
Di taman rumah sakit besar di kota itu,
seorang pria dewasa nampak merangkul pundak seorang gadis belia bermata sipir.
Keduanya nampak duduk berdampingan di sebuah kursi taman dengan cat berwarna putih itu.
Ya, itu adalah Moreno dan Bintang Kejora. Sepasang ayah dan anak yang kini kembali bertemu itu nampak menghabiskan waktu berdua, bercengkrama bersama-sama dengan penuh keakraban. Bintang Kejora bahkan terlihat tenang dan nyaman, menyandarkan kepalanya di dada bidang berbulu milik pria berbadan tegap tersebut.
Moreno terlihat begitu hangat. Ia menggerakkan tangan kekarnya beberapa kali mengusap pucuk kepala sang Bintang dengan penuh kasih sayang.
"jadi Aliya juga adik aku, pa?" tanya Bintang sambil memainkan kencing kemeja milik Moreno.
Pria itu tersenyum. Ia kembali mengecup pucuk kepala Bintang dengan lembutnya
"iya, sayang. Dia adalah adik kamu" ucapnya.
Bintang tak menjawab.
"Kau harus tahu, Bintang. Kau terlahir bukan dari benih seorang pria baik baik. Yang hanya setia dengan satu wanita. Ada banyak wanita yang sudah pernah papamu ini sentuh dan mungkin ada banyak juga, bukan hanya satu benih yang berhasil berkembang menjadi seorang manusia"
"papamu ini bukan laki laki suci, nak. Papa adalah pria bej*t dengan segudang dosa. Itulah sebabnya papa membiarkan kau untuk tinggal dengan keluarga barumu meskipun papa sudah tahu siapa kau sebenarnya" ucap Moreno tanpa menghentikan pergerakan tangannya mengusap lembut pucuk kepala Bintang Kejora.
"terus kenapa papa mau bawa Aliya pergi? kenapa papa nggak biarin Aliya tetap tinggal sama ayah dan bundanya yang sekarang? apa papa nggak percaya sama mereka?" tanya Bintang.
Moreno tersenyum. Ia kembali mengecup pucuk kepala gadis itu.
Moreno menatap lurus kedepan.
"Zack adalah mantan anak buah papa. Sedangkan Azizah adalah seorang wanita yang dulu pernah menjadi budak papa pada waktu itu.." ucap Moreno.
dulu papa terobsesi ingin memiliki Azizah, tapi rupanya di belakang papa Zack dan Azizah sudah menjalin hubungan percintaan secara sembunyi-sembunyi. Zack bahkan membawa Azizah pergi dan menyembunyikannya dari papa. Hingga pada akhirnya sepupu Zizah bernama Aliya datang pada papa. Dia memberitahukan tentang keberadaan wanita itu dengan meminta imbalan berupa sejumlah uang kepada papa"
"papa memberikan apa yang dia mau tapi papa juga meminta lebih dari dia. Yaitu kehormatannya..! Dia hamil anak papa tapi dia meninggal saat melahirkan Aliya. Sejak saat itu Aliya dirawat dengan baik oleh Zack dan Azizah" ucap Moreno
Bintang nampak mendengarkan dengan baik.
__ADS_1
"papa tidak berniat untuk mengambil Aliya. Akan lebih baik untuk adikmu jika dia tetap tinggal bersama sepasang suami istri itu. Karena mereka adalah orang tua yang baik untuk adikmu" ucap Moreno.
"lalu kenapa tadi papa bilang kalau papa mau bawa Aliya?" tanya Bintang.
Moreno tersenyum.
"papa hanya ingin mengetes mereka. Seberapa takut mereka kehilangan adikmu itu. Papa tidak sebodoh itu, sayang. Dunia papa kejam, keras dan hitam, nak. Papa tidak akan mengizinkan kalian anak-anak papa masuk dalam kehidupan papa. Biarkan kalian bahagia bersama keluarga baru kalian. Sedangkan tugas bapak hanyalah mengamati dari jauh. Memastikan kalian tetap aman dan bahagia bersama orang-orang yang menyayangi kalian" ucap Moreno.
"Bintang, dengarkan papa. Jika nanti papa tidak berada di samping kalian, sebagai seorang kakak, papa menitipkan Aliya pada kamu."
"ikut jaga dia, awasi dia, dan sayangi dia, karena kalian adalah saudara kandung, saudara se ayah.
Jadilah kakak yang bisa menjadi contoh untuk adikmu. Mulai sekarang, bersikaplah lebih dewasa. Bersikaplah lebih bijak. Dengarkan orang-orang di sekitarmu. Timbang dan pilihlah mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang perlu kau lakukan dan tidak perlu kau lakukan. Mana yang perlu kau dengarkan dan mana yang tidak perlu kau dengarkan. Bersama laki-laki yang sekarang berada di sampingmu, belajarlah untuk menjadi wanita yang lebih baik. Sayang, laki-laki itu adalah orang yang tepat untukmu. Yang akan membawamu menuju kebaikan. Papa percaya pada dia. Papa juga percaya pada kamu. Bahwa kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dibandingkan sekarang. Belajarlah untuk mendengar. Belajarlah untuk menjaga perasaan orang lain. Kamu harus lebih baik daripada papa dan ibu mu " ucap Moreno.
