Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 88


__ADS_3

Siang menjelang di sebuah rumah sakit tempat di mana Aliya dirawat.


Kondisi bocah itu kian hari kian membaik. Pusing di kepalanya kian hari juga kian berkurang.


Siang ini, di sebuah kantin rumah sakit tempat bocah itu dirawat. Adrian, Zev, Roky, Zack, Nabila, Azizah, Dodo, Galaksi, Pelangi dan Angkasa nampak berkumpul.


Aliya sedang bersama Dinda, Tiger dan Zia istri Roky di kamar rawatnya. Azizah meninggalkan bocah itu sejenak saat Zack mengajaknya untuk bergabung bersama para pria pria lainnya serta Nabila yang kebetulan baru saja memeriksakan kandungan di rumah sakit ini untuk membahas sesuatu yang penting.


Dan, disinilah ia sekarang. Bersama beberapa orang lainnya di sebuah bangku di kantin rumah sakit itu. Berkumpul bersama, membahas sesuatu yang cukup serius saat ini.


"jadi selama ini papa sama yang lainnya juga pada curiga sama bapaknya Bintang? trus kalian pada nyari tau dan nyari bukti gitu? trus kalian juga nyelidikin orang yang ngintai rumah kita?" tanya Angkasa yang bahkan tak tau apa apa soal masalah ini.


Tak ada yang merespon. Semua hanya tersenyum samar sambil manggut manggut. Ayahnya nampak menyeruput kopinya, kakaknya bersandar manja di bahu sang suami. Gala manja nemplok di pundak Pelangi. Roky asyik merokok, sedangkan Zack nampak merangkul pundak Azizah yang terlihat memasang raut wajah tidak tenang.


Angkasa menatap para manusia itu bergantian. Begitu pula Dodo yang duduk di sampingnya. Lalu......


braaaaaakkkk......


"KUNTILANAK...!!!"


"kok gue nggak diajak sih?!!" tanya Angkasa ngegas sembari menggebrak meja dengan kerasnya membuat semua yang berada di sana terjingkat kaget. Begitupun Dodo yang latah reflek berteriak 'kuntilanak'. Sedangkan Adrian yang asyik dengan kopinya pun menoleh ke arah sang putra.


"Berisik...!!" bentak Nabila ngegas.


Angkasa nampak kesal.


"lo tuh emang sengaja nggak di ajak, Angsa..! soalnya lo tuh ogeb..! bucin doang lo gedein...! laki kebanyakan drama lo...!" ucap Nabila masih ngegas.


"gak sat set" imbuh Roky santai sambil menikmati rokok nya.


"diem lo...!" ucap Angkasa kesal.


Gala berdecih sambil cekikikan di pundak Pelangi. Wanita itu hanya mengulum senyum. Angkasa melotot menatap kesal ke arah pria itu.


"napa lo berdua ketawa?!" tanya Angkasa kesal.

__ADS_1


"Sa, udah...!" ucap Dodo menenangkan sambil mengusap usap dada pemuda itu.


"diem lu..!" ucap Angkasa sembari mengelak.


Adrian meletakkan kopinya.


"pa...." ucap Angkasa seolah meminta penjelasan pada sang papa.


Adrian menghela nafas panjang.


"papa sebenarnya nggak punya niat cari tahu, dek. Tapi karena gara gara kamu ada masalah, kamu jadi uring uringan. Mama kamu jadi nggak tenang, ya udah, mau nggak mau papa turun tangan..." ucap Adrian tenang.


"emang nyusain lo...!" ucap Nabila di sambut senyuman dan rengkuhan tangan dari sang suami.


"berisik lu, celengan semar..!" ucap Angkasa.


"terus, pa? hasilnya gimana?" tanya Angkasa.


"ada orang yang sudah bersedia menyelesaikan kesalahpahaman antara kamu dengan Bintang. Seseorang itu juga, ternyata beberapa waktu terakhir ini sering mengintai keluarga kita, mengintai Pelangi, dan juga mengintai Galaksi" ucap Adrian.


"kok gue? apa masalah nya ama gue, anj*nk...?!" tanya Galaksi tak sopan membuat semua mata menatap ke arahnya.


