
"ayah...!!!" ucap Aliya berbinar. Dilihatnya disana seorang pria tampan berkulit putih nampak turun dari dalam mobil mewah itu. Ia berjalan mendekati sang putri yang nampak berdiri di sana bersama Simon, Tiger dan Pelangi.
Zack mendekati para manusia beda usia itu dengan menyunggingkan senyuman nya.
"tuan," ucap Pelangi.
"bu Pelangi.." jawab Zack.
"ayah, ayah...! untung ayah cepet dateng..! ayah, aku minta ijin mau pelgi sama om baik, boleh nggak?" tanya Aliya meminta izin.
Zack tersenyum.
"boleh, tapi, ayah mau bicara dulu sama om baik nggak apa apa ya sebelum berangkat jalan jalan sama om baik. Ayah pengen ngomong sesuatu sama om baik" ucap Zack begitu tenang. Moreno hanya diam dengan wajah datar dan dinginnya.
Aliya nampak menatap ayah dan om baiknya itu secara bergantian.
"ada apa?" tanya Zack.
" Ayah nggak akan belantem sama om baik kan?" tanya Aliya.
Zack terkekeh.
" Ya enggak lah, sayang. Udah tua nggak boleh berantem, ntar encok..!" ucap Zack membuat Tiger dan Aliya cekikikan.
" Ayah lucu...!" ucap Tiger sambil tertawa menunjukkan barisan gigi keropos nya yang sebagian nampak menghitam.
Zack tersenyum.
"udah, kalian main dulu. Ayah mau bicara dulu sama om baik nya." ucap Zack.
"ya udah, anak anak main sama bu guru aja, yuk" ucap Pelangi.
"lho, ibu nggak pulang?" tanya Zack.
" Masih nungguin Gala, tuan" ucap Pelangi.
" Oh, oke..!" ucap Zack sambil tersenyum.
Tiger dan Aliya pun ikut dengan Pelangi. Sedangkan Zack kini mengangkat tangannya seolah mengajak Simon alias Moreno itu untuk duduk di teras sekolah guna berbincang sejenak.
Moreno pun mengikuti kemauan Zack. Ia duduk di sana masih dengan mode angkuh dan dinginnya khas seorang Moreno yang agung.
Zack mengikuti pria itu dari belakang lalu duduk di sampingnya.
" Katakan, apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Moreno.
Zack tersenyum. Netra nya menatap lembut ke arah Aliya yang kini nampak riang bermain dengan Tiger dan Pelangi.
" Bukan masalah penting. Aku hanya ingin bertanya. Mau kau bawa kemana bocah kecil itu?" tanya Zack.
" Apa peduli mu manusia rendahan? dia putriku..! aku punya hak membawa dia kemanapun aku mau...!" ucap Moreno.
Zack tersenyum.
" Aku tahu. Kau tidak perlu memperjelas nya jika Aliya adalah putrimu. Aku dan istriku sudah tahu akan hal itu" ucap Zack.
" Aku hanya ingin bilang padamu. Aliya kecil adalah anak yang istimewa. Aku dan Azizah menyayangi dia lebih dari seperti aku menyayangi diriku sendiri. Jika memang kau ingin membawanya, Moreno. Aku tidak akan menghalangi mu. Karena aku tahu, dia bukan milikku."
" Jika kau ingin membawanya. Aku mohon, jaga dia baik baik. Berikan dia kasih sayangmu sepenuhnya, karena kau adalah satu satunya orang tua kandungnya."
"Aliya kecil tidak suka makan pedas. Ia suka yang manis manis. Dia paling suka diajak bercerita dan di tanya tanyai kegiatannya sebelum mau tidur. Dia anak yang mandiri. Dia sudah bisa mandi sendiri, makan sendiri. Karena memang bundanya selalu membiasakan itu sejak ia kecil. Aliya paling suka makan dengan ayam goreng dan sayur, ia..................."
" Apa tujuanmu memberitahu kan itu padaku? kau ingin menunjukkan bahwa kau jauh lebih mengetahui tentang Aliya dari pada aku?! kau merasa lebih hebat dariku, Zack Andreaz?!" tanya Moreno dengan wajah garang.
__ADS_1
Zack tersenyum.