Bintang menatap dalam pria itu.
"memangnya papa mau ke mana?" tanya Bintang.
Moreno tersenyum.
Tanpa mereka sadari sepasang netra teduh nampak menyaksikan keintiman yang terjadi antara sepasang ayah dan anak itu.
Ya, itu adalah Angkasa Wildan Tama. Pria itu nampak tersenyum menyaksikan adegan yang terjadi antara sang kekasih dengan calon mertuanya itu.
Dari Bintang, Moreno dan Bram ia belajar, bahwa yang terlihat buruk memang tak selamanya buruk. Dan yang terlihat baik juga tak selamanya benar-benar baik. Selalu ada sisi negatif dan positif dalam kehidupan setiap umat manusia.
Bintang, Moreno dan Bram contohnya.
Moreno yang berhati iblis, berperilaku bak raja setan, nyatanya bisa luluh, lembut dan bijaksana di samping seorang Bintang Kejora. Sedangkan Bram si oknum polisi yang dikenal bijaksana, tegas, dan berwibawa, nyatanya menyimpan borok yang begitu menjijikkan dibalik seragamnya.
Memang, manusia tidak bisa menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja. Karena sejujurnya hati itu hanya Tuhan yang tahu. Baik buruknya manusia hanya Tuhan yang mengetahui selaku Dzat yang Maha Mencipta. Dan sebagai manusia, tidak ada daya dan upaya bagi kita untuk menghakimi seseorang hanya dari tampilan luarnya saja.
...****************...
Malam menjelang di sebuah rumah belakang tempat tinggal Zack Andreaz dan keluarga kecil nya.
__ADS_1
Gadis cantik menggemaskan itu sudah terlelap menyalami mimpi-mimpi indahnya di atas sebuah ranjang berukuran 180 x 200 cm tersebut.
Pria bertato yang menemani si gadis mungil tidur itu kini nampak menggerakkan tangannya. Meraih sebuah selimut bergambar Mickey mouse guna menutupi tubuh mungil yang kini mulai sesekali mengeluarkan dengkuran halusnya.
Zack menajamkan pendengarannya. Sayuk-sayuk suara isak tangis terdengar memecah kesunyian malam. Pria itu bangkit dari ranjang, membuka pintu kamar, mendekati seorang wanita yang nampak bersimpuh di sebuah sofa ruang tamu rumah belakang itu.
Ya, itu Azizah, istrinya...!
Sejak pulang dari rumah sakit hingga kini malam menjelang, wanita itu tak henti meneteskan air matanya.
Zack nampak iba. Ia tahu betul apa yang dirasakan sang istri. Berat baginya untuk merelakan seorang ayah kecil. Gadis kecil itu sudah sangat berarti dalam kehidupan Zack dan Azizah. Rasanya begitu sulit membayangkan hidup berjauhan dengan gadis mungil yang 5 tahun ini ia rawat dan dia besarkan dengan sepenuh hati. Tapi mau bagaimana lagi, ada laki-laki yang jauh lebih berhak atas Aliya. Menghalangi Moreno untuk mengambil Aliya juga bukan sebuah keputusan yang tepat. Karena itu sama saja yang menjauhkan seorang anak dari ayah kandungnya. Tuhan tidak suka itu...!
Lalu apa yang harus keduanya lakukan?
Zack mengusap kasar wajahnya sembari mengucap istighfar.
Pria itu berjalan mendekati Azizah. Ia duduk di belakang wanita yang kini duduk membelakangi nya itu. Pria itu menatap lurus ke depan.
"aku tahu apa yang kamu rasakan, peri" ucap Zack.
"kita harus gimana?" tanya Azizah pilu.
Zack menatap punggung wanita cantik itu.
"kita tunggu besok. Biarkan Moreno menemui Aliya dulu. Setelah itu kita coba jelaskan sama Aliya tentang siapa Moreno sebenarnya. Karena walau bagaimanapun dia juga perlu tahu hal yang sebenarnya. Kita serahkan semua sama si kecil. Biarkan dia yang memilih. Kita tidak bisa melakukan apapun sekarang, sayang. Kita hanya orang luar yang di beri mandat oleh almarhumah ibu Aliya kecil di sini untuk merawat Aliya. Tapi jika sekarang ayah kandung nya meminta gadis kita, kita bisa apa?" ucap Zack menahan kesedihan.
Azizah menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangannya. Ia nampak sesenggukan. Zack meraih tubuh ramping itu. Dipeluknya wanita yang sangat ia sayangi itu dengan erat. Azizah menangis sejadi jadinya seolah ingin mencurahkan apa yang ia rasakan dalam dekapan pria tampan kesayangan itu.
Semoga besok ada jalan keluar yang terbaik untuk mereka, Aliya dan Moreno.
...----------------...
up 20:41
yuk, dukungan dulu 🥰😘😘🥰
__ADS_1