Pelangi mencubit paha Galaksi, seolah meminta pria itu untuk menjaga etikanya ketika bersama orang orang ini.


"sorry" ucap Gala kemudian.


Adrian tersenyum. Ia lantas melanjutkan ucapannya.


"laki laki itu adalah ayah kandung dari Bintang. Seorang laki laki yang dulu pernah terlibat perselisihan dengan kalian, Zack, Roky dan Azizah. Laki laki yang selama ini kita kira sudah tewas, ternyata dia masih hidup. Moreno...." ucap Adrian lagi membuat Azizah seketika itu juga mendongak menatap ke arah laki laki itu. Jantung Azizah seolah berhenti berdetak untuk saat itu juga. Diremasnya kaos hitam yang ia kenakan. Menggambarkan betapa ia sangat terkejut mendengar ucapan dari Adrian.


Zack yang sudah terlebih dahulu tahu akan masalah itu lantaran ia yang menyelidiki cctv rumah sakit pun nampak mengusap usap pundak sang istri seolah memberikan ketenangan pada wanita itu.


"Sebenarnya papa udah tau semuanya dari penuturan Gala dan Pelangi. Papa niatnya ingin mengajak Moreno bergabung untuk sama sama membuka kedok Bram. Tapi dia nggak mau..! papa nggak tau, apa yang akan dia rencanakan. Dia menolak bantuan papa dan Zev untuk membantu nya mengungkap tentang kebohongannya Bram. Dia memilih bekerja sendiri. Dia ingin bekerja sebagai seorang ayah, yang ingin mengembalikan kebahagiaan putrinya dengan caranya sendiri. Papa nggak bisa berbuat apa apa karena itu sudah menyangkut urusan keluarga. Kita hanya bisa menyaksikannya. Semoga semua kebenaran itu akan cepat terungkap" ucap Adrian.


Semua hanya mengangguk.

__ADS_1


"kasihan bu Grace...! dua kali nikah lakinya kagak ada yang bener...!" ucap Roky merasa iba pada nasib wanita yang sudah membantunya bebas dari penjara lima tahun yang lalu itu.


Zack ikut menghela nafas panjang.


"oh iya, selain itu, ada hal yang ingin saya tanyakan sama kamu, Zack, Azizah..." ucap Adrian.


Sepasang suami istri itupun lantas menoleh.


"seperti yang kita tahu sama sama Zack, ternyata orang yang selama ini meletakkan mainan di depan pintu kamar rawat inap Aliya, itu adalah Moreno. Orang yang mendonorkan darah untuk Aliya, itu juga Moreno. Orang yang membawa Aliya ke rumah sakit, itu juga Moreno. Moreno bukan seorang laki laki yang penyayang. Seperti yang kita tau, karena kamu juga mantan bawahannya, dia sangat kejam. Nggak punya belas kasihan, bahkan sama istrinya sendiri saat itu. Tapi ketika sama Aliya, dia sangat berbeda. Bahkan sampai mendonorkan darahnya..." ucap Adrian.


"kalau boleh tahu, apa ada sesuatu, diantara mereka?" tanya Adrian lagi. Karena walau bagaimanapun, sepasang suami istri dan buah hatinya itu sudah Adrian anggap seperti keluarga sendiri. Mengingat orang yang kini berurusan dengan mereka juga bukanlah orang sembarangan, ia adalah Moreno. Pria bengis ,keji dan kejam yang bisa melakukan apapun untuk mencapai apa yang ia tuju. Ia tak mau, jika terjadi hal hal yang tidak di inginkan pada keluarga Zack nantinya.


Zack menoleh ke arah Azizah yang sejak tadi nampak tak tenang. Diremasnya pundak itu lembut. Azizah menoleh. Kedua pasang mata itu nampak saling berpandangan. Zizah kemudian mengangguk seolah mengizinkan sang suami untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.


Zack menarik nafas panjang...


lalu....


.


.


.


.


.


.


"Aliya adalah putri kandung Moreno" ucap Zack.


"Apa?!!"


...----------------...

__ADS_1


Up 19:14


yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰 8


__ADS_2