" Bukan begitu. Aliya hanyalah seorang gadis kecil. Sebagai seorang gadis se polos itu ia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kita. Aku hanya tidak mau, jika Aliya bingung nantinya."
" Aku tidak pernah berniat menunjukkan bahwa aku lebih baik dari siapapun, Moreno. Karena aku sadar, aku dan Azizah hanyalah orang yang dititipi putrimu oleh Aliya, sepupu Azizah."
" Tugas kami hanya menjaga dan merawatnya semampu kami. Mendidiknya dan memberikannya ilmu dan menanamkan sifat sifat yang baik sebagaimana pesan dari Aliya, ibunya. Aku tidak pernah merasa lebih baik dari siapapun. Aku hanya menjalankan tugas."
" Jujur saja, aku sangat menyayangi putrimu. Aku berat untuk melepaskan nya. Tapi lagi lagi aku sadar diri. Aliya memang bukan milikku. Kau lah yang lebih berhak atas dia."
" Pesanku, Moreno. Jika suatu saat kau membawanya pergi, tolong rawat dia, jaga dia, lindungi dia, didik dia, dan berikan dia ilmu serta tanamkan sifat sifat yang mulia padanya. Se kejam kejamnya kau aku yakin ada sisi positif dari dirimu. Terlepas dari kehidupan mu yang keras, aku percaya kau adalah ayah yang baik untuk putri kecilmu."
" Aku tidak akan menghalangi mu. Aku akan menyerahkan semuanya pada Aliya. Sebagai seorang anak, ia harus tahu kebenaran nya, bahwa ia adalah seorang gadis yang terlahir dari benih mu. Biarkan ia mengetahui semuanya. Dan biarkan ia memilih, dengan siapa ia akan tinggal..."
" Sungguh, Moreno. Aku tidak akan pernah menghalangi mu jika memang kau ingin membawa Aliya ikut denganmu. Tapi jika suatu saat kau membawa Aliya kecil pergi jauh dariku, satu pesan ku. Jangan putuskan komunikasi ku dengan nya. Karena aku sangat menyayanginya." ucap Zack dengan sorot mata nanar.
Orang tua mana yang bisa tegar jika mengetahui ia akan terpisah dari sang buah hati yang sudah sangat ia cintai. Begitu berat nagi Zack dan Zizah untuk melepas Aliya. Tapi biar bagaimanapun juga, ia sadar, ada yang jauh lebih berhak atas Aliya dari pada dirinya dan Azizah.
Moreno tersenyum angkuh.
" Kau bilang kau menyayangi gadis itu. Tapi kau melepaskannya begitu saja untuk ikut denganku yang buronan polisi ini..! manusia macam apa kau Zack?" tanya Moreno.
Zack tersenyum.
" Memang benar...! bukankah aku juga sudah bilang, aku berat melepaskan Aliya. Aku berat mengambil keputusan ini. Tapi sebagai seorang manusia aku percaya. Tidak ada manusia yang benar benar suci dan benar benar kotor di dunia ini. Selalu ada sisi positif dalam setiap pribadi manusia. Kau memang bajing*n, Moreno. Semua orang tahu itu. Tapi sebagai manusia, kau pasti tidak akan mungkin membiarkan putrimu menderita ataupun terjerumus ikut sesat dan menjadi manusia bangs*t seperti mu. Aku yakin kau pasti punya harapan yang besar untuk putrimu. Aku yakin kau pasti inginkan dia menjadi sosok yang lebih baik darimu saat ini" ucap Zack.
Moreno diam tak menjawab.
" Aku percaya padamu, Moreno. Aku yakin kau bisa mendidik Aliya jauh lebih baik daripada aku dan Azizah" ucap Zack membuat Moreno terdiam.
Memangnya apa yang bisa Moreno berikan pada Aliya. Hidupnya saja awut awutan dengan segudang dosa dan perbuatan kriminal yang menjadi makanan nya sehari hari. Hal baik apa yang bisa diberikan seorang penjahat pada putri polosnya??
Moreno tak bergerak. Zack tersenyum menatap ke arah Aliya.
"iya, ayah..!" ucap Aliya kecil.
Zack menggerakkan tangannya.
"sini, sayang..!" ucap Zack.
