Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)

Angkasa (Kisah Cinta Anak Mafia)
Angkasa 124


__ADS_3

"haii...."


Suara itu berhasil membuat Pelangi, Tiger dan Aliya menoleh. Dilihatnya seorang pria dengan postur tubuh tinggi besar dan jambang lebat menghiasi rahang tegasnya nampak berdiri tak jauh dari mereka.


" Om baik...!" ucap Aliya dengan wajah berbinar.


Moreno tersenyum manis. Hal yang sangat jarang ia tunjukkan pada orang lain, selain pada kedua putri tercintanya. Pria itu pun mendekat.


" Siap jalan-jalan siang ini?" tanya laki-laki itu.


Pelangi bangkit perlahan. Mencoba mengumpulkan keberaniannya untuk mengatakan pesan yang Zack sampaikan padanya pagi tadi jika Moreno datang menjemput Aliya dan Tiger.


" Permisi, tuan," ucap Pelangi pelan.


Moreno menoleh. Menatap angkuh wanita itu tanpa mengucap sepatah kata pun.


" Mohon maaf, tuan. Emm, tadi pagi sebelum anak-anak masuk kelas, ayah nya Aliya menyampaikan pesan pada saya. Katanya kalau tuan mau menjemput Aliya, tolong untuk menunggu tuan Zack sebentar disini. Ada yang ingin beliau sampaikan katanya. Sekarang beliau sedang dalam perjalanan kemari. Katanya ada hal penting yang ingin disampaikan kepada tuan sebelum membawa Aliya pergi jalan-jalan." ucap Pelangi se sopan mungkin agar tak menyinggung hati pria yang walaupun hanya diam sudah terkesan mengerikan itu.


" Atas dasar apa manusia rendahan itu memintaku untuk menunggunya?! waktuku sangat berharga..? aku tidak ada waktu untuk menunggu laki-laki payah itu...!" ucap Moreno angkuh.


" Tapi ini sesuai permintaan tuan Zack selaku ayah Aliya, pak. Tolong tetap di sini sementara sampai tuan Zack datang. Dia sudah dalam perjalanan kemari. Sebentar lagi beliau sampai.." ucap Pelangi


" Kau ini siapa? kau hanya seorang guru..! gadis kecil ini adalah putriku jika kau belum tahu..! jadi ku harap kau tidak perlu ikut campur urusanku, atau ku robohkan sekolah ini beserta di dalamnya..!" ucap Moreno dengan mata iblis yang mengerikan.


Pelangi menciut. Manusia manapun sepertinya akan ngeri jika berhadapan dengan ayah kandung Aliya itu.


Moreno menoleh ke arah Aliya yang nampak menatap polos ke arahnya.


" Kita pergi sekarang?" tanya Moreno.


Aliya diam sambil terus mengamati wajah berjambang lebat itu.


Moreno berjongkok. Di sentuhnya pundak gadis mungil berparas menghempaskan tersebut.


"kenapa, sayang?" tanya Aliya.


"Om baik, sebenelnya aku pengen ikut sama Om baik. Kita jalan-jalan kayak kemarin sama Tigel. Tapi... kayaknya bunda nggak suka kalau aku main-main telus sama baik. Gala gala ketemu om baik di lumah sakit kemalen, semalaman bunda nangis telus. Matanya sampai gede-gede..! aku nggak tega sama sama bunda..!" ucap Aliya begitu polos membuat Moreno terdiam. Betapa bocah itu sangatlah menjaga hati orang tuanya.


" Om baik, boleh minta tolong nggak?" tanya Aliya.

__ADS_1


" Minta tolong apa, sayang?" tanya Moreno.


" Kalau mau ngajak aku jalan jalan, kita ke lumah dulu yuk, ijin sama bunda sama ayah. Bial bunda aku nggak sedih kalau aku pelgi sama om baik. Om baik kan olang baik, pasti bunda ngijinin kita pelgi kalau om baik ngomong dulu sama bunda" ucap Aliya.


Moreno diam sejenak. Ditatapnya netra bulat nan indah milik sang gadis kecil itu dengan lekatnya.


" Kamu sayang sama bunda?" tanya Moreno.


Aliya cekikikan.


" Om baik gimana sih? ya sayang lah...! kan sama bunda..! ayah sama bunda itu olangnya baik banget loh, om baik. Nggak pelnah malah, nggak pelit, selalu sayang sama aku. Pokoknya baik banget deh..!" ucapkan Aliya


" Sama aku juga sayang...! ayah sama bunda kan ayah sama bunda aku juga. Iya kan, Aliya" imbuh Tiger.


"iya...!" jawab Aliya.


Moreno tersenyum.


" Sebenslnya aku itu punya dua bunda. Satu bunda Zizah, yang satu lagi Ibu aku. Tapi Ibu aku sekalang udah ada di samping Allah. Jadi aku nggak pernah ketemu sama ibu. Aku cuma punya bunda yang sayang sama aku dan selalu di samping aku." ucap Aliya.


Moreno menatap dalam bocah itu.


Aliya mengangguk.


"terus, kalau ayah, kamu punya berapa ayah?" tanya Moreno lagi.


"dua juga...! yang satu ayah Zack, yang satunya lagi...nggak tahu, siapa namany yaa? aku lupa...! o....no.... siapa ya??" tanya Aliya seolah tengah berfikir keras.


"O*eo...!" sahut Tiger sok tahu.


"ih, bukan...! o*eo mah makanan..!" ucap Aliya menyangkal.


"telus siapa dong?" tanya Tiger.


"aku lupa..! pokoknya, ayah sama bunda pelnah bilang. Tapi aku lupa namanya siapa..! ntal deh, aku tanya lagi sama bunda sama ayah...!" ucap Aliya.


"emang sekarang ayah kamu yang satunya lagi kemana?" tanya Moreno mencoba mencari tahu, apa yang Zack dan Zizah ajarkan pada sang putri selama ini.


"kata ayah, ayah Zack itu ayah nomol dua, kalau ayah nomol satu itu, udah ikut ibu, ketemu Allah. Ayah bilang, ayah nomol satu itu baiiiiik banget olangnya. Dia sayang banget sama aku. Sama kayak ibu, bunda sama ayah Zack. Tiap hali, ayah selalu bilang sama aku, katanya kalau abis sholat halus selalu doain ayah sama ibuk di sulga. Bial bisa senyum telus liat aku yang manis ini di sini. Tapi, nggak kayak ibu, yang bisa aku lihat makamnya, kalau makam ayah nomol satu aku, nggak tahu di mana. Jadi aku nggak bisa doain ayah di makamnya" ucap Aliya begitu polos. Membuat Moreno diam tak bergerak.

__ADS_1


Zack dan Azizah yang dulunya memang mengira Moreno telah tewas pun nyatanya tak pernah menyebut keburukan laki laki itu di depan Aliya kecil. Sepasang suami istri itu justru menggambarkan sosok dirinya sebagai seorang laki laki yang sempurna sebagai seorang ayah. Padahal pada kenyataannya, selama Aliya kecil dalam kandungan sang ibunda ia bahkan tak sudi mengakui gadis itu sebagai darah dagingnya.


Moreno nampak haru. Aliya terus berceloteh menceritakan tentang ayah, bunda, ibu dan ayah nomor satunya yang ia lupa siapa namanya. Gadis itu seolah tak sadar, bahwa ayah nomor satu yang ia maksudkan, kini berada tepat di hadapannya.


Moreno mendengar kan celotehan sang bocah dengan seksama. Tanpa pria itu sadari, ia sudah membuang cukup banyak waktu untuk sekedar mendengarkan cerita sang putri kecil. Hingga....


"ini kapan sih pelgi mainnya? jadi nggak sih om?! Aliya, jangan celita telus..! ntal kita nggak jadi jalan jalan nih kalau kamu ngomong telus...!" ucap Tiger menegur gadis manis itu.


"oh, iya, sampai lupa..!" ucap Aliya sambil menepuk jidatnya.


Moreno tersenyum.


"kita berangkat sekarang?" tanya Moreno.


" bental, om...!" ucap Aliya.


Ia kemudian mendekati Pelangi yang sejak tadi berdiri di samping dua bocah itu.


"bu gulu Penani, boleh pinjem hp nya nggak, telfonin ayah aku dong. Aku mau jalan jalan sama om baik. Kila kila boleh enggak ya" ucap Aliya.


Pelangi tersenyum. Baru saja ia hendak menjawab ucapan sang bocah, tiba tiba...


"itu ayah dateng...!!" ucap Tiger lantang sembari menunjuk ke arah sebuah mobil yang nampak memasuki halaman sekolah taman kanak-kanak itu.


Ya, itu mobil Zev yang dikendarai oleh Zack.


Aliya nampak berbinar. Sedangkan Moreno nampak mengangkat dagunya menatap mobil itu.


Seorang pria tampan berkulit putih keluar dari dalam kendaraan itu. Mendekati Moreno, Aliya, Tiger dan Pelangi yang nampak berdiri di sana.


...----------------...


Selamat sore


up 16:21


yuk, dukungan dulu 🥰😘😘🥰


mampir sini boleh...

__ADS_1



__ADS_2