
Hari berganti hari, semua berjalan seperti biasanya.
Kehidupan para anak manusia pun juga berjalan dengan seharusnya.
Hari ini pasca kematian Bram, kelahiran Dragon, serta perginya Moreno tanpa kabar.
Satu bulan berlalu, semua berjalan seperti yang seharusnya. Tidak ada yang istimewa, semua menjalankan kegiatannya seperti yang bagaimana seharusnya.
Tiger dan Aliya masih sibuk dengan sekolahnya. Hari berganti hari, kedua bocah itu kini kian dekat dengan hari kelulusannya. Ya, dua bocah itu akan segera lulus TK tak lama lagi..! Itu artinya, sebentar lagi keduanya akan segera masuk ke jenjang Sekolah Dasar.
Tentu saja kedua bocah itu tak sabar untuk segera masuk SD. Meskipun ada sedikit rasa sedih dalam diri mereka karena itu artinya mereka akan berpisah dengan bu guru Pelangi kesayangannya.
Beda Tiger dan Aliya, beda juga dengan Bintang dan Angkasa. Setelah menyatakan keinginannya untuk mengikat sang wanita pujaan hati beberapa waktu lalu, hubungan keduanya kian hari pun kian dekat dan hangat saja. Bukan hanya antara Angkasa dengan Bintang Kejora saja, tapi juga hubungan antara Bintang dan Pelangi serta Galaksi. Kini dua pasang anak manusia yang saling mencintai kekasih hati mereka ini seolah menjelma menjadi sahabat yang cukup kental. Begitu juga dengan anggota Black Moon yang lain, yang kini lambat laun mulai meninggalkan aktivitas-aktivitas tak baik mereka.
Semua ini tak terlepas dari datangnya serangkaian kejadian yang cukup mengguncang mental para anak muda itu. Hilangnya Gerald secara tiba-tiba. penemuan mayat tanpa kepala, hilangnya Rachel serta ditemukannya tuan Hendrawan secara tiba tiba di ruko Pelangi, semua seolah berhasil menampar batin dan jiwa para anak muda anak muda yang masih labil itu.
Selain itu, hubungan Galaksi dan Pelangi kian hari pun juga kian dekat saja. Meskipun belum ada aksi nyata dari Galaksi melamar Pelangi seperti yang Angkasa lakukan pada Bintang, tapi sepertinya Gala memang tak pernah main main dengan perasaannya pada wanita cantik itu. Keduanya kini juga sering menghabiskan waktu bersama. Gala bahkan kini tak sungkan mengajak wanita cantik itu ke rumahnya. Menemui ayahnya dan menghabiskan waktu bersama di sana.
Sungguh, semua terasa begitu indah.
Dan di siang hari yang nampak di guyur hujan rintik rintik ini,
Di sebuah bangunan sekolah taman kanak kanak di kota itu.
Seorang pria nampak kembali menghisap rokoknya. Duduk di teras bangunan itu bersama seorang bocah tampan yang nampak sibuk dengan snack di tangannya.
Ya, itu adalah Galaksi Ardhanata. Ia tengah berada di sekolah TK tempat Pelangi mengajar, menemani wanita itu sejak pagi hingga kini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Gala nampak duduk di teras sambil menunggu jemputan untuk dua bocah menggemaskan murid kesayangan sang Pelangi, Tiger dan Aliya.
Pelangi kini sedang berada di toilet, menemani Aliya kecil yang katanya hendak buang air kecil namun takut untuk pergi ke toilet sendirian.
Di teras sekolah,
"wih, dapet cincin...!!" ucap Tiger sumringah sambil mengeluarkan sebuah mainan cincin plastik dari bungkus snack yang ia konsumsi.
Gala menoleh. Sebuah cincin plastik berbentuk hati dengan warna merah muda itu kini berada di telapak tangan Tiger.
"mau aku kasih Aliya, ah. Bial seneng. Kayak uncle kemalen sama kakak Bintang, dikasih cincin, bial kakak Bintang di iket, bial nggak kabur di bawa olang..!" ucap Tiger.
__ADS_1
Gala tersenyum. Diraihnya cincin mainan di tangan bocah itu.
"eh, itu cincin aku..! mau aku kasih buat Aliya, mas bule...! balikin dong..!!" ucap Tiger. Tangan mungilnya mencoba meraih cincin miliknya yang kini berada pada Galaksi.
" apa sih bocil..?! gue cuma mau pinjem doang..!" ucap galaksi sembari menjauhkan tangannya dari Tiger.
Bocah tampan itu nampak bersungut. Gala tersenyum menatap cincin di tangannya.
" ini kalau buat Aliya kegedean. Lihat aja lobangnya gede banget..! ini mah nggak cocok buat Aliya..! mending buat mas bule aja..!" ucap Galaksi
"buat apa?! masa mas bule mau pakai cincin mainan walna pink?!" tanya Tiger.
Galaksi tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Tiger lalu berucap pelan
" mas bule mau kasih cincin ini buat Bu guru Pelangi..! biar bu guru Pelangi seneng...!" ucap Gala.
Tiger nampak memiringkan kepalanya.
"mas bule mau ngelamal gulu Penani? kayak uncle aku sama kakak Bintang..?" tanya Tiger mencoba menebak.
Gala tersenyum.
"masak ngelamal pake cincin mainan? kok nggak modal?!" tanya Tiger.
"lu ngerti ape sih?! anak kecil nggak tau apa apa..! udah diem aja..!" ucap Gala.
"eemm.....gimana ya, sebenelnya mas bule sama bu gulu penani nggak tellalu cocok sih..! bu gulu tellalu cantik buat mas bule..! tapi ya....boleh deh, dalipada mas bule jomblo telus...!" ucap Tiger seolah memberikan penilaian namun sukses membuat Gala melongo mendengar nya.
"sueek lo..!" ucap Gala kesal.
"ngeselin banget lu ya jadi bocah...!" ucap Gala seolah tak habis fikir dengan sifat yang dimiliki keponakan Angkasa itu.
Tiger tak peduli. Ia masih sibuk dengan snack nya.
Dua orang wanita cantik beda usia keluar dari kamar mandi.
"Tigel.." ucap Aliya.
__ADS_1
"iya, ayank...! eh, keceplosan...! maksudnya iya, Aliya..! ada apa?" tanya Tiger membuat Gala dan Pelangi yang mendengar nya pun menggelengkan kepalanya.
"ih, Tigel...! nggak malu ya masih kecil ayang-ayangan?" ucap Aliya membuat Tiger cekikikan.
"iya, iya, maaf khilaf..!" ucap bocah laki-laki menggemaskan itu.
"Tigel, ayah belum datang?"
"belum, mungkin lagi macet. Sabal ya, kita main dulu yuk.." ucap Tiger kemudian.
" Ya udah deh" jawab Aliya.
Tiger pun bangkit. Ia dan Aliya lantas berjalan menuju area permainan yang ada di halaman sekolah miliknya itu. Pelangi mendudukkan tubuhnya di samping Galaksi. Melihat sepasang kekasih itu duduk bersandingan, Tiger yang baru saja berbincang dengan Galaksi pun lantas berucap...
"Bu gulu Penani, tadi kata mas bule, bu gulu Penani mau di kasih cincin kayak uncle sama kakak Bintang..!" ucap Tiger polos.
Gala melotot. Begitu pula Pelangi. Wanita itu lantas menoleh ke arah sang Galaksi.
Pemuda itu terlihat kikuk dibuatnya.
Pelangi tak bersuara, namun sorot matanya sejak tadi tak lepas dari galaksi seolah menunggu apa yang ingin dikatakan oleh pemuda berparas kebarat baratan itu.
Gala nampak gugup. Ia menarik nafas panjang kemudian menoleh ke arah Pelangi.
"Ngi," ucap Gala.
"ya..." jawab Pelangi.
"nikah yuk....." ucap Gala.
"haaah???!!
...----------------...
Selamat sore
up 14:44
__ADS_1
yuk, dukungan dulu 🥰