Aliya pun dengan cepat berlari. Mendekati sang ayah yang nampak duduk berdampingan dengan Moreno itu. Tiger mengikutinya dari belakang.
"ada apa, yah?" tanya Aliya.
"nggak apa apa. Ayah kangen pengen peluk" ucap Zack kemudian meraih tubuh putri kecilnya itu. Memangku nya lalu mengusap lelehan keringat yang mengalir di dahi, wajah serta leher Aliya.
"uh, banyak banget kelingetnya anak ayah" ucap Zack sembari terus mengusap keringat yang bercucuran itu.
"namanya juga abis main lali lalian, yah. Ya capek lah...! kalau nggak mau capek ya lebahan aja sambil nonton kaltun..!!" ucap Aliya polos membuat Zack terkekeh. Moreno ikut mengulum senyum menikmati pemandangan itu.
"Ya Allah, aku kayak anak tili. Nggak ada yang mangku, nggak ada yang ngelap kelinget aku..! ya udah lah, aku lap sendili aja...!" ucap Tiger disana sembari mengusap lelehan keringat nya seorang diri.
Zack terkekeh lagi.
"sini, sini, sini. Ya Allah, anak ayah yang satu ampe kelupaan. Sini, ayah lap juga keringetnya. Aliya geser dikit, nak" ucap Zack.
Aliya pun bergeser. Ia duduk di paha kiri Zack yang nampak duduk bersila. Sedangkan Tiger kini mendudukkan tubuhnya di paha kanan laki laki berparas tampan itu. Zack pun dengan telaten mengusap lelehan keringat dua bocah itu. Ia juga nampak merapikan rambut panjang Aliya dengan sangat telaten. Lagi, Moreno hanya diam memperhatikan.
"ayah sama om baik udah selesai ngoblol nya?" tanya Aliya.
"udah..! emang kenapa?" tanya Zack.
"jadi, aku boleh nggak, main sama om baik. Tapi nanti ayah bilang sama bunda ya, kalau aku ikut om baik pelgi. Bial bunda nggak khawatil. Ya ayah ya...." ucap Aliya.
__ADS_1
Zack tersenyum.
"Aliya..." ucap Zack.
"iya, ayah.." jawab bocah itu manis.
"ayah boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Zack.
"tanya ya tanya aja, ayah..! pake minta ijin segala..!" ucap Aliya.
"kayak ama plesiden aja..!hehhehe...." ucap Tiger menimpali.
Zack tersenyum.
"Aliya" ucap Zack.
"apa?"
"kalau misalkan, Aliya ketemu ayah Aliya yang nomor satu, Aliya mau apa?" tanya Zack membuat Moreno menoleh.
"ayah nomol satu? kan udah meninggal? masak bisa ketemu sih, ayah? emang bisa?" tanya Aliya.
"dalam mimpi kalik..." sahut Tiger.
Zack tersenyum.
"kan ayah bilang misalnya. Misalkan, bisa ketemu, Aliya mau apa?" tanya Zack.
"eeemmm....apa ya...." ucap Aliya sambil mengetuk ngetuk dagunya menggunakan satu jari telunjuknya seolah tengah berfikir keras.
Zack tersenyum menunggu jawaban sang putri.
"oh, aku tauk. Aku mau peluk...!" ucap Aliya.
Gadis itu merentangkan tangan kanannya memeluk tubuh Zack.
"satu tangan buat peluk ayah Zack..." ucap bocah itu. Lalu merentangkan lagi sebelah tangannya seolah memeluk seseorang, seraya berkata....
"satu lagi buat meluk ayah nomol satu. Siapa kemalin namanya, ayah?" tanya Aliya.
"O*eo..!" jawab Tiger nyeletuk.
"ih...! o*eo mulu...! bukan ..! siapa, yah?" tanya Aliya lagi pada Zack.
Laki laki itu lantas tersenyum, menatap ke arah Moreno lalu mengangkat dagunya seolah menunjuk ke arah pria itu.
Tiger dan Aliya pun menoleh mengikuti arah pandang Zack.
"om baik ayah nomor satu kamu...." ucap laki laki itu..
.
.
......
...----------------...
Selamat pagi,
up 07:25
yuk, dukungan dulu 🥰🥰🥰
__ADS_1