa. Di tariknya kerah baju pemuda yang tersungkur di lantai itu, di baliknya tubuh Angkasa hingga terlentang dan tindihnya sang lawan sambil mengangkat satu tangannya yang bebas bersiap untuk menancapkan pisau tajam itu tepat di salah satu mata Angkasa.
Namun.....
__ADS_1
.
.
.
.
.
"berhenti....!!!!" suara itu menggema membuat semua yang berada di tempat itu menoleh ke arah sumber suara. Begitu juga Angkasa dan Galaksi yang kini saling tindih.
Dilihatnya disana, Dodo datang bersama seorang security dan seorang pria berjas rapi yang sepertinya adalah seorang dosen senior di kampus itu.
Angkasa melirik ke arah tiga pria yang kini mendekat itu lalu ke arah Gala yang kini menatap tiga pria beda usia tersebut.
Angkasa tak menyia nyiakan kesempatan. Dengan segera di gerakkan nya satu lengannya, menghantam pundak Gala dengan sekuat tenaga membuat Gala pun tersentak. Pisau di tangan pemuda itu pun terlempar jauh. Angkasa membalik posisi. Di bantingnya tubuh Gala, membuat sang rival kini terbaring di lantai dan ia di atasnya. Angkasa kembali mengangkat tangannya yang mengepal. Hendak kembali melayangkan tinjuan nya. Namun....
"BERHENTI...!! CUKUP...!!!" bentak sang dosen sambil berlari kearah mereka di ikuti Dodo dan sang security dibelakang mereka.
"bangun kalian...!!!" bentak sang dosen. Dodo mendekati Angkasa. Ditariknya tubuh pemuda itu menjauh dari Galaksi. Hal yang sama pun Black Moon lakukan pada sang leader.
"apa apaan ini?! apa yang kalian lakukan di sini?!!" tanya sang dosen murka. Kantin itu sudah porak poranda. Black Moon dan Angkasa babak belur.
Pria berkepala plontos itu menatap garang ke arah pada mahasiswa nya yang kini nampak menunduk tak berani menjawab itu.
"kalian semua..! ke ruangan saya sekarang..! saya akan panggil orang tua kalian hari ini...!!" ucap sang dosen membuat Black Moon dan Angkasa mendongak kaget. Namun tidak dengan Galaksi. Ia hanya menatap lantai yang sudah sangat kotor itu dengan sorot mata tajam penuh kebencian.
Sedangkan Angkasa nampan bingung. Akan seperti apa reaksi papa dan mamanya kalau tahu ia terlibat perkelahian di kampus...?
"ke ruangan saya sekarang..! CEPAT....!!!!!" bentak sang dosen lagi dengan lantang dan keras.
Para pemuda bonyok itu termasuk Dodo pun akhirnya menurut. Mereka berjalan menuju sang dosen di ikuti pria berjas itu di belakangnya.
...----------------...
***Selamat pagi,
up 04:51
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰🥰***