
17:00
Dua pasang suami istri yang masih berada di rumah sakit itu nampak gelisah.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore. Tapi hingga saat ini kedua bocah TK yang harusnya sudah pulang dari siang itu belum juga datang ke rumah sakit. Harusnya Angkasa sudah membawa Tiger dan Aliya ke tempat ini sejak siang tadi, tapi entah mengapa sampai sekarang laki-laki itu belum menunjukkan batang hidungnya. Tak seperti biasanya.
Terakhir kali Angkasa memberi kabar adalah ketika Zev menelponnya siang tadi. Saat pria yang kini memiliki dua putra itu menanyakan keberadaannya dan Tiger serta Aliya. Sejak saat itu hingga kini Angkasa belum memberi kabar apapun. Pelangi selaku guru juga tidak bisa dihubungi. Entah ke mana mereka. Membuat perasaan kedua pasang orang tua itu menjadi tidak tenang dibuatnya. Lantaran hal seperti ini tak pernah terjadi sebelumnya.
"serigala, Angsa belum balas chat dari kamu?" tanya Nabila.
"belum, sayang" jawab Zev.
Nabila menghela nafas kasar.
"kemana sih tuh anak? nggak tau udah sore apa, jam segini nggak di anter pulang...!" ucap Nabila sedikit kesal.
"mungkin macet, kak. Kamu sabar dulu ya..." ucap Adinda mencoba menenangkan sang putri.
Para manusia dewasa yang berada di dalam ruangan itupun nampak sibuk dengan pemikiran mereka masing masing. Hingga.....
ceklek......
"assalamualaikum...."
suara itu berhasil membuat semua yang berada di ruangan itu menoleh ke arah sumber suara dimana pintu terbuka disana.
"wa alaikum salam" jawab semuanya.
Para manusia dewasa itu nampak menatap penuh selidik ke arah empat pemuda pemudi yang kini memasuki ruangan yang cukup luas itu. Ya, itu adalah Angkasa, Bintang Kejora, Galaksi dan Pelangi.
Empat pemuda pemudi itu nampak masuk ke ruangan itu dengan wajah lesu. Terutama angkasa6 dan Pelangi. Angkasa nampak begitu merasa bersalah, sedangkan Pelangi nampak begitu gugup dan panik. Galaksi yang sejak tadi berada di sampingnya itu tak lepas merengkuh pundak sang kekasih pujaan. Sedangkan Bintang Kejora yang sejak tadi nempel terus pada Angkasa tak pernah lepas menggenggam tangan laki-laki berparas nyaris sempurna itu.
"kalian pada kenapa? kucel amat tuh muka..?!" tanya Roky saat melihat gerakan yang tak lazim dari keempat manusia itu.
Dari keempat muda mudi itu tak ada yang menjawab.
"Angsa, kok lo cuma berempat doang? Tiger sama Aliya mana?" tanya Nabila yang baru saja melahirkan seorang putra itu.
__ADS_1
Angkasa tak menjawab. Ia terus menunduk dengan jari yang nampak bergerak-gerak seolah menggambarkan kegugupan yang gini ya rasakan.
"Sa, kok lo diem aja sih?!" tanya Nabila mulai Tak sabar.
Angkasa masih diam seribu bahasa. Pelangi makin menunduk takut.
"dek, Tiger mana?" tanya Adinda lembut sambil menggendong baby Dragon.
Angkasa membuka mulutnya seolah ingin memulai berbicara, namun terasa begitu berat untuk mengucapkan apa yang terjadi hari ini.
"Angkasa, kok lo diem aja? Tiger mana?" tanya Zev mulai angkat bicara.
"Den, Aliya mana?" tanya Azizah ikut merasa tak tenang.
Angkasa nampak gugup...
"ma, pa, kak Zev, kak Nabil, Mbak Zizah, mas Zack, dan semuanya....Angkasa minta maaf....." ucap pemuda itu begitu gugup.
"minta maaf untuk apa sih, dek? kamu jangan bikin mama takut deh...!!" ucap Dinda tak tenang.
"Angsa..! lu jangan kek bocah deh...! ngomong yang bener...! ada apa...?!! Lu kenapa..? Tiger mana...? anak gue mana..?!!" tanya Nabila mulai tak tenang. Zev menggerakkan tangannya mengusap pundak wanita yang baru saja melahirkan putra kedua mereka ke dunia itu. Ia tak mau emosi Nabila kacau saat ini. Karena itu akan berpengaruh untuk kesehatannya pasca melahirkan.
"ta....tadi....tadi waktu.......waktu........................."
.
.
.
"ASSALAMUALAIKUM...!!!!!!"
Suara cempreng itu menggema memenuhi ruangan VVIP yang dihuni oleh seorang wanita hamil dan para keluarga nya itu. Dua bocah masuk ke dalam kamar rawat inap tersebut tanpa mengetuk pintunya. Dengan masing-masing memegang sebuah mainan berukuran besar. Aliya membawa sebuah boneka Doraemon jumbo, dan Tiger nampak kesulitan membawa sebuah mobil mobilan berukuran besar.
Kedua bocah itu nampak melompat-lompat kegirangan memasuki ruangan tersebut tanpa dosa. Seolah tak mengerti tentang huru hara apa yang baru saja mereka buat itu. Keduanya mendekati para manusia-manusia dewasa yang nampak panik di sana. Angkasa dan Pelangi reflek menjerit memanggil nama dua bocah itu. Keduanya seolah begitu kompak, terkulai lemah secara bersamaan, terduduk di lantai ruang rawat inap itu saat menyadari kedatangan dua bocah yang terlihat teramat sangat baik baik saja....
"Ya Allah, Tiger, Aliya...! kalian ke mana aja??!" ucap Pelangi yang terduduk lemah di lantai ruang rawat inap itu. Wanita itu seolah tak bisa lagi menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini. Ia sudah terlalu panik tadi. Berbagai macam pikiran buruk menggelayut dalam otaknya sejak siang tadi.
__ADS_1
Kini saat ia melihat kedatangan dua bocah itu seolah membuat dadanya seketika merasa begitu lega. Pelangi lemas. Gala tak henti mengulum senyum melihat reaksi kekasih nya yang ia rasa begitu lucu itu.
"Ya Allah, anak kurcaci..! lu lain kali kalau mau pergi ngomong dulu, anjir ..! jantung gua rasanya udah kek mau copot ngerti nggak lu...! lu kemane aje berdua..?!!" tanya Angkasa antara lega dan kesal.
Tiger dan Aliya yang seolah tak memiliki dosa itu menatap aneh ke arah Angkasa yang ngedeprok di lantai rumah sakit itu.
"apaan sih lebay banget..! olang aku sama Aliya lagi jalan-jalan...! ya kan, Aliya...?! kita itu lagi jalan-jalan diajakin Om baik, Uncle..! lebay deh olang dewasa..! kek kenapa aja...!" ucap Tiger cuek.
"iya, olang kita happy-happy...!" imbuh si cantik yang kini nampak memeluk erat sebuah boneka jumbo itu.
"happy happy pala lu pitak....!!! gua nyariin lo berdua seharian, bocah...! gue udah kek orang gila muter-muterin sekolahan Lu...! emang dasar lu ye anak kecil pada nggak tahu akhlak lu berdua...!!" ucap Angkasa ngegas membuat Dinda reflek menutup telinga baby Dragon yang terlelap dalam gendongannya.
"udah, udah, kok malah pada berantem sih?! sebenarnya ini ada apa?!" tanya Adinda.
"nih bocah pulang sekolah ngilang, ma...! makanya dari tadi tuh Angkasa nggak pulang-pulang...! soalnya nyariin mereka berdua...! lain kali kalau mau main tuh pamit dulu...! mau ke mana mana tuh ngomong dulu lama orang tua...! jangan asal ngelayap aja...! pada nggak tau apa lu berdua kalau gue nyari setengah mati seharian...!! emang pada ngeselin lu berdua...!!" ucap Angkasa masih kesal.
Adinda dan yang lainnya justru makin terlihat bingung.
Azizah menyentuh pundak sang putri yang kini berdiri di depannya itu.
"sayang, Aliya, sekarang kamu jelasin dong sama bunda. Sebenarnya apa yang terjadi, dan ini, mainan dari siapa?" tanya Azizah begitu
"nggak ada apa-apa, bunda. Tadi itu celitanya aku sama Aliya lagi main bola, telus ada om om baik katanya kenal sama Aliya. Telus kita diajakin jalan-jalan. Ya udah kita jalan-jalan aja ya kan, Aliya?" tanya Tiger yang tak ditanya tapi langsung menjawab itu.
"hooh" jawab gadis manis itu.
"om om siapa, sayang?" tanya Adrian.
"yang dulu pernah jengukin aku, opa...! pas aku lagi sakit...! bentar deh aku panggilin...! om nya ada di luar kok...! tungguin, ya...!" ucap gadis itu kemudian berlari menuju ke pintu ruang rawat inap itu untuk menjemput om baik yang baru saja mengajak ia dan Tiger jalan jalan.
...----------------...
Selamat malam,
up 19:58
yuk, dukungan dulu π₯°ππ₯°π₯°
__ADS_1
mampir sini dulu boleh....ππππ